Benarkah Susu Bear Brand dapat Menangkal COVID-19?

Benarkah Susu Bear Brand dapat Menangkal COVID-19?

Beberapa waktu lalu Indonesia sempat digemparkan dengan berita mengenai susu Bear Brand yang mengklaim dapat melawan COVID-19 hanya dengan mengonsumsi sekaleng susu. Susu Bear Brand dikatakan memiliki kandungan laktoferin, yang merupakan protein untuk membantu melawan virus. Selain itu, susu Bear Brand juga mengandung vitamin C dan seng, yang keduanya berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, meskipun susu Bear Brand memiliki banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, bukan berarti susu Bear Brand mampu menangkal virus COVID-19 secara efektif.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), saat ini susu yang dapat menangkal COVID-19, dan hanya dengan penggunaan vaksin yang mampu mencegah penularan penyakit COVID-19. Cara terbaik untuk mencegah penyakit COVID-19 adalah dengan menghindari orang maupun medium yang sudah terkena virus ini. 

Sebagai perlindungan terhadap infeksi, CDC merekomendasikan seluruh masyarakat tetap sering mencuci tangan, tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak perlu, menghindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sakit ataupun tidak (karena tidak dapat diketahui secara kasat mata), wajib mengenakan masker saat merasa sakit maupun dalam keadaan sehat, membersihkan dan mendesinfeksi seluruh permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan lift.

British Nutrition Foundation menyatakan, saat ini tidak satupun jenis makanan atau suplemen, yang dapat melindungi Anda dari virus corona (COVID-19). Akan tetapi, memiliki pola makan yang sehat sangat penting dalam membantu memelihara, menjaga dan mendukung fungsi kekebalan tubuh Anda untuk melawan infeksi serta virus.

Suplemen vitamin C dan seng memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Menurut National Institutes of Health (NIH), vitamin C sangat bagus dalam meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati sehingga dapat membantu sistem kekebalan Anda bekerja secara maksimal dan lebih baik untuk melindungi tubuh dari penyakit termasuk virus. NIH juga menambahkan bahwa seng sangat membantu sistem imun tubuh dalam melawan bakteri dan virus yang mudah menyerang.

Sayangnya, susu Bear Brand tidak memiliki kandungan vitamin C maupun seng dalam jumlah yang signifikan dan dibutuhkan untuk melawan virus COVID-19 tersebut. Departemen Pertanian AS (USDA) menjelaskan, untuk susu murni sterilisasi seperti susu Bear Brand tercantum hanya memiliki 0,903 mg seng dan 0 mg vitamin C per cangkir.

Dewan Susu Nasional (NDC) mengkonfirmasi bahwa susu sapi bukanlah sumber vitamin C atau seng yang baik berdasarkan definisi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Mereka mencantumkan nutrisi lain yang ada dalam susu sapi – termasuk Vitamin A, D dan protein yang dapat membantu menjaga fungsi kekebalan tubuh tetap sehat, bukan menangkal virus COVID-19.

Sebuah laporan oleh The Innovation Center for US Dairy mencantumkan manfaat kesehatan dari produk susu (dengan nutrisi yang dikandungnya memenuhi syarat sebagai “tinggi” atau “baik”) tidak menyebutkan Vitamin C dan mencantumkan seng sebagai nutrisi yang ditemukan dalam yoghurt, tetapi tidak dimiliki oleh sapi. Artinya, NDC mengkonfirmasi bahwa yoghurt adalah sumber seng yang baik, tetapi susu sapi tidak.

Efek laktoferin, yang didefinisikan di sini sebagai protein yang ditemukan dalam susu sapi dan susu manusia, pada sistem kekebalan tidak dapat diketahui secara luas. NDC menjelaskan bahwa tes dengan laktoferin terbatas dan dengan hasil yang beragam.

Dr. Mark Pochapin, seorang ahli gastroenterologi di Pusat Medis Langone Universitas New York, mengatakan bahwa dia tidak berpikir bahwa, tidak ada manfaat kesehatan yang signifikan dari laktoferin seperti yang telah diungkapkan oleh CDC dan WHO di dalam susu Bear Brand.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *