Olahraga

Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Raket Tenis

Olahraga tenis lapangan memang cukup banyak diminati mulai dari kalangan dewasa muda hingga orang tua. Raket tenis menjadi salah satu perlengkapan yang tidak boleh ketinggalan dalam olahraga yang dalam bahasa Prancis disebut tenez ini.

Bagi pemula, memilih raket tenis tidaklah mudah sebab banyak raket tenis dengan berbagai merek, model, hingga harga yang tersedia di pasaran. Agar Anda tidak salah dalam membeli raket, Anda bisa mempertimbangkan 4 hal berikut ini.

  1. Berat Raket

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih raket tenis adalah beratnya. Berat raket dapat mempengaruhi ayunan Anda saat memukul bola. Umumnya raket tenis tanpa senar memiliki berat sekitar 300 gram. Namun, ada pula raket yang lebih ringan atau Lightweight Power Rackets dengan berat sekitar 250-260 gram. Sementara raket yang tergolong berat memiliki berat sekitar 320 gram atau lebih.

Apabila Anda mencari raket yang lebih powerful dan stabil saat memukul bola, maka raket yang berat adalah pilihan yang tepat. Namun, raket ini membuat Anda lebih cepat merasa lelah dan sulit untuk bergerak. Sebaliknya, raket yang ringan akan membuat Anda mudah bergerak, namun kurang powerful saat memukul bola.

Jadi, yang manakah sebaiknya dipilih? Pilihlah berat raket yang sesuai dengan kemampuan dan gaya permainan Anda.

  1. Panjang Raket

Biasanya raket tenis memiliki panjang 27 inci atau setara dengan 69 cm, namun ada pula raket yang tersedia dengan panjang mulai dari 26,5 hingga 29 inci. Semakin panjang raket tenis, maka ayunan yang dihasilkan akan semakin cepat sehingga pukulan yang dihasilkan pun lebih kuat. Namun, sayangnya raket yang panjang akan membuat Anda sulit untuk bermanuver dan membidik bola. 

Pilihlah panjang raket yang sesuai dengan level dan gaya pemain, apabila seorang pemula, pilih panjang raket yang 27 inci saja.

  1. Ukuran Pegangan (Grip) Raket

Setiap orang memiliki pergelangan tangan yang berbeda sehingga dalam memilih grip atau pegangan pada raket tenis pun harus sesuai dengan ukuran pergelangan tangan. Biasanya ukuran grip untuk orang dewasa berkisar antara 10-12 cm. 

Dalam hal memilih ukuran grip, sebaiknya Anda memilih ukuran yang pas atau kecil agar Anda merasa nyaman saat menggunakannya. Ukuran grip yang kecil lebih mudah untuk dimodifikasi. Jika ingin menambah ukurannya, Anda tinggal menambahkan overgrip tape pada grip raket. Sementara grip yang berukuran lebih besar, sulit untuk dimodifikasi dan membuat Anda kurang nyaman saat menggunakannya.

  1. Anyaman Senar (String) Raket

Banyaknya anyaman pada string atau senar raket juga harus Anda pertimbangkan ketika hendak membeli raket tenis. Terdapat 2 macam anyaman senar yakni raket dengan anyaman senar yang jarang dan rapat. 

Umumnya raket yang dijual memiliki anyaman senar yang jarang dengan jumlah sebanyak 16 senar vertikal x 18 senar horizontal.  Kelebihannya adalah Anda lebih mudah untuk melakukan spin, namun senarnya lebih cepat putus. Sementara raket dengan anyaman senar yang lebih rapat (18 x 20) lebih tahan lama, tapi sulit untuk melakukan spin. Biasanya senar anyaman rapat ini digunakan oleh pemain yang sudah profesional.

  1. Bahan Pembuat Raket

Raket tenis yang terbuat dari bahan grafit, boron dan kevlar, serta alumunium ini paling sering Anda temukan di pasaran. Raket dengan bahan grafit dan aluminium memiliki berat yang ringan dan kuat. Raket ini cocok digunakan oleh pemula maupun pemain tingkat lanjut. Sementara itu, raket yang terbuat dari bahan boron dan kevlar memiliki berat yang paling ringan dibandingkan dua bahan sebelumnya. Sayangnya raket dengan bahan ini agak kaku sehingga sulit digunakan oleh pemula. 

Selain itu, harga raketnya pun lebih mahal dibanding raket berbahan grafit dan aluminium.

Itulah 4 hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli raket tenis. Usahakan memilih raket tenis dengan harga yang terjangkau, namun memiliki kualitas yang baik. Utamakan kenyamanan serta level Anda dalam bermain tenis.

Ingin Bisa Olahraga Bela Diri? Ini Cara Memulainya
Olahraga

Ingin Bisa Olahraga Bela Diri? Ini Cara Memulainya

Ada banyak metode olahraga yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, salah satunya olahraga bela diri. Selain berkontribusi dalam menjaga kesehatan, bela diri juga membantu Anda untuk mampu melindungi diri dalam situasi yang berbahaya.

Olahraga bela diri bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Sama seperti jenis olahraga lainnya, ada kelebihan dan kekurangan yang dapat Anda rasakan ketika berlatih bela diri. 

Macam-Macam Olahraga Bela Diri

Ada beberapa jenis bela diri yang biasanya dipilih sebagai upaya meningkatkan kebugaran, yaitu: 

  • Taekwondo

Taekwondo merupakan salah satu jenis bela diri yang cukup umum dipelajari. Latihan olahraga taekwondo akan memusatkan fokus pada kaki dan tendangan. Hanya sedikit bagian dari latihan taekwondo yang melibatkan tubuh bagian atas. 

Karena itu, taekwondo secara khusus baik untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah Anda. 

  • Karate

Selain taekwondo, karate juga menjadi salah satu seni bela diri yang paling terkenal dan umum dipelajari. Dalam karate, seseorang akan dilatih untuk menggunakan kaki, tangan, dan siku untuk mempertahankan diri.

Meski latihan karate masih melibatkan kaki, karate lebih banyak berfokus pada tubuh bagian atas. Hal ini berbanding terbalik dengan taekwondo, tapi sama-sama bisa menjaga kesehatan Anda. 

  • Kung Fu

Kung fu merupakan seni bela diri yang melibatkan gerakan olahraga dengan intensitas tinggi. Olahraga kungfu akan melibatkan latihan aerobik dan berkontribusi dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

Gerakan kung fu banyak melibatkan tendangan, meninju, jungkir balik, dan melompat. Karena adanya gabungan gerakan-gerakan ini, kung fu menjadi olahraga bela diri yang cocok untuk menjaga kesehatan jantung Anda. 

  • Judo

Dalam judo, Anda akan dilatih untuk memanfaatkan ukuran dan kekuatan lawan untuk melindungi diri. Tidak seperti seni bela diri lainnya, judo tidak akan mengajarkan Anda untuk menyerang lawan dengan cara memukul.

Sebaliknya, gerakan judo lebih berfokus pada menggulung, berputar, dan mengendalikan lawan dengan menahan tubuh mereka. 

Memulai Olahraga Bela Diri

Banyak orang memulai seni bela diri sejak usia yang masih sangat muda. Tapi, meski Anda sudah dewasa pun, Anda tetap bisa memulai olahraga ini. 

Pertama-tama, Anda perlu mencari kursus khusus yang bisa mengajarkan bela diri untuk usia Anda. Pilihlah kursus yang Anda inginkan, bisa karate, judo, taekwondo, ataupun kung fu. Anda bisa juga meminta rekomendasi kursus dari teman agar lebih terpercaya.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat akan menentukan kelas yang paling sesuai dengan Anda, yaitu: 

  • Mengikuti kelas percobaan
  • Menonton berbagai jenis latihan bela diri untuk mengenal seni bela diri tersebut
  • Mengikuti seluruh aturan seni bela diri
  • Mengenakan alat pelindung dengan baik saat melakukan latihan pertama kali
  • Meminta nasehat dari dokter untuk menentukan seni bela diri yang paling sehat untuk Anda

Biasanya, latihan seni bela diri harus dilakukan dengan menggunakan seragam khusus berbahan katun dengan warna putih. Akan ada ikat pinggang dengan warna yang berbeda-beda sebagai penanda level kekuatan Anda dan penguasaan Anda terhadap seni bela diri tersebut.

Saat mengikuti kelas untuk pertama kalinya, Anda akan lebih banyak diajarkan gerakan dasar dan peregangan. Untuk bisa menguasai olahraga bela diri secara keseluruhan, diperlukan waktu yang cukup lama. 

Apabila Anda ingin meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mempertahankan kebugaran tubuh, olahraga bela diri bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

Olahraga

Latihan Otot Punggung untuk Cegah Nyeri Punggung

Tegangan dan nyeri punggung bagian atas merupakan masalah yang umum dijumpai. Hal ini sering terjadi apabila seseorang merasa stres dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Latihan otot punggung untuk meregangkan leher, pundak, dan punggung bagian atas dapat membantu meredakan nyeri dan mengendurkan otot yang tegang. Otot yang tegang pada bagian pundak dapat mengakibatkan leher kaku dan sakit kepala, sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan nyeri punggung atas apapun. Dengan melakukan peregangan atau stretching secara teratur, Anda dapat mengatasi gangguan nyeri punggung yang sedang di alami dan membantu mencegahnya kembali di masa depan. Artikel ini akan membahas beberapa jenis peregangan dan latihan otot punggung untuk mengatasi dan mencegah nyeri punggung atas.

Sebelum melakukan latihan otot punggung, ada baiknya Anda melakukan peregangan terlebih dahulu untuk mengendurkan otot pada daerah yang bermasalah. Dengan melakukan peregangan atau stretching, Anda dapat membantu mengembalikan dan menjaga fleksibilitas, meningkatkan rentang gerak, dan meningkatkan aliran darah. Semuanya bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri. Setelah peregangan dilakukan, Anda bisa melanjutkan latihan otot punggung dengan melakukan gerakan-gerakan berikut ini, seperti:

  • Pose kucing-sapi (cat-cow pose)

Untuk melakukan latihan otot punggung ini, letakkan tubuh Anda dalam posisi merangkak dengan leher pada posisi natural. Telapak tangan harus tepat berada di bawah pundak, dan lutut tepat berada pinggul. Pada tarikan napas berikutnya, lipat panggul dan bulatkan punggung tengah Anda. Tarik pusar ke arah tulang belakang dan turunkan kepala agar leher rileks. Setelah 3-5 detik, hembuskan napas dan kembali ke posisi tulang belakang netral. Kemudian, angkat wajah ke atas agar punggung mulai turun ke bawah, tahan posisi ini selama 3-5 detik. Lakukan hal ini berulang dan berurutan, setidaknya selama 5 kali. Latihan otot punggung ini baik untuk kesehatan punggung bawah dan tengah.

  • Pose anak (child’s pose)

Mulailah dalam posisi merangkak di lantai. Dengan ibu jari masih menyentuh lantai, rentangkan lutut sejauh mungkin kemudian dudukkan pantat kembali ke kaki. Turunkan dada ke lantai dan uduk tegak dengan lengan menjulur lurus di atas kepala. Pertahankan posisi ini selama beberapa napas atau selama Anda merasa tetap nyaman. Dengan mendorong menggunakan lengan, kembali ke posisi duduk. Alih-alih menjulurkan tangan ke depan, Anda juga bisa mencoba meletakkan tangan ke belakang di samping paha dengan telapak tangan menghadap ke atas.

  • Peregangan dinding

Untuk melakukan latihan otot punggung ini, berdiri dengan bagian sisi kanan tubuh menghadap dinding. Tekuk tangan kanan dan letakkan lengan bawah pada dinding. Lengan bagian atas harus lurus sehingga sikut dapat membentuk sudut 90 derajat. Dengan perlahan, ambil satu langkah ke depan menggunakan kaki kanan dan putar ke kiri, sehingga membuat pundak kanan dan punggung bagian atas meregang. Tahan posisi peregangan tersebut selama beberapa detik, untuk kemudian kembali ke posisi awal semula. Ulangi peregangan ini beberapa kali pada kedua sisi tubuh.

Nyeri punggung bagian atas biasanya akan membaik dengan sendirinya, terutama apabila Anda mendapatkan cukup istirahat dan melakukan latihan otot punggung yang lembut. Namun, hubungi dokter apabila rasa nyeri tersebut tidak kunjung sembuh atau malah berubah menjadi semakin intens. Dokter dapat membantu menentukan apakah ada penyebab nyeri punggung yang lebih serius sekaligus merekomendasikan rencana pilihan perawatan sesuai dengan kondisi yang Anda miliki.