Penyebab Benjolan di Paha yang Terasa Sakit
Penyakit

Penyebab Benjolan di Paha yang Terasa Sakit

Benjolan di paha merupakan suatu kondisi di mana ada tonjolan, benjolan, nodul, memar, tumor, atau daerah bengkak di daerah paha. Benjolan di paha dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti infeksi, peradangan, tumor, dan trauma. Tergantung pada penyebabnya, benjolan di paha mungkin tunggal atau ganda, lunak atau keras, nyeri atau tidak nyeri. Benjolan tersebut bisa tumbuh dengan cepat atau mungkin tidak berubah dalam ukuran. Anda yang mengalami benjolan di paha mungkin juga memiliki gejala lain, tergantung pada penyebab timbulnya benjolan di paha.

Penyebab Benjolan di Paha Terasa Sakit

Ada banyak faktor potensial yang dapat menjadi penyebab timbulnya benjolan di paha yang terasa menyakitkan. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kondisi kulit tertentu. 

Berikut beberapa penyebab timbulnya benjolan di paha yang menimbulkan rasa sakit.

1. Infeksi

Ada banyak bagian kulit yang rentan terkena infeksi, sehingga dapat menyebabkan benjolan di paha yang menyakitkan, seperti berikut ini.

Folikel Rambut yang Terinfeksi

Folikel merupakan area di mana setiap helai rambut tumbuh dari kulit. Ketika folikel ini terinfeksi, yang pada umumnya disebabkan karena bakteri atau jamur, maka akan menimbulkan folikulitis yang ditandai dengan area kulit tersebut menjadi merah, nyeri, dan bengkak.

Selulitis

Selulitis adalah kondisi di mana luka terbuka pada kulit menjadi terinfeksi karena ada paparan zat iritan.

Abses

Infeksi pada kulit pada akhirnya bisa berubah menjadi abses yang merupakan kantong nanah.

Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar kecil tempat sel-sel yang bekerja melawan infeksi hidup. Jika terjadi infeksi, maka akan menimbulkan reaksi yaitu kelenjar getah bening membesar dan timbul sebagai benjolan di paha. 

2. Trauma

Benjolan di paha yang terasa nyeri juga dapat disebabkan oleh trauma. Jika Anda pernah menabrak sesuatu, digigit serangga, atau bersentuhan dengan benda tajam, benjolan di paha bisa jadi merupakan reaksi tubuh Anda terhadap trauma tersebut.

3. Pertumbuhan Sel yang Tidak Normal

Tubuh manusia terdiri dari banyak sel yang terus tumbuh dan membelah. Biasanya, tubuh bisa memastikan sel-sel tumbuh secara normal. Akan tetapi, kadang-kadang tubuh juga mungkin mengalami pertumbuhan abnormal. Benjolan di paha dapat disebabkan oleh jenis pertumbuhan sel abnormal seperti berikut ini:

  • Pertumbuhan sel lemak yang tidak normal.
  • Pertumbuhan tidak normal pada sel tulang, tulang rawan, otot atau tendon.
  • Pertumbuhan sel kulit dan folikel rambut yang tidak normal.

4. Lipoma

Lipoma sering disebut sebagai tumor lemak, tetapi bukan merupakan kanker. Lipoma adalah pertumbuhan lemak yang terjadi di antara lapisan otot dan kulit di atasnya. Penyebab pastinya tidak diketahui. Kondisi lipoma ini paling sering muncul setelah usia 40 tahun.

5. Dermatofibroma

Dermatofibroma adalah pertumbuhan kulit yang biasanya muncul di kaki bagian bawah, tetapi dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Dermatofibroma bukan merupakan kanker, dan sering terjadi pada orang dewasa, dan jarang ditemukan pada anak-anak. 

6. Abses kulit

Abses kulit adalah kantung besar berisi nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Abses bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak. Tubuh melawan invasi bakteri tersebut dengan sel darah putih, yang membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi tetapi membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

7. Kista kulit

Kista adalah suatu benjolan kecil, pada umumnya berisi cairan, udara, lemak, atau bahan lain, yang mulai tumbuh di suatu tempat di tubuh tanpa alasan yang jelas. Sedangkan kista kulit adalah kista yang terbentuk tepat berada di bawah kulit.

Kista kulit diyakini terbentuk di sekitar sel keratin yang terperangkap, yaitu sel yang membentuk lapisan luar kulit yang relatif keras. Kista ini tidak menular. Siapa pun bisa mengalami kista kulit, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki jerawat, atau kulitnya terluka.

Rasa sakit yang Anda rasakan pada benjolan di paha bergantung pada penyebabnya. Benjolan di paha yang disebabkan oleh infeksi mungkin menyakitkan karena respons kekebalan tubuh bereaksi terhadap infeksi, dan Anda merasa sakit karena tubuh memperingatkan Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Jika tidak segera sembuh, Anda harus mencari pengobatan dengan berkonsultasi kepada dokter, agar segera diberi penanganan yang cepat dan tepat.

Penyakit

Pusing Kepala Bagian Belakang, Mungkin Gejala Neuralgia Oksipital

Pusing kepala bagian belakang atau terjadi pada bagian leher merupakan masalah yang sering terjadi, dengan berbagai aktivitas seperti sering melihat layar smartphone ataupun layar laptop Anda dalam jangka waktu yang lama. Kebiasan seperti ini merupakan hal yang lazim dilakukan oleh semua orang saat ini. Maka jika rasa sakit seperti ini sering dialami secara terus-menerus akan berdampak pada kepala dan leher terkena gangguan saraf oksipital. 

Sakit leher sebelah kanan dapat disebabkan oleh saraf kejepit.

Neuralgia oksipital ini merupakan jenis gangguan sakit kepala kronis, Hal ini terjadi ketika rasa sakit berasal dari daerah oksipital dan menyebar melalui saraf oksipital. Saraf ini berada pada bagian atas sumsum tulang belakang kulit kepala Anda. 

Sakit Neuralgia oksipital ini bisa dipicu dengan cepat, bahkan dengan sentuhan sederhana seperti sedang menyisir rambut, paling parah dari sakit neuralgia oksipital bisa terjadi serangan singkat dengan rasa sakit yang sangat hebat dan berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit terjadi. Nyeri sakit kepala yang parah akan berlangsung lebih lama daripada nyeri akibat neuralgia oksipital. 

Gejala Neuralgia Oksipital 

Neuralgia Oksipital ini akan mengalami gejala yang dapat menyebabkan nyeri yang sangat hebat seperti terasa sengatan listrik pada bagian belakang kepala dan leher, gejala lainya yaitu : 

  • Nyeri, terbakar, dan berdenyut-denyut yang biasanya dimulai di pangkal kepala dan sampai ke kulit kepala
  • Nyeri di satu atau kedua sisi kepala
  • Sakit di belakang mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Kulit kepala yang lembut
  • Sakit saat Anda menggerakkan leher

Penyebab Neuralgia Oksipital 

Neuralgia Oksipital ini sering disebabkan oleh saraf kejepit pada akar leher. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan oleh cedera kepala atau leher. Ketegangan leher kronis menjadi penyebab umum, kondisi lain penyebabnya diantaranya seperti 

  • Osteoarthritis, terutama pada tulang belakang leher bagian atas, yang dapat menjepit saraf
  • Tumor yang mempengaruhi akar saraf
  • Radang pembuluh darah
  • Encok
  • Infeksi
  • Trauma di bagian belakang kepala
  • Ketegangan leher atau otot leher yang tegang

Diagnosa Neuralgia Oksipital

Tidak mudah untuk mendiagnosa neuralgia oksipital secara sendiri, karena terdapat berbagai gejala dengan sakit kepala lainnya seperti Pusing kepala bagian belakang. Agar tahu apakah sakit kepala yang dialami Anda merupakan neuralgia oksipital tentu harus segera diperiksakan ke dokter. 

Dokter akan memulai menanyakan apa yang terjadi dan gejalanya. Seperti seberapa parah rasa sakit, dan seberapa sering rasa sakit terjadi, di mana rasa sakit itu terjadi serta pemicu dari rasa sakit yang terjadi. Selain itu juga dilakukan :

  • ambil riwayat kesehatan
  • melakukan pemeriksaan fisik
  • melakukan pemindaian ultrasound
  • merekomendasikan pemindaian atau tes lain untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. 

Pada proses pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan melakukan proses menekan area di mana saraf oksipital bekerja, untuk memastikan bahwa tekanan yang dilakukan menimbulkan rasa sakit. 

Meringankan Rasa Sakit Neuralgia Oksipital 

Pertama yang dilakukan yaitu menghilangkan rasa sakit pusing kepala bagian belakang yaitu dengan cara : 

  • Beristirahat di ruangan yang tenang
  • Pijat otot pada bagian leher yang terasa kencang dan nyeri. 
  • Minum obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti naproxen atau ibuprofen. 

Apabila hal itu tidak dapat membantu, Anda bisa segera dating kedokter untuk melakukan konsultasi atas apa yang Anda alami. Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk Anda seperti 

  • Resep relaksan otot 
  • Obat anti kejang 
  • Obat antidepresan 
  • Dokter mungkin akan melakukan suntikan steroid dan blok saraf. Penyumbatan saraf mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosa kondisi Anda, hal ini bisa menjadi pengobatan jangka pendek. Mungkin dilakukan dua hingga tiga suntikan selama beberapa minggu untuk mengendalikan rasa sakit Anda. Namun, tidak jarang masalah akan muncul lagi pada beberapa titik dan membutuhkan suntikan lain. 

Neuralgia oksipital bisa menyakitkan. Namun, berbagai pilihan pengobatan tersedia untuk meningkatkan kemungkinan Anda dapat mengelolanya dengan sukses, terutama jika penyebab utamanya diobati. Meskipun kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun menyakitkan. Jadi, buatlah janji bertemu dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

Penyakit

Trik Simpel Cegah Polip Tenggorokan Menyerang

Jangan menganggap enteng polip tenggorokan. Tumbuhnya lesi atau polip di bagian tenggorokan ini dapat menyebabkan pita suara Anda rusak secara permanen jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat. Anda pun akan mudah merasa lelah dan sakit di bagian leher apabila penyakit ini menimpa Anda. 

Banyak faktor yang bisa memicu munculnya polip di bagian tenggorokan Anda. Penyebab dari polip tenggorokan biasanya mengarah pada produksi suara yang terlalu keras secara berkesinambungan dengan teknik yang tidak tepat. Karena alasan inilah, orang-orang yang perprofesi sebagai penyanyi, penyiar radio, ataupun cheersleader kerap mengalami masalah pita suara yang satu ini. 

Selain banyak penyebab yang memungkinkan munculnya polip tenggorokan pada diri Anda, banyak cara pula untu mencegahnya. Berikut ini adalah beberapa trik simpel yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan pita suara dan mencegah munculnya polip tenggorokan. 

  1. Minum Banyak Air 

Setidaknya tiap orang mengonsumsi air putih sebanyak 2,5—3 liter tiap harinya. Hal ini bukan tanpa alasan. Banyak organ tubuh yang memerlukan air untuk menghindari peradangan dan menjaga kinerjanya, tidak terkecuali dengan tenggorokan. Mengonsumsi banyak air tiap hari dapat minimalkan risiko peradangan yang memunculkan polip di bagian tenggorokan Anda. 

  1. Hindari Asap Rokok 

Merokok dapat membuat pita suara dan tenggorokan mengalami iritasi dan peradangan yang berujung pada polip tenggorokan. Jadi untuk menjaga kesehatan tenggorokan dan pita suara Anda, jauhilah rokok. Bukan hanya menghilangkan kebiasaan merokok, Anda mesti memastikan terhindar dari asap rokok agar tidak mudah terkena polip tenggorokan. 

  1. Batasi Asupan Alkohol dan Kafein 

Alkohol mudah membuat tenggorokan menjadi kering dan memicu peradangan yang berujung pada tumbuhnya lesi. Hal yang sama terjadi apabila Anda terlalu sering mengonsumsi makanan mengandung kafein, seperti kopi, teh, ataupun cokelat. MulaI sekarang, batasi pengonsumsian alkohol dan kafein untuk bisa meminimalkan risiko mengalami polip tenggorokan. 

  1. Tidur Nyenyak 

Tidur yang cukup sebanyak 6—8 jam dalam sehari dapat menghindarkan Anda dari beragam masalah kesehatan, tidak terkecuali dari risiko terkena polip tenggorokan. Dengan tidur yang cukup, organ-organ tubuh pun akan lebih rileks dan mencegah terjadinya peradangan. Dengan begitu, risiko pertumbuhan lesi ataupun polip di berbagai bagian tubuh, tidak terkecuali di tenggorokan, juga dapat dihindari. 

  1. Kelola Stres 

Serin menjalani hobi yang disukai tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mental. Pengelolaan stres dengan menjalankan hobi ternyata ampuh meminimalkan risiko polip tenggorokan menimpa Anda. Pasalnya dengan stres yang terkelola dengan baik, seluruh bagian tubuh akan lebih rileks dan tidak mudah mengalami iritasi. 

  1. Sering Cuci Tangan 

Kebiasaan mencuci tangan memiliki dampak yang baik pula untuk kesehatan tenggorokan dan produksi suara. Ini karena ketika Anda mencuci tangan, potensi kuman atau bakteri masuk ke mulut dan menimbulkan peradangan dapat diantisipasi. Risiko mengalami polip tenggorokan juga dapat ditekan. 

  1. Gunakan Humidifier

Menyalakan humidifier di rumah memiliki banyak manfaat. Salah satunya penggunaan alat ini dapat mengurangi risiko timbulnya polip tenggorokan. Udara yang lebih bersih dengan kuman-kuman yang tersaring membuat ancaman peradangan karena infeksi kuman dan bakteri bisa dikurangi. 

  1. Kurangi Berteriak 

Jangan berteriak apabila tidak perlu. Inilah kunci utama dalam menghindari serangan polip tenggorokan. Berteriak hanya akan membuat tenggorokan menegang sehingga memicu tumbuhnya lesi ataupun polip. Kalau memang harus bersuara keras, Anda patut mempertimbangkan menggunakna mikrofon. 

Tidak sulit bukan mencegah polip tenggorokan? Namun jika sudah telanjur terkena penyakit ini, jangan ragu untuk berobat ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat dan lekas sembuh.

Hidup Sehat

Mengenal Trigger Finger Penyebab Jari Tangan Kaku

Trigger finger bisa membuat jari tangan kaku dan sakit pada saat ingin meluruskannya.

Trigger finger adalah kondisi di mana salah satu jari tangan kaku atau tersangkut dalam posisi tertekuk. Jari akan membentuk posisi seperti menekuk dan sulit untuk kembali lurus. Trigger finger atau tenosinovitis stenosis, disebabkan karena adanya penyempitan dan peradangan pada bagian yang mengelilingi tendon jari.

Tendon adalah kabel fibrosa yang menempelkan otot ke tulang. Setiap tendon dikelilingi oleh selubung pelindung. Trigger finger terjadi pada saat selubung tendon jari mengalami iritasi dan meradang. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan gerakan normal tendon melalui selubung.

Iritasi yang berkepanjangan pada selubung tendon dapat menghasilkan jaringan parut, penebalan dan pembentukan benjolan (nodul) hingga menghambat gerakan tendon.

Faktor risiko

– Penyakit ini sering menyerang orang-orang yang memiliki pekerjaan atau hobinya memerlukan tindakan seperti mencengkram tangan secara berulang-ulang. 

– Orang yang menderita diabetes atau rheumatoid arthritis (RA) berisiko lebih tinggi mengalami trigger finger.

– Sama seperti RA, trigger finger umumnya menyerang wanita.

Kenali berbagai gejala trigger finger

Gejala trigger finger seringkali dimulai tanpa adanya cedera sama sekali. Akan tetapi, sebagian besar penderita akan mengalami beberapa gejala seperti:

– Munculnya benjolan lembut di pangkal jari di sisi telapak tangan.

– Timbulnya sensasi seperti mengunci ketika sedang menggerakan jari.

– Nyeri saat menekuk atau meluruskan jari.

– Jari tangan kaku dan mengunci terutama pada saat bangun di pagi hari.

Cara mendiagnosa trigger finger

Diagnosis trigger finger sebenarnya tidak memerlukan pengujian yang rumit. Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan meminta Anda untuk membuka dan menutup tangan, memeriksa area yang sakit, lancar tidaknya gerakan dan melihat apakah jari tangan kaku secara berulang atau tidak.

Dokter juga akan meraba telapak tangan untuk melihat apakah ada benjolan. Apabila Anda mengalami trigger finger, maka benjolan tersebut akan begeser saat jari bergerak. Hal ini terjadi karena, benjolan tersebut merupakan area pembengkakan pada bagian tendon yang menggerakkan jari.

Segera lakukan pengobatan

Perawatan trigger finger bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan beralam lama mengalami kondisi tersebut. Namun, ada beberapa pengobatan yang biasa dokter sarankan seperti pemberian obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen (Aleve). Obat ini dapat meredakan nyeri, tetapi tidak meredakan pembengkakan yang menyempitkan pada bagian selubung tendon.

Selain pengobatan medis, Anda juga kerap disarankan untuk melakukan beberapa latihan atau peregangan seperti berikut:

Istirahat cukup

Hindari aktivitas yang memerlukan genggaman berulang, penggunaan mesin genggam yang bergetar dalam waktu lama sampai gejala membaik. Jika tidak dapat menghindari aktivitas tersebut sama sekali, karena alasan pekerjaan atau lain hal, sebaiknya gunakan sarung tangan empuk untuk meringankan rasa sakit.

Gunakan belt terapi tangan

Anda sebaiknya memakai belt terapi tangan di malam hari untuk mencegah terjadinya jari tangan kaku selama enam minggu. Alat ini sangat membantu mengistirahatkan tendon.

Latihan peregangan

Jangan malas untuk berolahraga. Selain menjaga stamina tubuh, latihan peregangan, khususnya di bagian tangan sangat membantu meringankan rasa sakit pada penderita trigger finger

Mungkin Anda pernah mengalami jari tangan kaku. Namun, karena tidak memberikan efek lebih lanjut dan rasa nyeri belum terlalu terasa, maka banyak orang mengabaikannya. Akan tetapi, sebelum kondisi ini menjadi lebih fatal, sebaiknya segera lakukan terapi dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi medis.

Hidup Sehat

Ini Alasan Harus Mengunjungi & Tanya Dokter Bedah Anak!

Ini Alasan Harus Mengunjungi  & Tanya Dokter Bedah Anak!

Seorang ahli bedah anak mengkhususkan diri dalam pengobatan cacat lahir dan kondisi medis masa kanak-kanak melalui prosedur pembedahan dan perawatan berkelanjutan. 

Namun, selain beberapa hal tadi, kira-kira kondisi seperti apakah yang mengharuskan seseorang mengunjungi atau tanya dokter bedah anak? Yuk, cari tahu kira-kira kondisi seperti apa saja yang dilakukan dokter bedah anak. Berikut penjelasannya!

Apa itu dokter bedah anak?

Ahli bedah anak adalah dokter atau spesialis yang memiliki spesialisasi dalam merawat anak. Dokter bedah anak biasanya melakukan operasi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Dokter bedah anak mungkin mengkhususkan diri pada salah satu dari empat jenis perawatan utama, meliputi:

  • Prenatal. Ahli bedah anak yang bekerja dengan ahli radiologi untuk menemukan masalah saat anak berada di dalam rahim dan merencanakan operasi korektif setelah lahir. Operasi prenatal, atau operasi pada janin, adalah praktik baru yang tidak terlalu umum. 
  • Neonatal. Operasi neonatal melibatkan perbaikan cacat bawaan, atau cacat lahir, pada bayi baru lahir. 
  • Trauma. Operasi trauma terjadi ketika seorang anak mengalami cedera sedang hingga parah seperti patah tulang, luka bakar, atau cedera internal. Inilah salah satu alasan utama mengapa anak-anak mendapatkan perawatan medis yang intensif. 
  • Onkologi anak. Pediatric onkologi mengobati anak-anak yang menderita kanker atau tumor. 

Kapankah Anda harus mengunjungi atau tanya dokter bedah anak?

Dokter spesialis bedah anak bertugas merawat, mengobati, dan mengelola kebutuhan bedah anak termasuk:

  • Pembedahan untuk kelainan selangkangan di masa kanak-kanak dan remaja yang meliputi testis yang tidak turun, hernia, hidrokel, dan varikokel
  • Perbaikan cacat lahir secara bedah
  • Cedera serius yang memerlukan pembedahan (misalnya luka pisau, atau cedera lainnya)
  • Diagnosis dan perawatan bedah tumor
  • Operasi transplantasi
  • Prosedur endoskopi, seperti bronkoskopi-pemeriksaan yang dilakukan untuk mengecek bagian dalam paru-paru dan saluran napas menggunakan alat bernama bronkoskopi yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosa adanya infeksi, tumor atau penyakit pada paru-paru, esophagogastroduodenoscopy-merupakan prosedur endoskopi yang memperlihatkan saluran pencernaan atas dan usus dua belas jari dan prosedur ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosis bagian sistem pencernaan, kolonoskopi-adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan atau abnormalitas usus besar dan rektum).
  • Semua prosedur bedah lainnya untuk anak-anak

Ahli bedah anak mungkin melakukan operasi untuk bayi kecil yang lahir pada usia kehamilan 25 minggu atau untuk remaja setinggi enam kaki. Jenis pembedahannya pun sangat luas dan meliputi:

  • Perut 
  • Toraks (anomaly esophagus, paru-paru, dan bronkial)
  • Operasi trauma
  • Transplantasi
  • Endoskopi
  • Laparoskopi
  • Urologi

Bedah spesialis anak meliputi:

  • Operasi neonatal (seringkali untuk kelainan kongenital seperti cacat pada dinding perut dan hernia diafragma)
  • Operasi usus besar
  • Operasi trauma besar
  • Operasi onkologi

Faktanya, hanya 11% operasi pada anak-anak yang dilakukan oleh ahli bedah anak. Sisanya dilakukan oleh ahli bedah spesialis lain, beberapa diantaranya mengkhususkan diri pada kasus anak. Ini pun termasuk bedah umum, ortopedi, plastik, mulut dan mata serta THT dan urologi. Spesialis dewasa dapat bekerja dan bermitra dengan ahli bedah anak untuk mengobati gangguan masa kanak-kanak yang tidak umum seperti tiroid dan kondisi gastrointestinal tertentu. 

Jadi, jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah bedah anak atau si kecil mengalami beberapa gejala yang tidak biasa ada baiknya untuk mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter bedah anak pilihan Anda. Anda pun dapat tanya dokter bedah anak dengan membuat janji terlebih dahulu.

Penyakit

Cegah dan Obati Radang Kepala Penis (Balanitis) dengan Cara Ini!

Radang kepala penis atau disebut juga dengan balanitis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 1 dari 25 anak laki-laki dan 1 dari 30 pria dewasa yang belum disunat. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi atau phimosis, dimana kulup penis terlalu kencang. 

balanitis radang kepala penis

Penyebab dan gejala

Pria yang tidak disunat sangat berisiko terkena radang kepala penis karena bawah kulup adalah area yang lembab dan hangat, tempat yang sangat pas untuk berkembangnya jamur dan bakteri. 

Penyebab lainnya meliputi:

  • Phimosis, atau kulup yang terlalu ketat
  • Kebersihan area genital yang tidak terjaga
  • Infeksi jamur kelamin (kandidiasis)
  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi kudis
  • Alergi
  • Penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim
  • Diabetes
  • Obesitas atau kegemukan
  • Artritis reaktif

Gejala radang kepala penis bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Beberapa tanda dan gejala balanitis mirip dengan infeksi menular seksual dan sariawan penis, diantaranya:

  • Kulit di kepala penis kencang dan berkilau
  • Kemerahan di sekitar kelenjar
  • Nyeri dan gatal di bawah kulup akibat penumpukan kotoran
  • Pembengkakan kelenjar di dekat penis
  • Mengeluarkan bau tidak sedap
  • Keluarnya cairan putih (smegma) di bawah kulup

Pada kasus yang jarang terjadi atau lansia dengan balanitis, akan muncul luka atau lesi pada kelenjar di penis.

Mencegah dan mengobati balanitis

Mempraktikkan gaya hidup yang bersih adalah salah satu kunci pencegahan penyakit radang kepala penis. Pastikan untuk membasuh seluruh kepala penis dan kulup dan mengeringkannya setelah buang air kecil atau aktivitas terkait lainnya. 

Tarik kulup hingga kelenjar terbuka, kemudian cuci bersih bagian bawah kulup dengan air hangat. Anda bisa menggunakan sabun dengan kandungan yang lembut, namun hindari produk yang mengandung pewangi dan alkohol. 

Anda juga bisa menggunakan krim berair atau cairan pembersih netral yang tidak mengandung sabun, dan pastikan untuk membilasnya hingga benar-benar bersih. Setelah itu, keringkan bawah kulup dan kepala penis dengan kain lembut. 

Bagi pria yang aktif secara seksual, menggunakan kondom juga penting demi menghindari infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan balanitis.

Jika Anda di diagnosa balanitis, dokter akan meresepkan krim anti gatal dan obat steroid untuk menghentikan peradangan dan rasa gatal. Dokter juga akan meresepkan obat antibiotik atau anti jamur jika terjadi infeksi.

Selain obat resep, Anda bisa menemukan obat balanitis di apotek. Misalnya, krim anti jamur yang mengandung nistatin, klotrimazol, atau terbinafin, juga steroid hidrokortison sebagai obat anti peradangan. 

Jika terjadi kekambuhan, dokter akan menyarankan untuk melakukan sunat. 

Bagaimana jika radang kepala penis tidak diobati?

Balanitis yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis dan memicu komplikasi kesehatan, termasuk:

  • Balanoposthitis

Balanoposthitis adalah meradangnya kulup dan kelenjar penis. Balanoposthitis ditandai dengan gatal, iritasi, dan pembengkakan kulup dan kelenjar.

Kondisi ini hanya terjadi pada pria yang tidak disunat, dan sering dialami oleh pria dengan kulu ketat atau menderita diabetes.

  • Balanitis xerotica obliterans (BXO)

Balanitis xerotica obliterans (BXO) disebut juga dengan lichen sclerosus. Merupakan kondisi dimana kulit kelenjar mengeras dan memutih, dan menyebabkan gangguan berkemih dan menyulitkan keluarnya air mani.

  • Jaringan parut pada penis

Selain sebagai salah satu penyebab balanitis, fimosis juga bisa timbul sebagai komplikasi radang kepala penis. 

Peradangan yang terjadi pada kelenjar dan kulit penis bisa menyebabkan jaringan parut atau fimosis. Fimosis menyebabkan bukaan atau lubang kencing menyempit, serta memicu ketidaknyamanan dan kesulitan berkemih dalam waktu lama.

Konsultasikan seputar radang kepala penis atau masalah terkait kesehatan reproduksi kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Penyakit

Apa Itu Moebius Syndrome? Ini Penjelasannya

Moebius Syndrome

Merupakan sebuah kelainan bawaan yang ditandai dengan kelemahan hingga kelumpuhan saraf pada wajah yang berfungsi untuk mengendalikan ekspresi wajah disebut dengan moebius syndrome. Selain ekspresi wajah, saraf ini juga mengendalikan pergerakan mata, kemampuan berbicara, mengunyah dan menelan makanan serta minuman.

Perlu diketahui bahwa kelainan saraf bawaan ini tergolong langka dan bisa dibilang jarang terjadi, sindrom Moebius bisa dideteksi sejak bayi lahir. Meski begitu belum diketahui secara pasrti apa yang menjadi penyebab dari munculnya kelainan langka ini. Hingga saat ini baru diketahui bahwa faktor genetik dan lingkungan diduga sebagai pemicunya.

Penyebab Moebius Syndrome

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebagian besar kasus kelainan saraf langka ini terhadi secara acak dan bisa dialami oleh siapa saja. Sindrom Moebius merupakan kelainan bawaan yang jarang terjadi, kemunculannya diprediksi hanya satu dari 50.000 atau 500.000 kelahiran. Kelainan ini muncul akibat saraf kranial VI dan VII tidak terbentuk atau tidak berkembang.

Pada beberapa kasus yang terjadi sebagian kecil, saraf kranial XII yang tidak terbentuk juga dapat menyertai munculnya kelainan ini. Peneliti menduga adanya kesalahan atau kegagalan perkembangan dari saraf kranial, terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke batang otak janin selama masa perkembangan.

Meski muncul secara acak, peneliti menduga ada beberapa faktor dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko munculnya sindrom Moebius, antara lain seperti kelainan genetik pada kromosom 3, 10 dan 13. Lalu kondisi medis saat perkembangan janin, seperti hipoksia dan iskemik dan penggunaan kokain selama masa kehamilan.

Gejala Sindrom Moebius

Gejala kelainan ini juga terlihat ketika bayi baru dilahirkan, biasanya sangat beragam dan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa gejala yang paling sering muncul, tanda-tanda inilah yang patut diwaspadai oleh orang tua ketika bayi baru lahir dan mengalami beberapa kondisi seperti berikut.

  • Tidak ada ekspresi wajah, bisa seperti tidak tersenyum, menutup mata, mengangkat alis hingga mengerutkan kening.
  • Kelumpuhan atau kelemahan otot wajah secara total, mata juling atau strabismus dan dagu atau rahang kecil serta mulut yang kecil.
  • Langit-langit mulut sumbing, hingga adanya gangguan pada tangan dan kaki, bisa club foot dan jaring yang menghilang atau juga menyatu.

Ketika melakukan diagnosa penyakit ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan tanya jawab bersama kedua orang tua pasien terkait dengan gejala dan keluhan yang dialami anak. Diperlukan juga riwayat kesehatan anak dan keluarga, termasuk riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, terakhir dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada anak.

Dalam mengetahui kondisi dan penyebab dari gejala yang muncul, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Antara lain seperti tes genetik, fungsinya untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik, lalu pemindaian CT scan atau MRI dengan tujuan mendeteksi munculnya kelainan pada saraf kranial, dan elektromiografi (EMG) guna memastikan penyebab lain.

Pengobatan Moebius Syndrome

Penanganan untuk kelainan langka ini melibatkan tim medis, termasuk juga dokter anak, dokter bedah, dokter mata, dokter THT dan fisioterapis. Penanganan yang cepat dan tepat di tahun pertama kelahiran mampu membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Terdapat beberapa metode penanganan yang akan dilakukan oleh dokter, seperti berikut ini.

  • Pemasangan alat bantu dan operasi.
  • Terapi secara rutin bersama fisioterapis.
  • Konsumsi obat-obatan secara rutin dan sesuai dengan resep dokter.

Demikian penjelasan singkat mengenai moebius syndrome yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Penyakit

Mengapa Leukemia Pada Anak Bisa Terjadi?

Kanker darah atau yang sering Anda kenal sebagai Leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Kondisi ini dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi. Leukimia bisa menyerang siapa saja termasuk anak – anak. Meski begitu, leukemia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

image Leukemia pada Anak

Penyebab leukemia pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun kebanyakan kasus terjadi dikarenakan adanya mutasi gen. Mutasi gen juga umumnya muncul secara spontan dan tidak dipengaruhi oleh keturunan. Ini berarti, leukemia pada anak bisa saja terjadi meski orang tua maupun keluarga kandungnya tidak menderita kanker yang sama. Anak – anak yang lebih rentan mengalami leukemia apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Memiliki kembar identik dengan leukemia pada usia muda
  2. Memiliki kembar tidak identik atau saudara kandung yang menderita leukemia
  3. Pernah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk jenis kanker lain
  4. Menjalani pengobatan yang menekan sistem imun setelah transplantasi organ
  5. Mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan mutasi genetik, seperti Down syndrome, Li-Fraumeni syndrome, Klinefelter syndrome, neurofibromatosis, telangiectasia ataxia, dan fanconi anemia
  6. Tinggal di lokasi yang tinggi radiasi dan paparan zat kimia

Meski leukimia pada anak tidak begitu mengkhawatirkan jika langsung ditangani dengan tepat, tetapi Anda juga harus waspada terhadap gejala – gejala dari kanker darah atau leukimia yang menyerang anak – anak.

  1. Wajah pucat

Kanker darah dapat menyebabkan penurunan sel darah merah (eritrosit). Rendahnya jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah, sehingga anak bisa mengalami anemia dan menimbulkan gejala berupa pucat, lemas, mudah lelah, dan sesak napas.

  1. Rentan terkena infeksi

Pada leukemia, sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jumlahnya meningkat. Meski begitu, sel – sel ini tidak berfungsi secara normal. Hal inilah yang menyebabkan anak menjadi lebih rentan terkena infeksi. Gejalanya bisa berupa demam berkepanjangan.

  1. Mudah mengalami perdarahan

Anak yang menderita leukemia juga mudah mengalami perdarahan, karena terjadi penurunan jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang rendah akan mengganggu proses pembekuan darah, sehingga perdarahan lebih mudah terjadi. Gejalanya berupa mudah memar, gusi berdarah, dan sering mimisan.

  1. Nyeri tulang dan sendi

Nyeri pada tulang dan sendi sering dirasakan oleh anak yang mengalami leukemia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan sel – sel darah putih yang abnormal di bagian tersebut.

  1. Kesulitan bernapas

Kanker darah pada anak bisa mempengaruhi kelenjar timus. Letaknya di leher sehingga pembengkakan pada kelenjar ini dapat menekan trakea dan membuat anak sulit bernapas. Kesulitan bernapas juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan sel-sel abnormal di pembuluh darah paru-paru.

  1. Kehilangan nafsu makan dan nyeri perut

Bila sel abnormal menumpuk di hati, ginjal, dan limpa, maka organ – organ  tersebut akan membengkak dan menekan organ lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada perut dan rasa tidak nyaman. Pada anak yang mengalami leukemia, nafsu makannya juga sering menurun.

  1. Pembengkakan kelenjar

Sel-sel darah putih pada anak yang menderita leukemia juga sering mengumpul di kelenjar getah bening. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tersebut. Gejalanya berupa benjolan di leher, dada, ketiak, atau pangkal paha.

Oleh karena itulah leukimia pada anak bisa terjadi karena beberapa kondisi. Meski begitu, leukimia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini karena leukimia pada anak dapat terdeteksi dengan cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.  

Sering Mengalami Nyeri Kronis, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Penyakit

Sering Mengalami Nyeri Kronis, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tubuh setiap manusia bereaksi ketika mengalami pemicu rasa nyeri, seperti sakit atau cedera. Nyeri ini menjadi tanda atau peringatan bahwa ada kondisi yang salah dalam tubuh Anda. Namun, terkadang nyeri ini bisa berkepanjangan dan menyebabkan nyeri kronis.

Nyeri kronis ditandai dengan rasa nyeri yang berlangsung selama tiga sampai enam bulan. Saat nyeri terus terasa setiap hari, kesehatan fisik dan emosional Anda akan ikut terpengaruh.

Gejala yang digolongkan sebagai nyeri kronis

Rasa nyeri biasa tidak serta merta disebut sebagai nyeri kronis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, nyeri ini terjadi dalam jangka panjang. Biasanya, rasa nyeri akan terjadi dengan gejala berupa:

  • Sakit kepala
  • Sakit punggung
  • Nyeri kanker
  • Nyeri artritis
  • Nyeri akibat kerusakan saraf

Sejumlah penelitian sudah membuktikan bahwa ada banyak sekali masyarakat di dunia yang mengalami kondisi ini. Nyeri yang parah dan jangka panjang menjadi awal dari kondisi cacat jangka panjang. 

Cara mengatasi nyeri kronis

Pengobatan untuk kondisi ini memiliki tujuan utama untuk meredakan nyeri serta meningkatkan mobilitas. Karena, ketika nyeri sangat parah, pergerakan Anda mungkin akan terganggu.

Setiap orang bisa merasakan tingkat keparahan nyeri yang berbeda-beda. Karena itu, pengobatan untuk setiap pasien pun akan beragam.Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengobati nyeri jangka panjang, yaitu:

  • Pengobatan dengan obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang umumnya digunakan untuk meredakan nyeri parah jangka panjang. Ada obat pereda nyeri yang bisa Anda beli dengan bebas di apotek, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin.

Selain itu, ada juga obat pereda nyeri opioid, termasuk morfin, kodein, dan hidrokodon. Adan juga obat analgesik adjuvan, seperti obat antidepresan dan obat antikonvulsan.

  • Pengobatan dengan prosedur medis

Beberapa prosedur pengobatan medis bisa meredakan nyeri kronis. Salah satunya adalah suntikan untuk memblokir saraf dalam mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak Anda.

Tidak hanya itu, pengobatan dengan akupuntur juga sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Dalam kasus yang cukup parah, Anda mungkin harus menjalani pengobatan dengan operasi untuk memperbaiki cedera fatal.

  • Pengobatan dengan perubahan gaya hidup

Gaya hidup Anda juga berkontribusi dalam meningkatkan keparahan nyeri. Untuk meredakannya, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup. 

Beberapa contoh perubahan gaya hidup yang berkontribusi dalam meredakan nyeri adalah yoga, terapi dengan seni dan musik, pijat, meditasi, tai chi, dan terapi fisik. 

Dokter bisa saja memilih salah satu upaya pengobatan dari poin-poin di atas, atau menggabungkan ketiganya sekaligus. 

Apa yang harus dilakukan saat rasa nyeri muncul?

Tidak ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengobati rasa nyeri jangka panjang. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meredakan nyeri ketika rasa nyeri itu muncul:

  • Menjaga kesehatan tubuh

Biasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat serta tidur yang cukup. Jangan lupa juga untuk rutin berolahraga guna menghindari stres dan menjaga tubuh tetap sehat.

  • Meminta bantuan orang lain

Saat nyeri muncul dan Anda tidak bisa beraktivitas, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, seperti teman ataupun keluarga. Terkadang, bantuan mereka juga bisa memberikan dukungan emosional untuk Anda. 

Meskipun tidak bisa diobati dengan pengobatan khusus, rasa nyeri tetap bisa dikurangi. Menjaga pola hidup sehat adalah salah satu cara utama agar terhindar dari nyeri kronis.

Penyakit

Kesehatan Saraf Terjaga Membuat Tubuh Bugar, Ikuti 5 Cara Mudah Berikut

Sistem saraf memiliki fungsi yang sangat banyak. Sistem saraf mengontrol perilaku, proses berpikir, dan terlibat dalam fungsi tubuh lainnya. Dengan segudang pekerjaan tersebut, pernahkah Anda berpikir kapan dan bagaimana caranya sistem saraf beristirahat.

Anda mungkin menyadari pentingnya menjaga kesehatan saraf, tapi di sisi lain Anda tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mendukung sistem saraf tetap sehat. Artikel berikut akan memberikan tips menjaga kesehatan saraf yang mudah dilakukan.

Gangguan saraf ada banyak jenisnya sehingga cara menanganinya pun berbeda-beda

Pentingnya menjaga kesehatan saraf

Sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat (SSP) yang terdapat oleh otak dan sumsum tulang belakang, dan sistem saraf perifer (PNS). 

Sistem saraf melakukan banyak tugas, mulai dari menanggapi rangsangan, terlibat dalam fungsi vital seperti sistem pencernaan, detak jantung, dan pernapasan, mengatur emosi, bahkan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres. 

Kesehatan saraf dan sel yang terganggu bisa mengacaukan fungsi dasar tubuh. 

Penyebab sistem saraf terganggu

Masalah pada sistem saraf tergantung pada sistem saraf yang terlibat. Gangguan bisa terjadi secara perlahan hingga fungsi tubuh benar-benar menurun (degeneratif), atau terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi mengancam jiwa. 

Beberapa penyebab gangguan sistem saraf antara lain:

  • Gangguan pada pembuluh darah (suplai darah)
  • Cedera, terutama pada kepala dan sumsum tulang belakang
  • Penyakit bawaan dari lahir
  • Masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau psikosis
  • Paparan racun, seperti karbon monoksida, arsenik, atau timbal
  • Overdosis atau penarikan obat resep, non-resep, narkotika, atau alkohol 
  • Infeksi   
  • Tumor otak
  • Stroke
  • Muntah yang parah
  • Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B1 (tiamin) atau vitamin B12
  • Kondisi medis lainnya seperti multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, kegagalan sistem organ, masalah elektrolit

Cara agar saraf tetap sehat

Berikut ini beberapa cara mudah untuk menjaga kesehatan saraf:

  1. Berolahraga secara rutin

Karena saraf tersebar di seluruh tubuh, ada banyak jenis olahraga yang bisa dicoba. Misalnya, latihan beban meningkatkan proprioception, kesadaran terkait posisi dan postur tubuh. 

Contoh lain adalah memainkan permainan otak seperti teka teki silang atau sudoku. Aktivitas tersebut dapat memperkuat saraf otak dan mengurangi risiko dari demensia. 

Jika Anda melakukan olahraga fisik, pastikan untuk melakukannya di pagi hari. Sinar matahari pagi memperkuat kesehatan sistem saraf pusat sekaligus mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh.

  1. Tidur yang cukup

Beberapa fungsi tubuh bekerja mengikuti jam biologis tubuh atau yang disebut juga ritme sirkadian. Tidur yang cukup dan teratur membantu sistem saraf bekerja lebih baik. 

Selain itu, tidur juga membantu memperkuat daya ingat, serta mencegah dari berbagai penyakit, termasuk diabetes, gagal jantung, hipertensi, dan lainnya.

  1. Melakukan teknik relaksasi

Stres yang didapat dari kegiatan sehari-hari membuat tubuh melepaskan hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi mempengaruhi sistem saraf untuk mengganggu refleks, konsentrasi, dan daya ingat seseorang. 

Teknik relaksasi seperti meditasi membantu meringankan stres dengan menenangkan saraf simpatik, mengatur pernapasan, dan detak jantung. Latihan yoga secara teratur juga menjaga kadar kortisol tetap rendah, menjaga kesehatan saraf, sekaligus menghasilkan perasaan sejahtera.

  1. Mandi air hangat

Mandi air hangat membuat tubuh menjadi rileks, seperti semua beban hilang bersamaan dengan air yang mengalir ke seluruh tubuh. 

Mandi air hangat terbukti dapat mengurangi peradangan, meningkatkan hormon bahagia endorfin, serta mengurangi kecemasan. Tambahkan ramuan penyembuhan, seperti daun teh kering agar pengalaman sensori Anda lebih menyenangkan.

  1. Makan makanan bergizi

Menjaga pola makan tidak hanya membantu menjaga berat badan ideal, tapi juga menjauhkan dari sebagian besar penyakit serta mendukung kesehatan saraf pusat. 

Makanan bergizi tidak selalu tentang buah dan sayur. Beberapa makanan yang bisa membuat saraf tetap sehat antara lain cokelat hitam, daging merah tanpa lemak, makanan laut, biji chia, dan kacang almond. 

Selain itu, penting untuk menjaga tubuh selalu terhidrasi. Bagi pecinta kopi, sebaiknya perhatikan batasan minum kopi dalam sehari. Begitupula dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol yang sebaiknya dihentikan karena membahayakan sistem saraf.

Catatan

Kesehatan saraf berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sistem saraf yang sehat membuat Anda bisa beraktivitas dengan lancar.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar sistem saraf dan penyakit terkait, tanyakan kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ atau mendiskusikannya di forum kesehatan terkait kesehatan saraf. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.