Kesehatan Wanita

Apakah Ciri-Ciri Orang Hamil 1 Minggu Dapat Dideteksi?

Terdapat beberapa ciri ciri orang hamil yang perlu diperhatikan

Menantikan kehadiran buah hati tentu menjadi hal yang paling dinantikan bagi pasangan yang sedang melakukan program kehamilan. Terlebih sudah yakin telah menjalankan pola hidup sehat, memiliki tingkat kesuburan baik dan rutin melakukan hubungan seks. Untuk itu sangat penting untuk mengenali ciri-ciri orang hamil meski dalam waktu cukup singkat.

Pada umumnya kehamilan bisa diketahui ketika usia kandungan sudah memasuki tiga sampai empat minggu. Namun, meski para calon ibu belum mengetahui gejala awal yang timbul, termasuk dari tanda-tanda kehamilan ketika kandungan baru memasuki usia satu minggu. Hal ini bisa diketahui jika calon ibu mengalami morning sickness hingga ukuran perut membesar.

Ciri-ciri Orang Hamil

Kehamilan mulai terjadi ketika sperma bersatu dengan sel telur, setelah itu nantinya sel telur yang mengalami fertilisasi akan menempel pada dinding rahim. Pada saat satu minggu usia kehamilan sebenarnya belum terdapat janin dalam perut calon ibu. Kemungkinan yang terjadi justru calon ibu sedang mengalami siklus haid terakhir sebelum hamil.

Calon ibu akan hanya akan mengalami periode menstruasi seperti biasa, yakni mengeluarkan sel telur bulan sebelumnya yang tidak terpakai. Mengenai tanda-tanda dari kehamilan yang muncul setelah satu minggu hingga kini belum bisa ditemukan atau dideteksi secara pasti. Calon ibu baru akan menyadari ketika usia kandungan sudah selama empat minggu.

Hamil dengan usia kehamilan satu minggu merupakan tahapan pertama sebelum fertilisasi terjadi dan membuahkan janin. Tanda-tanda seorang perempuan hamil pada umumnya akan mengalami mual, tidak menstruasi hingga kembung, merasa lelah, payudara membengkak atau terasa lunak, sering buang air kecil, kram perut serta bercak darah dan suasana hati berubah-ubah.

Tes USG Deteksi Hamil Usia 1 Minggu

Mendeteksi ciri-ciri orang hamil dalam rentan waktu sangat singkat tidak bisa dilakukan dengan menggunakan tes USG atau ultrasound. Tes ini tidak bisa dipakai untuk mengetahui adanya kehamilan dalam rentan waktu satu minggu. Namun, perlu diketahui bahwa tes ini bisa digunakan mengetahui apa yang membuat calon ibu kesulitan hamil.

Tes USG dapat digunakan untuk memeriksa ada tidaknya abnormalitas pada struktur organ reproduksi, seperti misalnya fibroid. Kondisi ini bisa menghambat kehamilan seseorang perempuan, lantas adakah cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi kehamilan dalam usia satu minggu, yang bisa dilakukan adalah meningkatkan peluang untuk itu dengan beberapa cara berikut ini.

  • Konsumsi Vitamin

Kebanyakan dokter akan menyarankan calon ibu memulai mengonsumsi vitamin untuk kehamilan, seperti asam folat, vitamin D dan lain sebagainya agar mengurangi risiko bayi cacat. Calon ibu bisa mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap harinya mulai dari satu bulan sebelum melaksanakan rencana kehamilan atau satu minggu sebelumnya.

  • Menjaga Pola Makan

Sangat penting bagi calon ibu untuk menjaga pola makan ketika hamil, bahkan ketika usianya kehamilan baru berusia satu minggu. Caranya bisa dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein rendah lemak, serat hingga konsumsi kemak baik untuk tubuh.

  • Paham Masa Ovulasi

Seorang calon ibu harus bisa mengetahui kapan masa ovulasi berlangsung, hal ini digunakan untuk mengetahui masa subur dan bisa merencanakan waktu yang tepat dalam berhubungan intim. Cara ini bisa dilakukan dengan mengecek kalender atau dengan melakukan konsultasi bersama dokter kandungan.

  • Olahraga Rutin

Berolahraga tak hanya bisa membantu meringankan efek menstruasi pada usia kehamilan satu minggu, tetapi juga bisa membantu dalam menjaga kehamilan setelahnya. Selain itu, olahraga rutin juga bisa memudahkan calon ibu dalam proses melahirkan.

Kesehatan Wanita

Cara Mengatasi Gejala Polip Rahim

Saat mendengar kata polip, Anda tentu mengaitkannya dengan jaringan abnormal yang tumbuh di bagian tertentu pada tubuh. Bentuk polip seperti jamur, dengan tangkai dan berukuran kecil. Salah satu tempat tumbuhnya polip adalah di dinding Rahim atau biasanya disebut dengan polip rahim. Ketika tumbuh di rahim, polip bisa tumbuh tunggul atau lebih dari satu. Ukurannya pun berbeda-beda. Mulai dari beberapa milimeter saja, hingga lebih dari 6 cm. Namun tidak perlu khawatir, pasalnya sebagain besar polip rahim sifatnya jinak.

Gejala-gejala polip rahim

Anda tidak perlu panik, polip rahim tidak selalu seperti kanker. Keduanya adalah yang berbeda. Polip rahim biasanya rentan terjadi pada wanita yang berada di dalam periode pra-menopause atau telah mengalami masa menopause. Ada gejala-gejala yang dapat dirasakan oleh penderitanya, namun ada juga yang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Berikut gejala polip rahim:

  • Keluar bercak darah meski tidak sering menstruasi
  • Pendarahan hebat
  • Pendarahan pada wanita yang telah menopause
  • Infertilitas

Salah satu faktor yang menyebabkan tumbuhnya polip rahim adalah hormon. Hormone estrogen sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan polip. Biasanya, selain wanita yang berada di fase pra-menopause dan menopause, polip rahim juga bisa terjadi pada penderita obesitas dan hipertensi. Selain itu, wanita yang mengonsumsi obat kanker payudara seperti tamoxifen juga rentan mengalami polip rahim.

Apa yang harus dilakukan?

Wajar jika penderita polip rahim merasa bingung apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Sebenarnya, polip rahim bisa hilang dengan sendirinya, karena berasal dari hormon jadi bisa datang dan pergi, tergantung dengan kondisi hormon penderitanya. Namun, ada juga langkah yang perlu dilakukan jika polip rahim tetap ada. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  • USG panggul ketika ada gejala perdarahan hebat padahal tidak sedang dalam siklus menstruasi
  • Histeroskopi untuk menggambarkan kondisi dinding rahim
  • Operasi polipektomi untuk menghilangkan polip rahim
  • Histerektomi atau prosedur pengangkatan uterus untuk menghilangkan polip. Bisa melalui vagina atau dinding perut.

Sebelum melaksanakan prosedur di atas, penting juga untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, hentikan obat juga yang akan memicu perdarahan seperti aspirin, clopidogrel, atau ibuprofen.