Makanan yang Bisa Menjadi Pengencer Darah Alami

Jika Anda memiliki kondisi tertentu seperti irama jantung tidak teratur atau kelainan jantung bawaan, atau jika Anda pernah menjalani prosedur tertentu seperti operasi katup jantung, dokter Anda mungkin akan meresepkan pengencer darah. Sebenarnya adakah pengencer darah alami yang bisa Anda konsumsi?

Tubuh Anda memiliki cara untuk melindungi Anda dari pendarahan. Seringkali kemampuan darah Anda untuk menggumpal adalah hal yang baik. Ada kalanya pembekuan darah bisa berbahaya. Kondisi medis tertentu dan operasi penggantian katup jantung meningkatkan kemungkinan terjadinya pembekuan darah yang mengancam jiwa yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, dibutuhkan pengencer darah. Pengencer darah menurunkan resiko serangan jantung dan stroke dengan mengurangi kemungkinan pembekuan darah.

Sirkulasi darah adalah salah satu fungsi tubuh yang paling penting. Tahukah Anda bahwa ada makanan tertentu yang bisa Anda makan untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah berbagai penyakit jantung? Ya itu betul! Ternyata ada banyak makanan yang bisa menjadi pengencer darah alami dan diketahui bisa mengurangi resiko penggumpalan. Namun, pengencer darah alami tersebut belum diuji dan dibandingkan dengan obat pengencer darah yang diresepkan. Berikut beberapa pengencer darah alami yang bisa Anda coba:

1. Kunyit

Kunyit adalah bumbu yang memberi warna kuning pada hidangan kari, dan sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Menurut sebuah studi tahun 2012, salah satu bahan aktif utamanya, kurkumin, bertindak sebagai antikoagulan. Ia bekerja untuk menghambat komponen kaskade koagulasi, atau faktor pembekuan, untuk mencegah pembentukan gumpalan.

2. Jahe

Jahe satu keluarga dengan kunyit dan mengandung salisilat, bahan kimia alami yang ditemukan di banyak tumbuhan. Salisilat ditemukan pada tumbuhan. Mereka berasal dari asam salisilat. Asam asetilsalisilat, yang secara sintetis berasal dari salisilat dan biasanya disebut aspirin, dapat membantu mencegah stroke dan serangan jantung. Makanan dengan salisilat, seperti alpukat, beberapa buah beri, cabai, dan ceri, juga dapat mencegah penggumpalan darah dan digunakan sebagai pengencer darah alami.

3. Kayu manis

Kayu manis dan sepupu dekatnya, cassia, tersedia secara luas dan mengandung coumarin, bahan kimia yang dalam obat-obatan tertentu, bertindak sebagai antikoagulan yang kuat. Kayu manis dan cassia juga dapat menurunkan tekanan darah dan meredakan peradangan yang disebabkan oleh artritis dan kondisi peradangan lainnya. Berhati-hatilah saat menggunakan kayu manis sebagai pengencer darah alami. Penilaian risiko tahun 2012 menunjukkan konsumsi kayu manis jangka panjang dalam makanan, termasuk roti dan teh berbahan dasar kayu manis, dapat menyebabkan kerusakan hati.

4. Cabai rawit

Cabai rawit memiliki efek pengencer darah alami yang kuat pada tubuh Anda karena kadar salisilatnya yang tinggi. Mereka bisa diambil dalam bentuk kapsul atau mudah digiling sebagai bumbu untuk makanan. Cabai rawit juga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi.

5. Vitamin E.

Vitamin E telah dilaporkan sebagai antikoagulan ringan yang bisa bekerja sebagai pengencer darah alami.

Ada juga beberapa bahan yang ditemukan di alam yang dipercaya dapat membantu mengurangi resiko penggumpalan. Namun, obat tersebut belum diuji dan dibandingkan dengan obat pengencer darah resep.

Anda mungkin ingin berbicara dengan dokter Anda tentang pengencer darah alami yang telah dilaporkan membantu mengencerkan darah. Perlu diingat untuk jangan pernah menggunakan pengobatan alami ini alih-alih atau dengan obat pengencer darah resep Anda tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *