Tanda Bahaya Bayi Cegukan dalam Kandungan

Tanda Bahaya Bayi Cegukan dalam Kandungan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil mungkin sering merasakan bayi cegukan dalam kandungan. Ibu hamil biasanya akan merasakan adanya hentakan yang menyerupai tendangan ataupun dorongan yang lebih pelan dari dalam perut dan berangsur cukup lama. Beberapa bayi mungkin mengalami cegukan beberapa kali sehari.

Sebenarnya cegukan pada janin dapat dirasakan sejak awal kehamilan, namun mungkin ibu hamil belum menyadarinya karena pergerakannya masih terlalu pelan . Hal ini dikarenakan kondisi janin yang belum terlalu kuat. Pada usia kehamilan 28 minggu cegukan janin dalam kandungan akan sering ibu hamil rasakan. Namun ketika memasuki kehamilan 32 minggu hal itu akan jarang dirasakan. 

Umumnya bayi cegukan dalam kandungan merupakan suatu kondisi yang normal terjadi, sehingga ibu hamil tidak perlu khawatir dan merasa cemas. Namun, jika cegukan pada bayi terjadi lebih dari 4 kali dalam sehari dan lebih dari 15 menit, segera konsultasikan pada dokter untuk memastikan kondisi janin dan kondisi ibu. 

Karena bisa jadi, cegukan yang dialami dapat menjadi pertanda adanya masalah pada janin salah satunya tali pusar. Pasalnya, gangguan pada tali pusar dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen pada janin, penumpukan karbondioksida pada janin, perubahan tekanan darah dan denyut jantung janin, serta kerusakan otak janin. Untuk mencegah hal itu terjadi, ibu hamil dapat melakukan evaluasi secara rutin untuk mengetahui apakah ada lilitan tali pusar pada leher bayi atau tidak.

Lilitan tali pusar memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan janin Anda terutama bila lilitan ini terjadi lebih dari satu lilitan atau melilit terlalu kencang. Lilitan tali pusar dapat melilit leher janin sampai 360 derajat. Ini disebabkan karena janin terlalu aktif bergerak atau ukuran bayi yang bertambah besar. Oleh karena itu, ibu hamil perlu melakukan evaluasi berkala untuk mengetahui aktivitas gerak janin, detak jantung janin, serta adanya lilitan atau tidak pada leher bayi. 

Kendati demikian, bayi cegukan dalam kandungan tidaklah selalu berbahaya. Cegukan pada bayi juga bisa menjadi pertanda bahwa janin tumbuh dengan sehat. Karena pada momen ini juga, bayi juga mulai belajar bernafas dan sudah memiliki kemampuan untuk menghirup air ketuban untuk dibawa ke dalam paru-paru. 

Cara Menghentikan Bayi Cegukan Dalam Kandungan

Saat bayi cegukan dalam kandungan, ibu hamil akan merasa tidak nyaman dan mungkin akan merasa terganggu dengan cegukan janin ini. Karena sentakan halus dari dalam perut dapat membuat bumil jadi tidak nyaman dan susah tidur nyenyak. Untuk menghentikan cegukan bayi dalam kandungan, ibu hamil dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein karena hal itu dapat membantu bayi rileks dan mengurangi cegukan.
  • Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Bayi mungkin mengalami cegukan karena kekurangan cairan dalam tubuhnya.
  • Tidur yang cukup dan teratur akan berpengaruh terhadap kesehatan janin
  • Ubah posisi tidur 
  • Gunakan bantal untuk mengurangi tekanan dari tulang belakang dan menopang perut.
  • Melakukan olahraga ringan

Meskipun bayi cegukan dalam kandungan tidak berbahaya, namun ibu harus tetap waspada. Lakukan kontrol kandungan secara rutin untuk mengetahui perkembangan kondisi janin dalam rahim Anda. Bayi mungkin akan mengalami cegukan di dalam kandungan secara teratur untuk jangka waktu yang cukup lama dan berbulan- bulan. Namun, apabila janin sering mengalami cegukan di usia kehamilan tua, segera periksakan ke dokter untuk mencegah hal buruk terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *