Kerap Marah, Benarkah Tanda Suami Tidak Mencintai Istri?

Kerap Marah, Benarkah Tanda Suami Tidak Mencintai Istri?

Kehidupan pernikahan tak akan selalu indah seperti yang dibayangkan. Pasti ada fase dimana keduanya merasa jenuh. Adakalanya suami menjadi lebih pemarah walaupun karena hanya masalah kecil. Namun apakah itu merupakan tanda suami tidak mencintai istri?

Tanda suami sudah tidak mencintai istri

Pasang surut dalam pernikahan memang wajar, tapi jangan sampai Anda melewatkan tanda penting suami tidak mencintai istri. Terlambat menyadari atau menyangkal hal tersebut bisa membawa pernikahan kalian ke ujung tanduk.

  1. Komunikasi berkurang

Dia ada bersama Anda secara fisik, namun dia terasa jauh. Kurangnya komunikasi antara Anda dan pasangan bisa terasa seperti itu. Ketika Anda mengajaknya bicara, ia tidak menampakkan gairah seperti biasanya atau menjauh dengan alasan ingin beristirahat karena lelah bekerja.

Komunikasi virtual juga sudah mulai jarang dilakukan. Dia jadi jarang membalas telepon atau SMS, yang pertanda bahwa Anda sudah bukan prioritasnya. Dalam beberapa kasus, ini juga bisa menjadi tanda selingkuh, terutama jika dia pergi lebih lama dengan telepon mati, atau menggunakan ponselnya jauh dari Anda.

  1. Kurangnya keintiman

Dia merasa tidak nyaman berada di dekat Anda, misalnya suami lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibandingkan Anda dan keluarga.

Selain itu juga terlihat perubahan dalam cara dia berinteraksi fisik dengan Anda. Misalnya sebelumnya dia tidak pernah absen untuk memeluk atau mencium Anda sebelum berangkat kerja, tapi perlahan-lahan kebiasaan tersebut menghilang atau terasa dingin.

  1. Berhenti mengungkapkan rasa cinta

Ungkapan cinta seperti “Aku mencintaimu”, atau “Kau adalah kesayanganku” wajar dalam hubungan romantisme. Kalimat seperti itu bisa mempererat hubungan dan percikan cinta.

Ketika dia tidak lagi mengatakan rasa cintanya atau mungkin berubah menjadi “aku juga” ketika Anda mengungkapkan rasa cinta, bisa jadi suami kehilangan minat dengan istrinya. Jika ini terjadi, coba berhenti mengatakan cinta kepadanya dan sadarilah bahwa ada masalah yang terjadi.

  1. Dia kesal saat Anda berbicara

Dia akan memandang rendah atau menganggap semua yang Anda bicarakan adalah hal bodoh, terutama jika mengenai pencapaian Anda. Dia juga menjadi lebih sering mengkritik Anda, termasuk penampilan atau kepribadian. Ini berarti dia sudah tidak menghargai Anda lagi.

Kalau bukan, kenapa suami menjadi tukang omel?

Marah termasuk salah satu emosi dasar manusia, sehingga wajar jika seseorang marah. Suami yang dikenal ceria dan sabar bisa berubah drastis menjadi sesosok pemurung, dan kerap marah kepada Anda karena masalah kecil.

Sebelum Anda ikut tersulut emosi dan menjauhi dirinya, Anda harus sadar bahwa segala emosi memiliki pemicu. Ada beberapa kemungkinan suami menjadi pemarah, bisa karena lelah atau stres.

Bisa juga ia merasa kesal dengan dirinya sendiri, sehingga ia melampiaskannya dengan mengomel kepada Anda. Jadi dia yang berubah menjadi pemarah dan tukang omel bukan berarti suami tidak mencintai istri lagi.

Namun sikap seperti itu bisa membawa pengaruh negatif kepada Anda dan keluarga. Sebagai istri Anda harus coba memahami dan menenangkannya. Anda juga bisa meminta bantuan psikolog hubungan atau keluarga untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Catatan

Orang pasti berubah. Meskipun di awal pernikahan suami Anda tampak manis, dia bisa menjadi orang yang berbeda seiring berjalannya waktu.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa marah menjadi tanda suami tidak mencintai istri. Namun tanda-tanda di atas tidak selalu menjadi pertanda suami Anda sudah tidak mencintai Anda lagi.

Anda bisa meminta bantuan konselor atau psikolog pernikahan untuk mendiskusikan masalah Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *