Apa Bedanya Atofar dan Atofar 20?

Dalam menurunkan kadar kolesterol jahat alias LDL atau low-density lipoprotein, dokter biasanya akan memberikan obat dengan merk Atofar atau Atofar 20

Obat ini dipercaya ampuh menjaga kadar kolesterol LDL darah. Idealnya, kadar kolesterol adalah < 100 mg/dL. Namun, kadar kolesterol LDL dalam batas 100–129 mg/dL masih bisa ditoleransi. 

Nah, agar kadar kolesterol LDL dalam tubuh tindak melonjak tinggi, Anda akan disarankan mengonsumsi Atofar dan Atofar 20 dan menjaga gaya hidup sehat. 

Lalu, apa perbedaan keduanya? Yuk, simak informasinya berikut ini. 

Manfaat Atofar dan Atofar 20 

Sebagai obat penurun kolestrol jahat, Atofar dan Atofar 20 memiliki manfaat yang sama, yaitu: 

  • Menurunkan kadar kolesterol seperti LDL dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL (High Density Lipoprotein) dalam darah.
  • Diet tambahan untuk mengurangi kolesterol total, LDL, apolipoprotein b, dan trigliserida pada pasien hypercholesterolemia primer, hyperlipidemia kombinasi, hypercholesterolemia heterozigot, homozigot familial.
  • Pencegahan komplikasi penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Mengurangi risiko penyakit jantung koroner fatal dan infark miokard non-fatal. Mengurangi risiko stroke.
  • Mengurangi risiko prosedur memperbaiki aliran darah arteri koroner yang tersumbat (revaskularisasi) dan angina pektoris.

Cara kerjanya yaitu dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh agar menurunkan jumlah kadar kolesterol yang menumpuk di dinding arteri yang dapat menghalangi aliran darah ke jantung, otak dan bagian tubuh lainnya.

Atofar dengan Atorvastatin Calcium 10 mg

Meskipun manfaatnya sama, tetapi Atofar memiliki kandungan Atorvastatin Calcium lebih rendah yaitu 10 mg. 

Obat yang masuk ke dalam golongan HMC-CoA reductase inhibitors (statin) ini dapat digunakan pada orang dengan usia 10-17 tahun yang menderita hiperkolesterolemia heterozigot familial (kondisi bawaan).

Adapun saran mengonsumsi Atofar adalah: 

Dewasa:

  • Primer hiperkolesterolemia dan gabungan (campuran) hiperlipidemia: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, selama 2 minggu hingga 4 minggu.
  • Homozigot hiperkolesterolemia familial: 80 mg.

Anak-anak (10-17 tahun):

  • Heterozigot familial hiperkolesterolemia:

Atofar dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Hindari konsumsi jus anggur secara berlebihan (>1 L per hari).

Atofar 20 Mengandung Atorvastatin Lebih Tinggi 

Sementara itu, Atofar Tablet 20 mg mengandung atorvastatin yang lebih tinggi (20 mg) sehingga dosis dan penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Sama seperti Atofar, Atofar dengan kandungan 20 mg atorvastatin ini juga termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya.    

Berikut ini anjuran pengobatan Atofar 20 untuk dewasa: 

  • Primer hiperkolesterolemia (kolesterol dalam darah terlalu tinggi) dan gabungan hiperlipidemia (kelebihan lemak dalam darah): 10 mg sebanyak 1 kali/hari, selama 2 hingga 4 minggu.
  • Homozigot hiperkolesterolemia familial (kadar kolesterol tinggi sejak lahir): 80 mg.

Anjuran Atofar 20 untuk anak-anak usia 10 hingga 17 tahun:

  • Heterozigot hiperkolesterolemia familial: Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, maksimal 20 mg/hari.
  • Dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

Baik Atofar dan Atofar 20 Tidak Boleh Digunakan Sembarangan 

Sebagai obat keras, obat dengan Atorvastatin seperti Atofar ini tidak boleh digunakan sembarangan. 

Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan atorvastatin:

  • Jangan menggunakan atorvastatin jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan atorvastatin, karena dapat meningkatkan kadar trigliserida dan meningkatkan risiko kerusakan pada organ hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit hati, penyakit ginjal, gangguan tiroid, diabetes, gangguan otot, seperti rhabdomyolysis.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis, setelah menggunakan atorvastatin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *