Hal-hal yang Perlu Diketahui Terkait Bekas Suntik BCG

Ada beberapa jenis imunisasi kategori dasar yang wajib bagi anak-anak di Indonesia, salah satunya adalah imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin. Namun, hal yang paling sering terjadi adalah bekas suntik BCG yang kerap menimbulkan luka hingga terjadi bisul di kulit. 

Imunisasi BCG ini tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis atau dikenal dengan istilah TB. Ini merupakan penyakit serius yang bisa menyerang sendi, ginjal, tulang, dan tentu saja menyerang paru-paru. Bahkan pada kondisi yang parah, TB ini bisa menyebabkan meningitis. 

Prosedur Penyuntikan Imunisasi BCG yang Benar pada Bayi

Vaksin BCG ini bisa saja langsung diberikan pada bayi yang masih di rumah sakit setelah dilahirkan, asal dilakukan oleh dokter atau petugas medis. Akan tetapi, di Indonesia biasanya bayi baru lahir hanya mendapat vaksin hepatitis B saja. 

Pemerintah menjadwalkan imunisasi saat bayi berusia 1 bulan atau bersamaan dengan pemberian imunisasi Polio 1. 

Berikut cara dilakukan penyuntikan imunisasi BCG pada bayi yang benar, yaitu:

  • Vaksin akan disuntikkan di lengan atas bayi sebelah kanan, dengan satu dosis 0,05 ml
  • Kemudian, dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik sebelum disuntik. Ini tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya infeksi
  • Baru setelah itu dokter menyuntikkan vaksin di kulit yang sudah dibersihkan sebelumnya
  • Setelahnya, dokter kembali membersihkan area yang disuntik, lalu menutup bekas suntik BCG dengan plester

Penting juga untuk memperhatikan tempat dimana suntik BCG bayi dilakukan. Sebab, sesuai rekomendasi WHO, vaksin BCG harusnya di daerah lengan atas atau deltoid.

Efek Imunisasi BCG Bisa Menyebabkan Bisul

Vaksin BCG sebenarnya aman dan jarang menyebabkan efek samping. meski begitu, tetap saja berisiko. Umumnya efek samping yang ditemui setelah melakukan suntik BCG adalah munculnya bisul atau luka bernanah di tempat dilakukan penyuntikan.

Bekas suntik BCG yang bernanah atau berupa bisul ini tentu saja membuat orang tua merasa khawatir. Sebab takut sang anak terkena infeksi.

Agar tidak panik saat melihat luka atau bisul di tempat suntikan vaksin BCG, maka Anda perlu mengetahui berbagai fakta berikut ini.

  • Bisul yang muncul di bekas suntik BCG merupakan respons normal yang ditunjukkan sistem imun terhadap penyuntikan vaksin BCG yang di dalamnya berisi bakteri. Wajar jika bekasnya berbentuk seperti infeksi.
  • Jika bisul yang muncul ternyata kurang dari 1 minggu setelah dilakukan imunisasi BCG, maka kemungkinan besar bayi sudah terpapar kuman TB sehingga perlu dibawa ke dokter agar mendapat perawatan
  • Reaksi normal munculnya bisul ini terjadi dalam waktu 2-12 minggu pascaimunisasi, akan tetapi sering juga terjadi antara 4-6 minggu.
  • Kondisi awalnya setelah dilakukan suntik BCG adalah akan muncul kemerahan yang disertai dengan bisul berisi nanah
  • Tidak ada tindakan yang bisa dilakukan orang tua terhadap kemunculan bisul ini, karena akan sembuh sendiri setidaknya dalam waktu 3 bulan
  • Bisul yang sudah sembuh akan meninggalkan bekas datar dengan diameter 2-6 mm
  • Namun, jika bisul tidak muncul, bukan berarti imunisasi yang sudah dilakukan gagal. Bukan juga berarti si kecil tidak terlindungi dari bakteri TB, atau menyebut vaksin yang diberikan palsu. Tidak perlu melakukan vaksin ulang.

Jika terjadi komplikasi pada bisul bekas suntik BCG, maka perlu dibawa ke dokter. Komplikasi tersebut seperti bisul membengkak hebat, mengeluarkan banyak nanah, yang disertai dengan demam tinggi pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *