Kulit dan Kecantikan

Kulit Kaki Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kulit kaki kering, terlebih jika kekeringan sudah menyebabkan kulit pecah-pecah dan terasa gatal. Meski umum terjadi, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kulit kaki Anda terasa kering. Beberapa faktor berasal dari dalam diri Anda, sementara beberapa faktor lainnya berasal dari luar. Cara utama untuk mengobatinya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan menggunakan lebih banyak pelembab.

Faktor penyebab kulit kaki kering

Pada dasarnya, kulit menjadi kering apabila tidak mampu menyimpang cukup banyak air dari minyak alami dalam tubuh. Ada beberapa faktor yang paling umum menyebabkan kulit kaki kering, yaitu:

  • Eksim

Eksim adalah kondisi kulit yang terjadi akibat faktor genetik dan dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan kering. Biasanya, eksim juga bisa muncul di area kaki dan menyebabkan kekeringan pada kulit kaki.

  • Perubahan cuaca

Perubahan cuaca merupakan salah satu faktor dari luar diri yang menimbulkan kekeringan kulit kaki. Saat udara menjadi dingin atau tingkat kelembaban udara rendah, kulit rentang mengalami kekeringan. Hal ini secara khusus terjadi di musim dingin.

  • Faktor usia

Faktor usia juga mempengaruhi kondisi kulit kaki yang kering. Seiring bertambahnya usia, kulit kaki menghasilkan lebih sedikit minyak alami, sehingga lebih mudah menjadi kering. Tidak hanya pada kaki, hal ini terjadi pada seluruh bagian tubuh secara keseluruhan.

  • Penyakit

Beberapa jenis penyakit juga bisa menyebabkan gejala berupa kulit kaki yang kering. Penyakit tersebut antara lain diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, HIV, penyakit tiroid, dan sindrom Sjogren.

  • Alergi

Kulit kaki kering juga bisa disebabkan karena faktor alergi pada kulit. Ketika kulit bersentuhan dengan zat tertentu, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan dan menimbulkan reaksi alergi berupa kekeringan kulit. Zat pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda.

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang terjadi pada kulit. Kondisi ini membuat kulit menghasilkan terlalu banyak sel kulit dalam satu waktu. Akibatnya, kulit kaki menjadi kering, gatal, bersisik, pecah-pecah, bahkan berdarah.

Cara mengatasi kulit kaki kering

Mengatasi kulit kaki kering bukanlah hal yang sulit. Anda bisa melakukan berbagai upaya penyembuhan tanpa harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Upaya tersebut antara lain:

  • Memakai krim khusus kaki

Krim yang dikhususkan untuk kaki umumnya memiliki kandungan pelembab yang bisa melembabkan kulit kaki. Hal ini membantu dalam mengatasi kekeringan. Gunakan krim kaki setiap hari secara berkala. Anda bisa memakainya setiap sehabis mandi.

  • Produk hipoalergenik

Bagi Anda yang mengalami kekeringan kulit kaki akibat alergi, produk hipoalergenik bisa mungkin bisa membantu. Produk ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif agar tidak mudah muncul reaksi alergi berupa kekeringan kulit saat terpapar oleh zat tertentu.

  • Lanolin

Lanolin bisa digunakan pada kulit kering yang pecah-pecah dan kasar. Kandungan ini berfungsi untuk menjaga kelembaban pada kulit, termasuk kulit kaki. Anda bisa membeli lanolin secara bebas di apotek tanpa harus menggunakan resep dari dokter. Umumnya, produk ini digunakan oleh ibu hamil atau ibu menyusui.

Itulah beberapa upaya pengobatan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit kaki kering. Anda tidak harus berkonsultasi pada dokter apabila kondisi kekeringan belum parah dan menganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Kulit dan Kecantikan

Apakah Cleansing Oil Benar-benar Bermanfaat Bagi Kulit?

Cleansing oil berguna untuk membersihkan make-up dan kotoran di wajah

Mencuci muka menggunakan cleansing oil sedang menjadi trend yang cukup populer belakangan ini. Banyak selebriti dan ahli kecantikan merekomendasikan penggunaan cleansing oil. Menurut para dermatolog, teori di balik penggunaan oil cleanser adalah minyak dipercaya dapat membersihkan minyak berlebih karena sifat kimianya yang sama dengan minyak wajah; berbeda dengan mencuci muka menggunakan air, yang mana akan memisahkan minyak. Namun, cleansing oil tidak untuk semua orang. Kebanyakan cleansing oil cocok digunakan oleh orang-orang dengan kulit kering yang membutuhkan sedikit kelembapan pada kulit mereka, dibandingkan dengan orang-orang dengan kulit yang memproduksi banyak minyak secara alami. Jadi, seberapa efektifkah cleansing oil untuk membersihkan muka?

Teknik penggunaan cleansing oil untuk membersihkan muka melibatkan minyak murni dan handuk yang dibasahi air hangat. Beberapa wanita, terutama mereka yang mengikuti perawatan wajah ala Korea, biasanya akan menggunakan sabun pencuci muka setelah menggunakan cleansing oil untuk membersihkan bekas-bekas minyak di wajah. Tujuan menggunakan minyak bersih dan bernutrisi pada wajah di antaranya adalah:

  • Mengangkat sebum berlebih, yaitu zat berminyak yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit
  • Membersihkan pori-pori yang tersumbat seperti “whitehead” dan “blackhead”
  • Membersihkan sel kulit mati, polutan, dan makeup

Kebanyakan produk-produk pembersih makeup mengandung minyak karena cocok dalam mengangkat makeup dengan formula bebas minyak, berbasis minyak, dan tahan air dari kulit ataupun bulu mata. Sementara itu, pembersih tradisional dapat mengiritasi kulit, menyebabkan kulit kering dan jerawat, hingga akhirnya membuat kulit terlalu banyak memproduksi minyak setelah dibersihkan. Di sisi lain, cleansing oil dapat membantu menyeimbangkan kulit dan mengunci kelembapan serta hidrasi. 

Cleansing oil juga memiliki sifat penyembuhan, nutrisi penting, dan manfaat percantik kulit lainnya. Meskipun saat ini penelitian tentang manfaat cleansing oil masih terbilang sangat sedikit, sebuah studi kecil pada tahun 2010 menemukan bahwa cleansing oil cocok untuk kulit kering orang dewasa. Baru-baru ini, sebuah studi kecil lain juga menemukan bahwa orang dewasa dan anak-anak yang menggunakan minyak dua hari sekali memiliki perlindungan kulit yang berfungsi lebih baik dan lebih sedikit gejala kulit kering dibandingkan dengan mereka yang memakai pembersih bebas minyak. 

Seberapa sering cleansing oil digunakan?

Anda disarankan untuk menggunakan cleansing oil tidak lebih dari satu kali setiap harinya. Anda juga boleh tidak teratur dalam menggunakannya, khususnya sebagai sebuah bentuk perawatan spesial. Akan lebih baik apabila Anda menggunakan cleansing oil pada malam hari sehingga kulit akan terhidrasi sebelum tidur. 

Setelah menggunakan cleansing oil, kulit harus terasa fleksibel dan bebas makeup ataupun produk-produk lain. Tergantung dengan jenis kulit wajah, beberapa orang tidak perlu memakai produk pelembab setelah wajah dibersihkan menggunakan cleansing oil. 

Perlu diketahui bahwa cleansing oil dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi, dan pori-pori tersumbat. Sehingga, sangat penting untuk melakukan sedikit pengujian pada kulit terlebih dahulu sebelum mengoleskan cleansing oil pada muka Anda. Bagi orang-orang dengan jerawat kistik yang  ingin mencoba cleansing oil, konsultasi terlebih dahulu dengan dermatolog Anda untuk memastikan bahwa penggunaan minyak ini tidak akan membuat kondisi jerawat kistik menjadi semakin parah. Selain itu, beberapa penelitian memberikan bukti anecdotal bahwa penggunaan cleansing oil membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu sebelum akhirnya kulit dapat menyesuaikan. Apabila kulit menunjukkan reaksi kemerahan setelah memakai cleansing oil, Anda perlu menggunakan pembersih muka yang lembut setelah menggunakan cleansing oil, mengganti minyak, atau berhenti melakukan pembersihan dengan minyak.