Penyakit

Mengenal Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Apakah Anda sudah mendengar istilah happy hypoxia? Meski namanya terkesan bahagia, ternyata ini merupakan gejala baru infeksi covid-19 yang cukup membahayakan. Lalu apa sih gejala happy hypoxia ini?

Mengenal Kondisi Happy Hypoxia

Happy hypoxia merupakan kondisi yang muncul saat kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen) turun drastis. Sehingga menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen atau disebut hipoksia atau hipoksemia.

Mereka yang mengalami hipoksia akan merasa batuk-batuk, sesak napas, napas berbunyi, serta jantung berdetak cepat.

Akan tetapi, pada kasus orang yang mengalami happy hypoxia biasanya tidak mengalami gejala-gejala tersebut. Mereka cenderung akan merasa baik-baik saja dan bisa beraktivitas rutin selayaknya dalam kondisi sehat. Namun, organ di dalam tubuhnya sedang kekurangan oksigen.

Happy Hypoxia pada Penderita Covid-19

Seperti yang sudah dijelaskan, hipoksia tergolong kondisi yang berbahaya karena mengganggu kerja organ penting dalam tubuh. Bahkan jika tidak ditangani segera, hipoksia dapat menyebabkan kematian karena kegagalan organ.

Sebab, oksigen merupakan hal penting bagi tubuh. Tanpanya sel-sel tidak bisa bekerja dan organ tidak berfungsi sehingga terjadilah gagal organ.

Hipoksia haruslah ditangani dengan segera sebelum kadar oksigen semakin menurun. Penanganan gejala hipoksia lebih dini akan mencegah adanya kerusakan jaringan organ.

Namun, pada orang yang menderita Covid-19, hipoksia ini bisa dialami tanpa gejala atau disebut juga happy hypoxia. Di mana kadar oksigen dalam darah terus berkurang namun tidak muncul gejala apa-apa. Sehingga gejalanya tidak bisa terdeteksi dan tak jarang menyebabkan pasien meninggal dunia.

Biasanya happy hypoxia baru bisa terdeteksi jika melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat pulse oximeter.

Penyebab Happy Hypoxia pada Pasien Penderita Covid-19

Pada penderita covid-19, kadar oksigen dalam tubuhnya biasanya hanya 50%, tapi mereka tidak mengalami gejalanya. Padahal tubuh normal memiliki kadar oksigen 95-100%.

Tubuh yang memiliki kadar kurang dari 90% saja sudah disebut rendah dan biasanya sudah terilhat gejala hipoksia.

Ada beberapa penyebab terjadinya happy hypoxia pada penderita Covid-19, yaitu:

  1. Karbon Dioksida pada Tubuh Rendah

Pada kasus penderita yang mengalami hipoksia biasa, kadar oksigen yang turun biasanya akan diikuti dengan berkurang pula kadar karbon dioksida dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di dalam tubuh.

Sedangkan happy hypoxia pada pasien Covid-19, kadar oksigen berkurang signifikan disertai juga dengan berkurangnya kadar karbon diaksida. Sehingga tubuh menganggap kondisi dalam keadaan seimbang dan baik-baik saja. Padahal sebenarnya ada masalah.

  • Otak Tidak Merespon Hipoksia

Mungkin juga disebabkan oleh virus corona yang sudah merusak bagian tubuh sehingga tidak mampu mendeteksi penurunan oksigen. Otak kemudian baru merespon saat kadar oksigen benar-benar sudah sangat rendah dan mulai menunjukkan gejala.

Penanganan Happy Hypoxia

Sebenarnya hipoksia ini harus segera diberikan penanganan oleh dokter, baik yang menunjukkan gejala atau tidak.

Biasanya penanganannya tergantung pada kondisi pasien. Jika pasien masih dapat bernapas, dokter biasanya akan memberikan oksigen melalui masker oksigen atau selang. Sedangkan penderita yang sudah tidak dapat bernapas dan mengalami penurunan pernapasan, akan diberikan oksigen melalui ventilator. Biasanya pasien ini akan dirawat di ruangan ICU.

Jika Anda terinfeksi virus covid-19 dan tidak menunjukkan gejala, Anda tetap harus berhati-hati, sebab bisa saja kondisi tersebut termasuk happy hypoxia.

Aoabila Anda pernah melakukan kontak dengan penderita corona, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau lakukan test covid-19 segera untuk mengetahui kondisi Anda. Tetaplah waspada dan jaga keselamatan Anda di tengah pandemi ini.

Penyakit

Cara Kerja Antidote Melawan Racun

Tanpa disengaja tubuh kita bisa saja terkontaminasi racun. Dalam prakteknya, racun masuk ke dalam tubuh bisa melalui berbagai cara, bisa dihirup, tertelan, atau terkena kulit. Salah satu cara mengatasi keracunan adalah menggunakan penawar racun atau biasa disebut sebagai antidote.

Jika mengacu pada definisi ilmiahnya, antidote disebut sebagai senyawa, obat, atau zat yang bisa menetralkan efek dari racun yang ada di tubuh kita. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai penawar dari obat lainnya.

Dalam banyak kasus, pemberian antidote pada korban yang keracunan menang tidak sepenuhnya efektif. Di sisi lain, bukan tidak mungkin korban juga masih memiliki potensi meregang nyawa atau mengalami komplikasi sekalipun sudah diberikan antidote.

Meski demikian, pemberian antidote kepada pasien memang diperlukan sebagai serangkaian usaha dalam mengobati korban keracunan. Di sisi lain, senyawa tersebut sebetulnya terdapat pada beberapa obat, tetapi tidak bisa digunakan pada setiap racun.

Oleh sebab itu, dalam prakteknya penggunaan antidote harus berdasarkan petunjuk dokter. Hal tersebut mengingat setiap jenis racun berbeda-beda penanganannya, termasuk pemberian obat yang mengandung senyawa penawar racun.

Lalu, bagaimana cara kerja antidote? Berkenaan dengan pertanyaan tersebut, artikel ini akan membahas lebih rinci bagaimana penawar racun itu bekerja pada tubuh korban yang keracunan.

  • Menangkal efek berbahaya

Saat seseorang keracunan, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar korban tidak mengalami efek yang lebih berbahaya, seperti kematian. Dalam hal ini, antidote bekerja untuk mengurangi efek racun pada tubuh korban. Misalnya, kita bisa memberikan penawar racun yang terkandung dalam atropine untuk seseorang yang mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga yang memiliki zat pestisida atau organofosfat.

  • Bersaing dengan racun

Cara kerja berikutnya obat penawar racun adalah dengan bersaing dengan racun itu sendiri. Metode ini, biasanya terjadi pada penggunaan etil alkohol pada korban yang keracunan senyawa kimia etilen glikol. Dalam prosesnya, antidote bersaing dengan racun tersebut dengan tujuan mengurangi efek dari racun. Hal tersebut, pada umumnya terjadi ketika seseorang baru saja keracunan dan metode ini berlangsung pada level enzim.

Selain pada level enzim, antidote juga bekerja pada level reseptor. Dalam kondisi tersebut, biasanya yang dipakai adalah flumazenil dan naloxone. Untuk flumazenil sendiri biasanya digunakan bagi seseorang yang keracunan obat penenang atau benzodiazepine yang bisa mengganggu sistem saraf. Sementara naloxone bisa dipakai untuk menawarkan racun akibat obat penghilang nyeri atau opioid.

  • Melawan racun pada metabolit

Jika lamban memberikan penawar racun saat pertama kali korban keracunan, biasanya racun akan berada pada metabolit atau hasil dari metabolisme yang ada di dalam tubuh. Meski demikian, antidote masih bisa digunakan sebagai penawar, di mana tujuannya untuk membersihkan hasil metabolisme dari racun.

Hal ini sebagaimana pemakaian N-Acetyl cysteine bagi korban yang keracunan paracetamol. Penawar racun tersebut berguna untuk mengembalikan simpanan zat tertentu pada hati untuk mencegah terjadinya penyakit hati karena racun.

Mengikat racun

Tentunya penawar racun diberikan kepada korban agar racun pada pasien dapat diturunkan tingkatnya dengan cara mengingat racun. Lebih spesifik, antidote bisa saja membentuk senyawa yang bernama inert yang selanjutnya bisa dibuang oleh tubuh korban. Contoh kasus pengikat spesifik adalah menggunakan DigiFab saat overdosis dioksin, hydroxocobalamin ketika keracunan sianida dan lain sebagainya.

Dari penjelasan yang sudah diuraikan, kita setidaknya tahu beberapa hal cara kerja antidote pada tubuh yang keracunan. Saat penggunaannya sendiri, disarankan tidak lama setelah kita atau seseorang mengalami keracunan. Khusus untuk melawan racun pada metabolit, bisa diberikan dalam jangka waktu bervariasi.

Meski demikian, dalam penggunaan antidote harus sesuai resep yang dokter berikan, mengingat setiap racun memiliki mekanisme berbeda dalam penanganannya. Namun, jika membutuhkan waktu ke rumah sakit, anda bisa memakai bahan alami sebagai penawar racun sebelum ditangani petugas medis.

Kulit dan Kecantikan

Penyakit yang Mesti Diwaspadai ketika Ketiak Terasa Nyeri

Pernahkah Anda merasa ketiak terasa nyeri secara tiba-tiba? Rasa nyeri yang terasa di ketiak sebenarnya cukup wajar dirasakan mengingat lokasi tersebut merupakan area sensitif yang mudah terdampak jika bagian tubuh lain mengalami suatu gejala sakit. Pada umumnya, ketiak terasa nyeri karena Anda sedang mengalami peradangan, infeksi, ataupun iritasi kulit.

Ketiak rasa nyeri terasa di bagian tubuh yang satu ini, orang pun cenderung meremehkan. Padahal mesti diingat, ketiak merupakan area sensitif yang terbangun atas saraf, pembuluh darah, hingga kelenjar getah benih. Rasa nyeri di ketiak memang cukup umum dirasakan seseorang. Namun, rasa nyeri tersebut juga dapat mejadi penanda adanya komplikasi yang cukup serius pada tubuh Anda. Nyatanya ketiak terasa nyeri memang menjadi gejala beberapa penyakit serius, seperti di bawah ini.  

  1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner, umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman di bagian dada sebelah kiri. Namun ternyata, rasa nyeri akibat masalah kardiovaskular juga dapat terasa di bagian tubuh lain, seperti leher, rahang, punggung, dan tidak terkecuali ketiak.

Ketiak terasa nyeri yang menjadi penanda penyakit kardiovaskular umumnya dialami oleh perempuan. Ketika Anda merasa nyeri di ketiak terasa seperti hantaman benda tumpul, bisa jadi itu penanda adanya masalah jantung.

  • Kanker

Ketiak terasa nyeri yang terus-menerus dialami bisa jadi merupakan gejala kanker. Beberapa jenis kanker yang berkaitan erat dengan nyeri ketiak adalah kanker payidara, limfoma, ataupun leukemia, serta kanker sistem limfatik.

Nyeri di ketiak mudah terasa oleh penderita kanker karena terdapat kelenjar getah bening di ketiak. Di mana getah bening merupakan kelenjar yang terpaksa bekerja sangat keras ketika menghadapi sel kanker yang bersarang di tubuh bagian atas.

  • Kista

Kista merupakan benjolan yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan ini dapat berisi udara, cairan, bahkan benda padat. Kista dapat tumbuh di mana saja.

Jika ia tumbuh di sekitar payudara ataupun bagian bawah lengan, salah satu gejalanya ada terasa nyeri di ketiak. Rasa nyeri terasa karena kista meninbulkan pembengkakan dan peradangan yang membuat nyeri.

  • Diabetes

Ketiak terasa nyeri juga dapat disebabkan oleh tingginya kadar gular darah. Penderita diabetes yang kerap merasa nyeri di bagian ketiak adalah penderita yang sudah lama mengalami penyakit kronis ini.

Rasa nyeri di ketiak akibat diabetes disebabkan bagian tubuh ini mengandung banyak saraf. Diabetes sendiri kerap memicu kerusakan saraf, tidak terkecuali di bagian di ketiak. Kerusakan inilah yang menyebabkan ketiak sering terasa terbakar akibat diabetes.

  • Herpes Zoster

Herpes zoster kerap dikenal dengan istilah cacar api. Penamaan cacar disematkan karena penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air, yaitu Varicella zoster. Perbedannya ketika Anda mengalami herpes zodter, bintil kulit berisi air yang timbul hanya tumbuh di salah satu sisi tubuh, tidak seperti cacar air yang lebih menyebar.

Salah satu gejala yang sering dialami penderita herpes zoster adalah ketiak terasa nyeri. Rasa nyeri yang ditimbulkan infeksi penyakit ini menimbulkan efek terbakar dan kesemutan di daerah yang terserang.

  • Penyakit Autoimun

Beberapa jenis masalah autoimun dapat berpengaruh pada tingkat kenyamanan di bagian ketiak. Khususnya ketika Anda mengalami masalah autoimun berjenis lupus, ketiak akan mudah terasa nyeri.

Paslanya, penyakit autoimun khususnya lupus cenderung memiliki kondisi jangka panjang yang membuat peradangan di seluruh tubuh. Peradangan tersebut juga akan mudah terjadi di kawasan kelenjar getah benih, salah satunya di bagian ketiak.

***

Karena itu, cobalah berkonsultasi ke dokter apabila Anda kerap mengalami ketiak terasa nyeri tanpa alasan yang jelas. Bisa jadi, rasa nyeri tersebut merupakan gejala dari penyakit lain yang harus segera ditangani.

Penyakit

Hipernatremia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Hipernatremia merupakan suatu kondisi medis dimana terlalu banyak natrium di dalam darah. Natrium atau sodium sebenarnya termasuk salah satu zat gizi penting untuk tubuh. Fungsi utamanya yaitu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Namun, karena satu dan lain hal, natrium justru ditemukan dalam jumlah yang banyak di dalam darah, sehingga menyebabkan hipernatremia dan membawa dampak buruk untuk tubuh.

Penyebab hipernatremia

Hipernatremia terjadi ketika terlalu banyak kehilangan air atau terlalu banyak penambahan natrium dalam tubuh. Alhasil, tubuh Anda mengalami dehidrasi atau terlalu sedikit air dibandingkan jumlah natrium total di dalam tubuh.

Perubahan asupan air atau kehilangan air ini dapat mempengaruhi pengaturan konsentrasi natrium dalam darah. Perubahan cairan sendiri disebabkan oleh perubahan drastis dalam rasa haus dan konsentrasi urin.

Pada orang yang sehat, rasa haus dan konsentrasi urin dipicu oleh reseptor di otak yang mengenali kebutuhan akan cairan atau kadar natrium yang tidak seimbang di dalam darah. Biasanya, tangkapan reseptor otak akan hal tersebut menghasilkan peningkatan asupan air dalam bentuk ‘haus’ atau perubahan jumlah natrium yang dikeluarkan melalui ‘urin’. Mekanisme inilah yang dengan cepat mengatasi kondisi hipernatremia di dalam tubuh.

Pada penderita hipernatremia, diduga mekanisme tersebut tidak berjalan dengan lancar, sehingga kadar natrium semakin meningkat di dalam darah dan tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

Gejala hipernatremia

Gejala utama hipernatremia adalah rasa haus yang berlebihan. Gejala lainnya termasuk tubuh mudah lesu, kelelahan ekstrim, kekurangan energi, dan bahkan bisa menyebabkan kebingungan. Dalam beberapa kasus, juga dapat menyebabkan otot berkedut atau kejang. Mengingat natrium berperan penting dalam kerja otot dan saraf, sehingga bila jumlahnya terlalu banyak dapat menyebabkan kejang otot.

Lebih parahnya lagi, kondisi hipernatremia bisa berakhir dengan koma dan kematian. Namun, gejala paling parah ini jarang terjadi dan biasanya hanya ditemukan ketika peningkatan natrium terjadi sangat cepat dalam jumlah yang banyak di plasma darah.

Faktor risiko hipernatremia

Ada beberapa orang atau kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko hipernatremia. Orang dewasa tua berisiko lebih tinggi mengalami hipernatremia, karena seiring bertambahnya usia, cenderung akan mengalami penurunan rasa haus. Selain itu, Anda juga mungkin lebih rentan terserang penyakit yang memengaruhi keseimbangan air atau natrium di tubuh.

Kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko hipernatremia, meliputi:

  • Dehidrasi.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Diare berat.
  • Delirium atau demensia.
  • Diabetes mellitus.
  • Mengalami diabetes insipidus.
  • Penyakit ginjal.
  • Terdapat luka bakar yang besar di kulit.
  • Penggunaan obat tertentu.

Diagnosa hipernatremia

Penegakan diagnosis hipernatremia dilakukan melalui tes darah. Selain itu, juga ada tes urin untuk mengidentifikasi kadar natrium yang tinggi di dalam urin. Kedua tes ini merupakan tes yang cepat dan sederhana yang tidak memerlukan persiapan banyak.

Melihat kondisi hipernatremia juga dapat dipicu dari masalah kesehatan tertentu, maka perlu juga dilakukan tes lainnya sesuai dengan riwayat kesehatan dan gejala lainnya yang dialami.

Pengobatan hipernatremia

Kondisi hipernatremia dapat terjadi dengan cepat (dalam waktu 24 jam) atau berkembang lebih lambat dari waktu ke waktu (lebih dari 1 – 2 hari). Semua perawatan yang nantinya diberikan oleh dokter didasarkan pada koreksi keseimbangan cairan dan natrium di dalam darah. Jika hipernatremia berkembang sangat cepat, maka akan ditangani lebih agresif dibandingkan hipernatremia yang berkembang lebih lambat.

Untuk kasus hipernatremia yang ringan, Anda mungkin dapat mengobatinya dengan meningkatkan asupan cairan. Jika kasus lebih parah, Anda kemungkinan diobati dengan infus untuk memasok cairan ke darah Anda melalui intravena. Dokter juga akan memantau setiap perkembangan kadar natrium Anda untuk menyesuaikan konsentrasi cairan yang harus dipenuhi.

Obat

Teh dan Minyak Esensial Bisa Jadi Obat Asma?

Tidak ada perawatan rumahan atau “home remedies” untuk serangan asma. Penyakit ini hanya bisa diatasi menggunakan obat asma, menghindari pemicu serangan asma, dan membuat rencana tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang menderita serangan asma. Selalu bawa inhaler penyelamat untuk memberikan pertolongan segera apabila ada serangan asma tiba-tiba. Serangan asma berpotensi untuk mengancam nyawa. Dan carilah bantuan medis apabila gejala yang dirasakan tidak semakin membaik meskipun inhaler penyelamat telah digunakan.

Serangan asma dapat bersifat minor. Akan tetapi, kondisi ini dapat berubah menjadi berbahaya dengan cepat. Saat serangan asma terjadi, jalur udara menyempit akibat peradangan dan pembengkakan, dan otot di sekitarnya ikut mengencang. Tubuh juga memproduksi ekstra lendir, membatasi udara yang melewati tabung bronkial, membuat bernapas dengan baik menjadi sangat sulit. Tanda-tanda serangan asma di antaranya adalah batuk yang tidak berhenti, mengi, sesak napas, bernapas dengan cepat, dan wajah pucat dan berkeringat. Mengatasi gejala tersebut dengan cepat dapat membantu mencegah serangan asma menjadi lebih parah. Apabila gejala tersebut tidak semakin membaik meskipun telah mendapatkan penanganan dan obat asma, carilah bantuan medis kegawatdaruratan secepatnya.

Home remedies (perawatan rumahan)

Beberapa orang percaya bahwa perawatan komplementer dapat membantu mengatasi asma. Akan tetapi, tidak ada penelitian ilmiah bahwa obat asma alternatif dan alami ini dapat mengobati serangan asma. Beberapa “home remedies” tersebut di antaranya adalah:

  • Teh atau kopi berkafein

Kafein yang ada pada teh hijau atau hitam dan kopi dipercaya dapat membantu mengatasi serangan asma. Kafein bekerja dengan cara yang mirip obat asma populer, seperti theophylline, yang membuka saluran udara. Tinjauan penelitian tahun 2010 menemukan bahwa kafein dapat sedikit meningkatkan fungsi pernapasan pada orang-orang yang menderita asma selama 4 jam. Sayangnya, bukti yang menunjukkan bahwa kafein dapat meredakan gejala asma sangat sedikit. Dan penelitian lanjutan perlu dilakukan.

  • Minyak esensial eucalyptus

Menurut tinjaun penelitan tahun 2013, minyak esensial memiliki sifat anti peradangan yang dapat membantu merawat asma. Salah satu minyak esensial tersebut adalah minyak esensial eucalyptus. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa 1,8 cineole, elemen utama minyak eucalyptus, dapat mengurangi peradangan saluran udara pada tikus. Dipercaya menghirup uap minyak esensial eucalyptus dapat membantu mereka yang menderita asma.

Namun, penting untuk diketahui bahwa penelitian telah menemukan minyak esensial, termasuk minyak eucalyptus, juga melepaskan zat kimia yang berpotensi membahayakan. Bukti lebih dibutuhkan, namun zat yang terkandung dalam minyak esensial malah dapat mebuat gejala asma menjadi semakin buruk. Karena FDA tidak mengawasi minyak esensial, penting untuk berhati-hati dalam memilih merek minyak esensial, dan perhatikan keamanan, kemurnian, dan kualitas dari produk tersebut. Gunakan minyak esensial dengan sangat berhati-hati. Dan jangan menggunakannya ketika serangan asma terjadi.

  • Minyak esensial lavender

Lavender merupakan minyak esensial lain yang menujukkan adanya harapan. Studi tahun 2014 menemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender dari difusser dapat mengurangi peradangan akibat alergi, dan meringankan asma. Sama halnya dengan perawatan atau obat asma alternatif lainnya, minyak lavender tidak boleh digunakan saat kasus kegawatdaruratan.

Serangan asma dapat berubah menjadi serius dengan cepat, dan serangan tersebut dapat datang dengan tiba-tiba. Obat asma alternatif tersebut di atas belum terbukti secara ilmiah dapat mengatasi serangan asma. Gunakan inhaler penyelamat sebagai pertolongan pertama saat terjadi serangan asma dan carilah bantuan medis apabila gejala tidak membaik setelah inhaler penyelamat digunakan.

Kulit dan Kecantikan

Kulit Kaki Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kulit kaki kering, terlebih jika kekeringan sudah menyebabkan kulit pecah-pecah dan terasa gatal. Meski umum terjadi, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kulit kaki Anda terasa kering. Beberapa faktor berasal dari dalam diri Anda, sementara beberapa faktor lainnya berasal dari luar. Cara utama untuk mengobatinya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan menggunakan lebih banyak pelembab.

Faktor penyebab kulit kaki kering

Pada dasarnya, kulit menjadi kering apabila tidak mampu menyimpang cukup banyak air dari minyak alami dalam tubuh. Ada beberapa faktor yang paling umum menyebabkan kulit kaki kering, yaitu:

  • Eksim

Eksim adalah kondisi kulit yang terjadi akibat faktor genetik dan dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan kering. Biasanya, eksim juga bisa muncul di area kaki dan menyebabkan kekeringan pada kulit kaki.

  • Perubahan cuaca

Perubahan cuaca merupakan salah satu faktor dari luar diri yang menimbulkan kekeringan kulit kaki. Saat udara menjadi dingin atau tingkat kelembaban udara rendah, kulit rentang mengalami kekeringan. Hal ini secara khusus terjadi di musim dingin.

  • Faktor usia

Faktor usia juga mempengaruhi kondisi kulit kaki yang kering. Seiring bertambahnya usia, kulit kaki menghasilkan lebih sedikit minyak alami, sehingga lebih mudah menjadi kering. Tidak hanya pada kaki, hal ini terjadi pada seluruh bagian tubuh secara keseluruhan.

  • Penyakit

Beberapa jenis penyakit juga bisa menyebabkan gejala berupa kulit kaki yang kering. Penyakit tersebut antara lain diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, HIV, penyakit tiroid, dan sindrom Sjogren.

  • Alergi

Kulit kaki kering juga bisa disebabkan karena faktor alergi pada kulit. Ketika kulit bersentuhan dengan zat tertentu, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan dan menimbulkan reaksi alergi berupa kekeringan kulit. Zat pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda.

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang terjadi pada kulit. Kondisi ini membuat kulit menghasilkan terlalu banyak sel kulit dalam satu waktu. Akibatnya, kulit kaki menjadi kering, gatal, bersisik, pecah-pecah, bahkan berdarah.

Cara mengatasi kulit kaki kering

Mengatasi kulit kaki kering bukanlah hal yang sulit. Anda bisa melakukan berbagai upaya penyembuhan tanpa harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Upaya tersebut antara lain:

  • Memakai krim khusus kaki

Krim yang dikhususkan untuk kaki umumnya memiliki kandungan pelembab yang bisa melembabkan kulit kaki. Hal ini membantu dalam mengatasi kekeringan. Gunakan krim kaki setiap hari secara berkala. Anda bisa memakainya setiap sehabis mandi.

  • Produk hipoalergenik

Bagi Anda yang mengalami kekeringan kulit kaki akibat alergi, produk hipoalergenik bisa mungkin bisa membantu. Produk ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif agar tidak mudah muncul reaksi alergi berupa kekeringan kulit saat terpapar oleh zat tertentu.

  • Lanolin

Lanolin bisa digunakan pada kulit kering yang pecah-pecah dan kasar. Kandungan ini berfungsi untuk menjaga kelembaban pada kulit, termasuk kulit kaki. Anda bisa membeli lanolin secara bebas di apotek tanpa harus menggunakan resep dari dokter. Umumnya, produk ini digunakan oleh ibu hamil atau ibu menyusui.

Itulah beberapa upaya pengobatan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit kaki kering. Anda tidak harus berkonsultasi pada dokter apabila kondisi kekeringan belum parah dan menganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Hidup Sehat

Mengenal Bagian-Bagian dan Fungsi Tulang Telapak Tangan

Manusia memiliki tulang sebagai penopang tubuhnya agar dapat bergerak dengan semestinya. Salah satu tulang penting dari tubuh manusia adalah tulang telapak tangan. Fungsi tulang telapak tangan mulai dari berdoa, menggenggam, memegang, menyentuh, memeras kelapa, menjahit, dan masih banyak lagi. Seluruh telapak tangan kita tersusun atas tulang yang saling bersatu dan dilapisi oleh kulit hingga terbentuklah struktur telapak tangan.

Bagian-bagian dan fungsi tulang telapak tangan.

Tidak seperti area tubuh lainnya, kulit telapak tangan tidak berbulu (tidak berbulu), tapi sensitif terhadap sentuhan. Agar lapisan kulit tetap melekat pada struktur tulang, lapisan jaringan ikat fibrosa (fasia) menghubungkan kulit dengan kerangka. Hal ini memungkinkan tangan untuk menggenggam tanpa kulit bergeser dari posisinya.

Fungsi tulang telapak tangan yang utama adalah memberikan dukungan dan kelenturan pada jaringan lunak. Ada 3 bagian tulang telapak tangan, yaitu:

Tulang karpus.

Tulang karpus adalah sekelompok tulang terdiri atas delapan tulang tidak beraturan. Tulang ini terletak di area pergelangan tangan yang disusun menjadi dua baris, yaitu proksimal dan distal.

  • Bagian distal, meliputi tulang capitate, hamate, trapezium, dan trapezoid.
  • Bagian proksimal, meliputi tulang lunate, triquetrum, pisiform, dan skafoid.

Pergelangan tangan terbentuk dari dua tulang lengan bawah, yaitu radius (tulang yang terhubung ke ibu jari) dan ulna (tulang yang terhubung ke kelingking) dan tulang karpus.

Bukan hanya satu sendi, melainkan pergelangan tangan tersusun atas beberapa sendi tempat tulang lengan dan tangan bertemu untuk memungkinkan gerakan.

Tulang metakarpus.

Tulang metakarpus adalah sekelompok tulang yang terdiri atas lima jenis tulang. Fungsi tulang telapak tangan ini adalah untuk menghubungkan tulang karpus (pergelangan tangan) dengan tulang falang (jari-jari tangan).

Tulang metakarpus bagian proksimal berhubungan dengan tulang karpus, sedangkan bagian distal berhubungan dengan tulang falang (jari-jari tangan) proksimal. Mereka diberi urutan berdasarkan pergerakannya, yang dimulai dengan ibu jari sebagai metakarpus I hingga jari kelingking sebagai metakarpus V.

Tulang falang.

Tulang falang adalah tulang-tulang jari. Setiap jari memiliki tiga tulang, kecuali ibu jari, hanya memiliki dua tulang, sehingga totalnya adalah 14 tulang.

Sendi akan terbentuk apabila dua atau lebih tulang bertemu. Masing-masing jari tangan memiliki tiga sendi, kecuali ibu jari, hanya memiliki 2 sendi, yaitu:

  • Metacarpophalangeal joint (MCP), yaitu sendi di pangkal jari.
  • Proximal interphalangeal joint (PIP), yaitu sendi di tengah jari.
  • Distal interphalangeal joint (DIP), yaitu sendi yang paling dekat dengan ujung jari.

Tulang jari-jari yang membentuk persendian ditutupi dengan lapisan tulang rawan. Alhasil, tulang ruas-ruas jari dapat bergerak dengan mulus satu sama lain. Sendi tersebut ditutup oleh kapsul berserat yang dilapisi dengan selaput tipis atau sinovium. Selaput tipis ini yang mengeluarkan cairan untuk melumaskan sendi.

Gangguan pada tulang telapak tangan.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, tulang telapak tangan juga berisiko mengalami masalah yang dapat mengganggu fungsinya. Beberapa kondisi kesehatan yang dapat mengganggu fungsi tulang telapak tangan adalah sebagai berikut.

Cacat tangan dan jari.

Cacat atau deformitas tangan dan jari menyebabkan kelainan bentuk pada tangan dan jari, seperti deformitas boutonnière, deformitas leher-angsa, dan kontraktur Dupuytren. Penyebabnya adalah cedera atau mungkin akibat dari masalah kesehatan lain, misalnya rheumatoid arthritis.

Infeksi tangan dan jari.

Gigitan manusia dan hewan dapat menyebabkan infeksi pada tangan. Beberapa kasus infeksi pada tangan dan jari adalah felon, herpetic whitlow, abses tangan, infeksi selubung tendon, dan paronychia (infeksi bakteri pada kulit di sekitar kuku). Infeksi tangan dan jari dapat menyebabkan rasa sakit dan berdenyut terus-menerus.

Sindrom kompresi saraf tangan.

Penyakit sindrom ini meliputi sindrom terowongan karpal, sindrom terowongan kubital, dan sindrom terowongan radial. Kelainan ini menyebabkan tulang atau jaringan ikat menekan saraf, sehingga mengalami sensasi, gerakan, atau keduanya yang tidak normal. Gejala sindrom kompresi saraf termasuk kesemutan, nyeri, kehilangan sensasi, kelemahan, atau kombinasi.

Selain itu, cedera fraktur atau patah tulang juga dapat mengganggu fungsi tulang telapak tangan. Biasanya, fraktur sering terjadi pada tulang skafoid (bagian tulang karpus) dan tulang metakarpus.

Jika Anda mengalami gangguan di atas, maka segeralah temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Penyakit

Apa Penyebab Congek dan Bahayanya Jika Tidak Diobati?

Congek atau keluarnya cairan dari telingan adalah permasalahan kesehatan yang umum dihadapi oleh masyarakat. Dalam dunia medis penyakit ini disebut otitis media supuratif kronik (OMSK).

Gejala saat menderita congek ini ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga secara terus menerus selama lebih dari 2-6 minggu. Cairan ini keluar dari lubang yang terbentuk di gendang telinga. Akan tetapi, gejala ini tidak menyebabkan rasa sakit pada penderitanya, meskipun mengganggu kemampuan mendengar.

Penyebab Seseorang Menderita Congek

Congek umumnya komplikasi dari infeksi telinga bagian tengah akut yang terjadi berulang. Hal ini dikarenakan bengkaknya saluran eustachius sehingga cairan terperangkap di telinga bagian tengah.

Telinga bagian tengah saat mengalami pembengkakan atau tersumbat memang lebih mudah meradang atau terinfeksi. Salah satunya infeksi yang terjadi adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Selain karena otitis media akut, congek juga mungkin disebabkan oleh adanya gangguan lain. Seperti cedera pada saluran eustachius atau gendang telinga.

Kondisi lain yang menyebabkan seseorang berpotensi terkena congek adalah karena beberapa hal berikut ini.

  • Mengalami kelainan bentuk tengkorak wajah, misalnya menderita bibir sumbing atau sindrom Down.
  • Usia anak-anak, sebab, saluran eustachius anak-anak lebih pendek dibanding orang dewasa
  • Mengalami infeksi pernapasan berulang, seperti radang amandel, rhinitis, atau bahkan faringitis
  • Kurangnya asupan nutrisi
  • Tinggal di daerah yang padat penduduk dan tidak bersih

Congek yang dialami akan semakin parah saat air masuk ke telinga ketika mandi atau berenang. Congek haruslah segera diobati karena dapat merusak telinga bagian tengah, seperti kematian jaringan hingga muncul tumor di area tersebut.

Bahaya Congek Jika Tidak Diobatoi

Pengobatan congek ini berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Secara umum, pengobatannya berupa pembersihan liang telinga secara rutin, diberi antibiotik, serta tindakan operasi timpanoplalsti. Akan tetapi jika kondisi congek sudah terlalu parah dan tidak segera mendapat tindakan medis, maka ada beberapa bahaya yang mungkon terjadi.

  • Gangguan Pendengaran

Akibat yang paling mungkin terjadi karena congek adalah gangguan pendengaran berupa ketulian. Hal ini karena rusaknya tulang-tulang pendengaran. Selain mengganggu pendengaran, otitis media supuratif kronik (OMSK) juga dapat mengganggu keseimbangan karena kemampuan tersebut juga berada di telinga.

  • Abses Otak

Abses otak atau kumpulan nanah bersarang di otak merupakan komplikasi paling parah dari congek. Abses akan membuat otak mengalami pembengkakan sehingga menyebabkan rasa sakit kepala yang parah, sulit bergerak, kejang, kesadaran menurun, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

  • Meningitis

Infeksi pada telinga akibat congekan akan membuat kuman masuk ke sistem saraf. Meningitis merupakan komplikasi yang terjadi di sistem saraf pusat yang biasanya terjadi pada anak-anak. Gejala meningitis akibat congekan cenderung sama, seperti demam tinggi, kesadaran menurun, kejang, hingga muntah menyembur.

Cara Mengobati Congek

Congek biasanya diobati dengan penanganan medis yang diberikan berdasarkan pada usia, riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan penderita. Berikut penanganan umum pada penderita congekan.

  • Obat antibiotik tetes

Biasanya dokter akan meneteskan obat antibiotik ke dalam telinga sebanyak 2 kali sehari selama lebih kurang 2 minggu. Obat congek yang diresepkan dokter salah satunya adalah ciprofloxacin.

  • Operasi

Jika lubang telinga sudah cukup parah atau misalnya sudah terdapat tumor di dalam bagian telinga tengah, maka operasi dapat menjadi pilihan.

  • Pembersihan telinga bagian tengah

Jika ada serpihan jaringan yang menutup telinga bagian tengah, maka akan sulit meneteskan obat antibiotik. Sehingga akan dilakukan pembersihan telinga terlebih dahulu oleh dokter dengan menggunakan alat-alat yang khusus dan aman.

Penanganan penyakit congek ini cenderung relatif baik, namun potensi untuk kambuh lagi tetap ada. Sehingga ada baiknya untuk berkala melakukan konsultasi dengan dokter.

Parenting

Anak dan Perilaku Body Shaming

tips parenting dalam menghadapi perilaku body shaming di lingkungan anak-anak

Dunia anak-anak memang beragam dan penuh warna. Hubungan sosial pada usia anak-anak pun menarik, lantaran kerap diisi dengan tangis sekaligus tawa. Tak jarang hari-hari mereka diisi oleh ejekan atau sederet perilaku tak mengenakan verbal lain, termasuk perilaku body shaming.

Mungkin ada sebagian orang yang asing dengan istilah body shaming. Namun, tentu kita tak aneh lagi mendengar ejekan tentang bentuk tubuh di antara anak-anak. Ya, itu sama saja. Perilaku body shaming adalah melontarkan komentar negatif terhadap bentuk fisik seseorang dengan tujuan mempermalukan orang tersebut.

Perilaku body shaming masuk ke dalam jenis verbal bullying. Perilaku tersebut pada titik tertentu bisa berujung serius lantaran dampak kepada korban amat dalam, mulai rasa marah hingga korban kehilangan rasa percaya dirinya.

Anak Anda mungkin pernah menjadi pelaku atau bahkan korban dari body shaming di lingkungan sosialnya. Lantas, sebagai orang tua, apa yang bisa kita lakukan soal perilaku body shaming pada usia anak-anak ini?

  • Jika Anak Menjadi Korban

Kenyataan bahwa bentuk tubuh manusia yang unik dan merupakan pemberian terbaik Tuhan, kadang, tak cukup dapat membendung perilaku body shaming. Ada saja celah bagi para pelaku untuk mencari cela dengan tujuan mengejek korban. 

Beberapa tindakan di bawah perlu Anda lakukan jika mengetahui anak menjadi korban perilaku body shaming di lingkungan sosialnya:

  • Dengarkan keluhannya

Sebisa mungkin cobalah menahan diri dan tetap bersikap tenang, meskipun kondisi anak kita cukup mengkhawatirkan. Biarkan mereka meluapkan emosinya terlebih dahulu, beri pelukan atau usapan di punggung bila memungkinkan. 

Setelah kita dan anak sama-sama sudah dapat menguasai diri, tanyakan pada mereka bagaimana perilaku body shaming tersebut diterima dan dengarkan cerita mereka dengan seksama.

  • Berilah dukungan

Saat menjadi korban perilaku body shaming, keadaan mental mereka mungkin terpuruk. Kalimat dukungan atau yang bernada membangun dibutuhkan agar dirinya tetap merasa berharga. 

Berilah pengertian bahwa setiap orang diciptakan berbeda-beda dan setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, sehingga dia tidak perlu merasa bersedih karena memiliki rambut, kulit, ukuran tubuh tertentu. 

Tanamkan kepada anak Anda bahwa apa yang kita lakukan jauh lebih penting dari penampilan kita. Yang paling penting, ungkapkan bahwa kita menyayanginya apa adanya.

  • Beri pengertian untuk menghadapi pelaku

Mengabaikan ejekan teman alih-alih balas mengejek mungkin bisa menjadi langkah pertama. Namun, jika dia masih menerima body shaming dari temannya, ajarkan anak untuk tegas mengatakan bahwa perilaku itu mengganggu.

Andai pelaku tak juga berhenti, katakan dengan tegas kepada anak Anda bahwa itu berarti dia harus mencari teman yang lebih baik lagi dan meninggalkan teman yang membawa pengaruh buruk tersebut.

  • Intervensi jika meresahkan

Bila cara halusnya tidak membuat perilaku body shaming mereda, kita bisa membantunya melapor kepada sekolah, orang tua pelaku, atau bahkan menemui pelaku secara langsung, tergantung di mana hal tersebut terjadi.

  • Lalu, Bagaimana Jika Anak Anda Pelakunya?

Di sini peran Anda sebagai orang tua amat dibutuhkan agar anak bisa menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang salah. Namun, perlu diingat bahwa memberikan pengertian kepada anak sebaiknya tidak diiringi dengan rasa marah.Pasalnya, marah justru dapat membuat anak Anda menjadi pribadi yang jauh lebih keras. Alih-alih tidak lagi melakukan perilaku body shaming, bisa saja dia tumbuh sebagai pembangkang dan terus melestarikan tindak bullying tersebut.

Penyakit

5 Terapi Sinusitis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sinusitis masih dianggap sebagai adanya masalah pernapasan di bagian rongga hidung. Padahal sebenarnya, sinusitis terjadi ketika rongga sinus atau rongga udara di belakangan tengkorak mengalami pembengkakan atau peradangan. Kondisi ini ikut memengaruhi sistem pernapasan sebab fungsi dari rongga sinus tak lain untuk mengendalikan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.

Dalam kondisi normal, rongga sinus seharusnya kosong. Namun ketika terjadi pembengkakan, rongga ini dipenuhi lendir sehingga menyebabkan infeksi. Untuk orang yang menderita sinusitis kronis, umumnya akan menjalani terapi sinusitis yang teratur di dokter dan udah memiliki senjata berupa antibiotik untuk meredakan gejala jika penyakit ini datang tiba-tiba. Akan tetapi bagaimana jika Anda mengalami kondisi sinusitis ketika sedang berada di rumah dan tanpa pegangan obat?

Sebenarnya banyak pilihan terapi sinusitis yang bisa Anda lakukan dari rumah. Jenis-jenis terapi ini pun tergolong simpel dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Cek jenis-jenis terapinya di bawah ini, yuk.

  1. Terapi Minum

Ketika serangan sinusitis datang, Anda bisa langsung melakukan terapi hidrasi. Sesuai namanya, Anda cukup mengonsumsi air mineral dalam porsi yang cukup guna membantu melegakan pernapasan Anda. Disarankan porsi air mineral yang mesti Anda asup untuk menjalani terapi sinusitis sebanyak 250 mililiter tiap 2 jam. Jumlah tersebut sebenarnya tidak sulit dipenuhi karena hanya setara dengan satu gelas air.

  • Cuci Air Garam

Memasukkan cairan saline ke dalam hidung untuk meredakan gejala sudah lumrah dilakukan sebagai terapi sinusitis di dunia kedokteran. Langkah ini pun sangat mudah Anda tiru di rumah. Campurkan sekitar 2 sendok teh garam dengan 200 mililiter air. Setelah diaduk merata, cucilah hidung Anda dengan air garam tersebut. Untuk hasil lebih maksimal, Anda bisa menggunakan pot neti guna memasukkan air garam ke bagian rongga hidup yang lebih dalam. Lakukan minimal 2 kali sehari dan rasakan gejala sinusitis yang Anda alami akan mereda.

  • Kompres Air Hangat

Sinusitis tidak hanya membuat Anda sulit bernapas. Peradangan ini juga membuat Anda merasa pusing serta sakit di bagian persedian wajah. Anda bisa meredakan gejala tersebut dengan mengompres beberapa bagian wajah dengan handuk yang telah dicelupkan sebelumnya ke air hangat. Kompreslah bagian sekitar hidup, pipi, mata, dan dahi. Terapi sinusitis ini akan membantu mengurangi sakit yang Anda alami sekaligus meredakan peradangan di rongga sinus dari luar.

  • Terapi Uap

Terapi sinusitis dengan metode uang juga sudah biasa dilakukan di rumah sakit untuk meringankan gejala sinusitis. Melakukan model terapi ini di rumah pun bukan sesuatu yang mustahil. Siapkan satu mangkok berisi air panas lalu condongkan wajah ke mangkok tersebut. Jangan lupa untuk menutupi kepala dengan handuk guna mengurung uang panas benar-benar bisa masuk ke hidung Anda. Cobalah bernapas dengan hidung dan tidak perlu waktu lama sampai Anda merasa lebih baik.

  • Terapi Pijat

Pijatan di area tertentu terbukti bisa meredakan gejala sinusitis. Terapi sinusitis yang satu ini bahkan sudah dikenal sebagai salah satu pengobatan tradisional penyakit ini di China. Cara memijat untuk terapi sinusitis sebenarnya tidak terlalu sulit. Posisikan kedua telapak tangan Anda menopang bagian belakang kepala, tepatnya di perbatasan leher dan tengkorak. Pijat perlahan area perbatasan tersebut dan cobalah bernapas secara normal. Anda juga bisa memijat perbatasan pipi dan batang hidung untuk meredakan gejala sinusitis.

***

Tidak sulit bukan melakukan berbagai terapi sinusitis dari rumah? Intinya jangan panik! Segera lakukan salah satu pilihan terapi di atas apabila Anda mulai merasakan gejala sinusitis menyerang. Selamat mencoba.