Kapan Anak Butuh Multivitamin dan Suplemen Tambahan?

Kapan Anak Butuh Multivitamin dan Suplemen Tambahan?

Banyak produk vitamin dan multivitamin untuk anak yang dijual di pasaran dengan pilihan bentuk dan tekstur yang beragam. Salah satu contohnya ialah biolysin tablet. Namun sebenarnya, apakah anak memerlukan vitamin atau multivitamin tambahan?

Sebenarnya bila kebutuhan gizi anak sekolah di masa perkembangan usia 6-9 tahun sudah tercukupi dengan baik, ia tidak perlu diberikan suplemen vitamin atau multivitamin tambahan. Ini karena ada banyak vitamin yang bisa didapatkan dari makanan yang konsumsi sehari-hari.

Asupan berbagai nutrisi, termasuk vitamin, penting bagi tumbuh kembang anak termasuk perkembangan fisik anak dan perkembangan kognitif anak. Mengutip dari laman Mayo Clinic, suplemen tambahan tidak dibutuhkan untuk anak yang sehat yang pertumbuhannya sesuai dengan grafik WHO.

Pasalnya, makanan sehat untuk anak yang dimakan sehari-hari merupakan sumber nutrisi terbaik. Makanan tersebut bisa mencakup menu makan utama, camilan sehat untuk anak, maupun bekal anak sekolah setiap harinya.

Pertanyaan yang mungkin ada di benakmu, bagaimana dengan anak picky eater? Sebenarnya anak picky eater atau pemilih makanan tidak selalu kekurangan gizi. Ada banyak makanan dan minuman kaya vitamin dan nutrisi baik untuk si kecil yang mungkin dikonsumsinya.

Hanya saja, jika ia makan makanan yang itu-itu saja, kebutuhan vitamin dan mineralnya pun tidak beragam. Akibatnya, ia bisa saja kekurangan zat gizi tertentu. Namun perlu diketahui bahwa satu makanan bisa mengandung berbagai jenis vitamin, misalnya:

Susu dan produk olahannya

Susu dan produk susu, contohnya keju dan yoghurt, mengandung berbagai jenis zat gizi seperti kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein sekaligus.

Dalam satu gelas susu berisi 240 mililiter (ml), mengandung:

  • Kalori: 149 kilo kalori (kkal)
  • Air: 88%
  • Protein: 7,7 gram (gr)
  • Karbohidrat: 11,7 gr
  • Gula: 12,3 gr
  • Lemak: 8 gr

Kamu bisa menyesuaikan dengan porsi dan waktu pemberian susu anak. Sementara itu, mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram keju mengandung:

  • Kalori: 326 kal
  • Protein: 22,8 gram
  • Lemak: 20,3 gram
  • Karbohidrat: 13,1 gram
  • Kalsium: 777 mg
  • Zinc: 3,1 mg

Keju tidak hanya dimakan secara langsung, tetapi juga bisa dijadikan bahan masakan yang disesuaikan dengan kesukaan si kecil.

Sayur dan buah

Tidak hanya vitamin, anak juga membutuhkan serat yang bisa melancarkan buang air besar. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber terbaik untuk vitamin, mineral, dan serat. Sayur dan buah bisa menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Protein nabati dan hewani

Beragam makanan sumber protein nabati dan hewani juga mengandung aneka vitamin untuk mendukung perkembangan anak. Selain vitamin, buah hati juga membutuhkan protein untuk memenuhi gizi harian.

Adapun sumber protein hewani maupun nabati misalnya ikan, daging sapi, daging ayam, telur, tahu, tempe, dan sebagainya.

Dalam makanan-makanan tersebut kamu bisa menemukan protein, zat besi, seng, berbagai mineral, serta vitamin lainnya.

Kamu bisa menyesuaikan bahan di atas dengan selera si kecil. Bila ingin mengenalkan makanan baru, buat tampilan menu makanan yang bisa menarik perhatiannya. Selain beberapa produk di atas, multivitamin tambahan seperti biolysin tablet juga cukup dibutuhkan untuk dikonsumsi anak jika mengalami kondisi khusus atau gangguan kesehatan.

Selain suplemen vitamin tambahan, anak juga bisa mendapatkan suplemen mineral tambahan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Selain vitamin, zat gizi mikro seperti mineral dibutuhkan oleh tubuh karena membawa berbagai manfaat baik.

Manfaat mineral mulai dari menjaga daya tahan alias sistem imun tubuh, melancarkan kerja beragam sel dan organ tubuh, hingga membantu fungsi otak anak. Bahkan, beberapa jenis mineral juga berperan dalam perkembangan mental, saraf, dan kecerdasan anak.

Anak yang kekurangan mineral berisiko mengalami berbagai gejala, seperti rambut rontok, detak jantung cepat, kulit kering, kuku mudah patah, dan lainnya. Gejala tersebut bisa berbeda-beda tergantung asupan mineral yang kurang pada anak.

Itulah mengapa meski jumlahnya terbilang sedikit, tapi asupan mineral anak tidak boleh disepelekan atau sampai kurang. Salah satu cara untuk memenuhinya yaitu dengan mengonsumsi biolysin tablet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *