Kehamilan

Perlukah Menjalani Tes Genetik Saat Pemeriksaan Kehamilan Trimester 1?

Kehamilan adalah momen yang membahagiakan sekaligus mengkhawatirkan. Anda tak sabar untuk bertemu dengan buah hati dan melihatnya tumbuh besar. Di sisi lain, Anda cemas mereka lahir dengan masalah kesehatan. 

Pemeriksaan kehamilan trimester 1 dianjurkan bagi seluruh ibu hamil untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan bayi. Tes genetik yang dilakukan selama pemeriksaan kehamilan trimester 1 memberi tahu ibu mengenai kondisi bayi apakah mereka berisiko mengalami kelainan genetika. 

Perlukah menjalani tes genetika?

Sebagian besar tes bersifat opsional, namun tak ada salahnya menjalani pemeriksaan untuk mengetahui lebih jelas kondisi kesehatan sang buah hati. 

Tes genetik selama kehamilan bersifat wajib jika Anda dalam status berisiko, seperti:

  • Hamil di usia 37 tahun ke atas.
  • Anda atau pasangan Anda pernah memiliki bayi dengan masalah genetik.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik, misalnya sindrom Down. 
  • Etnis Anda dan pasangan. Beberapa kelompok lebih berpotensi terkena masalah kesehatan tertentu. 

Jenis-jenis tes genetika

Terdapat dua jenis tes prenatal untuk mengetahui kelainan genetika pada bayi, yaitu tes skrining dan diagnostik. 

Tes skrining prenatal membantu mengidentifikasi apakah bayi memiliki kecenderungan mengembangkan cacat lahir akibat kelainan genetik. Sedangkan tes diagnostik adalah pemeriksaan yang lebih dalam untuk memperkuat diagnosis dari hasil tes skrining. 

Pengujian genetika bisa dilakukan sebelum kehamilan (saat Anda dan pasangan baru merencanakan kehamilan), atau saat pemeriksaan kehamilan trimester 1. 

  1. Skrining sebelum kehamilan

Jika Anda atau pasangan memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik, maka disarankan untuk melakukan skrining sebelum kehamilan yang disebut dengan tes skrining pembawa genetik. 

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah Anda atau pasangan membawa gen kelainan dan kemungkinan menularkannya kepada anak-anak Anda. 

Dokter akan melakukan pengujian sampel darah atau air liur untuk diidentifikasi, umumnya meliputi:

  • Fibrosis kistik
  • Sindrom Fragile X
  • Penyakit sel sabit
  • Penyakit Tay Sachs
  • Atrofi otot tulang belakang
  1. Tes skrining semester pertama

Tes skrinig yang dilakukan pada pemeriksaan kehamilan trimester 1 meliputi:

  • Tes skrining gabungan

Tes ini melibatkan dua tes, yaitu pemeriksaan darah untuk melihat hormon dan protein dalam darah ibu dan USG.  

Pemeriksaan ultrasonografi yang disebut skrining tembus nuchal digunakan untuk mengukur bagian belakang leher bayi. Jika terdapat cairan ekstra menandakan sindrom Down, kelainan jantung, atau komplikasi lain. 

  • Skrining terpadu

Melibatkan hasil tes USG dan tes darah untuk mencari risiko sindrom Down, trisomi 18, serta masalah tulang belakang dan otak. Pemeriksaan ini lebih akurat daripada tes skrining gabungan, tapi butuh waktu lama untuk mendapatkan hasilnya.

  • Tes prenatal non-invasif (NITP)

Disebut juga dengan tes DNA janin tanpa sel. Pemeriksaan ini dilakukan setelah 10 minggu kehamilan, dimana dokter mengambil beberapa DNA bayi dari cairan ketuban atau plasenta untuk diperiksa apakah bayi mengalami kelainan genetik. 

  1. Tes diagnostik prenatal

Tes diagnostik memberikan hasil yang lebih akurat daripada tes skrining. Opsi pengujian diagnostik yang bisa dilakukan selama pemeriksaan kehamilan trimester 1 yaitu Chorionic Villus Sampling (CVS). 

Dalam tes ini, dokter mengambil sampel dari plasenta dan diuji untuk sindrom Down atau kondisi genetik lain seperti fibrosis kistik. Pemeriksaan ini dilakukan antara minggu ke 10 dan 13 kehamilan. 

Opsi ini akan memberikan hasil yang lebih cepat dari tes genetik trimester 1 lainnya. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi (1 dari 100), wanita yang menjalani tes akan keguguran.

Catatan

Menjalani tes genetika saat pemeriksaan kehamilan trimester 1 mungkin menjadi satu-satunya cara mengetahui kondisi kesehatan anak. Namun jika hasilnya tidak sesuai keinginan, Anda dan keluarga harus mempersiapkan diri menerima kondisi anak Anda. Pada kasus tersebut, bimbingan profesional jangka sangat dibutuhkan orang tua.

Macam-macam Makanan Penambah Berat Badan Janin
Kehamilan

Macam-macam Makanan Penambah Berat Badan Janin

Ketika sedang mengandung, tumbuh kembang janin dalam kandungan harus menjadi perhatian utama Anda. Anda harus bisa memastikan janin memiliki berat yang tepat. Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi makanan penambah berat badan janin.

Meskipun saat ini Anda sedang mengandung, Anda perlu memperhatikan bahwa konsumsi makanan tetap harus dijaga. Peningkatan kalori yang dibutuhkan hanyalah sebanyak 500 kalori setiap harinya. 

Nutrisi penting pada makanan penambah berat badan janin

Sebaiknya, Anda memperhatikan apa saja jenis-jenis nutrisi yang Anda perlukan bagi janin Anda. Lalu, carilah makanan yang kaya akan nutrisi tersebut. 

Berikut ini beberapa nutrisi yang diperlukan dari makanan penambah berat badan janin:

  • Zat besi

Zat besi adalah bagian penting dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi ini akan membantu Anda dalam membangun ketahanan terhadap stres dan penyakit. 

Selain itu, zat besi juga bisa menghindari Anda dari kelelahan, kelemahan, lekas marah, dan depresi. Setiap wanita yang sedang mengandung disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 27 miligram total zat besi dalam sehari. 

  • Vitamin D

Tubuh Anda memerlukan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Kalsium ini penting untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi nantinya. Selain itu, vitamin D juga baik untuk kesehatan kulit dan penglihatan. 

Karena itu, pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin D selama masa kehamilan. Anda bisa mendapatkannya dari paparan sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkannya dari susu yang diperkaya dengan vitamin D.

  • Kalsium

Tubuh Anda memerlukan kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Kalsium juga memungkinkan darah membeku secara normal, saraf berfungsi baik, dan jantugn berdetak dengan normal.

Produk susu adalah sumber kalsium terbaik. Tingkatkan asupan kalsium Anda untuk memastikan berat badan janin dalam kandungan.

Makanan penambah berat badan janin

Setelah mengetahui jenis-jenis nutrisi yang diperlukan, berikut ini rekomendasi makanan penambah berat badan janin yang bisa Anda konsumsi:

  • Jus jeruk

Mengonsumsi segelas jus jeruk bisa memberikan asupan vitamin C, kalsium, serta folat dalam tubuh Anda. Nutrisi ini akan meningkatkan kesehatan Anda dan juga mendukung tumbuh kembang janin, membuat janin memiliki berat badan ideal dalam kandungan.

Selain itu, dengan nutrisi ini, Anda juga bisa mengurangi resiko bayi terkena cacat lahir. Jus jeruk bisa membantu menjaga metabolisme dan fungsi otot tubuh Anda saat hamil secara keseluruhan. 

  • Yogurt

Yogurt merupakan salah satu produk susu yang bisa Anda andalkan sebagai makanan penambah berat badan janin. Di dalamnya, terdapat kandungan nutrisi kalsium, protein, vitamin B, zinc, dan nutrisi pembangun tulang lainnya.

Anda bisa mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan dengan mengonsumsi yogurt. Selain itu, kesehatan gigi dan tulang Anda pun akan ikut terjaga selama masa kehamilan. 

  • Ubi

Ubi adalah makanan yang kaya akan serat, kalsium, vitamin C, vitamin B6, dan zat besi.s Selain itu, beta-karoten dalam ubi akan diolah menjadi vitamin A oleh tubuh Anda. 

Vitamin A penting untuk kulit, tulang, dan mata janin dalam kandungan. Karena itu, penting bagi Anda untuk meningkatkan asupan vitamin A saat hamil, salah satunya lewat ubi. 

Itulah beberapa rekomendasi makanan penambah berat badan janin yang bisa Anda konsumsi. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kadar nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi saat hamil demi kesehatan janin Anda.

Rekomendasi Perlengkapan Ibu Hamil Sepanjang Trimester Kehamilan
Kehamilan

Rekomendasi Perlengkapan Ibu Hamil Sepanjang Trimester Kehamilan

Persiapan perlengkapan ibu hamil harus dimulai bahkan sebelum Anda positif hamil. Persiapan ini berfokus pada persiapan fisik dan mental ibu dalam menghadapi masa kehamilan. Kehamilan itu sendiri merupakan masa membahagiakan yang terkadang terasa sulit dan melelahkan. Nah agar memudahkan aktivitas Anda sebagai ibu hamil selama 9 bulan ke depan, berikut daftar perlengkapan yang perlu dimiliki di tiap trimester kehamilan.

Perlengkapan ibu hamil trimester pertama

  1. Pereda mual

Untuk kebanyakan wanita, mual dan muntah merupakan gejala awal terjadinya kehamilan. Jika mual membuat Anda lemas, Anda mungkin dapat mengemut permen jahe.Jahe telah terbukti dapat mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Penelitian menyarankan batas maksimal konsumsi dalam sehari adalah sebanyak 1000 mg. 

  1. Suplemen asam folat

Kebutuhan akan asam folat harus dipenuhi untuk mendukung tahap perkembangan janin di trimester pertama. Asupan asam folat  harus terpenuhi dengan baik untuk mencegah risiko cacat tabung saraf pada bayi di trimester pertama pertumbuhannya dalam kandungan. Dengan kata lain, Anda harus mulai mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat bahkan sebelum Anda hamil dan terus mengonsumsinya selama kehamilan. 

  1. Krim untuk stretch mark

Seiring membesarnya perut, kondisi kulit juga akan terus mengalami perubahan selama kehamilan.Sejak awal kehamilan, ada baiknya untuk segera mencari rekomendasi pelembap kulit yang cocok untuk mengatasi kulit kering, gatal, dan mencegah terjadinya stretchmark pada kulit. Hindari losion penghilang stretch mark yang mengandung retinoid. Pastikan pilih produk penghilang stretch mark yang sudah terdaftar di BPOM. 

Perlengkapan ibu hamil di trimester kedua

  1. Sabuk kehamilan

Sabuk ini berupa tali elastis tebal yang digunakan di bawah perut untuk membantu menopang berat perut. Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir perut tertekan karena pakaian atau barang bawaan lain yang Anda bawa.

  1. Sepatu yang nyaman

Hindari sepatu dengan hak tinggi karena dapat berisiko ada kehamilan Anda. Apalagi mengingat sepatu dengan hak dapat meningkatkan risiko Anda untuk terjatuh, sebaiknya segera dihindari.

  1. Bra khusus ibu hamil

Di toko khusus pakaian dalam wanita, mintalah saran pramuniaga untuk memilihkan bra khusus ibu hamil yang nyaman. Dengan begitu, Anda tidak perlu bolak-balik membeli bra baru karena perubahan bentuk payudara secara terus menerus.

  1. Pakaian yang nyaman dan longgar

Jika Anda tidak memiliki banyak pakaian dengan model seperti ini, ada baiknya untuk segera mencicil memilikinya dari sekarang.Pakaian khusus ibu hamil merupakan perlengkapan kehamilan yang penting, mengingat bentuk tubuh akan terus berubah secara signifikan.

  1. Bantal tidur ibu hamil

Saat perut sudah mulai membesar, ibu hamil akan mulai kesulitan untuk dapat tidur dengan nyaman. Itulah sebabnya, keberadaan bantal khusus akan sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur para ibu hamil.

Perlengkapan ibu hamil di trimester ketiga

Trimester ketiga merupakan periode mulai munculnya tanda-tanda persalinan. Perlengkapan yang perlu ibu hamil persiapkan di masa ini cukup beragam, dan kebanyakan sudah berfokus pada kebutuhan bayi. Mulai dari tempat tidur bayi, keranjang bayi, mainan bayi, hingga perlengkapan lainnya seperti pakaian dan alat-alat mandi bayi seperti popok, perlengkapan bayi, dan perlengkapan menyusui.

Ada banyak mitos yang mengatakan bahwa membeli perlengkapan bayi sebaiknya dilakukan saat sudah mendekati persalinan. Namun, ibu hamil sebetulnya sudah dapat mulai mempersiapkan segala perlengkapan bayi dan kebutuhan lainnya saat sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Anda bisa cek toko SehatQ.com untuk membeli perlengkapan ibu hamil.

Kehamilan

Tanda-tanda Ibu Akan melahirkan dalam Waktu Dekat

Secara umum setiap perempuan pasti pernah mengalami keputihan, termasuk ibu hamil yang juga mengalaminya. Kondisi ini bisa terjadi di awal kehamilan maupun di akhir masa kehamilan, keputihan tanda persalinan biasanya memiliki tersendiri. Hal ini sangat disarankan untuk diketahui agar nantinya baik ibu hamil maupun keluarga tidak keliru dalam mengambil keputusan.

Biasanya keputihan menjelang waktu persalinan tak berwarna putih jernis seperti biasanya, melainkan beberapa warna yang muncul seperti keruh kemerahan, cokelat atau merah muda. Terdapat beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali terhadap keputihan sebagai tanda waktu kelarihan sudah dekat.

Ciri Keputihan Tanda Persalinan

  1. Warna Keputihan Keruh, Seperti Darah

Ketika ibu hamil mengalami keputihan yang lebih cenderun kental pada dan berwarna cokelat keruh, ini menunjukkan tanda bahwa bayi tengah mencari jalan lahir, kondisi ini juga disebut dengan bloody show.

Munculnya bloody show sebagai akibat dari adanya peluruhan sumbaran lendir, lendir yang tersumbar bisa luruh sewaktu-waktu. Namun biasanya terjadi 12 hari menjelang persalinan, bentuknya seperti jeli dan terdapat gasir cokelat kemerahan, disebut juga lendir darah.

Lendir darah akan keluar sedikit demi sedikit hingga dalam jumlah yang banyak, namun jika kondisi ini terjadi pada kehamilan pertama maka persalinan bisa terjadi dalam beberapa hari setelah keadaan ini terjadi dan jika pada kehamilan kesekian persalinan terjadi dalam beberapa jam.

  • Kram dan Nyeri Punggung

Munculnya keputihan ini disertai dengan ibu hamil sering merasakan kram di selangkangan dan nyeri punggung. Kondisi ini terjadi karena otot dan juga persendian mengalami peregangan dan geseran, yang nantinya dipergunakan sebagai jalan lahir bayi.

  • Keputihan Lebih Banyak

Keputihan ini sangat normal terjadi di masa kehamilan, penyebabnya darah yang mengalir ke area serviks akan lebih banyak ketika masa kehamilan. Sehingga produksi lendir yang keluar dari jalan lahir aka semakin tinggi, keputihan ini terdiri dari sekresi leher rahim, sel-sel tua dari dinding vagina dan flora bakteri normal.

Keputihan yang menandakan waktu persalinan sudah dekat, pada umumnya akan memiliki warna putih atau putih memudah. Sementara itu volumenya akan meningkat seiring dengan waktu hari perkuaan (HPL) sudah dekat dan hal ini harus diperhatikan dengan seksama.

  • Bayi Terasa di Tubuh Bagian Bawah

Keputihan dengan kondisi bayi terasa seolah-olah sudah berada di bagian bawah, kondisi ini pada umumnya muncul ketika ibu hamil memasuki trimester ketiga. Posisi bayi sudah berada di bawah dan kepala bayi akan masuk panggul, dalam fase ini ibu hamil akan lebih sering buang air kecil dan keputihan akan semakin meningkat.

  • Sendi Terasa Longgar

Pada masa kehamilan, hormon relaksin membuat ligamen sedikit lebih longgar, hormon yang sama juga akan melonggarkan sendi menjelang persalinan dilakukan. Kondisi tersebut merupakan salah satu cara tubuh bereaksi untuk membuka panggul guna mempersiapkan jalan lahir si bayi.

  • Penipisan dan Pembukaan Serviks

Keputihan tanda persalinan selanjutnya ketika usia kehamilan masuk ke trimester ketiga, serviks akan mengalami peregangan dan menipis yang mana kondisi ini merupakan sebuah tanda bahwa bagian bawah rahim sudah bersiap untuk melakukan proses persalinan, serviks akan menipis juga mudah terbuka.

Semakin dekat waktu persalinan, maka pembukaan serviks juga akan semakin membesar, nantinya tenaga medis akan melakukan pemeriksaan pembukaan jalur lahir dengan menggunakan jari. Jika pembukaan sudah masuk 10cm, maka proses persalinan bisa dilakukan segera.

Penyebab Munculnya Flek Saat Hamil Tua
Kehamilan

Penyebab Munculnya Flek Saat Hamil Tua

Perempuan hamil selama trimester ketiga akan mengalami pendarahan vagina, hal ini terjadi pada satu dari 10 perempuan. Ketika masa kehamilan dimulai, serviks atau mulut rahim akan lebih terbuka dan melebar. Kondisi ini memungkinkan munculnya flek saat hamil tua, atau darah dalam jumlah kecil disertai dengan keputihan dan lendir,

Meski muncul dalam jumlah kecil, pendarahan atau flek ini dapat menjadi tanda masalah yang lebih serius. Sehingga untuk para ibu hamil, dalam beberapa bulan terakhir kehamilan sangat disarankan untuk melapor apa saja yang terjadi ketika konsultasi pada bidan atau dokter secepatnya. Tujuannya agar mengetahui kondisi yang terjadi sebenarnya dan bisa mengambil langkah tepat.

Penyebab Flek saat Hamil Tua

Flek ketika hamil merupakan bercak perdarahan yang ringan keluar dari vagina, kondisi ini dapat terjadi selama masa kehamilan khususnya di trimester pertama dan terakhir. Sebanyak 20 persen perempuan akan mengalami kondisi ini ketika hamil tua, warna flek bervariasi dapat merah muda, merah atau cokelat, berikut beberapa penyebab munculnya flek ini.

  • Iritasi Serviks

Iritasi serviks pada perempuan hamil bisa terjadi kapan saja pada masa kehamilan, ketika hamil muncul lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Kondisi ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, hingga akhirnya mengeluarkan flek.

  • Tanda Persalinan

Munculnya flek saat hamil hari tua bisa menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat atau bahkan tiba saatnya. Pada saat tubuh siap melahirkan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir, sumbatan tersebut berfungsi melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh.

Pada umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecokelatan, merah muda hingga sedikit kehijauan. Munculnya flek cokelat saat hamil terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan pada usia kehamilan 36 hingga 40 minggu.

  • Kehamilan Ektopik

Kondisi ini terjadi dalam beberapa kasus, flek cokelat yang muncul bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya, apabila muncul robekan di tempat terjadinya kehamilan ektopik.

  • Keguguran

Perdarahan apa saja pada masa kehamilan bisa merupakan tanda awal keguguran, perdarahan akibat keguguran ini juga disertai dengan beberapa gejala seperti kram dan nyeri pada perut, nyeri punggung bawah, keluar darah dalam jumlah banyak hingga keluarnya jaringan atau gumpalan pada vagina.

  • Gangguan Plasenta

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek cokelat ketika hamil bisa merupakan tanda masalah pada plasenta. Contohnya seperti plasenta previa, infeksi pada serviks atau rahim, kondisi ini tentu harus diwaspadai karena jika tidak segera mendapat penanganan bisa menjadi bahaya.

Penanganan

Pada umumnya munculnya flek saat hamil tua merupakan fenomena yang normal, para ibu tetap dianjurkan untuk lebih waspada dan lakukan konsultasi ke dokter kandungan. Khususnya jika keluhan ini muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti nyeri berat, perdarahan banyak dari vagina, demam hingga terasa kram atau kontraksi pada rahim.

Dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan penunjang seperti USG, guna memastikan ibu hamil dan janin dalam keadaan baik-baik saja. Apabila ditemukan masalah pada janin atau rahim, dokter akan menentukan langkah perawatan selanjutnya yang disesuaikan dengan kondisi dan janin.

Selain itu, dokter akan menyarankan ibu hamil untuk beristirahat di tempat tidur dengan membatasi aktivitas  sehari-hari, aktivitas fisik seperti mengangkat benda berat dan menjaga konsumsi air putih agar tetap terhidrasi.

Kehamilan

Bagaimana Cara Mendengar Detak Jantung Janin?

Pada masa kehamilan, janin mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan yang dapat diketahui orang tua adalah mendengar detak jantung janin. Sebagian orang tua merasa bahwa mendengar detak jantung janin merupakan momen yang penting karena dapat mengetahui kondisi janin bahwa mereka sehat.

Jika Anda merupakan orang tua yang baru memiliki anak, namun masih dalam kandungan, Anda dapat mendengar detak jantung janin baik di rumah maupun melalui dokter kandungan.

Perkembangan Detak Jantung Janin

Pada masa kehamilan empat minggu, jantung janin mulai terbentuk. Pada minggu kelima masa kehamilan, jantung janin mulai berdetak secara spontan, namun Anda belum dapat mendengarnya.

Pada minggu keenam dan ketujuh, detak jantung janin akan mengalami perkembangan secara masif. Oleh karena itu, dokter dapat membuat janji dengan Anda untuk melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi janin apakah mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.

Ketika Anda melakukan pemeriksaan dengan USG transvaginal, Anda dapat mendengar detak jantung janin antara 90 hingga 110 kali per menit. Pada minggu ke-9, detak jantung janin akan meningkat sebanyak 140 hingga 170 kali per menit.

Jika Anda sudah melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal, namun tidak mendengarkan detak jantung janin, Anda tidak perlu khawatir. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal terlalu dini. Dokter biasanya akan menyarankan pasien yang hamil untuk melakukan pemeriksaan ulang melalui USG transvaginal dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

Alat-Alat Pendeteksi Detak Jantung Janin

USG transvaginal bukan satu-satunya alat pemeriksaan yang digunakan dokter untuk mengetahui detak jantung janin, berikut adalah beberapa alat yang dapat melakukan hal yang sama terhadap janin:

  1. Stetoskop

Stetoskop merupakan salah satu alat yang dapat mendeteksi detak jantung manusia, termasuk janin. Stetoskop dapat digunakan ketika usia kehamilan Anda berada di antara 18 hingga 20 minggu. Jika Anda ingin mendengar detak jantung janin sendiri dengan stetoskop, Anda bisa beli benda tersebut dengan harga sekitar Rp 70.000,00.

  • Fetoskop

Fetoskop merupakan benda yang dapat digunakan pasien ketika usia kehamilan mereka 12 minggu.

  • Pinard horn

Pinard horn merupakan salah satu alat detak jantung yang terbuat dari kayu atau logam dan dapat digunakan ketika usia kehamilan pasien mencapai 18 hingga 20 minggu.

  • Fetal doppler

Fetal doppler merupakan salah satu alat pendeteksi jantung yang sering digunakan dokter kandungan dengan memantulkan gelombang suara untuk menggambarkan detak jantung lain. Fetal doppler dapat digunakan pasien ketika mereka memasuki usia kehamilan 8 minggu.

  • Fetal monitor

Fetal monitor merupakan alat medis yang tidak hanya digunakan untuk mengetahui detak jantung janin, namun juga dapat digunakan untuk memantau kontraksi.

Walaupun membutuhkan waktu untuk mengetahui detak jantung janin, stetoskop, fetoskop, dan pinard horn merupakan alat-alat medis yang aman untuk digunakan pasien hamil, sedangkan fetal doppler bisa menimbulkan risiko yang besar terhadap pasien jika digunakan secara berlebihan.

Cara Menjaga Kesehatan Janin

Untuk menjaga kesehatan jantung janin, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Asam folat

Anda perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat selama masa kehamilan untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi Anda.

  • Hindari kebiasaan buruk

Anda juga perlu hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol karena bisa mengganggu perkembangan janin.

  • Jaga gula darah

Anda juga perlu jaga gula darah agar tetap stabil untuk menghindari risiko cacat jantung pada bayi Anda.

  • Obat jerawat

Obat jerawat sebaiknya Anda hindari karena bisa menimbulkan kelainan jantung pada bayi Anda.

Kesimpulan

Ada berbagai cara yang dapat dicoba untuk mengetahui detak jantung janin. Selain itu, untuk menjaga kondisi janin, Anda perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan detak jantung janin atau kehamilan, Anda dapat konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter kandungan.