Mengapa Polihidramnion Berbahaya Untuk Ibu Hamil?

Polihidramnion

Polihidramnion adalah penumpukan air ketuban yang berlebihan selama masa kehamilan. Meski kondisi tersebut umumnya tidak serius, tapi membutuhkan pemantauan secara rutin dari dokter agar terhindar dari kemungkinan komplikasi. Jika calon ibu didiagnosis mengalami polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara saksama untuk mencegah komplikasi. Perawatan yang diberikan tentu akan tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Polihidramnion tingkat ringan bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara polihidramnion tingkat berat akan membutuhkan pemantauan medis yang lebih ketat.

Pada kondisi polihidramnion, biasanya jumlah cairan ketuban bisa lebih dari dua liter. Bandingkan dengan kondisi normal air ketuban pada usia kehamilan 10–20 minggu yang sekitar 50–250 ml. Kemudian ketika memasuki minggu 30–40, jumlah normal air ketuban mencapai 500–1500 ml. Air ketuban merupakan salah satu hal penting dalam kehamilan. Cairan ini berfungsi untuk menjaga dan membantu perkembangan janin selama dalam kandungan. Fungsi lain dari air ketuban bagi janin antara lain

  • Menjaga suhu dalam kandungan agar tetap stabil
  • Melindungi janin dari serangan infeksi
  • Menjaga janin agar dapat bergerak bebas selama dalam kandungan sehingga tulang bayi dapat berkembang
  • Meredam getaran yang berasal dari luar kandungan

Cairan ketuban tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit, takarannya harus pas. Hal tersebut karena cairan yang terlalu banyak atau sedikit memengaruhi kehamilan pada janin ibu. Kondisi air ketuban yang terlalu sedikit dapat disebut oligohidramnion. Sementara kondisi air ketuban yang terlalu banyak disebut polihidramnion.

Pada kasus yang ringan, mungkin ibu tidak merasakan gejala dari polihidramnion. Namun, pada kasus yang terbilang parah, ibu dapat merasakan hal seperti napas terasa berat ketika beristirahat, bengkak pada perut, kaki, atau pergelangan kaki. Selain itu, gejala lainnya dari polihidramnion yaitu sakit punggung, urine yang keluar dari tubuh berkurang, rahim membesar, dan sulit merasakan gerakan dari janin.

Melansir dari Mayo Clinic, ibu yang mengidap polihidramnion dapat menyebabkan kelahiran prematur, masalah pada tali pusar janin, perdarahan hebat pada ibu setelah melahirkan, hingga kematian bayi. Selain itu, ibu dapat mengalami tekanan darah tinggi, infeksi saluran kemih, ketuban pecah terlalu dini, dan operasi caesar.

Dokter akan menawarkan pemeriksaan tambahan jika Ibu hamil terdiagnosa mengalami polihidramnion. Pemeriksaan ini akan dilakukan berdasarkan pada faktor risiko, paparan terhadap infeksi, dan evaluasi kondisi janin. Beberapa jenis pemeriksaan tambahan tersebut

  1. Tes darah

Pemeriksaan darah ini dilakukan guna mendeteksi ada atau tidaknya infeksi yang berhubungan dengan polihidramnion.

  1. Amniocentesis

Amniocentesis adalah prosedur dimana sampel dari cairan ketuban diambil dari rahim untuk diperiksa, termasuk analisis kariotipe yang digunakan untuk mengetahui ketidaknormalan pada kromosom janin. Jika ibu hamil positif terdiagnosis polihidramnion, dokter akan memantau kehamilan secara seksama. Pemantauan ini termasuk:

  • Nonstress test

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui reaksi detak jantung janin ketika ia bergerak. Saat pemeriksaan, Ibu hamil akan mengenakan alat khusus pada perut untuk mengukur detak jantung bayi. Ibu juga akan diminta untuk makan atau minum sesuatu agar membuat calon bayi menjadi aktif. Perangkat seperti bel juga dapat digunakan guna membangunkan janin dan membuatnya bergerak.

  • Profil biofisik

Pemeriksaan ini menggunakan USG untuk menyediakan informasi lebih mengenai napas, tonus, dan pergerakan bayi, serta volume cairan ketuban dalam rahim. Profil biofisik dapat dikombinasikan dengan nonstress test.

Polihidramnion pada dasarnya bukan suatu kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil jika dapat terdeteksi dengan cepat dan penanganan yang tepat. Jadi, lebih baik saat sedang kontrol kehamilan, kondisi air ketuban juga diperhatikan sehingga jika terdeteksi atau terdapat gejala polihidramnion dapat segera diatasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *