Parenting

Anting Bayi

Jika bayi lahir dengan jenis kelamin perempuan, mungkin Anda tidak sabar untuk memberikannya anting. Jika Anda ingin mengenakan anting bayi pada bayi Anda, ada berbagai pilihan anting bayi yang berbentuk unik dan menarik agar bayi Anda terlihat cantik.

Meskipun bayi dapat mengenakan anting, hal tersebut membuat sebagian ibu khawatir jika anting yang dikenakan bisa menimbulkan iritasi, atau bahkan infeksi pada telinga bayi. Oleh karena itu, Anda, sebagai orang tua, perlu memilih anting bayi dengan cermat.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

Jika Anda ingin memberikan anting pada bayi Anda, Anda dapat melakukannya. Mengenakan anting pada bayi sebenarnya aman. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum memberikannya kepada bayi.

Sebelum mengenakan anting bayi, telinga bayi Anda perlu ditindik dengan cara yang benar. Untuk melakukannya, Anda dapat meminta bantuan dokter.

Setelah menindik telinga bayi Anda, Anda diminta untuk tidak melepaskan anting tindik selama 6 minggu. Pada umumnya, setelah mengenakan anting tindik selama 6 minggu, lobus telinga bayi sudah pulih sehingga bayi dapat mengenakan anting yang berbeda.

Selain itu, jika Anda ingin memberikan anting bayi kepada anak Anda, dokter akan menyarankan untuk menunggu hingga bayi Anda berusia 2 bulan. Dokter menyatakan bahwa lubang tindik yang terinfeksi dapat memicu komplikasi berupa infeksi kulit atau demam pada bayi yang belum berusia 2 bulan, walaupun jarang terjadi.

Meskipun perlu waspada terhadap komplikasi seperti ini, menindik dan memasang anting bayi mudah dilakukan. Selain itu, ketika anak tumbuh besar, tindik bisa terasa lebih menyakitkan. Sebuah artikel yang dirilis melalui Journal of Pediatrics menyatakan bahwa keloid lebih umum terbentuk ketika tindik dilakukan setelah mereka mencapai usia 11 tahun.

Cara Memilih Anting Bayi

Para ahli merekomendasikan untuk memilih anting bayi yang dibuat dengan bahan emas minimal 14 karat, perak, platinum, atau stainless steel. Para ahli klaim bahwa bahan-bahan seperti ini dapat mengurangi risiko infeksi dan ruam di bagian telinga bayi.

Anda juga perlu pahami bahwa dermatitis kontak dapat dipicu oleh logam tertentu, termasuk nikel. Ketika dermatitis kontak terjadi, hal tersebut dapat membuat bayi mengalami gatal yang cukup parah. Tidak hanya itu, sebagian bayi bisa saja mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan yang aman untuk dikenakan.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah memilih ukuran anting bayi. Anda perlu memilih anting bayi yang kecil. Selain itu, pastikan Anda memilih anting bayi yang bundar dan rata. Anda juga sebaiknya hindari anting yang memiliki bentuk yang tajam karena dapat membuat bayi Anda terluka. Jika jatuh dan bayi memasukkannya ke dalam mulut, hal tersebut dapat membuat bayi tersedak.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah jika bayi merasakan sesuatu di telinga karena memakai anting, terutama jika anting yang dipakai kurang sesuai dengan bayi, bayi Anda bisa saja memegang apa yang ada di telinga sehingga dapat memicu risiko seperti luka pada telinga.

Cara Membersihkan Telinga Bayi

Jika Anda ingin membersihkan lubang tindik dan anting, dokter akan menyarankan untuk membersihkannya setidaknya dua kali sehari. Daun telinga juga perlu dibersihkan, baik pada bagian depan maupun belakang. Selain itu, Anda perlu gunakan alkohol dan cotton bud untuk membersihkan telinga bayi, kemudian oleskan telinga dengan salep antibiotik.

Kesimpulan

Anting bayi dapat Anda berikan kepada bayi Anda, namun harus sesuai prosedur yang disebutkan di atas. Untuk informasi mengenai anting bayi atau hal yang berkaitan dengan telinga bayi, Anda dapat konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

Parenting

Terapi Okupasi Apakah Efektif untuk Mengatasi Autisme pada Anak?

Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki beberapa kesulitan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan sehari-hari. terapi okupasi tidak jarang direkomendasikan oleh psikolog atau pun psikiater untuk anak dengan autisme. Kesulitan yang dialami oleh anak dengan gangguan spektrum autism antara lain kemampuan sosial yang terbatas, kurang mampu memahami dan patuh terhadap peraturan sosial, sulit menerima hal-hal baru, keterikatan pada hal-hal yang sudah dikenal saja, perilaku repetitif, dan gangguan aktivitas seperti hipo atau hiperaktif.

Hingga saat ini penyebab dari gangguan spektrum autism belum diketahui secara pasti sehingga dapat menyebabkan terapi yang efektif untuk gangguan spektrum autism juga belum tersedia. Namun, anak dengan gangguan spektrum autism juga memerlukan bantuan agar bisa beradaptasi dan dapat melangsungkan hidupnya dengan baik. Beberapa terapi seperti terapi okupasi dapat meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autism sehingga dapat mengatasi disabilitas yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat terapi okupasi

Terapi okupasi bukan terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, melainkan suatu terapi yang bertujuan untuk membantu orang dengan disabilitas fisik, sensorik, atau pun kognitif untuk dapat hidup mandiri. Terapi ini tidak terbatas untuk orang dewasa saja, tetapi juga bermanfaat untuk anak-anak dengan gangguan spektrum autism. Dengan melakukan terapi ini, harapannya anak dengan gangguan autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan hari secara mandiri sehingga memperbaiki kualitas hidup anak dengan gangguan spektrum autisme di rumah dan di sekolah. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi.