6 Perbedaan Swab Antigen dan PCR

Saat ini screening untuk melihat ada tidaknya infeksi virus corona baru di dalam tubuh yang populer dilakukan ada dua cara, yaitu tes swab antigen dan PCR. Keduanya diklaim sama-sama memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk bisa melihat ada tidaknya paparan Covid 19 dalam tubuh Anda. 

Dari cara pengambilan sampel, tidak ada perbedaan swab antigen dan PCR yang cukup signifikan. Sampe keduanya diambil dari lendir di saluran pernapasan atau kerongkongan lewat cara pengusapan menggunakan alat. Meskipun demikian jika dibedah, ternyata banyak perbedaan swab antigen dan PCR yang perlu Anda perhatikan. 

Berikut ini adalah beberapa perbedaan swab antigen dan PCR yang cukup krusial. Apakah sudah ada yang Anda ketahui sebelumnya atau justru Anda cukup terkejut mengetahui perbedaan kedua tes untuk Covid 19 ini? 

Komponen Virus yang Dideteksi 

Bagaimanapun, kedua tes untuk mendeteksi ini bisa mengetahui ada tidaknya paparan virus corona baru di dalam tubuh Anda. Hanya saja, penelitian terkait komponen virus yang dideteksi tidaklah sama. Pada saat melakukan swab tes antigen, yang dilihat adalah protein virus Covid 19 di dalam tubuh yang muncul ketika puncak infeksi. Sementara itu, pada tes PCR, pemeriksaan laboratorium mendeteksi ada tidaknya virus Covid 19 di dalam tubuh lewat keberadaan material genetik dari virus tersebut. 

Cara Pengetesan

Sepintas Anda mungkin berpikir tidak ada perbedaan swab antigen dan PCR dari segi cara pengetesan. Soalnya, keduanya sama-sama melakukan pengambilan sampel dari pengusapkan untuk mendapatkan lendir di saluran pernapasan. Namun, perbedaan justru tampak jelas setelah pengambilan sampel. Pada tes antigen, sampel yang berhasil diambil hanya tinggal ditaruh di alat atau kit antigen guna bisa mengeluarkan hasil positif atau negatif. Sementara ketika Anda melakukan tes swab PCR, sampel yang didapat akan ditaruh dalam wadah untuk nantinya dialihkan ke pengecekan laboratorium menggunakan teknik polymerase chain reaction. 

Rentang Waktu Hasil 

Perbedaan swan antigen dan PCR paling terlihat dari seberapa hasil tes dperoleh. Anda hanya perlu menunggu sekitar 15—30 menit untuk mendapatkan hasil dari tes swab antigen yang Anda lakukan. Sementara ketika memutuskan memilih tes swab PCR, Anda perlu menungu 2—4 hari untuk pemerolehan hasil. Ini karena sampel mesti dibawa ke laboratorium dan dilakukan pengecekan menggunakan alat dan teknik tertentu. 

Waktu Terbaik Pengetesan 

Sebenarnya, setiap saat semua orang bisa melakukan tes swab antigen maupun swab PCR. Namun tahukah Anda, ada waktu terbaik untuk melakukan pengetesan Covid 19 untuk hasil yang paling akurat. Untuk swab antigen, waktu terbaik pengetesannya adalah 5 hari setelah kontak erat atau 1—5 hari setelah muncul gejala. Lalu untuk swab PCR, Anda bisa melakukan tes ini 8 hari setelah kontak erat atau 3—5 hari setelah ada gejala untuk memperoleh hasil paling akurat. 

Tingkat Akurasi 

Baik swab antigen maupun PCR disebut-sebut memiliki tingkat akurasi hasil yang tinggi hingga di atas 90 persen. Hal ini tidak salah. Hanya saja jika dibedah, akurasi hasil negatif untuk antigen lebih tidak akurat dibandingkan swab PCR. Ini karena tingkat sensitivitas antigen hanya berkisar 50 persen ketika hasilnya negatif, kemungkinan keliru masih tergolong besar. Namun, hasil spesifikasinya sama tinggi dengan PCR sehingga jika hasilnya positif, tingkat akurasinya tinggi di atas 90 persen. 

Harga Tes 

Perbedaan swab antigen dan PCR yang tidak kalah mencolok adalah dari segi harga. Berdasarkan ketetapan pemerintah, harga maksimal untuk tes swab PCR adalah Rp900 ribu. Sementara itu untuk tes swab antigen, harga maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp275 ribu untuk luar Pulau Jawa. Meskipun demikian, saat ini Anda bisa dengan mudah menemukan harga kedua tes tersebut yang berada di bawah rata-rata ketetapan pemerintah.

Jangan terlalu mempersoalkan perbedaan swab antigen dan PCR. Yang jelas jika menemukan gejala, segera lakukan tes screening Covid 19 dan lakukan isolasi mandiri agar penularan bisa diminimalkan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *