Manfaat Madu Dalam OB Herbal

Salah satu bahan aktif dalam OB Herbal adalah madu. OB Herbal merupakan salah satu obat pereda batuk dan nyeri tenggorokan pada anak. Penggunaan madu dalam produk tersebut bukan tanpa dasar. Walaupun madu tidak dapat mengobati batuk, madu telah sejak lama digunakan untuk membantu meredakan gejala yang ditimbulkan. Hal ini disebabkan karena madu dianggap dapat bertindak sebagai sebuah demulcent, sebuah zat yang dapat melapisi tenggorokan dan menenangkan selaput mukosa. Madu juga mengandung antioksidan dan bertindak sebagai antibakteri yang mungkin memainkan sebuah peran penting dalam mempercepat durasi penyembuhan atau pemulihan dari batuk. 

Selain memberikan madu langsung pada anak, Anda bisa mendapatkan manfaat tersebut dalam OB Herbal. Dikombinasikan dengan bahan-bahan alami terbaik yang memiliki fungsi dan tujuan sama, OB Herbal sangat efektif dapat mengatasi batuk pada anak. Ada banyak bukti anecdotal yang mendukung penggunaan madu sebagai obat pereda batuk. Bahkan studi juga telah menunjukkan bahwa satu sendok madu dapat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan batuk pada orang dewasa dan anak-anak usia di atas 1 tahun. Jangan pernah memberi madu pada anak berusia di bawah 1 tahun. Karena hal ini dapat meningkatkan risiko anak menderita botulisme, sebuah kondisi yang langka terjadi namun dapat berpotensi mengancam nyawa apabila menyerang anak. 

Sebuah studi tahun 2010 menguji efek ini pada madu bersamaan dengan obat batuk seperti dextromethorphan dan antihistamine seperti diphenhydramine pada batuk malam hari yang disebabkan karena infeksi pernapasan atas pada 139 anak. Ditemukan bahwa madu menyediakan manfaat meredakan batuk paling besar dibandingkan dengan kedua obat batuk tersebut. Studi lain pada tahun 2012 menguji tiga jenis madu (citrus, eucalyptus, dan labiatae) pada batuk yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas. Para peneliti menemukan bahwa ketiga jenis madu tersebut lebih baik dibandingkan dengan plasebo dalam meredakan frekuensi serta tingkat keparahan batuk. Anak-anak dan orang tua mereka juga melaporkan bahwa anak-anak mendapatkan tidur yang lebih baik setelah mengonsumsi madu dibandingkan dengan setelah mereka diberi placebo. 

Madu boleh digunakan bersamaan dengan obat batuk lainnya atau dikonsumsi tanpa campuran apapun. Selain mudah ditemukan dan hadir dengan harga yang terjangkau, madu adalah bentuk perawatan yang aman dan tidak memberikan risiko interaksi obat apapun, berbeda dengan obat-obatan over-the-counter yang digunakan untuk tujuan serupa. Kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu dan kesulitan menelan, orang dewasa pada umumnya boleh menggunakan madu untuk meredakan gejala batuk. Namun, Anda tidak boleh memberikan madu bagi bayi usia di bawah 12 tahun karena adanya risiko botulisme. Botulisme adalah sebuah kondisi keracunan langka yang disebabkan karena racun yang menyerang saraf. Madu dapat mengandung Clostridium botulinum, sebuah bakteri yang ditemukan di tanah. Meskipun sistem pencernaan kebanyakan orang dewasa dapat mengatasi bakteri tersebut, sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna, yang dapat menyebabkan bakteri tumbuh dan berkembang dan memproduksi racun di saluran pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan kelemahan otot dan gangguan pernapasan, dan membutuhkan perawatan medis secepatnya. 

Selain mendapatkan manfaat madu dengan menggunakan OB Herbal untuk anak yang menderita batuk, Anda bisa menggunakan 1 atau 2 sendok madu murni dan memberikannya secara langsung. Anda juga bisa mengoleskannya pada roti panggang atau dicampur dengan teh dan air hangat. Penting untuk diingat bahwa madu mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, sehingga dianjurkan konsumsi madu berada dalam batas takaran yang wajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *