Lakukan Medical Check Up dengan Memanfaatkan Promo Kesehatan

Lakukan Medical Check Up dengan Memanfaatkan Promo Kesehatan

Kesehatan memang sesuatu yang mahal sekali harganya. Namun, saat tubuh sudah jatuh sakit, biayanya justru lebih mahal lagi. Untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya yang menyerang tubuh, penting sekali untuk mendeteksinya dengan segera, salah satunya dengan melakukan medical check up (MCU). Jangan khawatir, sebab, biasanya ada banyak promo kesehatan yang ditawarkan sehingga Anda bisa mendapatkan potongan harga saat melakukan medical check up yang harganya cukup mahal.

Medical check up adalah hal penting untuk dilakukan pria atau wanita dari segala jenis usia. Medical check up tidak hanya dilakukan jika tubuh mengindikasi adanya penyakit, bahkan tubuh yang terlihat sehat pun perlu melakukannya.

Sebab, dengan melakukan medical check up, Anda bisa tahu apakah ada penyakit serius di dalam tubuh. Dengan begitu bisa lebih dini terdeteksi.

Beberapa Hal yang Diperiksa Melalui Medical Check Up

Ada beberapa hal yang akan diperiksa saat melakukan medical check up. Oleh karena itulah, biasanya harga untuk melakukan MCU ini cukup mahal. Namun, dengan adanya promo kesehatan untuk MCU, kamu bisa memeriksakan kesehatan dengan harga yang tidak begitu mahal. Berikut daftar yang akan diperiksa melalui medical check up. 

  1. Berat Badan

Indeks massa tubuh (body mass index) atau disebut BMI tidak normal, maka dapat memicu berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, kanker, hipertensi, diabetes tipe 2, hingga osteoartritis. Namun jika fisik terlalu kurus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, anemia, hingga osteoporosis. 

Oleh sebab itulah, penting sekali untuk mengecek BMI setiap 2 tahun sekali untuk orang masih berusia di bawah 50 tahun. Serta setahun sekali bagi lansia yang berusia di atas 50 tahun.

  1. Kolesterol

Kolesterol merupakan jenis lemak yang dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah hingga memicu terjadinya penyakit jantung dan juga stroke.

  1. Tekanan Darah

Orang yang berusia di bawah 60 tahun, umumnya memiliki tekanan darah kurang dari 140 mmHg untuk bilangan atas (sistolik) dan kurang dari 90 untuk bilangan bawah (diastolik). Sedangkan pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun, normalnya kurang dari 150/90 mmHg. JIka angka tekanan darah di atas normal, maka disebut hipertensi (tekanan darah tinggi)

Sebaiknya, penderita hipertensi melakukan tes  tiap tahun atau lebih sering. Namun, bagi orang normal, Anda bisa melakukan tes tekanan darah tiap 1-2 tahun.

  1. Kesehatan Jantung

Jantung adalah salah satu organ vital dan penting bagi tubuh. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan jantung. Tes yang bisa dilakukan berupa tes elektrokardiogram (EKG) atau disebut juga rekam jantung.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika detak jantung tidak normal atau misalnya ada gangguan lain seperti tersumbatnya pembuluh darah. 

  1. Kulit

Mendeteksi kanker kulit juga perlu dilakukan pemeriksaan dan juga biopsi kulit atau pengambilan sampel kulit. Kanker kulit adalah adanya pertumbuhan sel di dalam kulit yang biasanya tidak terkontrol.

Dengan melakukan tes, biasanya dengan cepat akan diketahui bila adanya perubahan kulit yang tidak normal seperti benjolan atau adanya jaringan yang tidak normal berwarna merah, biru, hitam, atau putih pada kulit.

  1. Mata

Pemeriksaan mata dilakukan 1-2 tahun sekali terlebih jika Anda mengalami masalah penglihatan. Pemeriksaan mata juga penting dilakukan pada anak untuk mendeteksi lebih dini adanya kemungkinan mata malas atau mata juling.

  1. Gigi

Plak dan karang gigi memang kondisi yang kerap dialami oleh kebanyakan orang. Itulah sebabnya diperlukan pemeriksaan rutin setidaknya sekali 6 bulan. Pemeriksaan gigi juga penting untuk mendeteksi kondisi yang mungkin terjadi pada gigi seperti abses, kerusakan gigi, kista, gigi impaksi, atau ada kerusakan tulang rahang gigi.

  1. Tulang

Tulang juga perlu dilakukan pemeriksaan. Tes kepadatan tulang ini tujuannya untuk mengetahui kekuatan tulang sehingga dapat membantu mendiagnosis jika terjadi tulang keropos. Biasanya tes disarankan dilakukan oleh lansia yang berusia 65 tahun ke atas. Atau siapapun yang memiliki risiko osteoporosis. 

Ada banyak rangkaian pemeriksaan saat menjalani medical check up ini. Sehingga harganya pun cenderung mahal. Namun lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Nah, Anda bisa menemukan berbagai promo kesehatan untuk medical check up ini agar biaya yang Anda perlukan bisa lebih murah dan berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *