Oxymetazoline

Oxymetazoline

Oxymetazoline merupakan jenis obat yang dapat mengatasi kongesti nasal atau hidung tersumbat. Hidung tersumbat disebabkan oleh demam atau alergi.

Oxymetazoline dikategorikan sebagai obat dekongestan dan dapat diperoleh melalui resep dokter. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati untuk menggunakan obat tersebut. Obat tersebut juga tersedia dalam bentuk semprot hidung dan topikal, dan bisa digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa. Beberapa merek obat oxymetazoline yang ada di Indonesia adalah Afrin, Iliadin, dan Insa Nasal.

Kegunaan Obat Oxymetazoline

Oxymetazoline memiliki kegunaan dalam menyusutkan pembuluh darah pasien. Hidung pasien bisa tersumbat karena pembuluh darah melebar. Tidak hanya itu, pembuluh darah yang lebar juga dapat menimbulkan ruam pada kulit pasien.

Dosis Obat Oxymetazoline

Jika Anda ingin menggunakan obat oxymetazoline, Anda perlu gunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Dosis pada setiap pasien berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tanyakan persoalan tersebut ke dokter terlebih dahulu. Berikut adalah dosis yang dianjurkan:

  • Semprot hidung

Pasien perlu menyediakan semprot hidung dengan konsentrasi 0,05 persen. Obat oxymetazoline dalam kemasan semprotan perlu digunakan sebanyak 1 hingga 2 semprotan pada masing-masing lubang hidung pasien. Penggunaan semprotan tersebut juga berlaku selama 3 hari. Dosis tersebut berlaku bagi anak-anak yang berusia di atas 6 tahun dan orang dewasa.

  • Topikal

Obat oxymetazoline dalam bentuk topikal dapat digunakan orang dewasa. Mereka perlu menyediakan krim dengan konsentrasi 1 persen yang dioleskan ke seluruh wajah sekali sehari.

Efek Samping Obat Oxymetazoline

Sama seperti obat lain, obat oxymetazoline dapat menimbulkan berbagai efek samping. Berikut adalah kondisi yang bisa dialami pasien (oxymetazoline dalam bentuk semprotan):

  • Sakit kepala.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tubuh terasa gemetaran.
  • Kesulitan tidur.
  • Peningkatan lendir pada hidung (hidung tersumbat).
  • Pandangan kabur.
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.

Obat oxymetazoline dalam bentuk topikal dapat menimbulkan kondisi sebagai berikut:

  • Jerawat.
  • Gatal.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Peradangan.

Pengaruh Obat Oxymetazoline dengan Obat Lain

Selain efek samping di atas, Anda juga perlu waspada jika mengkonsumsi obat tersebut dengan obat lain, karena dapat menimbulkan kondisi berikut:

  • Krisis hipertensi karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI), reversible monoamine oxidase inhibitors (RIMA), dan moklobemid.
  • Risiko yang lebih besar terhadap toksisitas kardiovaskular karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan agen anti Parkinson.
  • Risiko yang lebih besar terhadap disritmia karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan glikosida jantung.
  • Risiko yang lebih besar terhadap hipertensi dan aritmia karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan antidepresan trisiklik (TCA), obat penekan nafsu makan, dan obat psikostimulan.
  • Risiko yang lebih besar terhadap ergotisme karena mengkonsumsi obat oxymetazoline dengan alkaloid ergot.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk atau mengalami penyakit tertentu, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih cocok untuk Anda.

Kesimpulan

Obat oxymetazoline dapat mengatasi hidung tersumbat. Meskipun demikian, obat tersebut juga dapat menimbulkan berbagai efek samping sehingga perlu ditangani lebih lanjut jika kondisi pasien memburuk. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat oxymetazoline atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang obat tersebut, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *