Penyakit

Terkena Kanker Kelenjar Air Liur? Ini Beberapa Jenisnya!

Pada dasarnya, kanker hampir bisa terjadi di sebuah bagian tubuh manusia, tak terkecuali kelenjar air liur atau air ludah. Kelenjar ludah menghasilkan air liur yang membuat mulut Anda tetap lembap dan mendukung pencernaan. 

Kanker kelenjar air liur adalah jenis kanker yang cukup langka yang dimulai di jaringan salah satu kelenjar. Namun, tahukah Anda jika kanker kelenjar air liur ini hadir dalam beberapa jenis? Nah, berikut penjelasannya!

Apa itu kanker kelenjar air liur?

Mulut mengandung banyak kelenjar ludah. Beberapa besar dan beberapa kecil. Kanker kelenjar air liur terjadi ketika salah satu kelenjar ini berkembang menjadi tumor kanker. Kelenjar ludah utama terdiri dari tiga pasang, yaitu:

  • Kelenjar parotis, yang terletak tepat di depan setiap telinga, adalah kelenjar ludah terbesar. Kanker kemungkinan besar akan berkembang di sini. Meskipun sebagian tumor yang berkembang di sini bersifat jinak, namun hal ini bisa menjadi tempat awal untuk sebagian besar tumor ganas kelenjar ludah. 
  • Kelenjar sublingual, berada di bawah lidah dan merupakan kelenjar ludah mayor terkecil. Tumor jarang muncul pada kelenjar ini. 
  • Kelenjar submandibular, berada tepat di bawah rahang. Sekitar 10-20% tumor dimulai di sini dan sekitar 50% ganas. 

Ada ratusan kelenjar ludah minor mikroskopis di sekitar mulut. Lokasinya meliputi:

  • Sinus 
  • Lidah
  • Di dalam pipi
  • Hidung
  • Laring
  • Kotak suara

Tumor kelenjar ludah sudah termasuk kanker darah dan limfatik sistem, seperti non-Hodgkin lymphoma. Tumor jinak tidak akan menyebar secara lokal atau ke bagian tubuh yang jauh. Namun, tanpa pengobatan atau setelah pengangkatan tidak lengkap, tumor jinak bisa menjadi ganas. 

Apa saja jenis kanker kelenjar air liur?

Jenis kanker kelenjar air liur yang Anda derita akan bergantung pada jenis sel tempat dimulainya kanker. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Karsinoma mucoepidermoid

Adalah jenis kanker kelenjar ludah yang paling umum. Lebih dari 30 persen kanker kelenjar air liur dianggap jenis ini. Kanker yang berkembang di sini seringkali membentuk kista kecil berisi lendir. Kebanyakan karsinoma mukoepidermoid berkembang di kelenjar parotis. Mereka juga dapat berkembang di kelenjar submandibular serta kelenjar ludah minor. 

Kanker mucoepidermoid biasanya tumbuh lambat (tingkat rendah), tetapi juga dapat tumbuh dengan cepat (tingkat tinggi). Gejala umum karsinoma mukoepidermoid termasuk kelumpuhan wajah, nyeri, drainase telinga, kesulitan menelan, dan kesulitan membuka mulut. 

  1. Karsinoma kistik adenoid

Karsinoma kistik adenoid adalah kanker yang tumbuh lambat namun agresif. Lebih mungkin untuk kembali setelah perawatan awal daripada kanker kelenjar ludah lainnya. Ini adalah jenis kanker yang paling umum berkembang di kelenjar ludah minor. Seringkali tumbuh di sepanjang saraf, yang dapat menyebabkan nyeri dan kelumpuhan wajah. Pembengkakan di sekitar mulut juga merupakan gejala umum. 

  1. Karsinoma sel akik (Acinic cell adenocarcinoma)

Kanker ini berkembang di sel asinar, yang menghasilkan air liur. Karsinoma sel asinik tumbuh lambat. Mereka lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Sebagian besar berkembang di kelenjar parotis dan nyeri adalah gejala paling umum. 

  1. Adenokarsinoma polimorf

Polimorf berarti bahwa jaringan kanker memiliki berbagai pola pertumbuhan yang berbeda bila dilihat di bawah mikroskop. Kanker ini biasanya tumbuh lambat. Meskipun sangat jarang, kanker ini adalah kanker paling umum kedua dari kelenjar ludah minor setelah karsinoma kistik adenoid. 

Jenis lain dari tumor kelenjar air liur yang jinak

Ada beberapa jenis tumor kelenjar ludah yang jinak. Di antara yang paling umum adalah: 

  • Adenoma pleomorfik. Jenis tumor kelenjar ludah yang paling umum. Adenoma adalah kata lain untuk benjolan bukan kanker. 
  • Tumor warthin. Benjolan jinak yang hampir secara eksklusif muncul di kelenjar parotis, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. karena sering dikaitkan dengan riwayat merokok serta paparan radiasi. 
  • Kanker kelenjar ludah sekunder. Mengacu pada kanker yang dimulai di area lain di tubuh dan menyebar ke kelenjar ludah. Biasanya menyebar ke kelenjar parotis atau, lebih jarang, ke kelenjar submandibular. 

Jadi, jika Anda telah didiagnosis kanker kelenjar air liur ada baiknya untuk tetap menjalani perawatan yang disarankan oleh dokter sesuai dengan jenis kanker yang Anda derita.

Penyakit

Mengapa Polihidramnion Berbahaya Untuk Ibu Hamil?

Polihidramnion

Polihidramnion adalah penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan. Meski kondisi tersebut umumnya tidak serius, tapi membutuhkan pemantauan secara rutin dari dokter agar terhindar dari kemungkinan komplikasi. Jika calon ibu didiagnosis mengalami polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara saksama untuk mencegah komplikasi. Perawatan yang diberikan tentu akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Polihidramnion tingkat ringan bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara polihidramnion tingkat berat akan membutuhkan pemantauan medis yang lebih ketat.

Pada kondisi polihidramnion, biasanya jumlah cairan ketuban bisa lebih dari dua liter. Bandingkan dengan kondisi normal air ketuban pada usia kehamilan 10–20 minggu yang sekitar 50–250 ml. Kemudian ketika memasuki minggu 30–40, jumlah normal air ketuban mencapai 500–1500 ml. Air ketuban merupakan salah satu hal penting dalam kehamilan. Cairan ini berfungsi untuk menjaga dan membantu perkembangan janin selama dalam kandungan. Fungsi lain dari air ketuban bagi janin antara lain

  • Menjaga suhu dalam kandungan agar tetap stabil
  • Melindungi janin dari serangan infeksi
  • Menjaga janin agar dapat bergerak bebas selama dalam kandungan sehingga tulang bayi dapat berkembang
  • Meredam getaran yang berasal dari luar kandungan

Cairan ketuban tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit, takarannya harus pas. Hal tersebut karena cairan yang terlalu banyak atau sedikit memengaruhi kehamilan pada janin ibu. Kondisi air ketuban yang terlalu sedikit dapat disebut oligohidramnion. Sementara kondisi air ketuban yang terlalu banyak disebut polihidramnion.

Pada kasus yang ringan, mungkin ibu tidak merasakan gejala dari polihidramnion. Namun, pada kasus yang terbilang parah, ibu dapat merasakan hal seperti napas terasa berat ketika beristirahat, bengkak pada perut, kaki, atau pergelangan kaki. Selain itu, gejala lainnya dari polihidramnion yaitu sakit punggung, urine yang keluar dari tubuh berkurang, rahim membesar, dan sulit merasakan gerakan dari janin.

Melansir dari Mayo Clinic, ibu yang mengidap polihidramnion dapat menyebabkan kelahiran prematur, masalah pada tali pusar janin, perdarahan hebat pada ibu setelah melahirkan, hingga kematian bayi. Selain itu, ibu dapat mengalami tekanan darah tinggi, infeksi saluran kemih, ketuban pecah terlalu dini, dan operasi caesar.

Dokter akan menawarkan pemeriksaan tambahan jika Ibu hamil terdiagnosa mengalami polihidramnion. Pemeriksaan ini akan dilakukan berdasarkan pada faktor risiko, paparan terhadap infeksi, dan evaluasi kondisi janin. Beberapa jenis pemeriksaan tambahan tersebut

  1. Tes darah

Pemeriksaan darah ini dilakukan guna mendeteksi ada atau tidaknya infeksi yang berhubungan dengan polihidramnion.

  1. Amniocentesis

Amniocentesis adalah prosedur dimana sampel dari cairan ketuban diambil dari rahim untuk diperiksa, termasuk analisis kariotipe yang digunakan untuk mengetahui ketidaknormalan pada kromosom janin. Jika ibu hamil positif terdiagnosis polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara seksama. Pemantauan ini termasuk:

  • Nonstress test

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui reaksi detak jantung janin ketika ia bergerak. Saat pemeriksaan, Ibu hamil akan mengenakan alat khusus pada perut untuk mengukur detak jantung bayi. Ibu juga akan diminta untuk makan atau minum sesuatu agar membuat calon bayi menjadi aktif. Perangkat seperti bel juga dapat digunakan guna membangunkan janin dan membuatnya bergerak.

  • Profil biofisik

Pemeriksaan ini menggunakan USG untuk menyediakan informasi lebih mengenai napas, tonus, dan pergerakan bayi, serta volume cairan ketuban dalam rahim. Profil biofisik dapat dikombinasikan dengan nonstress test.

Polihidramnion pada dasarnya bukan suatu kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil jika dapat terdeteksi dengan cepat dan penanganan yang tepat. Jadi, lebih baik saat sedang kontrol kehamilan, kondisi air ketuban juga diperhatikan sehingga jika terdeteksi atau terdapat gejala polihidramnion dapat segera diatasi. 

Fakta-Fakta Seputar Sindrom Mallory-Weiss
Penyakit

Fakta-Fakta Seputar Sindrom Mallory-Weiss

Ada banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi di sekitar saluran pencernaan manusia. Jika maag atau usus buntu sudah amat populer, beda cerita untuk sindrom mallory-weiss. Salah satu masalah kesehatan yang menyerang organ pencernaan ini masih terdengar asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia.

Oleh karenanya, artikel ini akan memaparkan beberapa fakta seputar sindrom mallory-weiss sebagai salah satu sumber informasi awal sebelum Anda mencari rujukan yang lebih layak dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa fakta tersebut:

  • Gambaran umum mengenai kondisi ini

Sindrom mallory-weiss dideskripsikan oleh dua orang patologis dan dokter di Amerika, Kenneth Mallory dan Soma Weiss pada tahun 1929. Masalah kesehatan tersebut terungkap setelah Mallory dan Weiss menangani pasien yang menderita muntah-muntah setelah pesta minuman keras.

Sindrom mallory-weiss adalah suatu kondisi yang ditandai robeknya gastrointestinal bagian atas akibat laserasi mukosa longitudinal pada sambungan gastroesofagus atau kardia lambung. Sindrom mallory-weiss juga dikenal dengan istilah lain, yakni pendarahan saluran atas.

Robekan yang terjadi di salah satu organ pencernaan tersebut membuat seseorang mengalami pendarahan. Karena terjadi di dalam, darah tersebut akan keluar bersama muntahan, feses, ataupun mengalir melalui anus.

Kendati kondisi ini amat berkaitan dengan pola konsumsi alkohol, tetapi sindrom mallory-weiss dapat dipicu oleh beberapa penyebab lain yang memicu peningkatan tiba-tiba dalam tekanan intragastrik atau prolaps lambung ke esofagus, termasuk ekokardiografi transesofagus anteseden. Hantaman benda keras atau cedera yang diakibatkan benda tumpul pun bisa memicu kondisi ini.

  • Kelompok risiko

Sindrom mallory-weiss dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada kelompok orang yang memiliki peluang lebih tinggi ketimbang yang lainnya. Selain para pecandu alkohol, orang yang berumur 40 tahun ke atas jauh lebih berpotensi menderita penyakit ini. Selain itu, jika dibandingkan perempuan, pria dilaporkan memiliki risiko yang lebih tinggi dengan rasio 2-4: 1.

Namun, patut untuk diketahui jika ini hanya dugaan sementara, pasalnya dalam beberapa kasus, tidak ada faktor pencetus yang dapat diidentifikasi oleh dokter. Bahkan, satu studi melaporkan bahwa 25% pasien tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi.

  • Bagaimana bisa terjadi robekan dan menimbulkan sindrom mallory-weiss?

Robekan di gastroesophageal junction yang akhirnya menyebabkan sindrom mallory-weiss kemungkinan besar terjadi sebagai akibat dari gradien tekanan transmural yang besar, terjadi dengan cepat, dan singkat di seluruh area tersebut. 

Dengan peningkatan cepat dalam tekanan intragastrik karena faktor pencetus, seperti muntah. Gaya geser yang cukup tinggi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya robekan. Selain itu, prolaps yang hebat atau intususepsi perut bagian atas ke dalam kerongkongan, seperti yang dapat disaksikan selama muntah yang kuat pada endoskopi, juga berpotensi menyebabkan robekan di gastroesophageal.

  • Tindakan yang dapat dilakukan setelah timbul gejala

Ada banyak gejala yang bisa menjadi petunjuk seseorang mengalami masalah kesehatan ini, selain muntah dan berak darah, sesak napas, nyeri perut, hingga perasaan lemah juga dapat menjadi tanda awal sindrom mallory-weiss.

Seseorang yang mengalami masalah tersebut amat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat segera mendapatkan endoskopi. Endoskopi dilakukan untuk memetakan masalah apa yang tengah terjadi agar nantinya dokter bisa merencanakan langkah-langkah pengobatan, termasuk menentukan apakah pasien harus mendapat perawatan intensif (rawat inap) atau sekadar rawat jalan. Semua tentu tergantung seberapa parah kondisi pasien.

  • Komplikasi yang mungkin terjadi

Sindrom mallory-weiss termasuk kondisi kesehatan yang butuh perhatian ekstra. Sebab, masalah kesehatan ini bisa menimbulkan kematian. Kemungkinan kematian tersebut seiring dengan komplikasi yang kerap terjadi, mulai dari iskemia atau infark miokard, hingga syok hipovolemik.

***

Kendati demikian, sindrom mallory-weiss sudah dapat tertangani dengan baik berkat perkembangan yang terjadi di dunia medis. Kecanggihan alat kesehatan, serta semakin kompleksnya khazanah ilmu kedokteran membuat beragam komplikasi hingga tingkat kematian pasien dapat ditekan. 

Kiranya itulah beberapa fakta yang dapat menggambarkan kondisi sindrom mallory-weiss. Anda perlu mencari referensi tambahan untuk mengetahui masalah kesehatan ini secara lebih lengkap dan komprehensif.

Penyakit

Progeria, Kelainan Genetik yang Membuat Anak Tampak Lebih Tua

Salah satu kondisi genetik langka yang membuat anak tampak lebih tua dari usianya adalah progeria. Kelainan genetik ini juga disebut sindrom Hutchinson-Gilford (HGPS) terjadi dengan perbandingan satu dari empat juta kelahiran di seluruh dunia.

Apa Itu Progeria?

Progeria adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh anak mengalami penuaan dengan cepat. Anak dengan kelainan progeria umumnya terlihat normal saat lahir dan kondisi ini dimulai pada dua tahun pertama setelah lahir.

Bagi sebagian besar anak dengan progeria, akan bertahan hidup hingga usia 13 tahun. Namun ada beberapa diantaranya yang bertahan hidup lebih lama hingga 20 tahun keatas atau bahkan ada juga yang meninggal sebelum usia 13 tahun.

Kondisi progeria disebabkan karena adanya mutasi gen yang disebut Lamin A (LMNA). Saat gen LMNA bermutasi, ia akan menghasilkan progerin yang merupakan bentuk sel protein yang tidak normal. Progerin di tubuh anak dengan progeria akan lebih mudah terurai sehingga membuat penderita mengalami penuaan lebih cepat. Progeria bukanlah suatu kondisi yang diwariskan atau diturunkan oleh orang tua dan keluarga.

Tanda dan Gejala Progeria

Tanda dan gejala anak mengidap progeria umumnya tidak terdeteksi pada awal kelahiran. Kondisi ini akan menunjukkan gejala setelah 1 atau 2 tahun sejak kelahiran. Pertumbuhan dan pertambahan berat anak dengan progeria tidak sama dengan anak dengan kondisi normal. Berikut beberapa tanda fisik yang tampak pada anak dengan progeria:

  • Kepala lebih besar dari ukuran normal
  • Mata besar, bibir tipis, dan hidung runcing
  • Rahang bawah kecil
  • Urat nadi mudah terlihat
  • Pertumbuhan gigi lambat
  • Suara tinggi
  • Lemak dan otot tubuh hilang
  • Kerontokan rambut di badan, termasuk bulu mata dan alis

Selain kelainan fisik, saat bertambah umur anak dengan progeria juga akan menderita penyakit yang umumnya diderita oleh lansia. Beberapa penyakit yang dapat diderita oleh anak dengan progeria adalah:

  • Penyakit jantung
  • Keropos tulang
  • Stroke
  • Pengerasan pembuluh darah
  • Penurunan kemampuan pendengaran
  • Kekakuan pada sendi

Cara Mengobati Progeria

Hingga saat ini, belum ada obat tertentu untuk menyembuhkan progeria. Namun, melalui perawatan yang tepat dapat membantu meringankan gejala progeria. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada anak dengan progeria adalah sebagai berikut:

  1. Terapi fisik

Saat mengalami sendi kaku atau masalah pada pinggul, anak dengan progeria dapat melakukan terapi fisik. Terapi fisik ini diharapkan dapat membantu anak untuk bergerak dengan nyaman.

  1. Operasi

Jika anak memiliki masalah jantung maka dokter akan menyarankan untuk menjalani operasi bypass koroner atau angioplasti. Operasi ini diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit jantung pada anak dengan progeria.

  1. Perawatan di Rumah

Anak dengan progeria tentunya membutuhkan penanganan yang berbeda dengan anak dengan kondisi normal. Beberapa gaya hidup di rumah perlu diterapkan untuk membantu penderita beraktivitas dengan baik. Beberapa hal yang dapat membantu perawatan anak dengan progeria adalah seperti:

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
  • Gunakan bantalan untuk kaki agar anak dengan progeria merasa lebih nyaman
  • Perhatikan kelembaban kulit anak dengan menggunakan tabir surya saat keluar rumah

Tiap anak dengan progeria belum tentu memiliki kondisi yang sama. Beberapa jenis obat yang sesuai dengan kondisi penderita juga dapat digunakan untuk meringankan gejala yang dialami. Beberapa contoh obat yang diberikan bagi penderita progeria adalah:

  • Aspirin dengan dosis rendah untuk mencegah serangan jantung dan stroke
  • Obat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah
  • Obat untuk mencegah penggumpalan darah
  • Obat yang dapat menangani sakit kepala atau kejang 

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda atau gejala progeria, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter spesialis genetika medis serta menjalani tes darah. Hal ini untuk memastikan kondisi dan hasil pemeriksaan dari kondisi anak Anda.

katarak traumatik
Penyakit

Kenali Katarak Traumatik dan Cara Penanganannya

Katarak traumatik merupakan salah satu jenis katarak yang diakibatkan karena cedera atau trauma pada mata. Katarak ini biasanya terjadi karena usia yang telah lanjut atau pada lansia dan muncul secara perlahan sampai akhirnya dapat mengganggu penglihatan penderita katarak itu sendiri. Pada artikel berikut akan dibahas tentang bagaimana katarak traumatik terjadi dan cara penanganannya.  

Katarak traumatik

Katarak traumatik terjadi akibat trauma mata yang tumpul atau tembus. Energi inframerah, sengatan listrik, dan radiasi pengion adalah penyebab langka terjadinya katarak traumatik lainnya.

Katarak yang disebabkan oleh trauma tumpul secara klasik akan membentuk kekeruhan aksial posterior berbentuk bintang yang mungkin stabil atau progresif, sedangkan trauma tembus dengan gangguan kapsul lensa membentuk perubahan kortikal yang mungkin tetap fokus jika kecil atau dapat berkembang pesat menjadi kekeruhan kortikal total.

Pada katarak ini komplikasi dapat terjadi, di antaranya termasuk:

  • Phacolytic
  • Phacomorphic
  • Pipillary block
  • Angle-recession glaucoma
  • Pecahnya koroid
  • Perdarahan retrobulbar
  • Neuropati optic traumatis
  • Pecah globe

Katarak traumatis dapat menghadirkan banyak tantangan medis dan bedah bagi dokter mata, pemeriksaan yang cermat dan rencana pengelolaan dapat menyederhanakan kasus-kasus sulit ini dan memberikan hasil terbaik.

Gejala katrak traumatik

Bisanya, gejala yang muncul pada katarak traumatik hampir sama dengan gejala atau tanda yang muncul pada katarak pada umumnya. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Terlihat putih pada bagian tengah mata
  • Pandangan menjadi kabur
  • Kesulitan melihat pada malam hari
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Seringkali melihat lingkaran cahaya (halo) saat melihat cahaya seperti lampu
  • Pandangan ganda pada mata yang mengalami katarak

Penanganan dan cara mengatasi katarak traumatik

Perawatan medis

Jika glaukoma menjadi masalah, kendalikan tekanan intraokular dengan obat standar. Tambahkan kortikosteroid jika partikel lensa adalah penyebabnya atau jika ada iritis. Untuk katarak fokal, observasi diperlukan jika katarak berada di luar sumbu visual. Terapi miotik mungkin bermanfaat jika katarak dekat dengan sumbu visual. Dalam beberapa kasus subluksasi lensa, miotik dapat memperbaiki diplopia monokuler.

Perawatan bedah

Perencanaan bedah adalah yang paling penting dalam kasus katarak traumatik. Integritas kapsul sebelum operasi dan stabilitas zonular harus diketahui. Dalam kasus dislokasi posterior tanpa glaukoma, inflamasi, atau obstruksi visual, pembedahan dapat dihindari.

Indikasi pembedahan meliputi:

  • Adanya penurunan penglihaan yang tidak dapat diterima
  • Pandangan terhalang dari patologi posterior
  • Peradangan atau glaukoma yang diinduksi lensa
  • Pecahnya kapsul dengan pembengkakan lensa
  • Patologi mata akibat trauma lainnya memerlukan pembedahan

Pencegahan

Untuk menghindari beberapa risiko yang bisa menyebabkan katarak traumatik atau cedera pada mata, ada baiknya untuk tidak melakukan beberapa hal berikut:

  • Jangan menggosok mata terlalu kencang atau menekannya
  • Jangan menyentuh mata terlalu sering
  • Jangan mencoba mengambil sesuatu yang masuk ke dalam mata yang bisa berakibat mata bisa tertusuk atau tergores
  • Jika mata terkena zat kimia, basuh mata dengan air bersih yang mengalir

Jika terjadi iritasi pada mata, segera kunjungi dokter jika selama tiga hari tidak membaik.

Penanganan katarak traumatis bisa menjadi tantangan tersendiri. Peluang untuk mendapatkan hasil yang sukses telah meningkat berkat bitrektomi canggih dengan parameter fluidic yang terlah ditingkatkan, teknik pembedahan yang disempurnakan, dan ketersediaan berbagai pewarna kapsular (misalnya biru tripan), tambahan pewarnaan anti inflamasi. Jadi, jika Anda mengalami gejala atau tanda katarak di atas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyakit

Beginilah Cara Mengatasi Fraktur Klavikula

Patah tulang dapat terjadi di bagian mana saja, salah satunya adalah pada bagian selangka yang disebut sebagai fraktur klavikula. Selangka adalah tulang yang menghubungkan dada dengan lengan sehingga berfungsi untuk menopang lengan ketika bergerak. Ketika seseorang mengalami fraktur klavikula, maka lengan tidak dapat digerakkan. Anak-anak cukup rentan mengalami patah tulang jenis ini. Penyebab patah tulang selangka yang paling sering adalah adanya hantaman secara langsung pada pundak. Hal tersebut mungkin terjadi saat seseorang terjatuh atau mengalami kecelakaan olahraga. Beberapa jenis olahraga yang rawan terkena fraktur klavikula yaitu skateboard dan ski. 

Gejala dan tanda fraktur klavikula 

Patah tulang selangka juga dapat dialami oleh bayi akibat proses persalinan. Tanda yang ditunjukkan oleh bayi adalah akan menangis ketika bahu dipegang sebab merasa sakit. Pada orang dewasa, orang yang mengalami fraktur klavikula akan menunjukkan beberapa gejala dan tanda yaitu:

  • Suara berderak ketika menggerakkan tangan
  • Kesulitan menggerakkan lengan
  • Terdapat benjolan di tulang selangka
  • Lengan membengkak dan terasa kaku
  • Posisi pundak maju k depan
  • Lebam pada area tulang selangka

Penanganan tanpa operasi

Penanganan untuk patah tulang selangka akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami. Apabila fraktur klavikula tergolong ringan, maka penanganan tanpa operasi mungkin untuk diterapkan. Beberapa langkah penanganan fraktur klavikula tanpa operasi yaitu: 

  1. Menopang lengan menggunakan sling atau perban sehingga tulang tidak mengalami pergeseran lebih jauh. 
  2. Menggunakan kompres es batu sehingga rasa nyeri dapat berkurarang saat cedera masih awal dialami. 
  3. Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk nyeri yang lebih hebat dan tidak tertangani menggunakan kompres es batu.
  4. Terapi fisik dapat dilakukan selama proses penyembuhan sehingga tulang tidak menjadi kaku. 

Penanganan menggunakan operasi

Untuk menangani patah tulang dengan tingkat keparahan tinggi, maka metode operasi sangat disarankan. Tingkat kesembuhan menggunakan operasi juga jauh lebih tinggi dibandingkan hanya terapi saja. Langkah penanganan dan prosedur operasi untuk penderita fraktr klavikula yaitu: 

  1. Menempatkan tulang selangka kembali pada posisi semula
  2. Menempatkan plat metal untuk menahan tulang agar tetap di tempat
  3. Memakai sling untuk menjaga tulang tidak bergerak selama beberapa minggu 
  4. Mengonsumsi obat pereda nyeri setelah operasi 

Hal lain yang perlu diperhatikan 

Tulang belum sepenuhnya padat sebelum seseorang berusia 20 tahun sehingga lebih rawan mengalami patah ketika berolahraga. Selain itu, pada pasien fraktur klavikula terdapat risiko terjadinya komplikasi sebanyak 25%. Risiko yang mungkin terjadi adalah infeksi, iritasi, hingga masalah pada paru-paru. Berbagai risiko tersebut bisa muncul baik pada penanganan tanpa operasi ataupun dengan menggunakan operasi. Bagi pasien yang menjalani operasi, maka prosedur berupa X-ray lanjutan perlu dilakukan setelahnya untuk mengecek posisi tulang. Waktu yang diperlukan untuk mengobati fraktur klavikula bisa berbeda tergantung usia dan tingkat keparahan. Umumnya, pada pasien anak-anak diperlukan waktu selama 3 hingga 6 minggu untuk pulih. Pada pasien dewasa, waktu yang diperlukan untuk sembuh lebih lama yaitu sekitar 6 hingga 8 minggu. 

Untuk mencegah terjadinya fraktur klavikula maka sebaiknya selalu waspadas ketika berkegiatan atau melakukan olaharaga. Anda juga bisa membuat tulang menjadi lebih kuat dengan memperbanyak asupan vitamin D dan kalsium. Selain itu, lakukan olahraga dan atur pola makan sehingga tubuh menjadi sehat. Anda dapat bertanya langsung dengan dokter mengenai fraktur klavikula atau masalah kesehatan lainnya melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Penyakit

Mencegah Penularan Q Fever, Penyakit dari Hewan Ternak

Q Fever atau demam Q adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii. Umum ditemui pada hewan ternak, seperti sapi dan kambing, demam Q sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada manusia. 

Meski kasus penularan Q fever jarang terjadi, ada baiknya untuk tetap berjaga-jaga dengan melakukan upaya pencegahan. 

Penularan Q fever pada manusia

Q fever pertama kali diidentifikasi pada tahun 1930, dengan Q merupakan singkatan dari kata query. Pada waktu itu peneliti belum mengetahui penyebab dari Q fever, hingga tujuh tahun kemudian seorang peneliti Australia dan Amerika menemukan bakteri Coxiella burnetii sebagai penyebabnya. 

Q fever dapat dengan cepat dan mudah ditularkan dari hewan ke manusia. Cara penularannya pun beragam yaitu:

  • Menghirup debu yang telah terkontaminasi oleh kotoran, susu, atau produk kelahiran hewan yang terkontaminasi bakteri C. burnetti
  • Kontak langsung dengan hewan yang terkena Q fever
  • Mengonsumsi produk olahan hewan ternak yang terkontaminasi, termasuk susu yang tidak dipasteurisasi

Penularan demam Q antar manusia jarang terjadi, tapi akan sangat mematikan bagi wanita hamil. Penyebaran dapat terjadi melalui transfusi darah, dari wanita hamil ke janinnya, melalui hubungan seksual, bahkan melalui gigitan kutu. 

Adapun mereka yang paling berisiko tinggi terpapar adalah orang yang sering berkontak dengan hewan, termasuk dokter hewan, peternak, pekerja susu, pekerja pabrik pengolahan daging, dan peneliti di fasilitas penampungan hewan ternak. 

Gejala yang harus diperhatikan

Ketika seseorang terpapar bakteri C. burnetti, infeksi akan berkembang 2 hingga 3 minggu kemudian. Sebagian besar kasus yang terinfeksi bakteri C. burnetti tidak menunjukkan gejala apapun. 

Gejalanya bisa bervariasi setiap orang, dan gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Demam
  • Menggigil atau berkeringat
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Mual, muntah, atau diare
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan
  • Batuk tidak produktif (batuk kering)

Seseorang yang juga memiliki penyakit kronis dapat mengalami pneumonia atau hepatitis. Sedangkan pada ibu hamil berisiko tinggi mengalami komplikasi Q fever seperti keguguran, lahir mati, persalinan prematur, atau berat lahir bayi rendah. 

Mencegah penularan demam Q

Untuk mencegah penularan dari hewan ke manusia, berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Hewan yang terinfeksi bakteri Coxiella burnetii dapat terlihat sehat, maka dari itu hindarilah kontak dengan hewan, terutama saat hewan melahirkan. 
  • Menggunakan alat pelindung diri ketika berkontak dengan hewan, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu.
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah berkontak dengan hewan. 
  • Jangan mengonsumsi produk susu mentah atau yang belum dipasteurisasi.

Bagi Anda yang berisiko tinggi terpapar dianjurkan untuk menerima vaksin Q fever. Sejauh ini berbagai jenis vaksin telah dikembangkan, salah satunya dari Australia yang disebut dengan Q-Vak

Karena keberadaan penyakit ini berlum secara resmi ditemukan di Indonesia, maka Anda bisa mendiskusikan tindakan pencegahan yang efektif dengan dokter. 

Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi Q fever?

Untuk memastikan seseorang terkena demam Q, dokter akan melakukan tes darah terlepas dari gejala yang dirasakan. 

Karena penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi, mengisolasi mereka yang terinfeksi tidak diperlukan. Dibawah pengawasan tenaga medis, Q fever dapat ditangani. Dokter akan memberi antibiotik doxycycline selama 2 minggu, namun kebanyakan pasien sembuh tanpa perawatan apapun. 

Kondisi kronis akan diberikan perawatan antibiotik selama beberapa bulan, tak jarang dengan perawatan kombinasi antibiotik doxycycline dan hydroxychloroquine.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar Q fever dapat ditanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

gejala rambut rontok
Penyakit

Benarkah Stres Menjadi Penyebab Gejala Rambut Rontok?

Mungkin, rambut rontok adalah hal yang biasa terjadi pada hampir semua orang. Namun, kerontokan yang tidak biasa atau menipisnya rambut dari hari ke hari membuat seseorang tidak menyukai hal tersebut.

Pada dasarnya banyak sekali penyebab rambut rontok, tetapi apakah stres menjadi salah satu penyebab gejala rambut rontok pada seseorang? Berikut jawabannya!

Rambut rontok yang normal

Pada dasarnya, rambut ada rentan hidup alami di setiap helai dan rontok secara alami. Faktanya, kita semua akan kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari, dari 100.000 rambut rata-rata di kulit kepala. Ini karena beberapa faktor, seperti:

  • Penuaan: Setelah usia 30 tahun (dan seringkali sebelum usia tersebut), pria dan wanita mulai kehilangan rambut, meskipun pria cenderung melakukannya dengan lebih cepat.
  • Usia: Usia rata-rata sehelai rambut adalah 4,5 tahun; rambut kemudian akan rontok dan akan diganti dalam waktu 6 bulan dengan rambut baru.
  • Penataan: Keramas, mengeringkan rambut, dan menyikat rambut dapat menyebabkan beberapa rambut rontok; kebanyakan dari kita melakukan ini secara teratur.

Stres penyebab rambut rontok?

Ya, stres dan rambut rontok bisa menjadi saling berkaitan. Ada beberapa hal jenis rambut rontok yang dapat dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi, meliputi:

  • Effluvium telogen. Dalam telogen effluvium (TEL-o-jun uh-FLOO-vee-um), stres yang paling signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut yang terkena bisa rontok tiba-tiba saat Anda menyisir atau mencuci rambut.
  • Trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak tertahankan untuk mencabut rambut dari kulit kepala, alus, atau area  lain di tubuh Anda. Mencabut rambut bisa menjadi cara untuk mengatasi perasaan negatif atau tidak nyaman, seperti stres, ketegangan, kesepian, kebosanan, atau frustrasi.
  • Alopecia areta. Berbagai faktor diperkirakan menyebabkan alopecia areta, kemungkinan termasuk stres berat. Dengan alopecia areta, sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.

Stres dan rambut rontok bukanlah hal yang permanen. Jika Anda dapat mengendalikan stres, maka rambut Anda akan bisa tumbuh kembali dan rambut akan berhenti rontok.

Kelola stres untuk kurangi gejala rambut rontok

Jika stres ternyata menjadi masalah, mengendalikan tingkat stres dapat membantu memulihkan proses pertumbuhan rambut alami tubuh Anda. Anda pun bisa mengurangi stres atau mengelola managemen stres Anda dengan cara berikut:

  • Mulailah program olahraga secara teratur.
  • Pelajari teknik relaksasi seperti, meditasi, pernapasan dalam, dan yoga.
  • Luangkan waktu setiap hari untuk bersantai dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan atau mendengarkan musik yang menyenangkan.
  • Ikuti kelas yoga atau praktikkan postur tubuh di rumah.
  • Lebih terlibat secara sosial dengan teman dan keluarga daripada menarik diri dengan stres.

Penghilang stres jangka pendek

Memiliki rencana untuk mengelola managemen stres yang komprehensif akan membantu, dan teknik yang bertindak cepat adalah bagian penting dari stres itu sendiri. Beberapa obat pereda stres yang bekerja dengan cepat mungkin dapat Anda coba, meliputi:

  • Aromaterapi
  • Latihan pernapasan
  • Olahraga
  • Meditasi
  • Relaksasi otot progresif
  • Visualisasi

Faktor lain yang sebabkan rambut rontok

Ada faktor lain yang bisa menyebabkan rambut rontok, seperti:

  • Kemoterapi
  • Perubahan hormonal
  • Penyakit tertentu
  • Kebiasaan gugup
  • Kehamilan, persalinan, dan penggunaan pil KB

Jika rambut Anda menipis, atau Anda mengalami kebotakan dan tampak tidak normal (misalnya jika Anda berusia remaja atau 20-an), sebaiknya temui dokter Anda untuk mencari tahu apa penyebab dari masalah tersebut. Selain itu, jika Anda khawatir stres adalah penyebab dari gejala rambut rontok Anda, maka ada baiknya untuk rubah gaya hidup dan temukan beberapa cara untuk mengatasi stres.

Pertolongan pertama asam urat sangat penting diketahui oleh semua orang
Penyakit

10 Langkah Pertolongan Pertama Asam Urat

Pertolongan pertama asam urat sangat penting diketahui oleh semua orang, sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat saat seseorang mengalami asam urat. Penyakit yang disebut juga dengan gout ini adalah bentuk artritis akibat inflamasi atau penumpukan kristal asam urat yang sangat menyakitkan. Akibatnya, sendi jadi kaku dan bengkak. Penyakit ini juga sering dikaitkan dengan faktor genetika, bukan sebagai konsekuensi gaya hidup. Namun, asam urat dapat diperburuk oleh obesitas dan diet.

Faktor risiko asam urat

Umumnya, seorang wanita lebih berisiko mengalami asam urat, terutama setelah menopause. Di sisi lain, seseorang lebih berisiko mengalami asam urat apabila memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Diabetes.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Sindrom metabolik.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit ginjal dan obat yang diminumnya dapat meningkatkan kadar asam urat.

10 Tahap pertolongan pertama asam urat

Selama serangan asam urat terjadi, sendi yang terkena menjadi bengkak, terasa hangat saat disentuh, dan tampak sangat merah. Bahkan, tekanan sekecil apa pun pada sendi bisa terasa sangat menyakitkan. Umumnya, serangan gout lebih sering terjadi di tengah malam dan dimulai di jempol kaki.

Jangan sampai salah, ikutilah 10 langkah pertolongan pertama asam urat berikut ini:

  1. Segera temui dokter

Ya, pertolongan pertama asam urat adalah segera menemui dokter. Asam urat adalah salah satu penyakit yang sulit terdiagnosis, karena data tentang cara mengobatinya masih sangat minim. Semakin cepat pengobatan dan penanganan nyeri diberikan, semakin cepat seseorang bisa pulih kembali.

  1. Minum obat antiinflamasi yang tepat

Pertolongan pertama asam urat juga bisa dengan mengonsumsi obat antiinflamasi yang tepat. Ada tiga jenis obat yang efektif, yaitu: 

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dijual bebas, seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen sodium.
  • Obat steroid resep.
  • Obat antiinflamasi resep yang disebut colchicine, yang memengaruhi cara tubuh bereaksi terhadap kristal asam urat. 

Dokter Anda akan mencari tahu obat mana yang terbaik untuk kondisi dan kebutuhan tubuh Anda. Misalnya, NSAID tidak sesuai jika Anda juga menderita penyakit ginjal, dan obat steroid dapat memperburuk gula darah jika Anda juga menderita diabetes.

  1. Pastikan bagian yang membengkak bebas dari gangguan

Seseorang yang terserang gout akan mengalami sangat kesakitan meskipun sedikit tekanan pada area yang terkena. Banyak pula penderita asam urat yang melaporkan dirinya bahkan tidak tahan berada di bawah selimut. Jadi, pastikan tidak ada hal apapun yang mengganggu sendi saat membengkak.

  1. Istirahat dan angkat

Istirahatkan kaki yang terkena dan jaga agar tetap terangkat setinggi mungkin.

  1. Kompres es

Kompres es adalah salah satu pertolongan pertama asam urat yang mudah dilakukan setelah mengistirahatkan kaki dan mengangkatnya setinggi mungkin. Kompres dengan kantong es pada bagian yang bengkak secara pelan-pelan, atau mintalah bantuan orang terdekat jika tidak sanggup melakukannya sendiri.

  1. Perhatikan diet Anda!

Kadar asam urat bisa dikontrol dengan membatasi konsumsi makanan tinggi purin, termasuk daging merah, jeroan, makanan laut, dan alkohol (bir dan minuman keras).

  1. Jaga tubuh tetap terhidrasi.

Minum air putih akan membantu membersihkan kristal asam urat, sehingga kelebihan asam urat bisa dikeluarkan dari tubuh. Upayakan agar cukup minum untuk buang air kecil setiap dua sampai tiga jam.

  1. Lakukan yoga atau meditasi

Serangan asam urat bisa diminimalisir kekambuhannya dengan melakukan meditasi, yoga, kewaspadaan, dan pencitraan terpandu. Ini juga bisa menjadi langkah pertolongan pertama asam urat untuk meredakan rasa sakit.

  1. Terus berikan dukungan

Banyak pasien yang menderita asam urat merasa stres menghadapinya. Jadi, jika seseorang dalam keluarga atau kerabat Anda mengalaminya, dukunglah dan berikan bantuan kepadanya, terutama saat kambuh. 

  1. Temui dokter jika mengalami serangan berulang

Beberapa pasien bisa mengurangi risiko kekambuhan serangan asam urat. Faktanya, sekitar 62% pasien akan menghadapi serangan berikutnya lebih dari satu tahun lagi. Beberapa tidak akan mengalami serangan lagi dalam 10 tahun ke depan. Namun, jika Anda mulai mengalami serangan yang lebih sering, diskusikan dengan dokter Anda tentang langkah pengobatan terbaik.

Inilah 10 langkah pertolongan pertama asam urat yang bisa dilakukan saat seseorang mengalami serangan asam urat. Hal yang terpenting adalah segera membawanya ke dokter. Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, bantulah meredakan rasa sakitnya dengan mengangkat kaki yang terkena atau mengompresnya dengan es.

Penyakit

Apa Penyebab Encopresis, Sebab Si Kecil Sering BAB di Celana?

Beberapa orang tua mungkin menganggap penyebab si kecil sering buang air besar atau BAB di celana karena memang belum bisa menahan untuk ke toilet atau memang belum terbiasa dengan toilet karena sebelumnya masih menggunakan diapers.

Mungkin memang awalnya seperti itu, namun bagaimana setelah anak melewati masa toilet training tetapi masih BAB di celana? Bila hal tersebut terjadi terlalu sering, mungkin saja si kecil mengalami encopresis atau enkopresisi, apakah itu dan penyebabnya?

Apa itu encopresis?

Enkopresis adalah saat anak-anak yang telah dilatih menggunakan toilet atau toilet training untuk buang air kecil ataupun BAB, namun malah mengelurkannya di celana mereka. Enkopresis bukanlah suatu penyakit, karena kemungkinan penyebabnya termasuk konstipasi kronis atau jangka panjang dan stres emosional.

Feses biasanya tidak sengaja dikeluarkan oleh anak ini dapat menyebabkan perasaan cemas, malu, dan bersalah pada anak. Umumnya, enkopresis ini terjadi pada anak usia di atas 4 tahun, di mana si kecil telah mendapatkan pelatihan toilet untuk kebutuhan BAB dan BAK. 

Penyebab encopresis

Enkopresis dapat disebabkan oleh faktor biologis, perkembangan, psikologis, dan lingkungan. Dan, berikut beberapa penyebab potensialnya meliputi:

  1. Sembelit

Dokter paling sering mendiagnosis enkopresis dengan sembelit kronis dan menahan buang air besar. Menurut penelitian, 90-95% dari anak anak dengan kondisi juga pengalaman sembelit dan retensi tinja. Tinja yang keras dan sulit dikeluarkan dapat berdampak pada rektum dan usus besar. Ini dikenal sebagai impaksi feses. Akhirnya, tinja cair mulai bocor di sekitar tinja yang keras.

Umumnya anak-anak akan menghindari mencoba BAB saat mereka mengalami sembelit karena rasa sakit yang ditimbulkan. Dan, hal ini dapat dapat memperburuk sembelit dan enkopresis.

  • Penyebab fisik lainnya

Penyebab fisik lain dari sembelit kronis dan encopresis meliputi:

  • Hipotiroidisme
  • Penyakit radang usus
  • Kerusakan saraf, sehingga sfingter anus tidak dapat menutup dengan benar, dan terjadi kebocoran
  • Infeksi rektal
  • Air mata dubur
  • Penyebab emosional dan psikososial

Ha lain yang menjadi pemicu enkopresis adalah masalah emosional. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang merasa stres atau masalah lainnya, meliputi:

  • Pelatihan toilet awal yang sulit 
  • Mulai sekolah baru
  • Pindah ke rumah baru
  • Kelahiran saudara kandung
  • Perceraian orang tua

Anak-anak dengan kondisi kesehatan mental atau lingkungan keluarga yang menantang mungkin lebih berisiko mengalami enkopresis. Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak dengan encopresis lebih mungkin memiliki:

  • Gejala kecemasan dan depresi
  • Perilaku yang lebih mengganggu
  • Kinerja sekolah yang buruk
  • Masalah sosial
  • Penyebab dan faktor risiko lainnya

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anak terkena encopresis dan sembelit, termasuk:

  • Menjadi laki-laki. Enkopresis kira-kira dua kali lebih umum di antara anak laki-laki daripada perempuan.
  • Mengalami gangguan perkembangan saraf. Memiliki Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Autism Spectrum Disorder (ASD) meningkatkan risiko enkopresis.
  • Minum obat tertentu. Beberapa obat yang sedang dikonsumsi, terutama yang menyebabkan sembelit, dapat meningkatkan risiko enkopresis.
  • Kebiasaan makan. Makan makanan tinggi lemak atau tinggi gula meningkatkan risiko sembelit kronis. Kekurangan asupan cairan juga meningkatkan risiko.
  • Menjadi tidak aktif. Anak-anak yang tidak cukup melakukan aktivitas fisik dapat mengalami sembelit.
  • Mencegah buang air besar. Anak-anak yang menghindari buang air besar karena terlalu sibuk bermain atau takut ke toilet umum, misalnya berisiko lebih besar mengalami sembelit.

Gejala Encopresis apda anak

Tanda dan gejala yang biasanya muncul pada si kecil dengan enkopresis, meliputi:

  • Perlu buang air besar tiba-tiba, dengan sedikit peringatan
  • Menghindari buang air besar
  • Tinja encer, hingga menyerupai diare
  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Mengeluarkan kotoran yang sangat besar, keras dan kering
  • Menggosok daerah anus, karena nyeri
  • Menyembunyikan pakaian dalam yang terkena feses
  • Kehilangan selera makan
  • Perasaan stres, kecemasan, atau rasa bersalah

Pencegahan

Berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk dapat membantu mencegah encopresis dan komplikasinya.

  • Hindari sembelit. Bantu anak untuk menghindari sembelit dengan memberikan pola makan seimbang yang tinggi serat serta mendorong anak untuk minum cukup air.
  • Pelajari pelatihan toilet yang efektif. Hindari mengajari pelatihan toilet terlalu dini atau terlalu memaksakan metode Anda. Tunggu sampai anak siap dan lakukan secara perlahan.
  • Lakukan pengobatan dini untuk encopresis. Perawatan dini, termasuk bimbingan dari dokter anak atau profesional kesehatan mental yang akan membantu mencegah dampak sosial dan emosional.

Dukungan dari orang tua atau pengasuh lainnya dapat memainkan peran penting dalam membantu anak mengatasi encopresis. Sangat penting juga untuk tidak mempermalukan, menyalahkan, atau menghukum anak-anak dengan enkopresis. Sebaliknya, lebih bersabar, pengungkapkan hal-hal positif pada anak, dan dukungan dapat memabntu si kecil belajar mengatasi tekanan emosional dan mengembangkan kebiasaan buang air besar di celana.