Mengenal Bagian-Bagian dan Fungsi Tulang Telapak Tangan

Mengenal Bagian-Bagian dan Fungsi Tulang Telapak Tangan

Manusia memiliki tulang sebagai penopang tubuhnya agar dapat bergerak dengan semestinya. Salah satu tulang penting dari tubuh manusia adalah tulang telapak tangan. Fungsi tulang telapak tangan mulai dari berdoa, menggenggam, memegang, menyentuh, memeras kelapa, menjahit, dan masih banyak lagi. Seluruh telapak tangan kita tersusun atas tulang yang saling bersatu dan dilapisi oleh kulit hingga terbentuklah struktur telapak tangan.

Bagian-bagian dan fungsi tulang telapak tangan.

Tidak seperti area tubuh lainnya, kulit telapak tangan tidak berbulu (tidak berbulu), tapi sensitif terhadap sentuhan. Agar lapisan kulit tetap melekat pada struktur tulang, lapisan jaringan ikat fibrosa (fasia) menghubungkan kulit dengan kerangka. Hal ini memungkinkan tangan untuk menggenggam tanpa kulit bergeser dari posisinya.

Fungsi tulang telapak tangan yang utama adalah memberikan dukungan dan kelenturan pada jaringan lunak. Ada 3 bagian tulang telapak tangan, yaitu:

Tulang karpus.

Tulang karpus adalah sekelompok tulang terdiri atas delapan tulang tidak beraturan. Tulang ini terletak di area pergelangan tangan yang disusun menjadi dua baris, yaitu proksimal dan distal.

  • Bagian distal, meliputi tulang capitate, hamate, trapezium, dan trapezoid.
  • Bagian proksimal, meliputi tulang lunate, triquetrum, pisiform, dan skafoid.

Pergelangan tangan terbentuk dari dua tulang lengan bawah, yaitu radius (tulang yang terhubung ke ibu jari) dan ulna (tulang yang terhubung ke kelingking) dan tulang karpus.

Bukan hanya satu sendi, melainkan pergelangan tangan tersusun atas beberapa sendi tempat tulang lengan dan tangan bertemu untuk memungkinkan gerakan.

Tulang metakarpus.

Tulang metakarpus adalah sekelompok tulang yang terdiri atas lima jenis tulang. Fungsi tulang telapak tangan ini adalah untuk menghubungkan tulang karpus (pergelangan tangan) dengan tulang falang (jari-jari tangan).

Tulang metakarpus bagian proksimal berhubungan dengan tulang karpus, sedangkan bagian distal berhubungan dengan tulang falang (jari-jari tangan) proksimal. Mereka diberi urutan berdasarkan pergerakannya, yang dimulai dengan ibu jari sebagai metakarpus I hingga jari kelingking sebagai metakarpus V.

Tulang falang.

Tulang falang adalah tulang-tulang jari. Setiap jari memiliki tiga tulang, kecuali ibu jari, hanya memiliki dua tulang, sehingga totalnya adalah 14 tulang.

Sendi akan terbentuk apabila dua atau lebih tulang bertemu. Masing-masing jari tangan memiliki tiga sendi, kecuali ibu jari, hanya memiliki 2 sendi, yaitu:

  • Metacarpophalangeal joint (MCP), yaitu sendi di pangkal jari.
  • Proximal interphalangeal joint (PIP), yaitu sendi di tengah jari.
  • Distal interphalangeal joint (DIP), yaitu sendi yang paling dekat dengan ujung jari.

Tulang jari-jari yang membentuk persendian ditutupi dengan lapisan tulang rawan. Alhasil, tulang ruas-ruas jari dapat bergerak dengan mulus satu sama lain. Sendi tersebut ditutup oleh kapsul berserat yang dilapisi dengan selaput tipis atau sinovium. Selaput tipis ini yang mengeluarkan cairan untuk melumaskan sendi.

Gangguan pada tulang telapak tangan.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, tulang telapak tangan juga berisiko mengalami masalah yang dapat mengganggu fungsinya. Beberapa kondisi kesehatan yang dapat mengganggu fungsi tulang telapak tangan adalah sebagai berikut.

Cacat tangan dan jari.

Cacat atau deformitas tangan dan jari menyebabkan kelainan bentuk pada tangan dan jari, seperti deformitas boutonnière, deformitas leher-angsa, dan kontraktur Dupuytren. Penyebabnya adalah cedera atau mungkin akibat dari masalah kesehatan lain, misalnya rheumatoid arthritis.

Infeksi tangan dan jari.

Gigitan manusia dan hewan dapat menyebabkan infeksi pada tangan. Beberapa kasus infeksi pada tangan dan jari adalah felon, herpetic whitlow, abses tangan, infeksi selubung tendon, dan paronychia (infeksi bakteri pada kulit di sekitar kuku). Infeksi tangan dan jari dapat menyebabkan rasa sakit dan berdenyut terus-menerus.

Sindrom kompresi saraf tangan.

Penyakit sindrom ini meliputi sindrom terowongan karpal, sindrom terowongan kubital, dan sindrom terowongan radial. Kelainan ini menyebabkan tulang atau jaringan ikat menekan saraf, sehingga mengalami sensasi, gerakan, atau keduanya yang tidak normal. Gejala sindrom kompresi saraf termasuk kesemutan, nyeri, kehilangan sensasi, kelemahan, atau kombinasi.

Selain itu, cedera fraktur atau patah tulang juga dapat mengganggu fungsi tulang telapak tangan. Biasanya, fraktur sering terjadi pada tulang skafoid (bagian tulang karpus) dan tulang metakarpus.

Jika Anda mengalami gangguan di atas, maka segeralah temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *