Benarkah Stres Menjadi Penyebab Gejala Rambut Rontok?

Benarkah Stres Menjadi Penyebab Gejala Rambut Rontok?

Mungkin, rambut rontok adalah hal yang biasa terjadi pada hampir semua orang. Namun, kerontokan yang tidak biasa atau menipisnya rambut dari hari ke hari membuat seseorang tidak menyukai hal tersebut.

Pada dasarnya banyak sekali penyebab rambut rontok, tetapi apakah stres menjadi salah satu penyebab gejala rambut rontok pada seseorang? Berikut jawabannya!

Rambut rontok yang normal

Pada dasarnya, rambut ada rentan hidup alami di setiap helai dan rontok secara alami. Faktanya, kita semua akan kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari, dari 100.000 rambut rata-rata di kulit kepala. Ini karena beberapa faktor, seperti:

  • Penuaan: Setelah usia 30 tahun (dan seringkali sebelum usia tersebut), pria dan wanita mulai kehilangan rambut, meskipun pria cenderung melakukannya dengan lebih cepat.
  • Usia: Usia rata-rata sehelai rambut adalah 4,5 tahun; rambut kemudian akan rontok dan akan diganti dalam waktu 6 bulan dengan rambut baru.
  • Penataan: Keramas, mengeringkan rambut, dan menyikat rambut dapat menyebabkan beberapa rambut rontok; kebanyakan dari kita melakukan ini secara teratur.

Stres penyebab rambut rontok?

Ya, stres dan rambut rontok bisa menjadi saling berkaitan. Ada beberapa hal jenis rambut rontok yang dapat dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi, meliputi:

  • Effluvium telogen. Dalam telogen effluvium (TEL-o-jun uh-FLOO-vee-um), stres yang paling signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut yang terkena bisa rontok tiba-tiba saat Anda menyisir atau mencuci rambut.
  • Trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak tertahankan untuk mencabut rambut dari kulit kepala, alus, atau area  lain di tubuh Anda. Mencabut rambut bisa menjadi cara untuk mengatasi perasaan negatif atau tidak nyaman, seperti stres, ketegangan, kesepian, kebosanan, atau frustrasi.
  • Alopecia areta. Berbagai faktor diperkirakan menyebabkan alopecia areta, kemungkinan termasuk stres berat. Dengan alopecia areta, sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.

Stres dan rambut rontok bukanlah hal yang permanen. Jika Anda dapat mengendalikan stres, maka rambut Anda akan bisa tumbuh kembali dan rambut akan berhenti rontok.

Kelola stres untuk kurangi gejala rambut rontok

Jika stres ternyata menjadi masalah, mengendalikan tingkat stres dapat membantu memulihkan proses pertumbuhan rambut alami tubuh Anda. Anda pun bisa mengurangi stres atau mengelola managemen stres Anda dengan cara berikut:

  • Mulailah program olahraga secara teratur.
  • Pelajari teknik relaksasi seperti, meditasi, pernapasan dalam, dan yoga.
  • Luangkan waktu setiap hari untuk bersantai dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan atau mendengarkan musik yang menyenangkan.
  • Ikuti kelas yoga atau praktikkan postur tubuh di rumah.
  • Lebih terlibat secara sosial dengan teman dan keluarga daripada menarik diri dengan stres.

Penghilang stres jangka pendek

Memiliki rencana untuk mengelola managemen stres yang komprehensif akan membantu, dan teknik yang bertindak cepat adalah bagian penting dari stres itu sendiri. Beberapa obat pereda stres yang bekerja dengan cepat mungkin dapat Anda coba, meliputi:

  • Aromaterapi
  • Latihan pernapasan
  • Olahraga
  • Meditasi
  • Relaksasi otot progresif
  • Visualisasi

Faktor lain yang sebabkan rambut rontok

Ada faktor lain yang bisa menyebabkan rambut rontok, seperti:

  • Kemoterapi
  • Perubahan hormonal
  • Penyakit tertentu
  • Kebiasaan gugup
  • Kehamilan, persalinan, dan penggunaan pil KB

Jika rambut Anda menipis, atau Anda mengalami kebotakan dan tampak tidak normal (misalnya jika Anda berusia remaja atau 20-an), sebaiknya temui dokter Anda untuk mencari tahu apa penyebab dari masalah tersebut. Selain itu, jika Anda khawatir stres adalah penyebab dari gejala rambut rontok Anda, maka ada baiknya untuk rubah gaya hidup dan temukan beberapa cara untuk mengatasi stres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *