loperamide
Obat

Perhatikan Aturan Mengonsumsi Loperamide, Obat Pereda Diare yang Ampuh

Loperamide adalah obat yang berfungsi untuk membantu meredakan diare. Penggunaannya akan membantu mengurangi gejala diare yang muncul. Akan tetapi penyebab diare seperti infeksi bakteri tidak dapat disembuhkan dengan loperamide. Obat ini akan membuat feses menjadi lebih padat dan memperlambat gerak usus. Dengan melambatnya gerakan usus, maka penyerapan cairan dan nutrisi makanan pun bisa lebih maksimal.

Aturan untuk mengonsumsi loperamide

Agar bisa mendapat manfaat maksimal, Anda perlu mengonsumsi loperamide dengan cara yang tepat. Obat ini memiliki sediaan dalam bentuk tablet, kapsul, dan liquid. Ikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi loperamide. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi loperamide.

  • Minum obat loperamide setelah Anda Buang Air Besar (BAB).
  • Konsumsi air yang cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi selama menggunakan obat loperamide.
  • Konsumsi makanan yang lunak dan tidak melukai lambung selama proses mengunakan obat loperamide.
  • Dosis yang diberikan oleh dokter akan disesuaikan dengan kondisi tubuh, berat badan, dan usia pasien.
  • Tablet loparamide perlu langsung ditelan (jangan dihancurkan, dibelah, atau digerus) kecuali pada tablet kunyah.
  • Untuk loperamide dalam bentuk tablet kunyah perlu diminum ketika perut kosong. Anda juga perlu mengunyah hingga lembut sebelum menelan obat ini agar khasiatnya maksimal.
  • Loperamide sediaan liquid hanya diberikan pada anak usia 2-6 tahun.

Efek samping loperamide

Obat loperamide juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang umum terjadi dan tergolong ringan setelah mengonsumsi loperamide yaitu:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sembelit
  • Lelah
  • Ruam kulit
  • Gatal ringan
  • Nyeri perut ringan

Efek samping parah juga mungkin muncul. Jika berbagai gejala berupa efek samping parah muncul maka Anda perlu menghentikan penggunaan obat segera hubungi dokter.

  • Diare semakin memburuk
  • Nyeri perut semakin kuat
  • Diare berdarah atau cair seperti air
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Bengkak di wajah atau lidah
  • Nyeri kulit
  • Ruam keunguan dan melepuh
  • Rasa terbakar pada mata


Kondisi khusus yang perlu diperhatikan

Kondisi khusus berupa riwayat penyakit tertentu bisa berpengaruh pada penggunaan loperamide. Penting bagi Anda untuk konsultasi terkait riwayat penyakit pada dokter sebelum mengonsumsi loperamide. Beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai yaitu:  

  • Kerusakan hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Sakit perut tanpa diare
  • Penyakit radang usus akut
  • Distensi abdomen

Interaksi loperamide dengan obat lain

Selain kondisi medis seseorang, interaksi obat juga perlu diperhatikan guna mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul. Anda perlu menghindari mengonsumsi loperamide bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ini merupakan beberapa obat lain yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan loperamide serta efek samping interaksi yang ditimbulkan.

  • Inhibitor P-glikoprotein (quinidine, ritonavir) yang digunakan bersama dengan loperamide akan meningkatkan kadar plasma.
  • Obat-obatan berupa antikolinergik, antispasmodik, morfin, antidepresan trisiklik, dan antihistamin yang digunakan bersama dengan loperamide akan membuat efek samping berupa sembelit.

Satu hal yang perlu diingat bahwa loperamide tidak dapat  mengatasi infeksi bakteri yang seringkali menjadi penyebab terjadinya diare. Obat ini lebih cocok digunakan untuk pasien diare dengan penyakit radang usus. Penggunaan loperamide sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sehingga bisa mendapatkan dosis yang tepat dan sesuai. Selain itu, dengan pengawasan dokter maka risiko efek samping obat juga dapat ditekan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara online malalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Oxymetazoline merupakan jenis obat yang dapat mengatasi kongesti nasal atau hidung tersumbat
Obat

Oxymetazoline

Oxymetazoline merupakan jenis obat yang dapat mengatasi kongesti nasal atau hidung tersumbat. Hidung tersumbat disebabkan oleh demam atau alergi.

Oxymetazoline dikategorikan sebagai obat dekongestan dan dapat diperoleh melalui resep dokter. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati untuk menggunakan obat tersebut. Obat tersebut juga tersedia dalam bentuk semprot hidung dan topikal, dan bisa digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa. Beberapa merek obat oxymetazoline yang ada di Indonesia adalah Afrin, Iliadin, dan Insa Nasal.

Kegunaan Obat Oxymetazoline

Oxymetazoline memiliki kegunaan dalam menyusutkan pembuluh darah pasien. Hidung pasien bisa tersumbat karena pembuluh darah melebar. Tidak hanya itu, pembuluh darah yang lebar juga dapat menimbulkan ruam pada kulit pasien.

Dosis Obat Oxymetazoline

Jika Anda ingin menggunakan obat oxymetazoline, Anda perlu gunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Dosis pada setiap pasien berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tanyakan persoalan tersebut ke dokter terlebih dahulu. Berikut adalah dosis yang dianjurkan:

  • Semprot hidung

Pasien perlu menyediakan semprot hidung dengan konsentrasi 0,05 persen. Obat oxymetazoline dalam kemasan semprotan perlu digunakan sebanyak 1 hingga 2 semprotan pada masing-masing lubang hidung pasien. Penggunaan semprotan tersebut juga berlaku selama 3 hari. Dosis tersebut berlaku bagi anak-anak yang berusia di atas 6 tahun dan orang dewasa.

  • Topikal

Obat oxymetazoline dalam bentuk topikal dapat digunakan orang dewasa. Mereka perlu menyediakan krim dengan konsentrasi 1 persen yang dioleskan ke seluruh wajah sekali sehari.

Efek Samping Obat Oxymetazoline

Sama seperti obat lain, obat oxymetazoline dapat menimbulkan berbagai efek samping. Berikut adalah kondisi yang bisa dialami pasien (oxymetazoline dalam bentuk semprotan):

  • Sakit kepala.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tubuh terasa gemetaran.
  • Kesulitan tidur.
  • Peningkatan lendir pada hidung (hidung tersumbat).
  • Pandangan kabur.
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.

Obat oxymetazoline dalam bentuk topikal dapat menimbulkan kondisi sebagai berikut:

  • Jerawat.
  • Gatal.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Peradangan.

Pengaruh Obat Oxymetazoline dengan Obat Lain

Selain efek samping di atas, Anda juga perlu waspada jika mengkonsumsi obat tersebut dengan obat lain, karena dapat menimbulkan kondisi berikut:

  • Krisis hipertensi karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI), reversible monoamine oxidase inhibitors (RIMA), dan moklobemid.
  • Risiko yang lebih besar terhadap toksisitas kardiovaskular karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan agen anti Parkinson.
  • Risiko yang lebih besar terhadap disritmia karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan glikosida jantung.
  • Risiko yang lebih besar terhadap hipertensi dan aritmia karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan antidepresan trisiklik (TCA), obat penekan nafsu makan, dan obat psikostimulan.
  • Risiko yang lebih besar terhadap ergotisme karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan alkaloid ergot.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk atau mengalami penyakit tertentu, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih cocok untuk Anda.

Kesimpulan

Obat oxymetazoline dapat mengatasi hidung tersumbat. Meskipun demikian, obat tersebut juga dapat menimbulkan berbagai efek samping sehingga perlu ditangani lebih lanjut jika kondisi pasien memburuk. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat oxymetazoline atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang obat tersebut, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

ometilson
Obat

Beberapa Kemungkinan Penyebab Interaksi Obat Ometilson

Ometilson adalah salah satu merek dagang dari methylprednisolone. Obat ini berfungsi untuk mengatasi masalah peradangan, gangguan darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga alergi. Sebagai methylprednisolone, Ometilson termasuk obat golongan kortikosteroid di mana ia akan bekerja dengan menggantikan hormon alami yang tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup oleh kelenjar adrenal.

Ometilson dengan kandungan utama methylprednisolone 4 miligram termasuk ke dalam obat keras. Obat ini tak boleh digunakan secara bebas dan sembarangan. Seseorang hanya dapat menggunakan produk ini setelah mendapat resep dari dokter.

Methylprednisolone dalam Ometilson bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan. Karena bentuknya tablet, penggunaan Ometilson barang tentu hanya melalui oral. Ia akan diserap oleh tubuh dan langsung melakukan tugasnya sebagai antiinflamasi dan/atau imunosupresan.

Karena dapat menyebabkan efek samping pada organ pencernaan, Ometilson amat disarankan dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan. Selain itu, ada banyak aturan terkait penggunaan obat ini. Salah satu yang paling disoroti adalah interaksi obat. Beberapa jenis obat mungkin akan memberikan efek tertentu jika digunakan secara bersamaan dengan Ometilson.

Kiranya, berikut beberapa kemungkinan terkait potensi interaksi obat dari Ometilson:

  • Penggunaan aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat bersama dengan Ometilson yang mengandung methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar. Selain itu penggunaan bersama dengan NSAID lain juga berpotensi menimbulkan efek GI.
  • Penggunaan ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir bersama dengan methylprednisolone yang terkandung di dalam Ometilson dapat menyebabkan terganggunya kerja ini.
  • Selain itu, penggunaan bersama dengan siklosporin meningkatkan risiko kejang.
  • Kehilangan penekan adrenal yang diinduksi kortikosteroid jika dikonsumsi secara bersamaan dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalaemia dengan agen penipisan K (misal. Amfoterisin B, diuretik).
  • Penurunan pembersihan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Peningkatan clearance dengan kolestyramine.
  • Peningkatan risiko aritmia dengan digitalis glikosida.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Peningkatan metabolisme dengan penginduksi CYP3A4.
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4.
  • Obat-obatan lain seperti cyclosporine, insulin atau obat diabetes oral, obat-obatan HIV/AIDS (efavirenz, nevirapine, ritonavir), hingga obat untuk kejang-kejang (phenobarbital, phenytoin).

Selain itu, mengonsumsi Ometilson dengan kandungan aktif methylprednisolone bersamaan dengan konsumsi alkohol atau tembakau juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Meski belum ada penelitian atau bukti sahih terkait hal ini. Lebih baik selalu mengonsultasikan dengan dokter terkait kemungkinan obat ini berinteraksi dengan Diskusikan penggunaan obat makanan tertentu, alkohol, atau tembakau.

Kemudian juga menjadi penting seseorang mengikuti aturan atau petunjuk dari dokter selama mengonsumsi obat ini. Mungkin, masing-masing orang akan memiliki perbedaan terkait dosis dan jadwal minum untuk obat ini. Namun, pada umumnya, Ometilson memiliki dosis aman sekitar 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.

Jika Anda diharuskan meminum Ometilson dalam dosis yang berbeda-beda setiap hari, atau jika Anda diminta meminum obat ini hanya beberapa hari sekali, tandai kalender Anda sebagai pengingat. Jangan menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter. Memperbanyak dosis tidak menjamin kecepatan proses penyembuhan. Hal ini justru dapat meningkatkan risiko efek samping.

Tak hanya itu, ada kemungkinan seseorang mengalami overdosis obat. Jika itu terjadi pada Anda atau orang-orang di sekitar Anda, segeralah mencari pertolongan medis.  Begitu sebaliknya, pengguna Ometilson juga dapat mengalami efek putus obat andai dalam waktu yang tiba-tiba menghentikan pemakaian. Penggunaan Ometilson dalam jangka panjang biasanya akan mulai dikurangi sebelum benar-benar bisa dihentikan. Ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan risiko tersebut.

Obat

Teh dan Minyak Esensial Bisa Jadi Obat Asma?

Tidak ada perawatan rumahan atau “home remedies” untuk serangan asma. Penyakit ini hanya bisa diatasi menggunakan obat asma, menghindari pemicu serangan asma, dan membuat rencana tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang menderita serangan asma. Selalu bawa inhaler penyelamat untuk memberikan pertolongan segera apabila ada serangan asma tiba-tiba. Serangan asma berpotensi untuk mengancam nyawa. Dan carilah bantuan medis apabila gejala yang dirasakan tidak semakin membaik meskipun inhaler penyelamat telah digunakan.

Serangan asma dapat bersifat minor. Akan tetapi, kondisi ini dapat berubah menjadi berbahaya dengan cepat. Saat serangan asma terjadi, jalur udara menyempit akibat peradangan dan pembengkakan, dan otot di sekitarnya ikut mengencang. Tubuh juga memproduksi ekstra lendir, membatasi udara yang melewati tabung bronkial, membuat bernapas dengan baik menjadi sangat sulit. Tanda-tanda serangan asma di antaranya adalah batuk yang tidak berhenti, mengi, sesak napas, bernapas dengan cepat, dan wajah pucat dan berkeringat. Mengatasi gejala tersebut dengan cepat dapat membantu mencegah serangan asma menjadi lebih parah. Apabila gejala tersebut tidak semakin membaik meskipun telah mendapatkan penanganan dan obat asma, carilah bantuan medis kegawatdaruratan secepatnya.

Home remedies (perawatan rumahan)

Beberapa orang percaya bahwa perawatan komplementer dapat membantu mengatasi asma. Akan tetapi, tidak ada penelitian ilmiah bahwa obat asma alternatif dan alami ini dapat mengobati serangan asma. Beberapa “home remedies” tersebut di antaranya adalah:

  • Teh atau kopi berkafein

Kafein yang ada pada teh hijau atau hitam dan kopi dipercaya dapat membantu mengatasi serangan asma. Kafein bekerja dengan cara yang mirip obat asma populer, seperti theophylline, yang membuka saluran udara. Tinjauan penelitian tahun 2010 menemukan bahwa kafein dapat sedikit meningkatkan fungsi pernapasan pada orang-orang yang menderita asma selama 4 jam. Sayangnya, bukti yang menunjukkan bahwa kafein dapat meredakan gejala asma sangat sedikit. Dan penelitian lanjutan perlu dilakukan.

  • Minyak esensial eucalyptus

Menurut tinjaun penelitan tahun 2013, minyak esensial memiliki sifat anti peradangan yang dapat membantu merawat asma. Salah satu minyak esensial tersebut adalah minyak esensial eucalyptus. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa 1,8 cineole, elemen utama minyak eucalyptus, dapat mengurangi peradangan saluran udara pada tikus. Dipercaya menghirup uap minyak esensial eucalyptus dapat membantu mereka yang menderita asma.

Namun, penting untuk diketahui bahwa penelitian telah menemukan minyak esensial, termasuk minyak eucalyptus, juga melepaskan zat kimia yang berpotensi membahayakan. Bukti lebih dibutuhkan, namun zat yang terkandung dalam minyak esensial malah dapat mebuat gejala asma menjadi semakin buruk. Karena FDA tidak mengawasi minyak esensial, penting untuk berhati-hati dalam memilih merek minyak esensial, dan perhatikan keamanan, kemurnian, dan kualitas dari produk tersebut. Gunakan minyak esensial dengan sangat berhati-hati. Dan jangan menggunakannya ketika serangan asma terjadi.

  • Minyak esensial lavender

Lavender merupakan minyak esensial lain yang menujukkan adanya harapan. Studi tahun 2014 menemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender dari difusser dapat mengurangi peradangan akibat alergi, dan meringankan asma. Sama halnya dengan perawatan atau obat asma alternatif lainnya, minyak lavender tidak boleh digunakan saat kasus kegawatdaruratan.

Serangan asma dapat berubah menjadi serius dengan cepat, dan serangan tersebut dapat datang dengan tiba-tiba. Obat asma alternatif tersebut di atas belum terbukti secara ilmiah dapat mengatasi serangan asma. Gunakan inhaler penyelamat sebagai pertolongan pertama saat terjadi serangan asma dan carilah bantuan medis apabila gejala tidak membaik setelah inhaler penyelamat digunakan.

Obat

Pola Makan yang Tepat, Bagian dari Obat Maag

Banyak dari kita yang mengenal nyeri lambung dengan sebutan maag. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut gastritis. Suatu gangguan yang melibatkan peradangan dan iritasi dinding lambung. Gangguan medis ini dapat terjadi tiba-tiba atau akut, ada juga yang berlangsung lama atau kronis.

Bagi kebanyakan orang, maag dianggap sebagai gangguan medis ringan dan akan reda dengan sendirinya. Namun, beberapa mengalami gejala yang berat, hingga terjadi luka di saluran pencernaan. Jika sudah demikian, tentu Anda tidak dapat menunggu gangguan tersebut menghilang, tapi perlu obat maag untuk mengatasinya.

Saat berbicara tentang obat maag, bukan hanya mencakup tablet atau sirup obat saja. Melainkan juga makanan yang dikonsumsi.

Asupan makanan memainkan peranan penting bagi kesehatan saluran pencernaan, serta tubuh secara umum. Sebagai contoh, maag dapat terjadi akibat konsumsi alkohol berkepanjangan atau konsumsi alkohol terlalu banyak dalam satu waktu. Oleh sebab itu, menghindari makanan tertentu dan menggantinya dengan pilihan makanan lain dapat membantu mengatasi kondisi medis yang satu ini.

Perbaikan asupan makanan sebagai bagian dari perawatan maag

Ada beberapa makanan yang dapat menjadi obat maag. Mengonsumsinya akan membantu untuk merawat gastritis serta mengurangi gejalanya.

Pilihan pertama jatuh pada jenis makanan yang kaya serat. Jenis makanan ini akan sangat membantu untuk memperbaiki kondisi maag yang Anda derita. Apel, oat, brokoli, dan wortel merupakan beberapa jenis makanan yang mengandung serat tinggi.

Anda juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Lemak yang tinggi dapat memperburuk peradangan pada lapisan lambung. Tapi, bukan berarti Anda harus menjadi seorang vegetarian. Daging tetap dapat dikonsumsi, tapi pilihlah ikan atau ayam dengan bagian yang sangat sedikit lemaknya, seperti dada. Ingat, goreng-gorengan juga termasuk jenis makanan yang perlu dibatasi ya!

Kondisi lambung yang iritasi juga sangat tidak bersahabat dengan asam. Maka, pilihlah makanan yang tidak asam, bahkan cenderung basa. Pilihan terbaik jatuh pada sayur-sayuran.

Meski demikian, Anda disarankan untuk mengonsumsi yoghurt, sebagai asupan probiotik yang sangat baik bagi pencernaan. Banyak orang terkecoh, rasa yoghurt yang asam kerap membuat orang mengira makanan ini tidak baik dikonsumsi oleh penderita maag.

Di samping itu, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan pedas. Layaknya makanan asam, makanan pedas juga berpotensi memperburuk kondisi iritasi yang terjadi pada lambung Anda.

Tidak hanya makanan, Anda juga perlu lebih cermat dalam mengonsumsi minuman. Minuman bersoda dan mengandung kafein sebaiknya dihindari.

Merawat gastritis dengan obat maag

Perubahan pola makan dan jenis asupan makanan biasanya dapat menolong dalam perbaikan kondisi maag. Namun, jika Anda telah melakukannya selama seminggu dan masih tidak ada perbaikan, tandanya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Mereka yang menderita maag, terlebih dalam waktu yang lama, memang kadang membutuhkan perawatan untuk meredakan gejalanya. Biasanya dengan pemberian obat maag.

Obat maag yang diberikan oleh dokter akan disesuaikan dengan jenis gastritis yang terjadi serta tingkat keparahannya. Jenis obat yang diberikan antara lain antasida, proton-pump inhibitor (PPI), H2 blocker, serta antibiotik.

Antibiotik diberikan dalam rangkaian obat maag sebab gangguan medis ini dapat pula disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori.

Selain rangkaian obat tersebut, dokter sudah pasti akan menyarankan perubahan gaya hidup, termasuk menerapkan pola makan yang lebih sehat. Jadi, konsumsi obat maag dan pola makan yang sehat perlu dilakukan berdampingan jika Anda ingin mengatasi masalah gastritis ini.

Obat

Peran Penting Vitamin K untuk Kesehatan yang Tidak Boleh Dilewatkan

Sudah tidak perlu diragukan bahwa vitamin memiliki peran penting bagi tubuh. Begitu banyak jenis vitamin, seperti vitamin A, C, D, E, bahkan vitamin B, masing-masing vitamin memiliki manfaatnya tersendiri untuk kesehatan tubuh.

Vitamin K memang tidak begitu populer dibanding dengan vitamin lain, seperti vitamin C atau A. Namun, kandungan vitamin ini memiliki peran vital yang berkaitan dengan pendarahan dalam tubuh manusia. Dalam kasus ini, pendarahan dapat disebabkan berbagai faktor, seperti cedera atau penyakit tertentu.

Vitamin K berperan dalam membantu untuk mencegah pendarahan agar tidak semakin bertambah parah, sehingga tubuh tidak kehilangan terlalu banyak darah. Ia juga berfungsi untuk mengendalikan pembekuan darah. Lalu, seperti apa manfaat vitamin K lebih jelasnya? Mari simak penjelasannya berikut!

Apa saja manfaat vitamin K untuk kesehatan tubuh?

Seperti yang telah disebutkan, bahwa vitamin K dapat mengontrol pembekuan darah. Jika seseorang tidak memiliki kandungan vitamin K yang cukup, maka ia berisiko mengalami pendarahan hebat yang sulit dikendalikan, seperti pendarahan di sekitar area telinga, hidung, atau mata.

Vitamin K memiliki sifat mudah larut dalam lemak. Hal tersebut menjelaskan bahwa, vitamin K dapat menjaga kandungan kalsium dan darah, sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya penggumpalan darah. Secara singkat, beberapa manfaat yang ditawarkan vitamin K untuk kesehatan tubuh, antara lain:

  • Mencegah terjadinya diabetes.
  • Mencegah terjadinya pendarahan pada organ hati.
  • Mencegah faktor pemicu kanker.
  • Mendukung pertumbuhan tulang.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Membantu proses pembekuan darah.

Lalu, dari manakah vitamin K didapatkan? Dalam upaya memenuhi kebutuhan vitamin K untuk tubuh, Anda dapat mengonsumsi makanan bergizi, khususnya sayuran jenis kacang-kacangan. Anda dapat mengonsumsi kacang polong atau kacang kedelai sebagai pilihan. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi olahan hati sapi sebagai alternatif.

Dengan tercukupinya kebutuhan vitamin K pada tubuh, maka risiko terjadinya gangguan pendarahan dapat dikurangi. Selain itu, jika Anda mengalami cedera yang dapat mengakibatkan luka, proses pembekuan darah dapat berlangsung lebih cepat, sehingga dapat mencegah pendarahan berlebih.

Obat

Penuhi Kebutuhan Vitamin B2 agar Tetap Produktif dan Berenergi

Jika terdapat pertanyaan apakah vitamin B dan B2 itu berbeda atau tidak, mungkin hanya sebagian kecil dari kita yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

Pada dasarnya, vitamin B memiliki banyak varian. Kekurangan vitamin B varian tertentu dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Sebagai contoh, jika tubuh kekurangan vitamin B1, maka akan meningkatkan risiko terkena penyakit beri-beri. Lalu, bagaimana dengan vitamin B2? Apa saja fungsi vitamin B2 untuk kesehatan tubuh dan efek samping apa yang mungkin terjadi jika kekurangan vitamin tersebut?

Fungsi vitamin B2

Salah satu fungsi penting dari vitamin B2 adalah membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi sel tubuh lain agar terus memberikan energi yang cukup selama satu hari penuh.

Ada pun fungsi lain dari vitamin B2 adalah membantu pemecahan lemak, protein, dan karbohidrat dalam tubuh yang kemudian akan diubah menjadi energi. Jika kita mengonsumsi vitamin B2, maka energi kita akan berangsur-angsur meningkat.

Khususnya bagi ibu hamil, vitamin B2 harus terus tercukupi kebutuhannya. Pasalnya, kekurangan vitamin B2 akan berisiko memicu terjadinya hipertensi ketika kehamilan atau preeklamsia dan dapat membahayakan pertumbuhan janin.

Apa yang terjadi jika tubuh memiliki vitamin B2 dalam jumlah yang terlalu banyak?

Mengonsumsi apa pun jika dilakukan dalam porsi yang terlalu berlebihan akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Hal tersebut juga berlaku jika kita mengonsumsi vitamin B2 dalam jumlah yang banyak.

Idealnya, jumlah vitamin yang dianjurkan untuk pria berusia lebih dari 19 tahun adalah sekitar 1,3 mg per hari dan 1,1 mg per hari bagi wanita dewasa. Kebutuhan vitamin B2 khusus untuk ibu hamil adalah sekitar 1,4 mg per hari dan 1,6 mg per hari bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui.

Vitamin B2 ini dapat Anda temukan pada kacang-kacangan, susu, daging, telur, dan sayuran hijau. Anda juga dapat mengonsumsi vitamin B2 khusus untuk memenuhi kebutuhan vitamin B2 dalam tubuh. Namun, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi ini.

Obat

Sudah Kenal Manfaat Vaksin BCG? Saatnya Cari Tahu Infonya di Sini

Jika mendengar tentang vaksin BCG, mungkin Anda akan langsung terpikirkan tentang penyakit tuberkulosis (TB). Vaksin BCG memang digunakan untuk membantu pencegahan penyakit tuberkulosis dan dapat diberikan kepada orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Pemberian vaksin ini direkomendasikan bagi orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan penderita TB. Pemberian vaksin ini sudah termasuk dalam imunisasi dasar bagi bayi usia 0-2 bulan di Indonesia.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin BCG?

Sebagai vaksin yang digunakan untuk infeksi TB, BCG akan diberikan secara intradermal. Pemberian dosis vaksin BCG berbeda-beda untuk tiap orangnya, maka dari itu akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Pemberian dosis vaksin BCG biasanya berkisar 0.1 mL bagi orang dewasa dan 0.05 mL bagi anak-anak yang berusia kurang dari 12 bulan. Pemberian vaksin ini menggunakan cara injeksi lambat pada bagian otot deltoid.

Vaksin BCG tidak hanya digunakan untuk pencegahan infeksi TB, namun dapat juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi keganasan pada kandung kemih. Dalam kasus ini, vaksin BCG akan diberikan secara intravesikal berbentuk larutan dengan aturan penggunaan sekali dalam seminggu selama enam minggu ke depan. Ketika pemberian vaksin BCG secara intravesikal selesai dilakukan, cairan tersebut harus dipertahankan di dalam kandung kemih selama 2 jam. Dalam jangka waktu tersebut, pasien diharuskan untuk mengubah posisi setiap 15 menit agar vaksin BCG dapat dengan rata disebarkan di dalam kandung kemih.

Apakah efek samping dari vaksin BCG?

Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian vaksin BCG, baik secara intradermal atau intravesikal:

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Cedera pada bagian dinding kandung kemih
  • Anemia
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih

Terdapat pula efek samping yang lebih serius, seperti demam tinggi, nyeri pada tulang, kelelahan ekstrem, pembengkakan kulit, dan juga perubahan pada kulit. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang dijabarkan di atas, maka segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

Walaupun penggunaan vaksin BCG memang diperbolehkan, namun beberapa orang dengan kondisi berikut tidak dibolehkan menerima vaksin BCG:

  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (HIV, leukemia, limfoma, dan terapi kanker)
  • Sedang menderita TBC aktif
  • Memiliki infeksi saluran kemih.
  • Sedang mengonsumsi antibiotik
  • Sedang menjalani terapi radiasi.