Hidup Sehat

Ini Alasan Harus Mengunjungi & Tanya Dokter Bedah Anak!

Ini Alasan Harus Mengunjungi  & Tanya Dokter Bedah Anak!

Seorang ahli bedah anak mengkhususkan diri dalam pengobatan cacat lahir dan kondisi medis masa kanak-kanak melalui prosedur pembedahan dan perawatan berkelanjutan. 

Namun, selain beberapa hal tadi, kira-kira kondisi seperti apakah yang mengharuskan seseorang mengunjungi atau tanya dokter bedah anak? Yuk, cari tahu kira-kira kondisi seperti apa saja yang dilakukan dokter bedah anak. Berikut penjelasannya!

Apa itu dokter bedah anak?

Ahli bedah anak adalah dokter atau spesialis yang memiliki spesialisasi dalam merawat anak. Dokter bedah anak biasanya melakukan operasi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Dokter bedah anak mungkin mengkhususkan diri pada salah satu dari empat jenis perawatan utama, meliputi:

  • Prenatal. Ahli bedah anak yang bekerja dengan ahli radiologi untuk menemukan masalah saat anak berada di dalam rahim dan merencanakan operasi korektif setelah lahir. Operasi prenatal, atau operasi pada janin, adalah praktik baru yang tidak terlalu umum. 
  • Neonatal. Operasi neonatal melibatkan perbaikan cacat bawaan, atau cacat lahir, pada bayi baru lahir. 
  • Trauma. Operasi trauma terjadi ketika seorang anak mengalami cedera sedang hingga parah seperti patah tulang, luka bakar, atau cedera internal. Inilah salah satu alasan utama mengapa anak-anak mendapatkan perawatan medis yang intensif. 
  • Onkologi anak. Pediatric onkologi mengobati anak-anak yang menderita kanker atau tumor. 

Kapankah Anda harus mengunjungi atau tanya dokter bedah anak?

Dokter spesialis bedah anak bertugas merawat, mengobati, dan mengelola kebutuhan bedah anak termasuk:

  • Pembedahan untuk kelainan selangkangan di masa kanak-kanak dan remaja yang meliputi testis yang tidak turun, hernia, hidrokel, dan varikokel
  • Perbaikan cacat lahir secara bedah
  • Cedera serius yang memerlukan pembedahan (misalnya luka pisau, atau cedera lainnya)
  • Diagnosis dan perawatan bedah tumor
  • Operasi transplantasi
  • Prosedur endoskopi, seperti bronkoskopi-pemeriksaan yang dilakukan untuk mengecek bagian dalam paru-paru dan saluran napas menggunakan alat bernama bronkoskopi yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosa adanya infeksi, tumor atau penyakit pada paru-paru, esophagogastroduodenoscopy-merupakan prosedur endoskopi yang memperlihatkan saluran pencernaan atas dan usus dua belas jari dan prosedur ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosis bagian sistem pencernaan, kolonoskopi-adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan atau abnormalitas usus besar dan rektum).
  • Semua prosedur bedah lainnya untuk anak-anak

Ahli bedah anak mungkin melakukan operasi untuk bayi kecil yang lahir pada usia kehamilan 25 minggu atau untuk remaja setinggi enam kaki. Jenis pembedahannya pun sangat luas dan meliputi:

  • Perut 
  • Toraks (anomaly esophagus, paru-paru, dan bronkial)
  • Operasi trauma
  • Transplantasi
  • Endoskopi
  • Laparoskopi
  • Urologi

Bedah spesialis anak meliputi:

  • Operasi neonatal (seringkali untuk kelainan kongenital seperti cacat pada dinding perut dan hernia diafragma)
  • Operasi usus besar
  • Operasi trauma besar
  • Operasi onkologi

Faktanya, hanya 11% operasi pada anak-anak yang dilakukan oleh ahli bedah anak. Sisanya dilakukan oleh ahli bedah spesialis lain, beberapa diantaranya mengkhususkan diri pada kasus anak. Ini pun termasuk bedah umum, ortopedi, plastik, mulut dan mata serta THT dan urologi. Spesialis dewasa dapat bekerja dan bermitra dengan ahli bedah anak untuk mengobati gangguan masa kanak-kanak yang tidak umum seperti tiroid dan kondisi gastrointestinal tertentu. 

Jadi, jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah bedah anak atau si kecil mengalami beberapa gejala yang tidak biasa ada baiknya untuk mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter bedah anak pilihan Anda. Anda pun dapat tanya dokter bedah anak dengan membuat janji terlebih dahulu.

Penyakit

Cegah dan Obati Radang Kepala Penis (Balanitis) dengan Cara Ini!

Radang kepala penis atau disebut juga dengan balanitis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 1 dari 25 anak laki-laki dan 1 dari 30 pria dewasa yang belum disunat. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi atau phimosis, dimana kulup penis terlalu kencang. 

balanitis radang kepala penis

Penyebab dan gejala

Pria yang tidak disunat sangat berisiko terkena radang kepala penis karena bawah kulup adalah area yang lembab dan hangat, tempat yang sangat pas untuk berkembangnya jamur dan bakteri. 

Penyebab lainnya meliputi:

  • Phimosis, atau kulup yang terlalu ketat
  • Kebersihan area genital yang tidak terjaga
  • Infeksi jamur kelamin (kandidiasis)
  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi kudis
  • Alergi
  • Penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim
  • Diabetes
  • Obesitas atau kegemukan
  • Artritis reaktif

Gejala radang kepala penis bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Beberapa tanda dan gejala balanitis mirip dengan infeksi menular seksual dan sariawan penis, diantaranya:

  • Kulit di kepala penis kencang dan berkilau
  • Kemerahan di sekitar kelenjar
  • Nyeri dan gatal di bawah kulup akibat penumpukan kotoran
  • Pembengkakan kelenjar di dekat penis
  • Mengeluarkan bau tidak sedap
  • Keluarnya cairan putih (smegma) di bawah kulup

Pada kasus yang jarang terjadi atau lansia dengan balanitis, akan muncul luka atau lesi pada kelenjar di penis.

Mencegah dan mengobati balanitis

Mempraktikkan gaya hidup yang bersih adalah salah satu kunci pencegahan penyakit radang kepala penis. Pastikan untuk membasuh seluruh kepala penis dan kulup dan mengeringkannya setelah buang air kecil atau aktivitas terkait lainnya. 

Tarik kulup hingga kelenjar terbuka, kemudian cuci bersih bagian bawah kulup dengan air hangat. Anda bisa menggunakan sabun dengan kandungan yang lembut, namun hindari produk yang mengandung pewangi dan alkohol. 

Anda juga bisa menggunakan krim berair atau cairan pembersih netral yang tidak mengandung sabun, dan pastikan untuk membilasnya hingga benar-benar bersih. Setelah itu, keringkan bawah kulup dan kepala penis dengan kain lembut. 

Bagi pria yang aktif secara seksual, menggunakan kondom juga penting demi menghindari infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan balanitis.

Jika Anda di diagnosa balanitis, dokter akan meresepkan krim anti gatal dan obat steroid untuk menghentikan peradangan dan rasa gatal. Dokter juga akan meresepkan obat antibiotik atau anti jamur jika terjadi infeksi.

Selain obat resep, Anda bisa menemukan obat balanitis di apotek. Misalnya, krim anti jamur yang mengandung nistatin, klotrimazol, atau terbinafin, juga steroid hidrokortison sebagai obat anti peradangan. 

Jika terjadi kekambuhan, dokter akan menyarankan untuk melakukan sunat. 

Bagaimana jika radang kepala penis tidak diobati?

Balanitis yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis dan memicu komplikasi kesehatan, termasuk:

  • Balanoposthitis

Balanoposthitis adalah meradangnya kulup dan kelenjar penis. Balanoposthitis ditandai dengan gatal, iritasi, dan pembengkakan kulup dan kelenjar.

Kondisi ini hanya terjadi pada pria yang tidak disunat, dan sering dialami oleh pria dengan kulu ketat atau menderita diabetes.

  • Balanitis xerotica obliterans (BXO)

Balanitis xerotica obliterans (BXO) disebut juga dengan lichen sclerosus. Merupakan kondisi dimana kulit kelenjar mengeras dan memutih, dan menyebabkan gangguan berkemih dan menyulitkan keluarnya air mani.

  • Jaringan parut pada penis

Selain sebagai salah satu penyebab balanitis, fimosis juga bisa timbul sebagai komplikasi radang kepala penis. 

Peradangan yang terjadi pada kelenjar dan kulit penis bisa menyebabkan jaringan parut atau fimosis. Fimosis menyebabkan bukaan atau lubang kencing menyempit, serta memicu ketidaknyamanan dan kesulitan berkemih dalam waktu lama.

Konsultasikan seputar radang kepala penis atau masalah terkait kesehatan reproduksi kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Penyakit

Apa Itu Moebius Syndrome? Ini Penjelasannya

Moebius Syndrome

Merupakan sebuah kelainan bawaan yang ditandai dengan kelemahan hingga kelumpuhan saraf pada wajah yang berfungsi untuk mengendalikan ekspresi wajah disebut dengan moebius syndrome. Selain ekspresi wajah, saraf ini juga mengendalikan pergerakan mata, kemampuan berbicara, mengunyah dan menelan makanan serta minuman.

Perlu diketahui bahwa kelainan saraf bawaan ini tergolong langka dan bisa dibilang jarang terjadi, sindrom Moebius bisa dideteksi sejak bayi lahir. Meski begitu belum diketahui secara pasrti apa yang menjadi penyebab dari munculnya kelainan langka ini. Hingga saat ini baru diketahui bahwa faktor genetik dan lingkungan diduga sebagai pemicunya.

Penyebab Moebius Syndrome

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebagian besar kasus kelainan saraf langka ini terhadi secara acak dan bisa dialami oleh siapa saja. Sindrom Moebius merupakan kelainan bawaan yang jarang terjadi, kemunculannya diprediksi hanya satu dari 50.000 atau 500.000 kelahiran. Kelainan ini muncul akibat saraf kranial VI dan VII tidak terbentuk atau tidak berkembang.

Pada beberapa kasus yang terjadi sebagian kecil, saraf kranial XII yang tidak terbentuk juga dapat menyertai munculnya kelainan ini. Peneliti menduga adanya kesalahan atau kegagalan perkembangan dari saraf kranial, terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke batang otak janin selama masa perkembangan.

Meski muncul secara acak, peneliti menduga ada beberapa faktor dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko munculnya sindrom Moebius, antara lain seperti kelainan genetik pada kromosom 3, 10 dan 13. Lalu kondisi medis saat perkembangan janin, seperti hipoksia dan iskemik dan penggunaan kokain selama masa kehamilan.

Gejala Sindrom Moebius

Gejala kelainan ini juga terlihat ketika bayi baru dilahirkan, biasanya sangat beragam dan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa gejala yang paling sering muncul, tanda-tanda inilah yang patut diwaspadai oleh orang tua ketika bayi baru lahir dan mengalami beberapa kondisi seperti berikut.

  • Tidak ada ekspresi wajah, bisa seperti tidak tersenyum, menutup mata, mengangkat alis hingga mengerutkan kening.
  • Kelumpuhan atau kelemahan otot wajah secara total, mata juling atau strabismus dan dagu atau rahang kecil serta mulut yang kecil.
  • Langit-langit mulut sumbing, hingga adanya gangguan pada tangan dan kaki, bisa club foot dan jaring yang menghilang atau juga menyatu.

Ketika melakukan diagnosa penyakit ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan tanya jawab bersama kedua orang tua pasien terkait dengan gejala dan keluhan yang dialami anak. Diperlukan juga riwayat kesehatan anak dan keluarga, termasuk riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, terakhir dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada anak.

Dalam mengetahui kondisi dan penyebab dari gejala yang muncul, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Antara lain seperti tes genetik, fungsinya untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik, lalu pemindaian CT scan atau MRI dengan tujuan mendeteksi munculnya kelainan pada saraf kranial, dan elektromiografi (EMG) guna memastikan penyebab lain.

Pengobatan Moebius Syndrome

Penanganan untuk kelainan langka ini melibatkan tim medis, termasuk juga dokter anak, dokter bedah, dokter mata, dokter THT dan fisioterapis. Penanganan yang cepat dan tepat di tahun pertama kelahiran mampu membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Terdapat beberapa metode penanganan yang akan dilakukan oleh dokter, seperti berikut ini.

  • Pemasangan alat bantu dan operasi.
  • Terapi secara rutin bersama fisioterapis.
  • Konsumsi obat-obatan secara rutin dan sesuai dengan resep dokter.

Demikian penjelasan singkat mengenai moebius syndrome yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Penyakit

Mengapa Leukemia Pada Anak Bisa Terjadi?

Kanker darah atau yang sering Anda kenal sebagai Leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Kondisi ini dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi. Leukimia bisa menyerang siapa saja termasuk anak – anak. Meski begitu, leukemia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

image Leukemia pada Anak

Penyebab leukemia pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun kebanyakan kasus terjadi dikarenakan adanya mutasi gen. Mutasi gen juga umumnya muncul secara spontan dan tidak dipengaruhi oleh keturunan. Ini berarti, leukemia pada anak bisa saja terjadi meski orang tua maupun keluarga kandungnya tidak menderita kanker yang sama. Anak – anak yang lebih rentan mengalami leukemia apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Memiliki kembar identik dengan leukemia pada usia muda
  2. Memiliki kembar tidak identik atau saudara kandung yang menderita leukemia
  3. Pernah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk jenis kanker lain
  4. Menjalani pengobatan yang menekan sistem imun setelah transplantasi organ
  5. Mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan mutasi genetik, seperti Down syndrome, Li-Fraumeni syndrome, Klinefelter syndrome, neurofibromatosis, telangiectasia ataxia, dan fanconi anemia
  6. Tinggal di lokasi yang tinggi radiasi dan paparan zat kimia

Meski leukimia pada anak tidak begitu mengkhawatirkan jika langsung ditangani dengan tepat, tetapi Anda juga harus waspada terhadap gejala – gejala dari kanker darah atau leukimia yang menyerang anak – anak.

  1. Wajah pucat

Kanker darah dapat menyebabkan penurunan sel darah merah (eritrosit). Rendahnya jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah, sehingga anak bisa mengalami anemia dan menimbulkan gejala berupa pucat, lemas, mudah lelah, dan sesak napas.

  1. Rentan terkena infeksi

Pada leukemia, sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jumlahnya meningkat. Meski begitu, sel – sel ini tidak berfungsi secara normal. Hal inilah yang menyebabkan anak menjadi lebih rentan terkena infeksi. Gejalanya bisa berupa demam berkepanjangan.

  1. Mudah mengalami perdarahan

Anak yang menderita leukemia juga mudah mengalami perdarahan, karena terjadi penurunan jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang rendah akan mengganggu proses pembekuan darah, sehingga perdarahan lebih mudah terjadi. Gejalanya berupa mudah memar, gusi berdarah, dan sering mimisan.

  1. Nyeri tulang dan sendi

Nyeri pada tulang dan sendi sering dirasakan oleh anak yang mengalami leukemia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan sel – sel darah putih yang abnormal di bagian tersebut.

  1. Kesulitan bernapas

Kanker darah pada anak bisa mempengaruhi kelenjar timus. Letaknya di leher sehingga pembengkakan pada kelenjar ini dapat menekan trakea dan membuat anak sulit bernapas. Kesulitan bernapas juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan sel-sel abnormal di pembuluh darah paru-paru.

  1. Kehilangan nafsu makan dan nyeri perut

Bila sel abnormal menumpuk di hati, ginjal, dan limpa, maka organ – organ  tersebut akan membengkak dan menekan organ lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada perut dan rasa tidak nyaman. Pada anak yang mengalami leukemia, nafsu makannya juga sering menurun.

  1. Pembengkakan kelenjar

Sel-sel darah putih pada anak yang menderita leukemia juga sering mengumpul di kelenjar getah bening. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tersebut. Gejalanya berupa benjolan di leher, dada, ketiak, atau pangkal paha.

Oleh karena itulah leukimia pada anak bisa terjadi karena beberapa kondisi. Meski begitu, leukimia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini karena leukimia pada anak dapat terdeteksi dengan cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.  

Sering Mengalami Nyeri Kronis, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Penyakit

Sering Mengalami Nyeri Kronis, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tubuh setiap manusia bereaksi ketika mengalami pemicu rasa nyeri, seperti sakit atau cedera. Nyeri ini menjadi tanda atau peringatan bahwa ada kondisi yang salah dalam tubuh Anda. Namun, terkadang nyeri ini bisa berkepanjangan dan menyebabkan nyeri kronis.

Nyeri kronis ditandai dengan rasa nyeri yang berlangsung selama tiga sampai enam bulan. Saat nyeri terus terasa setiap hari, kesehatan fisik dan emosional Anda akan ikut terpengaruh.

Gejala yang digolongkan sebagai nyeri kronis

Rasa nyeri biasa tidak serta merta disebut sebagai nyeri kronis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, nyeri ini terjadi dalam jangka panjang. Biasanya, rasa nyeri akan terjadi dengan gejala berupa:

  • Sakit kepala
  • Sakit punggung
  • Nyeri kanker
  • Nyeri artritis
  • Nyeri akibat kerusakan saraf

Sejumlah penelitian sudah membuktikan bahwa ada banyak sekali masyarakat di dunia yang mengalami kondisi ini. Nyeri yang parah dan jangka panjang menjadi awal dari kondisi cacat jangka panjang. 

Cara mengatasi nyeri kronis

Pengobatan untuk kondisi ini memiliki tujuan utama untuk meredakan nyeri serta meningkatkan mobilitas. Karena, ketika nyeri sangat parah, pergerakan Anda mungkin akan terganggu.

Setiap orang bisa merasakan tingkat keparahan nyeri yang berbeda-beda. Karena itu, pengobatan untuk setiap pasien pun akan beragam.Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengobati nyeri jangka panjang, yaitu:

  • Pengobatan dengan obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang umumnya digunakan untuk meredakan nyeri parah jangka panjang. Ada obat pereda nyeri yang bisa Anda beli dengan bebas di apotek, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin.

Selain itu, ada juga obat pereda nyeri opioid, termasuk morfin, kodein, dan hidrokodon. Adan juga obat analgesik adjuvan, seperti obat antidepresan dan obat antikonvulsan.

  • Pengobatan dengan prosedur medis

Beberapa prosedur pengobatan medis bisa meredakan nyeri kronis. Salah satunya adalah suntikan untuk memblokir saraf dalam mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak Anda.

Tidak hanya itu, pengobatan dengan akupuntur juga sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Dalam kasus yang cukup parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi untuk memperbaiki cedera fatal.

  • Pengobatan dengan perubahan gaya hidup

Gaya hidup Anda juga berkontribusi dalam meningkatkan keparahan nyeri. Untuk meredakannya, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup. 

Beberapa contoh perubahan gaya hidup yang berkontribusi dalam meredakan nyeri adalah yoga, terapi dengan seni dan musik, pijat, meditasi, tai chi, dan terapi fisik. 

Dokter bisa saja memilih salah satu upaya pengobatan dari poin-poin di atas, atau menggabungkan ketiganya sekaligus. 

Apa yang harus dilakukan saat rasa nyeri muncul?

Tidak ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengobati rasa nyeri jangka panjang. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meredakan nyeri ketika rasa nyeri itu muncul:

  • Menjaga kesehatan tubuh

Biasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat serta tidur yang cukup. Jangan lupa juga untuk rutin berolahraga guna menghindari stres dan menjaga tubuh tetap sehat.

  • Meminta bantuan orang lain

Saat nyeri muncul dan Anda tidak bisa beraktivitas, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, seperti teman ataupun keluarga. Terkadang, bantuan mereka juga bisa memberikan dukungan emosional untuk Anda. 

Meskipun tidak bisa diobati dengan pengobatan khusus, rasa nyeri tetap bisa dikurangi. Menjaga pola hidup sehat adalah salah satu cara utama agar terhindar dari nyeri kronis.

Penyakit

Kesehatan Saraf Terjaga Membuat Tubuh Bugar, Ikuti 5 Cara Mudah Berikut

Sistem saraf memiliki fungsi yang sangat banyak. Sistem saraf mengontrol perilaku, proses berpikir, dan terlibat dalam fungsi tubuh lainnya. Dengan segudang pekerjaan tersebut, pernahkah Anda berpikir kapan dan bagaimana caranya sistem saraf beristirahat.

Anda mungkin menyadari pentingnya menjaga kesehatan saraf, tapi di sisi lain Anda tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mendukung sistem saraf tetap sehat. Artikel berikut akan memberikan tips menjaga kesehatan saraf yang mudah dilakukan.

Gangguan saraf ada banyak jenisnya sehingga cara menanganinya pun berbeda-beda

Pentingnya menjaga kesehatan saraf

Sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat (SSP) yang terdapat oleh otak dan sumsum tulang belakang, dan sistem saraf perifer (PNS). 

Sistem saraf melakukan banyak tugas, mulai dari menanggapi rangsangan, terlibat dalam fungsi vital seperti sistem pencernaan, detak jantung, dan pernapasan, mengatur emosi, bahkan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres. 

Kesehatan saraf dan sel yang terganggu bisa mengacaukan fungsi dasar tubuh. 

Penyebab sistem saraf terganggu

Masalah pada sistem saraf tergantung pada sistem saraf yang terlibat. Gangguan bisa terjadi secara perlahan hingga fungsi tubuh benar-benar menurun (degeneratif), atau terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi mengancam jiwa. 

Beberapa penyebab gangguan sistem saraf antara lain:

  • Gangguan pada pembuluh darah (suplai darah)
  • Cedera, terutama pada kepala dan sumsum tulang belakang
  • Penyakit bawaan dari lahir
  • Masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau psikosis
  • Paparan racun, seperti karbon monoksida, arsenik, atau timbal
  • Overdosis atau penarikan obat resep, non-resep, narkotika, atau alkohol 
  • Infeksi   
  • Tumor otak
  • Stroke
  • Muntah yang parah
  • Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B1 (tiamin) atau vitamin B12
  • Kondisi medis lainnya seperti multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, kegagalan sistem organ, masalah elektrolit

Cara agar saraf tetap sehat

Berikut ini beberapa cara mudah untuk menjaga kesehatan saraf:

  1. Berolahraga secara rutin

Karena saraf tersebar di seluruh tubuh, ada banyak jenis olahraga yang bisa dicoba. Misalnya, latihan beban meningkatkan proprioception, kesadaran terkait posisi dan postur tubuh. 

Contoh lain adalah memainkan permainan otak seperti teka teki silang atau sudoku. Aktivitas tersebut dapat memperkuat saraf otak dan mengurangi risiko dari demensia. 

Jika Anda melakukan olahraga fisik, pastikan untuk melakukannya di pagi hari. Sinar matahari pagi memperkuat kesehatan sistem saraf pusat sekaligus mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh.

  1. Tidur yang cukup

Beberapa fungsi tubuh bekerja mengikuti jam biologis tubuh atau yang disebut juga ritme sirkadian. Tidur yang cukup dan teratur membantu sistem saraf bekerja lebih baik. 

Selain itu, tidur juga membantu memperkuat daya ingat, serta mencegah dari berbagai penyakit, termasuk diabetes, gagal jantung, hipertensi, dan lainnya.

  1. Melakukan teknik relaksasi

Stres yang didapat dari kegiatan sehari-hari membuat tubuh melepaskan hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi mempengaruhi sistem saraf untuk mengganggu refleks, konsentrasi, dan daya ingat seseorang. 

Teknik relaksasi seperti meditasi membantu meringankan stres dengan menenangkan saraf simpatik, mengatur pernapasan, dan detak jantung. Latihan yoga secara teratur juga menjaga kadar kortisol tetap rendah, menjaga kesehatan saraf, sekaligus menghasilkan perasaan sejahtera.

  1. Mandi air hangat

Mandi air hangat membuat tubuh menjadi rileks, seperti semua beban hilang bersamaan dengan air yang mengalir ke seluruh tubuh. 

Mandi air hangat terbukti dapat mengurangi peradangan, meningkatkan hormon bahagia endorfin, serta mengurangi kecemasan. Tambahkan ramuan penyembuhan, seperti daun teh kering agar pengalaman sensori Anda lebih menyenangkan.

  1. Makan makanan bergizi

Menjaga pola makan tidak hanya membantu menjaga berat badan ideal, tapi juga menjauhkan dari sebagian besar penyakit serta mendukung kesehatan saraf pusat. 

Makanan bergizi tidak selalu tentang buah dan sayur. Beberapa makanan yang bisa membuat saraf tetap sehat antara lain cokelat hitam, daging merah tanpa lemak, makanan laut, biji chia, dan kacang almond. 

Selain itu, penting untuk menjaga tubuh selalu terhidrasi. Bagi pecinta kopi, sebaiknya perhatikan batasan minum kopi dalam sehari. Begitupula dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol yang sebaiknya dihentikan karena membahayakan sistem saraf.

Catatan

Kesehatan saraf berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sistem saraf yang sehat membuat Anda bisa beraktivitas dengan lancar.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar sistem saraf dan penyakit terkait, tanyakan kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ atau mendiskusikannya di forum kesehatan terkait kesehatan saraf. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Penyakit

Terkena Kanker Kelenjar Air Liur? Ini Beberapa Jenisnya!

Pada dasarnya, kanker hampir bisa terjadi di sebuah bagian tubuh manusia, tak terkecuali kelenjar air liur atau air ludah. Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang membuat mulut Anda tetap lembap dan mendukung pencernaan. 

Kanker kelenjar air liur adalah jenis kanker yang cukup langka yang dimulai di jaringan salah satu kelenjar. Namun, tahukah Anda jika kanker kelenjar air liur ini hadir dalam beberapa jenis? Nah, berikut penjelasannya!

Apa itu kanker kelenjar air liur?

Mulut mengandung banyak kelenjar ludah. Beberapa besar dan beberapa kecil. Kanker kelenjar air liur terjadi ketika salah satu kelenjar ini berkembang menjadi tumor kanker. Kelenjar ludah utama terdiri dari tiga pasang, yaitu:

  • Kelenjar parotis, yang terletak tepat di depan setiap telinga, adalah kelenjar ludah terbesar. Kanker kemungkinan besar akan berkembang di sini. Meskipun sebagian tumor yang berkembang di sini bersifat jinak, namun hal ini bisa menjadi tempat awal untuk sebagian besar tumor ganas kelenjar ludah. 
  • Kelenjar sublingual, berada di bawah lidah dan merupakan kelenjar ludah mayor terkecil. Tumor jarang muncul pada kelenjar ini. 
  • Kelenjar submandibular, berada tepat di bawah rahang. Sekitar 10-20% tumor dimulai di sini dan sekitar 50% ganas. 

Ada ratusan kelenjar ludah minor mikroskopis di sekitar mulut. Lokasinya meliputi:

  • Sinus 
  • Lidah
  • Di dalam pipi
  • Hidung
  • Laring
  • Kotak suara

Tumor kelenjar ludah sudah termasuk kanker darah dan limfatik sistem, seperti non-Hodgkin lymphoma. Tumor jinak tidak akan menyebar secara lokal atau ke bagian tubuh yang jauh. Namun, tanpa pengobatan atau setelah pengangkatan tidak lengkap, tumor jinak bisa menjadi ganas. 

Apa saja jenis kanker kelenjar air liur?

Jenis kanker kelenjar air liur yang Anda derita akan bergantung pada jenis sel tempat dimulainya kanker. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Karsinoma mucoepidermoid

Adalah jenis kanker kelenjar ludah yang paling umum. Lebih dari 30 persen kanker kelenjar air liur dianggap jenis ini. Kanker yang berkembang di sini seringkali membentuk kista kecil berisi lendir. Kebanyakan karsinoma mukoepidermoid berkembang di kelenjar parotis. Mereka juga dapat berkembang di kelenjar submandibular serta kelenjar ludah minor. 

Kanker mucoepidermoid biasanya tumbuh lambat (tingkat rendah), tetapi juga dapat tumbuh dengan cepat (tingkat tinggi). Gejala umum karsinoma mukoepidermoid termasuk kelumpuhan wajah, nyeri, drainase telinga, kesulitan menelan, dan kesulitan membuka mulut. 

  1. Karsinoma kistik adenoid

Karsinoma kistik adenoid adalah kanker yang tumbuh lambat namun agresif. Lebih mungkin untuk kembali setelah perawatan awal daripada kanker kelenjar ludah lainnya. Ini adalah jenis kanker yang paling umum berkembang di kelenjar ludah minor. Seringkali tumbuh di sepanjang saraf, yang dapat menyebabkan nyeri dan kelumpuhan wajah. Pembengkakan di sekitar mulut juga merupakan gejala umum. 

  1. Karsinoma sel akik (Acinic cell adenocarcinoma)

Kanker ini berkembang di sel asinar, yang menghasilkan air liur. Karsinoma sel asinik tumbuh lambat. Mereka lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Sebagian besar berkembang di kelenjar parotis dan nyeri adalah gejala paling umum. 

  1. Adenokarsinoma polimorf

Polimorf berarti bahwa jaringan kanker memiliki berbagai pola pertumbuhan yang berbeda bila dilihat di bawah mikroskop. Kanker ini biasanya tumbuh lambat. Meskipun sangat jarang, kanker ini adalah kanker paling umum kedua dari kelenjar ludah minor setelah karsinoma kistik adenoid. 

Jenis lain dari tumor kelenjar air liur yang jinak

Ada beberapa jenis tumor kelenjar ludah yang jinak. Di antara yang paling umum adalah: 

  • Adenoma pleomorfik. Jenis tumor kelenjar ludah yang paling umum. Adenoma adalah kata lain untuk benjolan bukan kanker. 
  • Tumor warthin. Benjolan jinak yang hampir secara eksklusif muncul di kelenjar parotis, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. karena sering dikaitkan dengan riwayat merokok serta paparan radiasi. 
  • Kanker kelenjar ludah sekunder. Mengacu pada kanker yang dimulai di area lain di tubuh dan menyebar ke kelenjar ludah. Biasanya menyebar ke kelenjar parotis atau, lebih jarang, ke kelenjar submandibular. 

Jadi, jika Anda telah didiagnosis kanker kelenjar air liur ada baiknya untuk tetap menjalani perawatan yang disarankan oleh dokter sesuai dengan jenis kanker yang Anda derita.

Penyakit

Mengapa Polihidramnion Berbahaya Untuk Ibu Hamil?

Polihidramnion

Polihidramnion adalah penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan. Meski kondisi tersebut umumnya tidak serius, tapi membutuhkan pemantauan secara rutin dari dokter agar terhindar dari kemungkinan komplikasi. Jika calon ibu didiagnosis mengalami polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara saksama untuk mencegah komplikasi. Perawatan yang diberikan tentu akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Polihidramnion tingkat ringan bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara polihidramnion tingkat berat akan membutuhkan pemantauan medis yang lebih ketat.

Pada kondisi polihidramnion, biasanya jumlah cairan ketuban bisa lebih dari dua liter. Bandingkan dengan kondisi normal air ketuban pada usia kehamilan 10–20 minggu yang sekitar 50–250 ml. Kemudian ketika memasuki minggu 30–40, jumlah normal air ketuban mencapai 500–1500 ml. Air ketuban merupakan salah satu hal penting dalam kehamilan. Cairan ini berfungsi untuk menjaga dan membantu perkembangan janin selama dalam kandungan. Fungsi lain dari air ketuban bagi janin antara lain

  • Menjaga suhu dalam kandungan agar tetap stabil
  • Melindungi janin dari serangan infeksi
  • Menjaga janin agar dapat bergerak bebas selama dalam kandungan sehingga tulang bayi dapat berkembang
  • Meredam getaran yang berasal dari luar kandungan

Cairan ketuban tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit, takarannya harus pas. Hal tersebut karena cairan yang terlalu banyak atau sedikit memengaruhi kehamilan pada janin ibu. Kondisi air ketuban yang terlalu sedikit dapat disebut oligohidramnion. Sementara kondisi air ketuban yang terlalu banyak disebut polihidramnion.

Pada kasus yang ringan, mungkin ibu tidak merasakan gejala dari polihidramnion. Namun, pada kasus yang terbilang parah, ibu dapat merasakan hal seperti napas terasa berat ketika beristirahat, bengkak pada perut, kaki, atau pergelangan kaki. Selain itu, gejala lainnya dari polihidramnion yaitu sakit punggung, urine yang keluar dari tubuh berkurang, rahim membesar, dan sulit merasakan gerakan dari janin.

Melansir dari Mayo Clinic, ibu yang mengidap polihidramnion dapat menyebabkan kelahiran prematur, masalah pada tali pusar janin, perdarahan hebat pada ibu setelah melahirkan, hingga kematian bayi. Selain itu, ibu dapat mengalami tekanan darah tinggi, infeksi saluran kemih, ketuban pecah terlalu dini, dan operasi caesar.

Dokter akan menawarkan pemeriksaan tambahan jika Ibu hamil terdiagnosa mengalami polihidramnion. Pemeriksaan ini akan dilakukan berdasarkan pada faktor risiko, paparan terhadap infeksi, dan evaluasi kondisi janin. Beberapa jenis pemeriksaan tambahan tersebut

  1. Tes darah

Pemeriksaan darah ini dilakukan guna mendeteksi ada atau tidaknya infeksi yang berhubungan dengan polihidramnion.

  1. Amniocentesis

Amniocentesis adalah prosedur dimana sampel dari cairan ketuban diambil dari rahim untuk diperiksa, termasuk analisis kariotipe yang digunakan untuk mengetahui ketidaknormalan pada kromosom janin. Jika ibu hamil positif terdiagnosis polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara seksama. Pemantauan ini termasuk:

  • Nonstress test

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui reaksi detak jantung janin ketika ia bergerak. Saat pemeriksaan, Ibu hamil akan mengenakan alat khusus pada perut untuk mengukur detak jantung bayi. Ibu juga akan diminta untuk makan atau minum sesuatu agar membuat calon bayi menjadi aktif. Perangkat seperti bel juga dapat digunakan guna membangunkan janin dan membuatnya bergerak.

  • Profil biofisik

Pemeriksaan ini menggunakan USG untuk menyediakan informasi lebih mengenai napas, tonus, dan pergerakan bayi, serta volume cairan ketuban dalam rahim. Profil biofisik dapat dikombinasikan dengan nonstress test.

Polihidramnion pada dasarnya bukan suatu kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil jika dapat terdeteksi dengan cepat dan penanganan yang tepat. Jadi, lebih baik saat sedang kontrol kehamilan, kondisi air ketuban juga diperhatikan sehingga jika terdeteksi atau terdapat gejala polihidramnion dapat segera diatasi. 

Fakta-Fakta Seputar Sindrom Mallory-Weiss
Penyakit

Fakta-Fakta Seputar Sindrom Mallory-Weiss

Ada banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi di sekitar saluran pencernaan manusia. Jika maag atau usus buntu sudah amat populer, beda cerita untuk sindrom mallory-weiss. Salah satu masalah kesehatan yang menyerang organ pencernaan ini masih terdengar asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia.

Oleh karenanya, artikel ini akan memaparkan beberapa fakta seputar sindrom mallory-weiss sebagai salah satu sumber informasi awal sebelum Anda mencari rujukan yang lebih layak dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa fakta tersebut:

  • Gambaran umum mengenai kondisi ini

Sindrom mallory-weiss dideskripsikan oleh dua orang patologis dan dokter di Amerika, Kenneth Mallory dan Soma Weiss pada tahun 1929. Masalah kesehatan tersebut terungkap setelah Mallory dan Weiss menangani pasien yang menderita muntah-muntah setelah pesta minuman keras.

Sindrom mallory-weiss adalah suatu kondisi yang ditandai robeknya gastrointestinal bagian atas akibat laserasi mukosa longitudinal pada sambungan gastroesofagus atau kardia lambung. Sindrom mallory-weiss juga dikenal dengan istilah lain, yakni pendarahan saluran atas.

Robekan yang terjadi di salah satu organ pencernaan tersebut membuat seseorang mengalami pendarahan. Karena terjadi di dalam, darah tersebut akan keluar bersama muntahan, feses, ataupun mengalir melalui anus.

Kendati kondisi ini amat berkaitan dengan pola konsumsi alkohol, tetapi sindrom mallory-weiss dapat dipicu oleh beberapa penyebab lain yang memicu peningkatan tiba-tiba dalam tekanan intragastrik atau prolaps lambung ke esofagus, termasuk ekokardiografi transesofagus anteseden. Hantaman benda keras atau cedera yang diakibatkan benda tumpul pun bisa memicu kondisi ini.

  • Kelompok risiko

Sindrom mallory-weiss dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada kelompok orang yang memiliki peluang lebih tinggi ketimbang yang lainnya. Selain para pecandu alkohol, orang yang berumur 40 tahun ke atas jauh lebih berpotensi menderita penyakit ini. Selain itu, jika dibandingkan perempuan, pria dilaporkan memiliki risiko yang lebih tinggi dengan rasio 2-4: 1.

Namun, patut untuk diketahui jika ini hanya dugaan sementara, pasalnya dalam beberapa kasus, tidak ada faktor pencetus yang dapat diidentifikasi oleh dokter. Bahkan, satu studi melaporkan bahwa 25% pasien tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi.

  • Bagaimana bisa terjadi robekan dan menimbulkan sindrom mallory-weiss?

Robekan di gastroesophageal junction yang akhirnya menyebabkan sindrom mallory-weiss kemungkinan besar terjadi sebagai akibat dari gradien tekanan transmural yang besar, terjadi dengan cepat, dan singkat di seluruh area tersebut. 

Dengan peningkatan cepat dalam tekanan intragastrik karena faktor pencetus, seperti muntah. Gaya geser yang cukup tinggi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya robekan. Selain itu, prolaps yang hebat atau intususepsi perut bagian atas ke dalam kerongkongan, seperti yang dapat disaksikan selama muntah yang kuat pada endoskopi, juga berpotensi menyebabkan robekan di gastroesophageal.

  • Tindakan yang dapat dilakukan setelah timbul gejala

Ada banyak gejala yang bisa menjadi petunjuk seseorang mengalami masalah kesehatan ini, selain muntah dan berak darah, sesak napas, nyeri perut, hingga perasaan lemah juga dapat menjadi tanda awal sindrom mallory-weiss.

Seseorang yang mengalami masalah tersebut amat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat segera mendapatkan endoskopi. Endoskopi dilakukan untuk memetakan masalah apa yang tengah terjadi agar nantinya dokter bisa merencanakan langkah-langkah pengobatan, termasuk menentukan apakah pasien harus mendapat perawatan intensif (rawat inap) atau sekadar rawat jalan. Semua tentu tergantung seberapa parah kondisi pasien.

  • Komplikasi yang mungkin terjadi

Sindrom mallory-weiss termasuk kondisi kesehatan yang butuh perhatian ekstra. Sebab, masalah kesehatan ini bisa menimbulkan kematian. Kemungkinan kematian tersebut seiring dengan komplikasi yang kerap terjadi, mulai dari iskemia atau infark miokard, hingga syok hipovolemik.

***

Kendati demikian, sindrom mallory-weiss sudah dapat tertangani dengan baik berkat perkembangan yang terjadi di dunia medis. Kecanggihan alat kesehatan, serta semakin kompleksnya khazanah ilmu kedokteran membuat beragam komplikasi hingga tingkat kematian pasien dapat ditekan. 

Kiranya itulah beberapa fakta yang dapat menggambarkan kondisi sindrom mallory-weiss. Anda perlu mencari referensi tambahan untuk mengetahui masalah kesehatan ini secara lebih lengkap dan komprehensif.

Penyakit

Progeria, Kelainan Genetik yang Membuat Anak Tampak Lebih Tua

Salah satu kondisi genetik langka yang membuat anak tampak lebih tua dari usianya adalah progeria. Kelainan genetik ini juga disebut sindrom Hutchinson-Gilford (HGPS) terjadi dengan perbandingan satu dari empat juta kelahiran di seluruh dunia.

Apa Itu Progeria?

Progeria adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh anak mengalami penuaan dengan cepat. Anak dengan kelainan progeria umumnya terlihat normal saat lahir dan kondisi ini dimulai pada dua tahun pertama setelah lahir.

Bagi sebagian besar anak dengan progeria, akan bertahan hidup hingga usia 13 tahun. Namun ada beberapa diantaranya yang bertahan hidup lebih lama hingga 20 tahun keatas atau bahkan ada juga yang meninggal sebelum usia 13 tahun.

Kondisi progeria disebabkan karena adanya mutasi gen yang disebut Lamin A (LMNA). Saat gen LMNA bermutasi, ia akan menghasilkan progerin yang merupakan bentuk sel protein yang tidak normal. Progerin di tubuh anak dengan progeria akan lebih mudah terurai sehingga membuat penderita mengalami penuaan lebih cepat. Progeria bukanlah suatu kondisi yang diwariskan atau diturunkan oleh orang tua dan keluarga.

Tanda dan Gejala Progeria

Tanda dan gejala anak mengidap progeria umumnya tidak terdeteksi pada awal kelahiran. Kondisi ini akan menunjukkan gejala setelah 1 atau 2 tahun sejak kelahiran. Pertumbuhan dan pertambahan berat anak dengan progeria tidak sama dengan anak dengan kondisi normal. Berikut beberapa tanda fisik yang tampak pada anak dengan progeria:

  • Kepala lebih besar dari ukuran normal
  • Mata besar, bibir tipis, dan hidung runcing
  • Rahang bawah kecil
  • Urat nadi mudah terlihat
  • Pertumbuhan gigi lambat
  • Suara tinggi
  • Lemak dan otot tubuh hilang
  • Kerontokan rambut di badan, termasuk bulu mata dan alis

Selain kelainan fisik, saat bertambah umur anak dengan progeria juga akan menderita penyakit yang umumnya diderita oleh lansia. Beberapa penyakit yang dapat diderita oleh anak dengan progeria adalah:

  • Penyakit jantung
  • Keropos tulang
  • Stroke
  • Pengerasan pembuluh darah
  • Penurunan kemampuan pendengaran
  • Kekakuan pada sendi

Cara Mengobati Progeria

Hingga saat ini, belum ada obat tertentu untuk menyembuhkan progeria. Namun, melalui perawatan yang tepat dapat membantu meringankan gejala progeria. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada anak dengan progeria adalah sebagai berikut:

  1. Terapi fisik

Saat mengalami sendi kaku atau masalah pada pinggul, anak dengan progeria dapat melakukan terapi fisik. Terapi fisik ini diharapkan dapat membantu anak untuk bergerak dengan nyaman.

  1. Operasi

Jika anak memiliki masalah jantung maka dokter akan menyarankan untuk menjalani operasi bypass koroner atau angioplasti. Operasi ini diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit jantung pada anak dengan progeria.

  1. Perawatan di Rumah

Anak dengan progeria tentunya membutuhkan penanganan yang berbeda dengan anak dengan kondisi normal. Beberapa gaya hidup di rumah perlu diterapkan untuk membantu penderita beraktivitas dengan baik. Beberapa hal yang dapat membantu perawatan anak dengan progeria adalah seperti:

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
  • Gunakan bantalan untuk kaki agar anak dengan progeria merasa lebih nyaman
  • Perhatikan kelembaban kulit anak dengan menggunakan tabir surya saat keluar rumah

Tiap anak dengan progeria belum tentu memiliki kondisi yang sama. Beberapa jenis obat yang sesuai dengan kondisi penderita juga dapat digunakan untuk meringankan gejala yang dialami. Beberapa contoh obat yang diberikan bagi penderita progeria adalah:

  • Aspirin dengan dosis rendah untuk mencegah serangan jantung dan stroke
  • Obat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah
  • Obat untuk mencegah penggumpalan darah
  • Obat yang dapat menangani sakit kepala atau kejang 

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda atau gejala progeria, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter spesialis genetika medis serta menjalani tes darah. Hal ini untuk memastikan kondisi dan hasil pemeriksaan dari kondisi anak Anda.