Mencegah Penularan Q Fever, Penyakit dari Hewan Ternak

Q Fever atau demam Q adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii. Umum ditemui pada hewan ternak, seperti sapi dan kambing, demam Q sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada manusia. 

Meski kasus penularan Q fever jarang terjadi, ada baiknya untuk tetap berjaga-jaga dengan melakukan upaya pencegahan. 

Penularan Q fever pada manusia

Q fever pertama kali diidentifikasi pada tahun 1930, dengan Q merupakan singkatan dari kata query. Pada waktu itu peneliti belum mengetahui penyebab dari Q fever, hingga tujuh tahun kemudian seorang peneliti Australia dan Amerika menemukan bakteri Coxiella burnetii sebagai penyebabnya. 

Q fever dapat dengan cepat dan mudah ditularkan dari hewan ke manusia. Cara penularannya pun beragam yaitu:

  • Menghirup debu yang telah terkontaminasi oleh kotoran, susu, atau produk kelahiran hewan yang terkontaminasi bakteri C. burnetti
  • Kontak langsung dengan hewan yang terkena Q fever
  • Mengonsumsi produk olahan hewan ternak yang terkontaminasi, termasuk susu yang tidak dipasteurisasi

Penularan demam Q antar manusia jarang terjadi, tapi akan sangat mematikan bagi wanita hamil. Penyebaran dapat terjadi melalui transfusi darah, dari wanita hamil ke janinnya, melalui hubungan seksual, bahkan melalui gigitan kutu. 

Adapun mereka yang paling berisiko tinggi terpapar adalah orang yang sering berkontak dengan hewan, termasuk dokter hewan, peternak, pekerja susu, pekerja pabrik pengolahan daging, dan peneliti di fasilitas penampungan hewan ternak. 

Gejala yang harus diperhatikan

Ketika seseorang terpapar bakteri C. burnetti, infeksi akan berkembang 2 hingga 3 minggu kemudian. Sebagian besar kasus yang terinfeksi bakteri C. burnetti tidak menunjukkan gejala apapun. 

Gejalanya bisa bervariasi setiap orang, dan gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Demam
  • Menggigil atau berkeringat
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Mual, muntah, atau diare
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan
  • Batuk tidak produktif (batuk kering)

Seseorang yang juga memiliki penyakit kronis dapat mengalami pneumonia atau hepatitis. Sedangkan pada ibu hamil berisiko tinggi mengalami komplikasi Q fever seperti keguguran, lahir mati, persalinan prematur, atau berat lahir bayi rendah. 

Mencegah penularan demam Q

Untuk mencegah penularan dari hewan ke manusia, berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Hewan yang terinfeksi bakteri Coxiella burnetii dapat terlihat sehat, maka dari itu hindarilah kontak dengan hewan, terutama saat hewan melahirkan. 
  • Menggunakan alat pelindung diri ketika berkontak dengan hewan, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu.
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah berkontak dengan hewan. 
  • Jangan mengonsumsi produk susu mentah atau yang belum dipasteurisasi.

Bagi Anda yang berisiko tinggi terpapar dianjurkan untuk menerima vaksin Q fever. Sejauh ini berbagai jenis vaksin telah dikembangkan, salah satunya dari Australia yang disebut dengan Q-Vak

Karena keberadaan penyakit ini berlum secara resmi ditemukan di Indonesia, maka Anda bisa mendiskusikan tindakan pencegahan yang efektif dengan dokter. 

Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi Q fever?

Untuk memastikan seseorang terkena demam Q, dokter akan melakukan tes darah terlepas dari gejala yang dirasakan. 

Karena penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi, mengisolasi mereka yang terinfeksi tidak diperlukan. Dibawah pengawasan tenaga medis, Q fever dapat ditangani. Dokter akan memberi antibiotik doxycycline selama 2 minggu, namun kebanyakan pasien sembuh tanpa perawatan apapun. 

Kondisi kronis akan diberikan perawatan antibiotik selama beberapa bulan, tak jarang dengan perawatan kombinasi antibiotik doxycycline dan hydroxychloroquine.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar Q fever dapat ditanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *