Nitrazepam

Nitrazepam

Nitrazepam merupakan jenis obat yang dapat mengatasi gangguan tidur atau insomnia. Tidak hanya itu, obat tersebut juga dapat digunakan untuk meredakan kondisi berikut: kejang, kekakuan pada otot, dan cemas.

Kemasan Obat Nitrazepam

Nitrazepam merupakan obat yang digolongkan sebagai obat hipnotif-sedatif dan dapat diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Nitrazepam tersedia dalam kemasan tablet salut selaput dan dapat dikonsumsi anak-anak dan orang dewasa.

Dosis Obat Nitrazepam

Jika Anda ingin menggunakan obat nitrazepam untuk mengatasi gangguan tidur, Anda perlu pahami bahwa obat tersebut perlu digunakan berdasarkan dosis yang dianjurkan melalui kemasan. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien berdasarkan kondisi yang dialami:

  • Insomnia jangka pendek

Bagi orang dewasa, dosis yang digunakan sebanyak 5 mg yang dikonsumsi pada malam hari. Mereka bisa mengkonsumsi hingga 10 mg jika perlu. Bagi lansia, dosis yang digunakan harus kurang dari dosis yang digunakan pasien dewasa.

  • Spasme infantil (kekakuan pada tubuh bayi)

Bayi yang mengalami kondisi seperti ini perlu menggunakan dosis sebanyak 125 mcg/kgBB yang dikonsumsi dua kali sehari. Penggunaannya dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 250 hingga 500 mcg/kgBB.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Pada umumnya, obat nitrazepam sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala.
  • Merasa bingung.
  • Pusing.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Gelisah.
  • Otot melemah.
  • Gangguan pernafasan.
  • Hipotensi.

Jika kondisi pasien memburuk atau mengalami kondisi yang tidak disebutkan di atas, pasien perlu hubungi dokter supaya kondisinya dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Jika Anda mengalami efek samping seperti yang disebutkan di atas dan ingin bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya jangan lupa beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Depresi.
  • Menggunakan obat-obatan tertentu.
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Gangguan pernafasan.
  • Kehamilan dan menyusui.

Anda sebaiknya jangan mengkonsumsi obat nitrazepam jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan hati berat.
  • Glaukoma.
  • Gangguan pernafasan berat.

Untuk informasi lebih lengkap tentang kondisi-kondisi yang perlu diwaspadai, Anda bisa melihat informasi tersebut melalui kemasan obat.

Penggunaan Obat Nitrazepam dengan Obat Lain

Selain kondisi, Anda juga tidak dapat mengkonsumsi obat nitrazepam dengan obat-obatan tertentu, karena bisa memperburuk kondisi Anda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya konsultasikan persoalan tersebut ke dokter. Dokter dapat melakukan penyesuaian dengan mengganti dosis obat tersebut atau menggantikannya dengan obat lain untuk mengatasi gangguan tidur.

Berikut adalah contoh-contoh obat yang tidak dapat dikonsumsi dengan nitrazepam:

  • Antidepresan

Mengkonsumsi obat tersebut dengan obat nitrazepam dapat meningkatkan efek depresan sistem saraf pusat.

  • Probenecid

Mengkonsumsi obat tersebut dengan obat nitrazepam dapat meningkatkan efek nitrazepam di dalam tubuh.

Jika Anda Mengalami Kondisi Tertentu

Jika Anda mengalami kondisi tertentu, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan seperti apa untuk kondisi Anda. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk melakukan beberapa hal untuk mencegah kondisi yang Anda alami.

Kesimpulan

Obat nitrazepam merupakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur. Meskipun demikian, obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati dan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat tersebut, Anda sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *