Bosan Dengan Milna Goodmil Hypoallergenic? Ganti Dengan Cemilan Ini!

Milna Goodmil Hypoallergenic bubur untuk bayi berumur lebih dari enam bulan yang bisa menjadi makanan pendamping selain ASI. Milna goodmil hypoallergenic ini diperkaya Protein, Lemak (termasuk Omega 3 dan 6), Karbohidrat (termasuk Prebiotik FOS), dan 25 Vitamin dan Mineral agar tumbuh kembang bayi menjadi lebih baik. Tersedia dalam kemasan box dengan berat 160 gram.

Milna Goodmil Bubur Khusus Beras Merah Pisang 6+ - 120 g harga terbaik

Meski begitu, jika si kecil bosan dengan tekstur dari Milna goodmil hypoallergenic, Anda bisa menggantikan dengan membuatkan cemilan sehat untuk si kecil. Akan tetapi Anda harus memperhatikan hal ini ketika ingin membuat cemilan.

  1. Tanpa pengawet

Makanan kemasan memerlukan daya simpan yang lebih lama agar tidak cepat rusak. Untuk itu, produsen pun menambahkan pengawet. Namun, pengawet pada makanan dapat berdampak negatif bagi kesehatan bayi. Studi yang diterbitkan pada jurnal Allergy menyebutkan, pengawet mampu memunculkan gejala alergi, seperti eksim, asma, dan rhinitis.

  1. Rendah lemak dan gula

Asupan gula dan lemak memang diperlukan untuk tubuh bayi. Namun, jika Anda memberikan cemilan bayi yang tinggi gula dan lemak jenuh, seperti biskuit kemasan, ini justru tidak sehat. Menurut riset terbitan Nutrients, makanan yang diberi tambahan gula dan mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi sampai beranjak dewasa nanti. Selain itu, penelitian berbeda dari terbitan jurnal yang sama juga menemukan adanya kandungan garam tinggi pada cemilan bayi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan hipertensi saat dewasa.

  1. Tekstur sesuai dengan usianya

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagi ragam tekstur makanan berdasarkan usianya. Ada tiga pembagian rentang usia, yaitu:

  • Usia 6-9 bulan, tekstur yang diberikan sebaiknya berupa bubur kental yang disaring (puree) atau dilumat (mashed).
  • Usia 9 bulan-1 tahun, berikan cemilan bayi yang sehat dengan tekstur cincang halus, kasar, ataupun makanan yang bisa digenggam oleh tangan (finger food).
  • Usia 1-2 tahun, tekstur MPASI cemilan yang diberikan sebaiknya dicincang atau dihaluskan seperlunya.

Jadi, dengan memperhatikan hal tersebut Anda bisa membuat finger food sebagai alternatif makanan utama maupun cemilan untuk bayi, berikut beberapa pilihan yang bisa dicoba.

  1. Sayuran rebus

Sayur bisa menjadi finger food untuk bayi yang sangat direkomendasikan. Pasalnya, sayuran mengandung banyak nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Anda bisa memilih sayuran untuk bayi seperti wortel, kentang, ubi, atau brokoli. Potong ukuran sayuran menjadi lebih kecil sehingga mudah digenggam oleh bayi Anda. Kemudian, rebus sayuran hingga teksturnya lunak sehingga mudah dikunyah.

  1. Buah yang teksturnya halus

Buah yang sudah matang memiliki daging buah yang lunak. Ini merupakan makanan yang sangat cocok dimakan bayi dengan tangannya sendiri. Anda bisa menyiapkan buah pisang, semangka, pepaya, mangga, atau alpukat. Buah-buahan tersebut bukan hanya mengenalkan beragam rasa makanan pada anak, tapi juga memenuhi kebutuhan gizinya. Sebelumnya, cuci buah dengan air bersih mengalir dan kupas bagian kulitnya. Kemudian, buang biji dan potong menjadi ukuran yang mudah digenggam anak.

  1. Telur orak-arik

Telur bisa jadi sumber protein yang baik sekaligus finger food yang direkomendasikan untuk bayi. Anda bisa menggoreng telur dengan sedikit minyak kemudian memotongnya kecil-kecil. Atau, Anda juga bisa mengaduknya langsung ketika telur dimasak. Sajikan di atas piring tanpa ditambahkan garam. Meskipun banyak nutrisi, Anda harus memastikan bahwa anak bebas dari alergi telur. Jika anak menunjukkan reaksi alergi, seperti ruam pada kulit setelah makan telur, segera periksa ke dokter.

  1. Pasta

Tidak hanya untuk bayi yang usianya sudah lebih besar, pasta juga cocok untuk anak yang belum memiliki gigi. Pasalnya, tekstur pasta kenyal dan lembut sehingga cocok dijadikan finger food untuk bayi. Namun, khusus untuk bayi yang belum memiliki gigi, pasta fusilli atau makaroni lebih direkomendasikan. Anda bisa menyajikan pasta rebus tanpa tambahan bumbu apa pun. Jika anak sudah mulai diperkenalkan lebih banyak rasa, Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun dan saus tomat rendah garam.

  1. Tahu

Selain telur, tahu bisa jadi sumber protein yang baik untuk bayi. Finger food untuk bayi yang satu ini memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dimakan. Namun, pastikan jangan memilih tahu yang mudah rapuh karena akan hancur ketika digenggam anak. Ini bisa menyulitkan anak untuk makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *