Kesehatan lansia

Inilah Penyakit Lansia yang Harus Diwaspadai

Memasuki usia yang tak lagi muda, tubuh secara alami akan mengalami perubahan fisik akibat proses penuaan. Penuaan dapat berpengaruh pada seluruh bagian tubuh, mulai dari rambut, kulit, otot, tulang, gigi, serta organ-organ dalam tubuh, seperti otak, ginjal, dan jantung. Perubahan tersebut bisa berdampak pada kondisi kesehatan lansia yang kita kenal sebagai penyakit lansia.

Semakin tua usia seseorang, semakin besar risiko terkena penyakit lansia. Selain alasan di atas, semua ini juga dipicu oleh menurunnya daya tahan tubuh karena menuanya usia. Menjadi sangat umum jika lansia lebih rentan mengalami penyakit menular maupun tidak menular.

Terdapat sejumlah penyakit yang semestinya diwaspadai jika seseorang telah masuk usia senja. Penyakit-penyakit ini umum sekali diderita oleh lansia:

  • Penyakit kronis

Menurut National Council on Aging, sekitar 92 persen lansia memiliki setidaknya satu penyakit kronis dan 77 persen memiliki setidaknya dua. Penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes adalah beberapa kondisi kesehatan kronis yang paling umum dan mahal yang menyebabkan dua pertiga kematian setiap tahun.

Lakukan check up rutin, menjaga pola makan yang sehat, dan rajin olahraga menjadi upaaya yang paling tepat untuk memperbaiki kualitas hidup lansia. Tak hanya itu, pola hidup sehat tersebut juga dapat membantu mengelola atau mencegah penyakit kronis. Sebab, obesitas adalah salah satu penyumbang masalah tersebut.

  • Kesehatan kognitif

Kesehatan kognitif difokuskan pada kemampuan seseorang untuk berpikir, belajar, dan mengingat. Masalah kesehatan kognitif yang paling umum dihadapi lansia adalah demensia.
Salah satu wujud dari penyakit lansia ini biasa kita kenal dengan istilah pikun.

  • Kesehatan mental

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari 15 persen orang dewasa di atas usia 60 mengalami gangguan mental. Depresi, terjadi pada tujuh persen populasi lansia. Sayangnya, gangguan mental ini sering kurang terdiagnosis dan diobati sebagai penyakit lansia yang tak kalah penting.

Orang dewasa yang lebih tua merupakan penyebab lebih dari 18 persen kematian akibat bunuh diri di Amerika Serikat. Karena depresi dapat menjadi efek samping dari kondisi kesehatan kronis, mengelola kondisi tersebut dapat membantu. Dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman terdekat dibutuhkan untuk menciptakan kesehatan mental yang baik.

  • Kesehatan mulut

Kesehatan mulut adalah salah satu masalah terpenting bagi lansia. Masih menurut CDC, ditemukan sekitar 25 persen orang dewasa di atas usia 65 tidak lagi memiliki gigi alami. Masalah-masalah seperti gigi berlubang dan kerusakan gigi dapat menyebabkan kesulitan mempertahankan diet yang sehat, menurunnya kepercayaan diri, dan kondisi kesehatan lainnya.

Masalah kesehatan mulut yang berhubungan dengan orang dewasa yang lebih tua adalah mulut kering, penyakit gusi, dan kanker mulut. Kondisi ini dapat dikelola atau dicegah dengan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

  • Malanutrisi

Malanutrisi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun sering kurang terdiagnosis dan dapat menyebabkan dan memicu penyakit lansia lainnya, seperti melemahnya sistem kekebalan tubuh dan kelemahan otot. 

Penyebab malanutrisi dapat berasal dari masalah kesehatan lainnya misalnya demensia hingga lupa makan, depresi, alkoholisme, pembatasan diet, berkurangnya kontak sosial dan terbatasnya pendapatan.

***

Perlu diingat bahwa hal yang terpenting agar terhindar dari penyakit lansia adalah dengan menjaga kesehatan sejak dini. Konsumsilah makanan bergizi, rajin berolahraga, hindari asap rokok, serta batasi asupan garam dan kurangi konsumsi minuman beralkohol agar tubuh tetap sehat seiring pertambahan usia. 

Ketika masuk usia lanjut, ada beberapa penyakit lansia yang harus diwaspadai. Dengan menjaga kesehatan dengan baik dan melakukan check up kesehatan secara rutin, diharapkan penyakit-penyakit yang rentan terjadi di usia tua dapat dihindari.