Benarkah Mengonsumsi Buah Kering Bermanfaat Bagi Tubuh?

Buah merupakan salah satu makanan yang penting untuk dikonsumsi sebab kandungan serat, vitamin, mineral, serta berbagai zat sehat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Kini di pasaran telah muncul variasi berupa buah kering. Apa itu? Buah kering merupakan buah segar yang melewati proses pengeringan sehingga lebih tahan lama. Mengonsumsi buah kering tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan camilan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh lainya. Agar lebih sehat, sebaiknya Anda memilih buah kering tanpa pemanis tambahan dan menyesuaikan porsi hariannya sehingga tidak berlebihan. 

Buah kering vs buah segar

Terkadang muncul pertanyaan dalam benak kita, lebih sehat mana antara buah kering dan buah segar? Semestinya keduanya sama-sama sehat sebab buah kering berasal dari buah yang segar. Akan tetapi, ternyata proses pengeringan buah dapat menurunkan kadar gizi yang terdapat di dalamnya. Dengan begitu, buah segar tetap mengandung nutrisi lebih banyak dan lebih sehat jika dibandingkan dengan buah kering. Lalu, apakah mengonsumsi buah kering tidak baik bagi tubuh? Tentu saja tidak. Buah kering tetap dapat menjadi pilihan konsumsi sehat Anda selama tidak berlebihan. 

Jenis buah kering 

Berbagai jenis buah cukup populer untuk dikeringkan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis buah kering yang mudah ditemui seperti kurma, kismis, prune, aprikot, cranberry, kiwi, sukade, dan cherry. Selain itu, di beberapa daerah juga muncul keripik buah yang merupakan hasil dari pengeringan buah seperti apel, mangga, pisang, hingga buah naga. 

Manfaat buah kering 

Beberapa manfaat bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah kering seperti: 

  • Meningkatkan rasa kenyang
  • Sebagai sumber serat untuk tubuh 
  • Dapat menjadi antioksidan sehingga membantu menangkal radikal bebas
  • Mengurangi gejala inflamasi
  • Sumber energi alami bagi tubuh
  • Membantu menyehatkan kulit

Kekurangan buah kering 

Buah kering memang memiliki manfaat bagi tubuh. Akan tetapi Anda perlu memperhatikan jumlah konsumsinya agar tidak berlebihan sebab terdapat beberapa kekurangan dari buah kering yaitu: 

  1. Adanya kandungan sulfur dioksida

Untuk memperpanjang umur simpan buah serta mencegah perubahan warna, maka buah yang telah dikeringkan akan disimpan dengan kemasan sulfur dioksida. Kemasan ini merupakan antioksidan buatan dan agen antibakteri. Hal tersebut menyebabkan buah kering memiliki kandungan sulfur dioksida yang tinggi yang berpotensi menjadi racun. Beberapa orang yang sensitif terhadap sulfur dioksida dapat mengalami beberapa efek samping berupa sakit kepala, kulit gatal, serta masalah pernapasan. 

  1. Menurunnya kadar gizi

Proses pengeringan buah menyebabkan menurunnya kadar gizi yang dikandung. Meski pengeringan umumnya dilakukan segera setelah buah dipetik untuk menghindari turunnya nutrisi namun kadar gizi akan tetap menurun. Pengeringan bisa dilakukan menggunakan 3 teknik yaitu pembekuan, pengeringan udara hangat, dan pengeringan matahari. Proses pengeringan menggunakan teknik pembekuan jarang digunakan meski dapat mempertahankan nutrisi buah segar paling banyak sebab terlampau mahal. Sedangkan pengeringan menggunakan matahari membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, pengeringan dengan udara hangat paling sering digunakan karena dianggap efektif dan terjangkau secara biaya. 

  1. Tambahan kandungan gula

Penambahan gula biasanya dilakukan pada proses pengeringan buah untuk memberikan tambahan rasa. Hal tersebut menyebabkan kandungan gula pada buah kering cenderung tinggi dan bisa memicu masalah kesehatan. 

Untuk mengonsumsi buah kering, terdapat beberapa variasi yang dapat Anda terapkan agar tidak bosan. Buah kering bisa dicampurkan dalam oatmeal, kue kering, serta salad. Pastikan Anda mengonsumsi buah kering secara tepat sebab jika berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai buah kering dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Play Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *