Makan Turnip dan Raih 6 Manfaat Kesehatan Ini

Makan Turnip dan Raih 6 Manfaat Kesehatan Ini

Sayuran jenis turnip mungkin agak kurang familiar di telinga Anda. Namun sebenarnya, sayuran ini populer digunakan sebagai salah satu komponen salad yang rasanya menyegarkan. Rasa sayuran yang mirip lobak ini dengan mudah dikenali karena warnanya yang khas. Warna turnip sendiri umumnya menampilan gradasi dari putih hingga ungu atau merah sehigga tampil sangat cantik.

Bukan hanya kecantikan yang dimiliki turnip. Sayuran yang satu ini pun digemari karena kaya nutrisi dan rendah kalori. Bayangkan saja dalam 100 gram turnip, kalorinya tidak mencapai 30 kilokalori. Tak heran turnip kerap menjadi pilihan karbohidrat bagi para pejuang diet.

Namun tentunya, manfaat dari turnip tidak sekadar berkalori rendah. Banyak manfaat lain dari sayuran sejenis umbi-umbian ini yang bisa Anda raih ketika rajin menyantapnya. Berikut ini adalah beragam manfaat kesehatan dari turnip yang mungkin akan membuat Anda ternganga.

  • Mengontrol Gula Darah

Penderita diabetes tidak perlu khawatir mengonsumsi turnip dalam jumlah banyak sebagai pengganti nasi atau kentang. Jenis umbi-umbian yang satu ini nyatanya mampu menjadi pengontrol gula darah, tidak terkecuali bagi penderita diabetes. Ini karena berdasarkan penelitian, turnip memiliki sifat antidiabetik. Turnip terbukti mampu menurunkan kadar gula menurunkan produksi glukosa pada hati, memperlambat penyerapan karbohidrat, hingga meningkatkan kadar insulin sehingga gula darah lebih terkontrol.

  • Meminimalkan Risiko Kanker

Turnip memili kandungan glukosinolat yang tinggi. Kandungan ini dapat membuat antioksidan lebih aktif sehingga mengurangi efek pemicu kanker pada seseorang. Tidak hanya itu, turnip juga memiliki kandungan flavonoid dalam jumlah tinggi, di mana jenis antioksidan yang satu ini sudah terbukti memiliki sifat antikanker yang kuat. Kombinasi glukosinolat dan flavonoid dari turnip pun disempurnakan oleh kandungan vitamin C tinggi yang dapat membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Turnip termasuk sayuran yang memiliki kandungan potasium dan kalium tinggi. Dalam secangkir kecil turnip berukuran 100 gram, kandungan potasiumnya mencapai 191 miligram. Jumlah kalium dan potasium yang tinggi inilah yang mampu menjaga kesehatan jantung Anda. Selain itu, turnip juga termasuk sayuran yang memiliki kandungan lemak sehat sehingga mampu mengontrol kadar kolesterol. Kolesterol terjaga, jantung Anda pun bisa terhindar dari penyumbatan.

  • Mencegah Peradangan

Jangan pernah meremehkan peradangan. Ketika tubuh terkena peradangan, berbagai penyakit kronis pun siap membayangi Anda, mulai dari tekanan darah tinggi, radang sending, sampia kanker. Glukosinolat pada turnip mampu menjadi senjata ampuh untuk menghindari peradangan. Alhasil, Anda pun bisa lebih tenang sebab pengerasan dan peradangan bisa dihindari, risiko penyakit kronis pun dapat diturunkan.

  • Menyehatkan Hati

Hati merupakan organ penting di dalam tubuh yang berfungsi menghancurkan racun di dalam tubuh juga menghasilkan kolesterol baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan kardiovaskular. Ketika hati terganggu kinerjanya, berbagai penyakit pun akan lebih mudah Anda alami. Glukosinolat yang terkandungn dalam turnip nyatanya mampu menjadi suplemen bagi hati Anda. Pasalnya, senyawa ini mampu melindungi hati dari racun maupun bakteri sehingga kesehatan organ vital ini lebih terjaga.

  • Melancarkan Pencernaan

Turnip merupakan umbi-umbian yang kaya akan serat. Bayangkan saja, dalam 100 gram turnip, Anda bisa mendapatkan 1,8 gram seram. Sementara itu, kebutuhan serat harian yang disarankan adalah 25—30 gram. Kandungan serat yang cukup banyak pada turnip inilah ynag mampu melancarkan pencernaan Anda. Serat pada turnip ini mampu meningkatkan keteraturan saluran pencernaan sehingga menghindarkan Anda dari kondisi sembelit.

***

Manfaat turnip bisa Anda raih tentunya dengan penyajian yang sehat pula. Baiknya ketika hendak mengonsumsi turnip, Anda tidak menggoreng atau merebusnya secara lama. Disajikan mentah dalam bentuk salad atau mengukusnya sebentar lebih disarankan guna memastikan tidak terlalu banyak kandungan vitaminnya yang hilang akibat proses pemasakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *