Beberapa Kemungkinan Penyebab Interaksi Obat Ometilson

Beberapa Kemungkinan Penyebab Interaksi Obat Ometilson

Ometilson adalah salah satu merek dagang dari methylprednisolone. Obat ini berfungsi untuk mengatasi masalah peradangan, gangguan darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga alergi. Sebagai methylprednisolone, Ometilson termasuk obat golongan kortikosteroid di mana ia akan bekerja dengan menggantikan hormon alami yang tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup oleh kelenjar adrenal.

Ometilson dengan kandungan utama methylprednisolone 4 miligram termasuk ke dalam obat keras. Obat ini tak boleh digunakan secara bebas dan sembarangan. Seseorang hanya dapat menggunakan produk ini setelah mendapat resep dari dokter.

Methylprednisolone dalam Ometilson bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan. Karena bentuknya tablet, penggunaan Ometilson barang tentu hanya melalui oral. Ia akan diserap oleh tubuh dan langsung melakukan tugasnya sebagai antiinflamasi dan/atau imunosupresan.

Karena dapat menyebabkan efek samping pada organ pencernaan, Ometilson amat disarankan dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan. Selain itu, ada banyak aturan terkait penggunaan obat ini. Salah satu yang paling disoroti adalah interaksi obat. Beberapa jenis obat mungkin akan memberikan efek tertentu jika digunakan secara bersamaan dengan Ometilson.

Kiranya, berikut beberapa kemungkinan terkait potensi interaksi obat dari Ometilson:

  • Penggunaan aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat bersama dengan Ometilson yang mengandung methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar. Selain itu penggunaan bersama dengan NSAID lain juga berpotensi menimbulkan efek GI.
  • Penggunaan ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir bersama dengan methylprednisolone yang terkandung di dalam Ometilson dapat menyebabkan terganggunya kerja ini.
  • Selain itu, penggunaan bersama dengan siklosporin meningkatkan risiko kejang.
  • Kehilangan penekan adrenal yang diinduksi kortikosteroid jika dikonsumsi secara bersamaan dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalaemia dengan agen penipisan K (misal. Amfoterisin B, diuretik).
  • Penurunan pembersihan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Peningkatan clearance dengan kolestyramine.
  • Peningkatan risiko aritmia dengan digitalis glikosida.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Peningkatan metabolisme dengan penginduksi CYP3A4.
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4.
  • Obat-obatan lain seperti cyclosporine, insulin atau obat diabetes oral, obat-obatan HIV/AIDS (efavirenz, nevirapine, ritonavir), hingga obat untuk kejang-kejang (phenobarbital, phenytoin).

Selain itu, mengonsumsi Ometilson dengan kandungan aktif methylprednisolone bersamaan dengan konsumsi alkohol atau tembakau juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Meski belum ada penelitian atau bukti sahih terkait hal ini. Lebih baik selalu mengonsultasikan dengan dokter terkait kemungkinan obat ini berinteraksi dengan Diskusikan penggunaan obat makanan tertentu, alkohol, atau tembakau.

Kemudian juga menjadi penting seseorang mengikuti aturan atau petunjuk dari dokter selama mengonsumsi obat ini. Mungkin, masing-masing orang akan memiliki perbedaan terkait dosis dan jadwal minum untuk obat ini. Namun, pada umumnya, Ometilson memiliki dosis aman sekitar 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.

Jika Anda diharuskan meminum Ometilson dalam dosis yang berbeda-beda setiap hari, atau jika Anda diminta meminum obat ini hanya beberapa hari sekali, tandai kalender Anda sebagai pengingat. Jangan menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter. Memperbanyak dosis tidak menjamin kecepatan proses penyembuhan. Hal ini justru dapat meningkatkan risiko efek samping.

Tak hanya itu, ada kemungkinan seseorang mengalami overdosis obat. Jika itu terjadi pada Anda atau orang-orang di sekitar Anda, segeralah mencari pertolongan medis.  Begitu sebaliknya, pengguna Ometilson juga dapat mengalami efek putus obat andai dalam waktu yang tiba-tiba menghentikan pemakaian. Penggunaan Ometilson dalam jangka panjang biasanya akan mulai dikurangi sebelum benar-benar bisa dihentikan. Ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan risiko tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *