Bayi & Menyusui

Bagaimana Cara Memilih Popok Bayi yang Bagus?

Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam menyambut kehadiran si kecil. Salah satunya adalah popok. Hal ini menjadi penting karena popok merupakan kebutuhan utama untuk bayi yang baru lahir. Memilih popok bayi yang bagus pun harus diperhatikan dan tidak boleh asal pilih. Pemilihan popok ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Pemilihan popok bayi yang bagus ini memerlukan beberapa hal agar popok yang dipakai justru tidak menimbulkan masalah baru untuk si kecil. Pemilihan popok bayi juga harus memperhatikan kebutuhannya sehingga dapat dilihat popok jenis apa yang harus dipilih dan dipakai.

Popok bayi adalah salah satu barang krusial yang wajib dibeli oleh para orang tua

Jenis – jenis popok bayi

Ada dua jenis popok bayi yang umumnya beredar di masyarakat. Kedua jenis ini adalah jenis yang paling dicari oleh para ibu – ibu. 

  1. Popok kain

Popok jenis kain ini lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan popok biasa sekali pakai. Jenis popok kain ini tersedia beberapa variasi berdasarkan dari usia bayi. Jenis popok kain ini ada beberapa macam, tetapi umumnya jenis popok kain tersebut adalah popok kain rata, popok kain prefold, popok kain all in one, dan popok kain berenang.

  1. Popok sekali pakai

Kelebihan popok sekali pakai adalah praktis. Jika kotor, Anda tinggal melepas dan menggantinya dengan popok yang baru. Selain itu, tipe popok ini memiliki daya serap yang tinggi dan tidak mudah bocor. Namun yang tidak menyenangkan dari jenis popok ini adalah harganya yang umumnya lebih mahal dari popok kain. Pasalnya, Anda mesti membelinya berulang kali. Popok sekali pakai juga tidak ramah lingkungan.

Tips memilih popok bayi

Sebelum memilih ingin menggunakan popok kain atau popok sekali pakai, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal ini. Jangan sampai kesalahan dalam memilih popok justru akan merugikan bayi Anda.

  1. Ukuran popok

Saat memilih popok bayi, penting bagi Anda untuk membeli yang pas untuk si kecil. Perhatikan usia dan berat badan buah hati agar mudah saat membeli popok. Pilih popok kain atau popok sekali pakai dengan hari-hati terutama untuk newborn. Popok yang tidak pas membuat bayi tidak nyaman. Kulit bayi juga rawan terkena ruam jika popok terlalu besar atau kecil. 

  1. Jenis kulit bayi

Kenali dulu kondisi kulit bayi Anda. Jangan sampai Anda salah membeli popok dan menyebabkan alergi pada kulit bayi.  Pastikan bahan popok tidak mengandung zat kimia berbahaya. Jika bayi memiliki kulit sensitif, belilah popok khusus untuk kulit sensitif.

  1. Jenis popok

Jika Anda cukup sibuk, popok sekali pakai ini akan sangat membantu. Popok ini sangat mudah dan cepat dikenakan pada bayi. Popok kain untuk bayi memiliki beragam manfaat. Selain bisa menekan alergi pada bayi, popok kain juga terjangkau. Meski begitu, sebelum memilih, pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Kenyamanan

Kenyamanan menjadi hal penting untuk si kecil dan orang tua. Bentuk kenyamanan ini bisa didapatkan dari tekstur popok maupun fitur pendukung seperti daya serap. Pilih popok yang memiliki indikator basah. Popok jenis ini memudahkan ibu kapan harus mengganti popok.

  1. Anggaran

Sesuaikan anggaran yang Anda miliki dengan kebutuhan popok yang dibutuhkan. Meski begitu, Anda harus ingat jika terlalu terpaku dengan harga. Harga yang mahal belum tentu cocok dan memberikan kenyamanan untuk bayi Anda.

Jadi untuk memilih popok bayi yang bagus, Anda harus memperhatikan beberapa pertimbangan. Anda harus mengenai kondisi kulit bayi dan sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai salah memilih popok, ya!

Bayi & Menyusui

Daftar Rekomendasi Makanan Untuk Ibu Menyusui

Makanan ibu menyusui harus diperhatikan dan tidak kalah pentingnya dengan makanan ibu hamil. Air Susu Ibu (ASI) yang dikonsumsi bayi nantinya akan mempengaruhi perkembangannya. Untuk itulah perlunya membuat daftar makanan untuk ibu menyusui sehingga kebutuhan nutrisi tetap terjaga. Beberapa jenis makanan terbukti lebih ideal dikonsumsi selama masa setelah melahirkan dan sedang menyusui. Apa saja daftar makanan untuk ibu menyusui tersebut?

Makanan untuk ibu menyusui agar bayi cerdas adalah brokoli, telur, alpukat dan bayam

Tingkat kecukupan nutrisi yang perlu dipenuhi ibu menyusui 

Ibu menyusui membutuhkan nutrisi dan gizi dengan hitungan yang berbeda dibandingkan ketika tidak sedang menyusui. Beberapa nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui dan bisa didapatkan dari mengonsumsi makanan yaitu vitamin, mineral, kalori, serta, protein, karbohidrat, dan lain sebagainya. Konsumsi berbagai makanan dengan nutrisi seimbang harus dilakukan terus menerus selama ibu masih menyusui.

Rekomendasi makanan untuk ibu menyusui

Makanan sehat yang dikonsumsi ibu menyusui akan membantu memperlancar ASI serta membuat perkembangan bayi meningkat. Berikut ini merupakan rekomendasi makanan untuk ibu menyusui yang bernutrisi. 

  • Buah-buahan dengan kandungan kalium dapat membantu memberi tenaga tambahan pada ibu menyusui seperti pisang dan alpukat. Buah berry juga baik dikonsumsi ibu menyusui sebab membantu mencerdaskan bayi. 
  • Sayur-sayuran membantu tubuh memenuhi kebutuhan serat sehingga ibu menyusui tidak perlu berurusan dengan masalah pencernaan. Selain itu, beberapa jenis sayur tertentu diyakini dapat meningkatkan produksi ASI seperti brokoli, bayam, dan daun katuk. 
  • Umbi berwarna orange seperti wortel memiliki sifat laktogenik. Adanya fitoestrogen pada umbi orange memiliki kepadatan hara yang tinggi sehingga berperan dalam peningkatan ASI.
  • Jamur terutama jenis reishi, shitake, shimeji, tiram, dan maitake memiliki kandungan beta-glukan tinggi yang bersifat laktogenik prinsipal sehingga mampu meningkatkan produksi ASI. 
  • Beras merah dan gandum utuh kaya akan kandungan serat dan asam folat sehingga direkomendasikan untuk dikonsumsi ibu menyusui. 
  • Produk susu rendah lemak memiliki kandungan vitamin D, vitamin B, dan protein yang memperkuat tulang bayi. Berbagai produk susu rendah lemak ini termasuk keju dan yogurt. 
  • Daging sapi tanpa lemak mengandung zat besi untuk menambah tenaga ketika menyusui. 
  • Telur dan ikan terutama salmon memiliki kandungan DHA yang baik bagi perkembangan sistem saraf bayi. Selain itu, DHA bermanfaat untuk ibu untuk mengurangi stres pasca melahirkan. 
  • Kacang-kacangan memiliki kandungan nutrisi berupa berbagai mineral terdapat dalam kacang-kacangan seperti vitamin B, vitamin K, seng, kalsium,dan zat besi sehingga mampu meningkatkan produksi ASI.

Makanan yang perlu dihindari ibu menyusui

Beberapa jenis makanan juga perlu dihindari selama menyusui sebab dapat menyebabkan masalah bagi ibu maupun bayi. Sebaiknya ibu hanya makan makanan untuk ibu menyusui yang telah direkomendasikan sebelumnya saja dan menghindari beberapa jenis makanan berikut seperti:

  • Kafein hanya boleh dikonsumsi maksimal 3 cangkir sehari bagi ibu menyusui. Bahkan jika mampu, sebaiknya ibu menyusui tidak mengonsumsi kafein sama sekali. Kafein tidak hanya ditemukan pada kopi saja namun juga teh dan cokelat. 
  • Ikan yang terpapar merkuri perlu dihindari oleh ibu menyusui. Beberapa jenis ikan yang terpapar merkuri yaitu kakap, makarel, todak, dan hiu.
  • Minuman beralkohol perlu dihindari ibu menyusui. Zat pada minuman alkohol dapat bertahan di tubuh selama 3 jam. 

Agar perkembangan bayi maksimal maka selalu perhatikan makanan yang dikonsumsi selama menyusui. Selain itu, hindari kebiasaan merokok sebab dapat menyebabkan bayi lebih berisiko terkena asma, pneumonia, infeksi telinga, dan bronkitis. Selain itu, merokok pun dapat mengurangi kuantitas ASI yang diproduksi. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang makanan untuk ibu menyusui dan hal terkait, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.