Olahraga

Latihan Otot Punggung untuk Cegah Nyeri Punggung

Tegangan dan nyeri punggung bagian atas merupakan masalah yang umum dijumpai. Hal ini sering terjadi apabila seseorang merasa stres dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Latihan otot punggung untuk meregangkan leher, pundak, dan punggung bagian atas dapat membantu meredakan nyeri dan mengendurkan otot yang tegang. Otot yang tegang pada bagian pundak dapat mengakibatkan leher kaku dan sakit kepala, sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan nyeri punggung atas apapun. Dengan melakukan peregangan atau stretching secara teratur, Anda dapat mengatasi gangguan nyeri punggung yang sedang di alami dan membantu mencegahnya kembali di masa depan. Artikel ini akan membahas beberapa jenis peregangan dan latihan otot punggung untuk mengatasi dan mencegah nyeri punggung atas.

Sebelum melakukan latihan otot punggung, ada baiknya Anda melakukan peregangan terlebih dahulu untuk mengendurkan otot pada daerah yang bermasalah. Dengan melakukan peregangan atau stretching, Anda dapat membantu mengembalikan dan menjaga fleksibilitas, meningkatkan rentang gerak, dan meningkatkan aliran darah. Semuanya bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri. Setelah peregangan dilakukan, Anda bisa melanjutkan latihan otot punggung dengan melakukan gerakan-gerakan berikut ini, seperti:

  • Pose kucing-sapi (cat-cow pose)

Untuk melakukan latihan otot punggung ini, letakkan tubuh Anda dalam posisi merangkak dengan leher pada posisi natural. Telapak tangan harus tepat berada di bawah pundak, dan lutut tepat berada pinggul. Pada tarikan napas berikutnya, lipat panggul dan bulatkan punggung tengah Anda. Tarik pusar ke arah tulang belakang dan turunkan kepala agar leher rileks. Setelah 3-5 detik, hembuskan napas dan kembali ke posisi tulang belakang netral. Kemudian, angkat wajah ke atas agar punggung mulai turun ke bawah, tahan posisi ini selama 3-5 detik. Lakukan hal ini berulang dan berurutan, setidaknya selama 5 kali. Latihan otot punggung ini baik untuk kesehatan punggung bawah dan tengah.

  • Pose anak (child’s pose)

Mulailah dalam posisi merangkak di lantai. Dengan ibu jari masih menyentuh lantai, rentangkan lutut sejauh mungkin kemudian dudukkan pantat kembali ke kaki. Turunkan dada ke lantai dan uduk tegak dengan lengan menjulur lurus di atas kepala. Pertahankan posisi ini selama beberapa napas atau selama Anda merasa tetap nyaman. Dengan mendorong menggunakan lengan, kembali ke posisi duduk. Alih-alih menjulurkan tangan ke depan, Anda juga bisa mencoba meletakkan tangan ke belakang di samping paha dengan telapak tangan menghadap ke atas.

  • Peregangan dinding

Untuk melakukan latihan otot punggung ini, berdiri dengan bagian sisi kanan tubuh menghadap dinding. Tekuk tangan kanan dan letakkan lengan bawah pada dinding. Lengan bagian atas harus lurus sehingga sikut dapat membentuk sudut 90 derajat. Dengan perlahan, ambil satu langkah ke depan menggunakan kaki kanan dan putar ke kiri, sehingga membuat pundak kanan dan punggung bagian atas meregang. Tahan posisi peregangan tersebut selama beberapa detik, untuk kemudian kembali ke posisi awal semula. Ulangi peregangan ini beberapa kali pada kedua sisi tubuh.

Nyeri punggung bagian atas biasanya akan membaik dengan sendirinya, terutama apabila Anda mendapatkan cukup istirahat dan melakukan latihan otot punggung yang lembut. Namun, hubungi dokter apabila rasa nyeri tersebut tidak kunjung sembuh atau malah berubah menjadi semakin intens. Dokter dapat membantu menentukan apakah ada penyebab nyeri punggung yang lebih serius sekaligus merekomendasikan rencana pilihan perawatan sesuai dengan kondisi yang Anda miliki.

Mengulik Segudang Manfaat Daun Pegagan
Hidup Sehat

Mengulik Segudang Manfaat Daun Pegagan

Sudah pernah mendengar atau mencicipi daun pegagan? Jenis daun yang satu ini juga kerap digolongkan sebagai obat herbal yang diklaim memiliki segudang manfaat. Pengklaiman tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, daun yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Gotu kola ini sudah lama dikenal sebagai obat panjang umur. 

Adalah bangsa China kuno dan Ayurveda, yang memperkenalkan daun ini dalam pengobatan tradisionalnya. Penggunaan daun pegagan sebagai obat tradisional ini pun menyebar ke Indonesia sejak lampau dan kerap disebut sebagai bahan utama dalam berbagai ramuan obat tradisional. 

Penggunaan daun pegagan sebagai obat herbal bukan tanpa alasan. Nyatanya dalam berbagai penelitian, daun ini terbukti memiliki banyak manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat daun pegagan yang dapat Anda rasakan ketika rutin mengonsumsinya. 

  1. Meredakan Kecemasan 

Daun pegagan terbukti mampu memberikan istirahat yang lebih berkualitas sehingga berpengaruh pada tingkat kecemasan seseorang. Di mana ketika seseorang tidak mampu tidur dengan baik, tingkat kecemasannya akan meningkat disertai dengan adanya peradangan saraf. 

Disarankan ketika Anda mau menggunakan daun ini untuk meredakan kecemasan ekstrem, konsumsilah secara rutin selama 14 hari berturut-turut. Dosis tiap kali minum berkisar 500 miligram ekstrak daun pegagan dengan frekuensi konsumsi dua kali sehari.

  1. Melancarkan Peredaran Darah 

Kalau Anda kerap mengalami kaki bengkak ataupun masalah sirkulasi darah lainnya, cobalah mengonsumsi ekstrak daun pegagan tiga kali sehari selama seminggu. Dosis tiap kali minum cukup sekitar 60—100 miligram. 

Berdasarkan sebuah penelitian di Malaysia, gotu kola terbukti mampu memperbaiki sirkulasi darah yang menimbulkan berbagai pembengkakan di tubuh. Ini karena adanya kandungan senyawa triterpene pada daun pegagan. Senyawa ini mampu meningkatkan daya pompa jantung sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

  1. Mengobati Alzheimer 

Dalam salah satu studi yang dilakukan pada tahun 2012, daun pegagan terbukti mampu meningkatkan fungsi memori otak dan saraf. Secara lebih detail, daun pegagan mampu melindungi sel-sel otak dari toksisitas sekaligus menghalangi pembentukan plak yang berkaitan dengan alzheimer di dalam otak. Kemampuan inilah yang membuat daun pegagan kemudian digadang-gadang dapat menjadi obat alzheimer. 

Anda bisa menjajal kemampuan daun pegagan untuk Alzheimer dengan mengonsumsi ekstrak daun ini sebanyak tiga kali sehari dengan dosis 30—60 tetes. Namun sebelumnya, konsultasikan dahulu penggunaan obat tradisional ini kepada tim medis yang menangani penyakit Anda.

  1. Menghambat Penuaan Dini

Dengan mengonsumsi daun pegagan, Anda dapat mengucapkan selama tinggi bagi masalah penuaan dini yang kerap terlihat di kulit wajah maupun leher Anda. Kemampuan pegagan untuk mempertahankan elastisitas dan kelembapan kulit sehingga menghambat penuaan dini pada seseorang pun menjadi alasan tanaman ini kerap dijadikan bahan produk perawatan kecantikan. 

Kemampuan daun pegagan menghambat penuaan dini karena tanaman ini mampu memproduksi kolagen alami. Kolagen inilah yang berperan penting menjaga elastisitas kulit Anda. 

  1. Mempercepat Penyembuhan Luka 

Manfaat yang satu ini sudah populer sejak berabad-abad lalu. Karena bisa memberikan manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, akhirnya daun pegagan diakui sebagai salah satu sumber obat herbal yang mujarab. 

Kemampuan daun pegagan menyembuhkan luka lebih cepat karena adanya senyawa triterpenoid dalam obat herbal ini. Senyawa ini meningkatkan kadar antioksidan sekaligus suplai darah ke area luka sehingga area tersebut cepat mengering. Tidak hanya itu, daun pegagan juga meminimalkan risiko infeksi yang kerap terjadi pada area luka pada umumnya. 

Meskipun daun pegagan sudah dikenal memiliki banyak manfaat dengan bukti-bukti ilmiah, Anda tetap tidak boleh menggunakannya secara sembarangan. Agar lebih aman, selalu konsultasikan penggunaan gotu kola ini kepada dokter untuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.

Penyakit

Apa Penyebab Encopresis, Sebab Si Kecil Sering BAB di Celana?

Beberapa orang tua mungkin menganggap penyebab si kecil sering buang air besar atau BAB di celana karena memang belum bisa menahan untuk ke toilet atau memang belum terbiasa dengan toilet karena sebelumnya masih menggunakan diapers.

Mungkin memang awalnya seperti itu, namun bagaimana setelah anak melewati masa toilet training tetapi masih BAB di celana? Bila hal tersebut terjadi terlalu sering, mungkin saja si kecil mengalami encopresis atau enkopresisi, apakah itu dan penyebabnya?

Apa itu encopresis?

Enkopresis adalah saat anak-anak yang telah dilatih menggunakan toilet atau toilet training untuk buang air kecil ataupun BAB, namun malah mengelurkannya di celana mereka. Enkopresis bukanlah suatu penyakit, karena kemungkinan penyebabnya termasuk konstipasi kronis atau jangka panjang dan stres emosional.

Feses biasanya tidak sengaja dikeluarkan oleh anak ini dapat menyebabkan perasaan cemas, malu, dan bersalah pada anak. Umumnya, enkopresis ini terjadi pada anak usia di atas 4 tahun, di mana si kecil telah mendapatkan pelatihan toilet untuk kebutuhan BAB dan BAK. 

Penyebab encopresis

Enkopresis dapat disebabkan oleh faktor biologis, perkembangan, psikologis, dan lingkungan. Dan, berikut beberapa penyebab potensialnya meliputi:

  1. Sembelit

Dokter paling sering mendiagnosis enkopresis dengan sembelit kronis dan menahan buang air besar. Menurut penelitian, 90-95% dari anak anak dengan kondisi juga pengalaman sembelit dan retensi tinja. Tinja yang keras dan sulit dikeluarkan dapat berdampak pada rektum dan usus besar. Ini dikenal sebagai impaksi feses. Akhirnya, tinja cair mulai bocor di sekitar tinja yang keras.

Umumnya anak-anak akan menghindari mencoba BAB saat mereka mengalami sembelit karena rasa sakit yang ditimbulkan. Dan, hal ini dapat dapat memperburuk sembelit dan enkopresis.

  • Penyebab fisik lainnya

Penyebab fisik lain dari sembelit kronis dan encopresis meliputi:

  • Hipotiroidisme
  • Penyakit radang usus
  • Kerusakan saraf, sehingga sfingter anus tidak dapat menutup dengan benar, dan terjadi kebocoran
  • Infeksi rektal
  • Air mata dubur
  • Penyebab emosional dan psikososial

Ha lain yang menjadi pemicu enkopresis adalah masalah emosional. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang merasa stres atau masalah lainnya, meliputi:

  • Pelatihan toilet awal yang sulit 
  • Mulai sekolah baru
  • Pindah ke rumah baru
  • Kelahiran saudara kandung
  • Perceraian orang tua

Anak-anak dengan kondisi kesehatan mental atau lingkungan keluarga yang menantang mungkin lebih berisiko mengalami enkopresis. Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak dengan encopresis lebih mungkin memiliki:

  • Gejala kecemasan dan depresi
  • Perilaku yang lebih mengganggu
  • Kinerja sekolah yang buruk
  • Masalah sosial
  • Penyebab dan faktor risiko lainnya

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anak terkena encopresis dan sembelit, termasuk:

  • Menjadi laki-laki. Enkopresis kira-kira dua kali lebih umum di antara anak laki-laki daripada perempuan.
  • Mengalami gangguan perkembangan saraf. Memiliki Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Autism Spectrum Disorder (ASD) meningkatkan risiko enkopresis.
  • Minum obat tertentu. Beberapa obat yang sedang dikonsumsi, terutama yang menyebabkan sembelit, dapat meningkatkan risiko enkopresis.
  • Kebiasaan makan. Makan makanan tinggi lemak atau tinggi gula meningkatkan risiko sembelit kronis. Kekurangan asupan cairan juga meningkatkan risiko.
  • Menjadi tidak aktif. Anak-anak yang tidak cukup melakukan aktivitas fisik dapat mengalami sembelit.
  • Mencegah buang air besar. Anak-anak yang menghindari buang air besar karena terlalu sibuk bermain atau takut ke toilet umum, misalnya berisiko lebih besar mengalami sembelit.

Gejala Encopresis apda anak

Tanda dan gejala yang biasanya muncul pada si kecil dengan enkopresis, meliputi:

  • Perlu buang air besar tiba-tiba, dengan sedikit peringatan
  • Menghindari buang air besar
  • Tinja encer, hingga menyerupai diare
  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Mengeluarkan kotoran yang sangat besar, keras dan kering
  • Menggosok daerah anus, karena nyeri
  • Menyembunyikan pakaian dalam yang terkena feses
  • Kehilangan selera makan
  • Perasaan stres, kecemasan, atau rasa bersalah

Pencegahan

Berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk dapat membantu mencegah encopresis dan komplikasinya.

  • Hindari sembelit. Bantu anak untuk menghindari sembelit dengan memberikan pola makan seimbang yang tinggi serat serta mendorong anak untuk minum cukup air.
  • Pelajari pelatihan toilet yang efektif. Hindari mengajari pelatihan toilet terlalu dini atau terlalu memaksakan metode Anda. Tunggu sampai anak siap dan lakukan secara perlahan.
  • Lakukan pengobatan dini untuk encopresis. Perawatan dini, termasuk bimbingan dari dokter anak atau profesional kesehatan mental yang akan membantu mencegah dampak sosial dan emosional.

Dukungan dari orang tua atau pengasuh lainnya dapat memainkan peran penting dalam membantu anak mengatasi encopresis. Sangat penting juga untuk tidak mempermalukan, menyalahkan, atau menghukum anak-anak dengan enkopresis. Sebaliknya, lebih bersabar, pengungkapkan hal-hal positif pada anak, dan dukungan dapat memabntu si kecil belajar mengatasi tekanan emosional dan mengembangkan kebiasaan buang air besar di celana.

Kehamilan

Bagaimana Cara Mendengar Detak Jantung Janin?

Pada masa kehamilan, janin mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan yang dapat diketahui orang tua adalah mendengar detak jantung janin. Sebagian orang tua merasa bahwa mendengar detak jantung janin merupakan momen yang penting karena dapat mengetahui kondisi janin bahwa mereka sehat.

Jika Anda merupakan orang tua yang baru memiliki anak, namun masih dalam kandungan, Anda dapat mendengar detak jantung janin baik di rumah maupun melalui dokter kandungan.

Perkembangan Detak Jantung Janin

Pada masa kehamilan empat minggu, jantung janin mulai terbentuk. Pada minggu kelima masa kehamilan, jantung janin mulai berdetak secara spontan, namun Anda belum dapat mendengarnya.

Pada minggu keenam dan ketujuh, detak jantung janin akan mengalami perkembangan secara masif. Oleh karena itu, dokter dapat membuat janji dengan Anda untuk melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi janin apakah mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.

Ketika Anda melakukan pemeriksaan dengan USG transvaginal, Anda dapat mendengar detak jantung janin antara 90 hingga 110 kali per menit. Pada minggu ke-9, detak jantung janin akan meningkat sebanyak 140 hingga 170 kali per menit.

Jika Anda sudah melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal, namun tidak mendengarkan detak jantung janin, Anda tidak perlu khawatir. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal terlalu dini. Dokter biasanya akan menyarankan pasien yang hamil untuk melakukan pemeriksaan ulang melalui USG transvaginal dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

Alat-Alat Pendeteksi Detak Jantung Janin

USG transvaginal bukan satu-satunya alat pemeriksaan yang digunakan dokter untuk mengetahui detak jantung janin, berikut adalah beberapa alat yang dapat melakukan hal yang sama terhadap janin:

  1. Stetoskop

Stetoskop merupakan salah satu alat yang dapat mendeteksi detak jantung manusia, termasuk janin. Stetoskop dapat digunakan ketika usia kehamilan Anda berada di antara 18 hingga 20 minggu. Jika Anda ingin mendengar detak jantung janin sendiri dengan stetoskop, Anda bisa beli benda tersebut dengan harga sekitar Rp 70.000,00.

  • Fetoskop

Fetoskop merupakan benda yang dapat digunakan pasien ketika usia kehamilan mereka 12 minggu.

  • Pinard horn

Pinard horn merupakan salah satu alat detak jantung yang terbuat dari kayu atau logam dan dapat digunakan ketika usia kehamilan pasien mencapai 18 hingga 20 minggu.

  • Fetal doppler

Fetal doppler merupakan salah satu alat pendeteksi jantung yang sering digunakan dokter kandungan dengan memantulkan gelombang suara untuk menggambarkan detak jantung lain. Fetal doppler dapat digunakan pasien ketika mereka memasuki usia kehamilan 8 minggu.

  • Fetal monitor

Fetal monitor merupakan alat medis yang tidak hanya digunakan untuk mengetahui detak jantung janin, namun juga dapat digunakan untuk memantau kontraksi.

Walaupun membutuhkan waktu untuk mengetahui detak jantung janin, stetoskop, fetoskop, dan pinard horn merupakan alat-alat medis yang aman untuk digunakan pasien hamil, sedangkan fetal doppler bisa menimbulkan risiko yang besar terhadap pasien jika digunakan secara berlebihan.

Cara Menjaga Kesehatan Janin

Untuk menjaga kesehatan jantung janin, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Asam folat

Anda perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat selama masa kehamilan untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi Anda.

  • Hindari kebiasaan buruk

Anda juga perlu hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol karena bisa mengganggu perkembangan janin.

  • Jaga gula darah

Anda juga perlu jaga gula darah agar tetap stabil untuk menghindari risiko cacat jantung pada bayi Anda.

  • Obat jerawat

Obat jerawat sebaiknya Anda hindari karena bisa menimbulkan kelainan jantung pada bayi Anda.

Kesimpulan

Ada berbagai cara yang dapat dicoba untuk mengetahui detak jantung janin. Selain itu, untuk menjaga kondisi janin, Anda perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan detak jantung janin atau kehamilan, Anda dapat konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter kandungan.

Kulit & Kelamin

Faktor Penyebab Munculnya Actinic Keratosis

Merupakan sebuah kondisi di mana keadaan kulit menjadi kasar, menebal dan bersisik disebut dengan solar keratosis atau actinic keratosis. Keadaan ini terjadi akibat dari paparan sinar matahari dalam waktu yang lama dan dapat muncul karena penggunaan alat tanning yang berfungsi untuk membuat kulit menjadi lebih cokelat atau hitam.

Solar keratosis pada umumnya sering dialami oleh seseorang yang berusia 40 tahun ke atas dan orang-orang yang kerap beraktivitas di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama. Kondisi ini juga dapat berkembang secara perlahan meski tidak menyebabkan gejala. Selain itu, walauapun jarang terjadi tetapi kondisi ini berpotensi menyebabkan seseorang terkena kanker kulit.

Penyebab Actinic Keratosis

Penyebab utama munculnya solar keratosis adalah paparan sinar matahari atau ultraviolet secara berlebihan. Penderita kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering melakukan aktivitas mereka di bawah sinar matahari secara langsung dan orang-orang yang menggunakan tanning bed atau alat penghitam kulit.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, namun terdapat beberapa kondisi orang yang lebih rentan terkena penyakit ini. Di antaranya seperti orang yang berusia lebih dari 40 tahun, tinggal di tempat yang terpapar sinar matahari secara langsung, memiliki jenis kulit yang sensitif, memiliki sistem imun yang lemah misalnya terkena penyakit kanker dan HIV AIDS.

Hingga orang yang tengah dalam masa pengobatan atau penggunaan obat kemoterapi yakni obat-obatan imunosupresan. Untuk mengetahui kondisi ini terdapat beberapa gejala yang bisa dikenali, secara umum muncul pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari. Meskipun tidak semua orang yang sering terpapar sinar matahari akan mengalami kondisi ini.

Meski demikian, perlu mengenali beberapa perubahan yang terjadi pada area kulit yang terdampak, seperti kulit terasa kasar dan menebal hingga menjadi seperti kutil, kulit bersisik, kulit berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan hingga area yang mengalami kelainan umumnya memiliki diameter 2,5 cm atau lebih kecil.

Solar keratosis juga terasa sakit dan menimbulkan rasa gatal hingga panas pada area sekitar kulit yang terdampak. Pada umumnya, kelainan kulit ini terjadi pada pelipis, dahi, kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, lengan hingga punggung tangan. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa perubahan yang disebutkan di atas.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Untuk melakukan konsultasi ke dokter bisa dengan memperhatikan beberapa gejala yang muncul dan perlu diwaspadai. Konsultasi lebih dini dan segera bisa menjadi acuan, bagaimana nantinya dokter akan memberi langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh pendeirta. Segera pergi ke dokter jika mengalami beberapa gejala seperti berikut.

  • Munculnya pertumbuhan jaringan yang tidak biasa dan terjadi di atas permukaan kulit setelah terpapar sinar matahari.
  • Muncul benjolan atau jaringan kulit baru di permukaan kulit yang bertambah besar, biasanyadisertai rasa sakit dan berdarah.
  • Memiliki riwayat atau sebelumnya pernah megalami solar keratosis dan terlihat adanya bercak-bercak baru di permukaan kulit.

Biasanya kondisi actinic keratosis dengan sendirinya dapat pulih tanpa menggunakan konsumsi obat-obatan. Dokter bisa menyarankan para penderita selalu menggunakan tabir surya dan pelembab agar kondisi kulit tidak semakin parah. Langkah ini dilakukan supaya mencegah kambuh, meskipun dalam beberapa kasus kondisi ini perlu penanganan serius.

Penggunaan obat untuk kondisi ini biasanya jenis obat topikal yang akan diberikan oleh dokter kepada penderita. Seperti gel antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) digunakan selama tiga bulan. Krim flurouracil digunakan selama tiga hingga empat minggu, obat oles asam salisilat dan krim imiquimod.

Penyakit

Mengenal Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Apakah Anda sudah mendengar istilah happy hypoxia? Meski namanya terkesan bahagia, ternyata ini merupakan gejala baru infeksi covid-19 yang cukup membahayakan. Lalu apa sih gejala happy hypoxia ini?

Mengenal Kondisi Happy Hypoxia

Happy hypoxia merupakan kondisi yang muncul saat kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen) turun drastis. Sehingga menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen atau disebut hipoksia atau hipoksemia.

Mereka yang mengalami hipoksia akan merasa batuk-batuk, sesak napas, napas berbunyi, serta jantung berdetak cepat.

Akan tetapi, pada kasus orang yang mengalami happy hypoxia biasanya tidak mengalami gejala-gejala tersebut. Mereka cenderung akan merasa baik-baik saja dan bisa beraktivitas rutin selayaknya dalam kondisi sehat. Namun, organ di dalam tubuhnya sedang kekurangan oksigen.

Happy Hypoxia pada Penderita Covid-19

Seperti yang sudah dijelaskan, hipoksia tergolong kondisi yang berbahaya karena mengganggu kerja organ penting dalam tubuh. Bahkan jika tidak ditangani segera, hipoksia dapat menyebabkan kematian karena kegagalan organ.

Sebab, oksigen merupakan hal penting bagi tubuh. Tanpanya sel-sel tidak bisa bekerja dan organ tidak berfungsi sehingga terjadilah gagal organ.

Hipoksia haruslah ditangani dengan segera sebelum kadar oksigen semakin menurun. Penanganan gejala hipoksia lebih dini akan mencegah adanya kerusakan jaringan organ.

Namun, pada orang yang menderita Covid-19, hipoksia ini bisa dialami tanpa gejala atau disebut juga happy hypoxia. Di mana kadar oksigen dalam darah terus berkurang namun tidak muncul gejala apa-apa. Sehingga gejalanya tidak bisa terdeteksi dan tak jarang menyebabkan pasien meninggal dunia.

Biasanya happy hypoxia baru bisa terdeteksi jika melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat pulse oximeter.

Penyebab Happy Hypoxia pada Pasien Penderita Covid-19

Pada penderita covid-19, kadar oksigen dalam tubuhnya biasanya hanya 50%, tapi mereka tidak mengalami gejalanya. Padahal tubuh normal memiliki kadar oksigen 95-100%.

Tubuh yang memiliki kadar kurang dari 90% saja sudah disebut rendah dan biasanya sudah terilhat gejala hipoksia.

Ada beberapa penyebab terjadinya happy hypoxia pada penderita Covid-19, yaitu:

  1. Karbon Dioksida pada Tubuh Rendah

Pada kasus penderita yang mengalami hipoksia biasa, kadar oksigen yang turun biasanya akan diikuti dengan berkurang pula kadar karbon dioksida dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di dalam tubuh.

Sedangkan happy hypoxia pada pasien Covid-19, kadar oksigen berkurang signifikan disertai juga dengan berkurangnya kadar karbon diaksida. Sehingga tubuh menganggap kondisi dalam keadaan seimbang dan baik-baik saja. Padahal sebenarnya ada masalah.

  • Otak Tidak Merespon Hipoksia

Mungkin juga disebabkan oleh virus corona yang sudah merusak bagian tubuh sehingga tidak mampu mendeteksi penurunan oksigen. Otak kemudian baru merespon saat kadar oksigen benar-benar sudah sangat rendah dan mulai menunjukkan gejala.

Penanganan Happy Hypoxia

Sebenarnya hipoksia ini harus segera diberikan penanganan oleh dokter, baik yang menunjukkan gejala atau tidak.

Biasanya penanganannya tergantung pada kondisi pasien. Jika pasien masih dapat bernapas, dokter biasanya akan memberikan oksigen melalui masker oksigen atau selang. Sedangkan penderita yang sudah tidak dapat bernapas dan mengalami penurunan pernapasan, akan diberikan oksigen melalui ventilator. Biasanya pasien ini akan dirawat di ruangan ICU.

Jika Anda terinfeksi virus covid-19 dan tidak menunjukkan gejala, Anda tetap harus berhati-hati, sebab bisa saja kondisi tersebut termasuk happy hypoxia.

Aoabila Anda pernah melakukan kontak dengan penderita corona, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau lakukan test covid-19 segera untuk mengetahui kondisi Anda. Tetaplah waspada dan jaga keselamatan Anda di tengah pandemi ini.

Penyakit

Cara Kerja Antidote Melawan Racun

Tanpa disengaja tubuh kita bisa saja terkontaminasi racun. Dalam prakteknya, racun masuk ke dalam tubuh bisa melalui berbagai cara, bisa dihirup, tertelan, atau terkena kulit. Salah satu cara mengatasi keracunan adalah menggunakan penawar racun atau biasa disebut sebagai antidote.

Jika mengacu pada definisi ilmiahnya, antidote disebut sebagai senyawa, obat, atau zat yang bisa menetralkan efek dari racun yang ada di tubuh kita. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai penawar dari obat lainnya.

Dalam banyak kasus, pemberian antidote pada korban yang keracunan menang tidak sepenuhnya efektif. Di sisi lain, bukan tidak mungkin korban juga masih memiliki potensi meregang nyawa atau mengalami komplikasi sekalipun sudah diberikan antidote.

Meski demikian, pemberian antidote kepada pasien memang diperlukan sebagai serangkaian usaha dalam mengobati korban keracunan. Di sisi lain, senyawa tersebut sebetulnya terdapat pada beberapa obat, tetapi tidak bisa digunakan pada setiap racun.

Oleh sebab itu, dalam prakteknya penggunaan antidote harus berdasarkan petunjuk dokter. Hal tersebut mengingat setiap jenis racun berbeda-beda penanganannya, termasuk pemberian obat yang mengandung senyawa penawar racun.

Lalu, bagaimana cara kerja antidote? Berkenaan dengan pertanyaan tersebut, artikel ini akan membahas lebih rinci bagaimana penawar racun itu bekerja pada tubuh korban yang keracunan.

  • Menangkal efek berbahaya

Saat seseorang keracunan, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar korban tidak mengalami efek yang lebih berbahaya, seperti kematian. Dalam hal ini, antidote bekerja untuk mengurangi efek racun pada tubuh korban. Misalnya, kita bisa memberikan penawar racun yang terkandung dalam atropine untuk seseorang yang mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga yang memiliki zat pestisida atau organofosfat.

  • Bersaing dengan racun

Cara kerja berikutnya obat penawar racun adalah dengan bersaing dengan racun itu sendiri. Metode ini, biasanya terjadi pada penggunaan etil alkohol pada korban yang keracunan senyawa kimia etilen glikol. Dalam prosesnya, antidote bersaing dengan racun tersebut dengan tujuan mengurangi efek dari racun. Hal tersebut, pada umumnya terjadi ketika seseorang baru saja keracunan dan metode ini berlangsung pada level enzim.

Selain pada level enzim, antidote juga bekerja pada level reseptor. Dalam kondisi tersebut, biasanya yang dipakai adalah flumazenil dan naloxone. Untuk flumazenil sendiri biasanya digunakan bagi seseorang yang keracunan obat penenang atau benzodiazepine yang bisa mengganggu sistem saraf. Sementara naloxone bisa dipakai untuk menawarkan racun akibat obat penghilang nyeri atau opioid.

  • Melawan racun pada metabolit

Jika lamban memberikan penawar racun saat pertama kali korban keracunan, biasanya racun akan berada pada metabolit atau hasil dari metabolisme yang ada di dalam tubuh. Meski demikian, antidote masih bisa digunakan sebagai penawar, di mana tujuannya untuk membersihkan hasil metabolisme dari racun.

Hal ini sebagaimana pemakaian N-Acetyl cysteine bagi korban yang keracunan paracetamol. Penawar racun tersebut berguna untuk mengembalikan simpanan zat tertentu pada hati untuk mencegah terjadinya penyakit hati karena racun.

Mengikat racun

Tentunya penawar racun diberikan kepada korban agar racun pada pasien dapat diturunkan tingkatnya dengan cara mengingat racun. Lebih spesifik, antidote bisa saja membentuk senyawa yang bernama inert yang selanjutnya bisa dibuang oleh tubuh korban. Contoh kasus pengikat spesifik adalah menggunakan DigiFab saat overdosis dioksin, hydroxocobalamin ketika keracunan sianida dan lain sebagainya.

Dari penjelasan yang sudah diuraikan, kita setidaknya tahu beberapa hal cara kerja antidote pada tubuh yang keracunan. Saat penggunaannya sendiri, disarankan tidak lama setelah kita atau seseorang mengalami keracunan. Khusus untuk melawan racun pada metabolit, bisa diberikan dalam jangka waktu bervariasi.

Meski demikian, dalam penggunaan antidote harus sesuai resep yang dokter berikan, mengingat setiap racun memiliki mekanisme berbeda dalam penanganannya. Namun, jika membutuhkan waktu ke rumah sakit, anda bisa memakai bahan alami sebagai penawar racun sebelum ditangani petugas medis.

Kulit dan Kecantikan

Penyakit yang Mesti Diwaspadai ketika Ketiak Terasa Nyeri

Pernahkah Anda merasa ketiak terasa nyeri secara tiba-tiba? Rasa nyeri yang terasa di ketiak sebenarnya cukup wajar dirasakan mengingat lokasi tersebut merupakan area sensitif yang mudah terdampak jika bagian tubuh lain mengalami suatu gejala sakit. Pada umumnya, ketiak terasa nyeri karena Anda sedang mengalami peradangan, infeksi, ataupun iritasi kulit.

Ketiak rasa nyeri terasa di bagian tubuh yang satu ini, orang pun cenderung meremehkan. Padahal mesti diingat, ketiak merupakan area sensitif yang terbangun atas saraf, pembuluh darah, hingga kelenjar getah benih. Rasa nyeri di ketiak memang cukup umum dirasakan seseorang. Namun, rasa nyeri tersebut juga dapat mejadi penanda adanya komplikasi yang cukup serius pada tubuh Anda. Nyatanya ketiak terasa nyeri memang menjadi gejala beberapa penyakit serius, seperti di bawah ini.  

  1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner, umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman di bagian dada sebelah kiri. Namun ternyata, rasa nyeri akibat masalah kardiovaskular juga dapat terasa di bagian tubuh lain, seperti leher, rahang, punggung, dan tidak terkecuali ketiak.

Ketiak terasa nyeri yang menjadi penanda penyakit kardiovaskular umumnya dialami oleh perempuan. Ketika Anda merasa nyeri di ketiak terasa seperti hantaman benda tumpul, bisa jadi itu penanda adanya masalah jantung.

  • Kanker

Ketiak terasa nyeri yang terus-menerus dialami bisa jadi merupakan gejala kanker. Beberapa jenis kanker yang berkaitan erat dengan nyeri ketiak adalah kanker payidara, limfoma, ataupun leukemia, serta kanker sistem limfatik.

Nyeri di ketiak mudah terasa oleh penderita kanker karena terdapat kelenjar getah bening di ketiak. Di mana getah bening merupakan kelenjar yang terpaksa bekerja sangat keras ketika menghadapi sel kanker yang bersarang di tubuh bagian atas.

  • Kista

Kista merupakan benjolan yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan ini dapat berisi udara, cairan, bahkan benda padat. Kista dapat tumbuh di mana saja.

Jika ia tumbuh di sekitar payudara ataupun bagian bawah lengan, salah satu gejalanya ada terasa nyeri di ketiak. Rasa nyeri terasa karena kista meninbulkan pembengkakan dan peradangan yang membuat nyeri.

  • Diabetes

Ketiak terasa nyeri juga dapat disebabkan oleh tingginya kadar gular darah. Penderita diabetes yang kerap merasa nyeri di bagian ketiak adalah penderita yang sudah lama mengalami penyakit kronis ini.

Rasa nyeri di ketiak akibat diabetes disebabkan bagian tubuh ini mengandung banyak saraf. Diabetes sendiri kerap memicu kerusakan saraf, tidak terkecuali di bagian di ketiak. Kerusakan inilah yang menyebabkan ketiak sering terasa terbakar akibat diabetes.

  • Herpes Zoster

Herpes zoster kerap dikenal dengan istilah cacar api. Penamaan cacar disematkan karena penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air, yaitu Varicella zoster. Perbedannya ketika Anda mengalami herpes zodter, bintil kulit berisi air yang timbul hanya tumbuh di salah satu sisi tubuh, tidak seperti cacar air yang lebih menyebar.

Salah satu gejala yang sering dialami penderita herpes zoster adalah ketiak terasa nyeri. Rasa nyeri yang ditimbulkan infeksi penyakit ini menimbulkan efek terbakar dan kesemutan di daerah yang terserang.

  • Penyakit Autoimun

Beberapa jenis masalah autoimun dapat berpengaruh pada tingkat kenyamanan di bagian ketiak. Khususnya ketika Anda mengalami masalah autoimun berjenis lupus, ketiak akan mudah terasa nyeri.

Paslanya, penyakit autoimun khususnya lupus cenderung memiliki kondisi jangka panjang yang membuat peradangan di seluruh tubuh. Peradangan tersebut juga akan mudah terjadi di kawasan kelenjar getah benih, salah satunya di bagian ketiak.

***

Karena itu, cobalah berkonsultasi ke dokter apabila Anda kerap mengalami ketiak terasa nyeri tanpa alasan yang jelas. Bisa jadi, rasa nyeri tersebut merupakan gejala dari penyakit lain yang harus segera ditangani.

Penyakit

Hipernatremia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Hipernatremia merupakan suatu kondisi medis dimana terlalu banyak natrium di dalam darah. Natrium atau sodium sebenarnya termasuk salah satu zat gizi penting untuk tubuh. Fungsi utamanya yaitu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, natrium justru ditemukan dalam jumlah yang banyak di dalam darah, sehingga menyebabkan hipernatremia dan membawa dampak buruk untuk tubuh.

Penyebab hipernatremia

Hipernatremia terjadi ketika terlalu banyak kehilangan air atau terlalu banyak penambahan natrium dalam tubuh. Alhasil, tubuh Anda mengalami dehidrasi atau terlalu sedikit air dibandingkan jumlah natrium total di dalam tubuh.

Perubahan asupan air atau kehilangan air ini dapat mempengaruhi pengaturan konsentrasi natrium dalam darah. Perubahan cairan sendiri disebabkan oleh perubahan drastis dalam rasa haus dan konsentrasi urin.

Pada orang yang sehat, rasa haus dan konsentrasi urin dipicu oleh reseptor di otak yang mengenali kebutuhan akan cairan atau kadar natrium yang tidak seimbang di dalam darah. Biasanya, tangkapan reseptor otak akan hal tersebut menghasilkan peningkatan asupan air dalam bentuk ‘haus’ atau perubahan jumlah natrium yang dikeluarkan melalui ‘urin’. Mekanisme inilah yang dengan cepat mengatasi kondisi hipernatremia di dalam tubuh.

Pada penderita hipernatremia, diduga mekanisme tersebut tidak berjalan dengan lancar, sehingga kadar natrium semakin meningkat di dalam darah dan tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

Gejala hipernatremia

Gejala utama hipernatremia adalah rasa haus yang berlebihan. Gejala lainnya termasuk tubuh mudah lesu, kelelahan ekstrim, kekurangan energi, dan bahkan bisa menyebabkan kebingungan. Dalam beberapa kasus, juga dapat menyebabkan otot berkedut atau kejang. Mengingat natrium berperan penting dalam kerja otot dan saraf, sehingga bila jumlahnya terlalu banyak dapat menyebabkan kejang otot.

Lebih parahnya lagi, kondisi hipernatremia bisa berakhir dengan koma dan kematian. Namun, gejala paling parah ini jarang terjadi dan biasanya hanya ditemukan ketika peningkatan natrium terjadi sangat cepat dalam jumlah yang banyak di plasma darah.

Faktor risiko hipernatremia

Ada beberapa orang atau kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko hipernatremia. Orang dewasa tua berisiko lebih tinggi mengalami hipernatremia, karena seiring bertambahnya usia, cenderung akan mengalami penurunan rasa haus. Selain itu, Anda juga mungkin lebih rentan terserang penyakit yang memengaruhi keseimbangan air atau natrium di tubuh.

Kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko hipernatremia, meliputi:

  • Dehidrasi.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Diare berat.
  • Delirium atau demensia.
  • Diabetes mellitus.
  • Mengalami diabetes insipidus.
  • Penyakit ginjal.
  • Terdapat luka bakar yang besar di kulit.
  • Penggunaan obat tertentu.

Diagnosa hipernatremia

Penegakan diagnosis hipernatremia dilakukan melalui tes darah. Selain itu, juga ada tes urin untuk mengidentifikasi kadar natrium yang tinggi di dalam urin. Kedua tes ini merupakan tes yang cepat dan sederhana yang tidak memerlukan persiapan banyak.

Melihat kondisi hipernatremia juga dapat dipicu dari masalah kesehatan tertentu, maka perlu juga dilakukan tes lainnya sesuai dengan riwayat kesehatan dan gejala lainnya yang dialami.

Pengobatan hipernatremia

Kondisi hipernatremia dapat terjadi dengan cepat (dalam waktu 24 jam) atau berkembang lebih lambat dari waktu ke waktu (lebih dari 1 – 2 hari). Semua perawatan yang nantinya diberikan oleh dokter didasarkan pada koreksi keseimbangan cairan dan natrium di dalam darah. Jika hipernatremia berkembang sangat cepat, maka akan ditangani lebih agresif dibandingkan hipernatremia yang berkembang lebih lambat.

Untuk kasus hipernatremia yang ringan, Anda mungkin dapat mengobatinya dengan meningkatkan asupan cairan. Jika kasus lebih parah, Anda kemungkinan diobati dengan infus untuk memasok cairan ke darah Anda melalui intravena. Dokter juga akan memantau setiap perkembangan kadar natrium Anda untuk menyesuaikan konsentrasi cairan yang harus dipenuhi.

Obat

Teh dan Minyak Esensial Bisa Jadi Obat Asma?

Tidak ada perawatan rumahan atau “home remedies” untuk serangan asma. Penyakit ini hanya bisa diatasi menggunakan obat asma, menghindari pemicu serangan asma, dan membuat rencana tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang menderita serangan asma. Selalu bawa inhaler penyelamat untuk memberikan pertolongan segera apabila ada serangan asma tiba-tiba. Serangan asma berpotensi untuk mengancam nyawa. Dan carilah bantuan medis apabila gejala yang dirasakan tidak semakin membaik meskipun inhaler penyelamat telah digunakan.

Serangan asma dapat bersifat minor. Akan tetapi, kondisi ini dapat berubah menjadi berbahaya dengan cepat. Saat serangan asma terjadi, jalur udara menyempit akibat peradangan dan pembengkakan, dan otot di sekitarnya ikut mengencang. Tubuh juga memproduksi ekstra lendir, membatasi udara yang melewati tabung bronkial, membuat bernapas dengan baik menjadi sangat sulit. Tanda-tanda serangan asma di antaranya adalah batuk yang tidak berhenti, mengi, sesak napas, bernapas dengan cepat, dan wajah pucat dan berkeringat. Mengatasi gejala tersebut dengan cepat dapat membantu mencegah serangan asma menjadi lebih parah. Apabila gejala tersebut tidak semakin membaik meskipun telah mendapatkan penanganan dan obat asma, carilah bantuan medis kegawatdaruratan secepatnya.

Home remedies (perawatan rumahan)

Beberapa orang percaya bahwa perawatan komplementer dapat membantu mengatasi asma. Akan tetapi, tidak ada penelitian ilmiah bahwa obat asma alternatif dan alami ini dapat mengobati serangan asma. Beberapa “home remedies” tersebut di antaranya adalah:

  • Teh atau kopi berkafein

Kafein yang ada pada teh hijau atau hitam dan kopi dipercaya dapat membantu mengatasi serangan asma. Kafein bekerja dengan cara yang mirip obat asma populer, seperti theophylline, yang membuka saluran udara. Tinjauan penelitian tahun 2010 menemukan bahwa kafein dapat sedikit meningkatkan fungsi pernapasan pada orang-orang yang menderita asma selama 4 jam. Sayangnya, bukti yang menunjukkan bahwa kafein dapat meredakan gejala asma sangat sedikit. Dan penelitian lanjutan perlu dilakukan.

  • Minyak esensial eucalyptus

Menurut tinjaun penelitan tahun 2013, minyak esensial memiliki sifat anti peradangan yang dapat membantu merawat asma. Salah satu minyak esensial tersebut adalah minyak esensial eucalyptus. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa 1,8 cineole, elemen utama minyak eucalyptus, dapat mengurangi peradangan saluran udara pada tikus. Dipercaya menghirup uap minyak esensial eucalyptus dapat membantu mereka yang menderita asma.

Namun, penting untuk diketahui bahwa penelitian telah menemukan minyak esensial, termasuk minyak eucalyptus, juga melepaskan zat kimia yang berpotensi membahayakan. Bukti lebih dibutuhkan, namun zat yang terkandung dalam minyak esensial malah dapat mebuat gejala asma menjadi semakin buruk. Karena FDA tidak mengawasi minyak esensial, penting untuk berhati-hati dalam memilih merek minyak esensial, dan perhatikan keamanan, kemurnian, dan kualitas dari produk tersebut. Gunakan minyak esensial dengan sangat berhati-hati. Dan jangan menggunakannya ketika serangan asma terjadi.

  • Minyak esensial lavender

Lavender merupakan minyak esensial lain yang menujukkan adanya harapan. Studi tahun 2014 menemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender dari difusser dapat mengurangi peradangan akibat alergi, dan meringankan asma. Sama halnya dengan perawatan atau obat asma alternatif lainnya, minyak lavender tidak boleh digunakan saat kasus kegawatdaruratan.

Serangan asma dapat berubah menjadi serius dengan cepat, dan serangan tersebut dapat datang dengan tiba-tiba. Obat asma alternatif tersebut di atas belum terbukti secara ilmiah dapat mengatasi serangan asma. Gunakan inhaler penyelamat sebagai pertolongan pertama saat terjadi serangan asma dan carilah bantuan medis apabila gejala tidak membaik setelah inhaler penyelamat digunakan.