8 Medical Check Up Dasar yang Perlu Anda Lakukan

Medical check up adalah suatu langkah pemeriksaan kesehatan seseorang. Langkah ini perlu dilakukan untuk memahami kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Pemeriksaan kesehatan ini biasanya dilakukan secara berkala, bisa dalam hitungan tahun atau bulan. Medical check up (MCU) dilakukan untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Selain itu, medical check up adalah salah satu cara memonitor perkembangan kondisi kesehatan seseorang. Jadi, meski tidak terdeteksi suatu penyakit, MCU tetap penting untuk membaca grafik perkembangan kesehatan Anda.

Artinya, MCU penting untuk mendeteksi potensi penyakit dan merancang pola hidup sehat yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Lalu, bagi orang yang sudah sakit, MCU penting untuk mengontrol perkembangan penyakit tersebut.

Medical check up adalah suatu tes kesehatan yang terdiri dari beragam jenis. Secara umum ada 8 tes kesehatan yang bisa Anda tempuh, apa saja sih?

1. Pemeriksaan fisik rutin

Sebagian orang menemui dokter setiap tahun untuk melakukan pemeriksaan fisik rutin. Langkah ini perlu untuk memastikan kondisi fisiknya baik-baik saja.

Tentu Anda tidak perlu melakukannya setiap tahun. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan di antaranya:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
  • Faktor risiko kesehatan tertentu

Biasanya dokter akan menanyakan masalah kesehatan dan gaya hidup Anda. Mungkin dokter akan menimbang berat badan dan mengecek tanda-tanda vital Anda.

2. Berat badan dan tinggi badan

Baik dalam pemeriksaan fisik rutin maupun dalam tes kesehatan lain, kemungkinan besar dokter akan mengukur berat badan dan tinggi badan Anda. Langkah ini perlu untuk mengukur BMI (body mass index) Anda.

Anda perlu menjaga BMI tetap berada di angka sehat untuk melindungi Anda dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sebagian jenis kanker.

3. Tekanan darah

Tekanan darah atau yang biasa Anda kenal dengan istilah tensi adalah ukuran tekanan darah di dalam arteri Anda. Jika tekanan darah terlalu tinggi, risiko serangan jantung dan stroke juga meningkat.

Tekanan darah normal ada di angka 120/80, tapi tentu tidak berlaku untuk setiap orang. Dokter perlu menilai kondisi Anda secara menyeluruh untuk menentukan batas tekanan darah yang normal.

Sebaiknya tekanan darah diukur sejak usia 18 tahun dan diamati perkembangannya 2 tahun sekali. Jika terbukti tinggi, sebaiknya Anda meningkatkan frekuensi pengecekan tekanan darah.

4. Kolesterol

Kolesterol adalah sejenis lemak yang berada dalam darah Anda. Kolesterol tinggi dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Begitu mencapai usia 20 tahun, sebaiknya Anda memeriksa dan mengukur kolesterol setiap 4-6 tahun. Dokter mungkin merekomendasikan pengecekan lebih sering untuk orang usia lanjut atau dengan riwayat penyakit.

5. Tes gula darah

Tes ini dibutuhkan untuk mengecek adanya penyakit diabetes atau pradiabetes. Pengecekan gula darah cukup mudah, yakni dengan mengukur kadar gula di dalam darah Anda (glukosa).

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh, gula darah termasuk salah satu yang terpenting. Anda mungkin perlu melakukan pengecekan rutin jika memiliki masalah kelebihan berat badan, memiliki kolesterol tinggi, atau memiliki tekanan darah tinggi.

6. Kepadatan tulang

Seiring bertambahnya usia, tulang Anda menjadi lebih tipis, keropos, dan lebih lemah. Jika dibiarkan, Anda mungkin mencapai suatu kondisi yang disebut osteoporosis yang dapat membuat tulang jadi lemah dan mudah patah.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan kepadatan tulang begitu memasuki usia 50 tahun, tapi tidak ada salahnya memulai lebih dini.

Anda perlu melakukan pengecekan jika memiliki riwayat patah tulang, konsumsi steroid dalam waktu lama, atau memiliki riwayat penyakit rematik.

7. Skrining kanker serviks

Ancaman kanker serviks bagi wanita harus diwaspadai. Kanker serviks dapat menyerang wanita sejak usia muda.

Sebab itu, ada beberapa tes yang dapat Anda lakukan. Dokter akan memerintahkan Pap Test untuk mengecek perubahan leher rahim yang mungkin memicu kanker.

Ada pula tes HPV, yakni untuk mencari virus yang dapat menyebabkan perubahan sel yang memicu kanker serviks. Sebaiknya mulai temui dokter sejak usia 21 tahun untuk melakukan pengecekan rutin setelahnya.

8. Pemeriksaan gigi

Pemeriksaan gigi atau dental check up adalah salah satu bagian dari MCU yang kerap kali diabaikan. Padahal, kesehatan gigi sangat penting untuk menunjang kesehatan fisik secara menyeluruh.

Tentu Anda perlu menyikat gigi setiap hari. Namun, Anda juga perlu menemui dokter gigi secara rutin untuk mengecek adanya gigi berlubang, penyakit gusi, atau masalah lain di mulut Anda.

Mungkin Anda perlu menemui dokter gigi setahun sekali, atau bahkan dua kali setahun. Tergantung pada kondisi kesehatan gigi Anda.

Nah itu dia 8 pemeriksaan kesehatan rutin yang bisa Anda lakukan. Medical check up adalah salah satu cara untuk menjaga dan mengontrol kondisi kesehatan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *