Beginilah Cara Mengatasi Fraktur Klavikula

Patah tulang dapat terjadi di bagian mana saja, salah satunya adalah pada bagian selangka yang disebut sebagai fraktur klavikula. Selangka adalah tulang yang menghubungkan dada dengan lengan sehingga berfungsi untuk menopang lengan ketika bergerak. Ketika seseorang mengalami fraktur klavikula, maka lengan tidak dapat digerakkan. Anak-anak cukup rentan mengalami patah tulang jenis ini. Penyebab patah tulang selangka yang paling sering adalah adanya hantaman secara langsung pada pundak. Hal tersebut mungkin terjadi saat seseorang terjatuh atau mengalami kecelakaan olahraga. Beberapa jenis olahraga yang rawan terkena fraktur klavikula yaitu skateboard dan ski. 

Gejala dan tanda fraktur klavikula 

Patah tulang selangka juga dapat dialami oleh bayi akibat proses persalinan. Tanda yang ditunjukkan oleh bayi adalah akan menangis ketika bahu dipegang sebab merasa sakit. Pada orang dewasa, orang yang mengalami fraktur klavikula akan menunjukkan beberapa gejala dan tanda yaitu:

  • Suara berderak ketika menggerakkan tangan
  • Kesulitan menggerakkan lengan
  • Terdapat benjolan di tulang selangka
  • Lengan membengkak dan terasa kaku
  • Posisi pundak maju k depan
  • Lebam pada area tulang selangka

Penanganan tanpa operasi

Penanganan untuk patah tulang selangka akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami. Apabila fraktur klavikula tergolong ringan, maka penanganan tanpa operasi mungkin untuk diterapkan. Beberapa langkah penanganan fraktur klavikula tanpa operasi yaitu: 

  1. Menopang lengan menggunakan sling atau perban sehingga tulang tidak mengalami pergeseran lebih jauh. 
  2. Menggunakan kompres es batu sehingga rasa nyeri dapat berkurarang saat cedera masih awal dialami. 
  3. Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk nyeri yang lebih hebat dan tidak tertangani menggunakan kompres es batu.
  4. Terapi fisik dapat dilakukan selama proses penyembuhan sehingga tulang tidak menjadi kaku. 

Penanganan menggunakan operasi

Untuk menangani patah tulang dengan tingkat keparahan tinggi, maka metode operasi sangat disarankan. Tingkat kesembuhan menggunakan operasi juga jauh lebih tinggi dibandingkan hanya terapi saja. Langkah penanganan dan prosedur operasi untuk penderita fraktr klavikula yaitu: 

  1. Menempatkan tulang selangka kembali pada posisi semula
  2. Menempatkan plat metal untuk menahan tulang agar tetap di tempat
  3. Memakai sling untuk menjaga tulang tidak bergerak selama beberapa minggu 
  4. Mengonsumsi obat pereda nyeri setelah operasi 

Hal lain yang perlu diperhatikan 

Tulang belum sepenuhnya padat sebelum seseorang berusia 20 tahun sehingga lebih rawan mengalami patah ketika berolahraga. Selain itu, pada pasien fraktur klavikula terdapat risiko terjadinya komplikasi sebanyak 25%. Risiko yang mungkin terjadi adalah infeksi, iritasi, hingga masalah pada paru-paru. Berbagai risiko tersebut bisa muncul baik pada penanganan tanpa operasi ataupun dengan menggunakan operasi. Bagi pasien yang menjalani operasi, maka prosedur berupa X-ray lanjutan perlu dilakukan setelahnya untuk mengecek posisi tulang. Waktu yang diperlukan untuk mengobati fraktur klavikula bisa berbeda tergantung usia dan tingkat keparahan. Umumnya, pada pasien anak-anak diperlukan waktu selama 3 hingga 6 minggu untuk pulih. Pada pasien dewasa, waktu yang diperlukan untuk sembuh lebih lama yaitu sekitar 6 hingga 8 minggu. 

Untuk mencegah terjadinya fraktur klavikula maka sebaiknya selalu waspadas ketika berkegiatan atau melakukan olaharaga. Anda juga bisa membuat tulang menjadi lebih kuat dengan memperbanyak asupan vitamin D dan kalsium. Selain itu, lakukan olahraga dan atur pola makan sehingga tubuh menjadi sehat. Anda dapat bertanya langsung dengan dokter mengenai fraktur klavikula atau masalah kesehatan lainnya melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *