Apa Perbedaan Payudara Sakit Saat Hamil dan Menjelang Menstruasi

Perempuan mengalami perubahan kondisi tubuh, baik secara fisik maupun mental. Salah satu gejala umum yang terjadi di awal kehamilan yaitu payudara terasa sakit. Gejala tersebut disebabkan perubahan hormon. Akan tetapi, terkadang beberapa orang salah mengartikan payudara sakit saat hamil dengan gejala saat menjelang menstruasi. Jangan sampai Anda salah mengira terjadi kehamilan, namun ternyata mengalami menstruasi setiap bulan pada umumnya.  

Bagaimana cara membedakannya? 

Payudara terasa sakit sudah wajar terjadi pada ibu hamil dan pada perempuan menjelang menstruasi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Apabila Anda terbiasa mengalami sakit payudara saat menjelang mentstruasi maka tidak bisa dijadikan acuan kehamilan. Sebanyak 90% perempuan mengalami gejala PMS, termasuk payudara bengkak dan nyeri. Gejala ini muncul 7-14 hari sebelum menstruasi dimulai. 

Payudara sakit saat hamil lebih terasa nyeri dan berlangsung lebih lama. Pembuluh darah payudara terlihat lebih jelas daripada biasanya, serta areola lebih besar dan bergelombang. Selain payudara terasa sakit, berikut ini tanda-tanda kehamilan lainnya yang bisa diprediksi:

  • Kelelahan
  • Mual
  • Buang air kecil lebih sering
  • Perubahan indera perasa saat mengonsumsi makanan atau minuman. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa 76,2% perempuan hamil merasakan nyeri payudara. Gejala ini merupakan gejala ketiga paling sering dialami ibu hamil setelah mual dan kelelahan. 

Cara terbaik untuk mengetahui perbedaan keduanya yaitu dengan cara melakukan tes kehamilan. Jika ada satu atau dua bercak ringan, tapi tidak mengalami menstruasi normal saat jadwal menstruasi tiba, bisa jadi sel telur yang telah dibuahi sperma dan Anda sedang mengalami kehamilan. 

Apa penyebab payudara sakit saat hamil?

Payudara sakit saat hamil biasanya akan menghilang seiring dengan bertambahnya umur janin. Puncak rasa sakit biasanya terjadi pada trimester pertama. Aliran darah meningkat ke payudara sehingga payudara menjadi lebih besar daripada sebelumnya disertai rasa sakit. Pertumbuhan tersebut bahkan berisiko mengakibatkan iritasi kulit dan gata-gatal pada sebagian perempuan. Kelenjar susu pada payudara mulai mempersiapkan proses menyusui kelak.

Perubahan payudara setiap trimester kehamilan

Pada trimester pertama kehamilan, yaitu setelah terjadinya pembuahan sampai minggu ke-12, kadar hormon mengalami naik turun. Hormon estrogen dan progesteron mengakibatkan perubahan kondisi payudara berupa pembengkakan dan nyeri, serta puting menjadi lebih keras. 

Pada trimester kedua, areola menjadi lebih gelap dan muncul benjolan-benjolan kecil. Benjolan tersebut biasa disebut kelenjar Montgomery yang berfungsi menghasilkan minyak untuk melumasi payudara selama proses menyusui. Hal tersebut membuat proses menyusui lebih nyaman untuk ibu hamil maupun bayi.  

Sedangkan, pada trimester ketiga atau saat melahirkan, payudara mungkin terasa sakit kembali. Hal ini disebabkan karena tubuh bersiap untuk memproduksi kolostrum dan proses menyusui selanjutnya. Puting payudara pun menjadi lebih besar dibandingkan sebelum melahirkan. 

Cara mengatasinya

Terdapat bra khusus ibu hamil yang dirancang untuk untuk payudara yang sensitif dan mengalami pembesaran. Bra juga bisa dipakai selama tidur untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat guncangan. Jenis bra olahraga juga menjadi alternatif lain. Untuk mengurangi bengkak dan nyeri, ibu hamil disarankan mengompres payudara dengan air hangat atau dingin. 

Apabila rasa sakit sudah tidak tertahankan, ibu hamil bisa mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri seperti acetaminophen. Akan tetapi, sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya serta jangan sekali-kali mengonsumsi obat apapun tanpa berkonsultasi ke dokter selama kehamilan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *