Hidup Sehat

Rumput Mutiara

Rumput mutiara dipecara dapat menjadi obat kanker

Para peneliti terus mengembangkan penelitian mengenai tanaman atau jenis makanan yang memiliki khasiat untuk mencegah penyakit kanker. Salah satu penelitian yang dilakukan melibatkan rumput mutiara, atau yang disebut sebagai Hedyotis corymbosa. Rumput mutiara diklaim sebagai jenis tanaman yang dapat mengatasi kanker paru-paru.

Di Indonesia juga terdapat berbagai pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit seperti ini, salah satunya termasuk rumput mutiara. Meskipun jenis tanaman tersebut belum terbukti secara ilmiah, rumput mutiara dapat melindungi manusia dari penyakit kanker. Rumput mutiara merupakan salah satu jenis obat yang tidak hanya digunakan di Indonesia, namun juga digunakan di beberapa negara di Asia Tenggara, Tiongkok, dan India.

Mengenal Rumput Mutiara

Rumput mutiara biasanya tumbuh dalam ukuran antara 15 hingga 50 cm, dan mampu tumbuh subur di tanah dengan kondisi yang lembab. Selain itu, rumput mutiara memiliki daun yang berbulu di bagian ujung. Bunga dari rumput tersebut muncul dari aksila, sudut antara batang dan tangkai daun.

Jika Anda melihat sekilas, rumput mutiara tidak berbeda dengan sebagian besar rumput semak-semak. Banyak rumput mutiara yang tumbuh di pinggir jalan.

Rumput mutiara memiliki karakteristik yang sedikit pahit, lembut, dan netral. Sejak dulu, para peneliti menyebut rumput mutiara dapat dikonsumsi untuk mengatasi gejala demam. Pada saat ini, rumput mutiara bisa Anda gunakan untuk mengatasi penyakit kanker.

Penelitian Tentang Rumput Mutiara

Pada tahun 2009, tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, meraih juara dalam menciptakan karya ilmiah yang berjudul “Potensi Kemopreventif Ekstrak Etanolik Rumput Mutiara.” Dalam penelitiannya, tim yang meliputi tiga mahasiswa mencari hubungan antara rumput mutiara dengan penyakit kanker.

Tim UGM melakukan uji coba laboratorium yang melibatkan tikus putih. Sebelumnya, tim tersebut mengetahui kandungan senyawa aktif dalam rumput mutiara berupa asam ursolat dan asam uleanolat.

Kedua senyawa aktif tersebut merupakan jenis senyawa yang dapat mencegah pembelahan sel kanker menjadi lebih ganas. Ketika melakukan uji coba, tikus putih juga diberi induksi oral senyawa karsinogen yang merangsang pertumbuhan kanker.

Penelitian tersebut berlangsung selama 10 minggu. Tikus putih diberi ekstrak rumput mutiara untuk mengetahui dampaknya pada tubuh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mengkonsumsi ekstrak rumput mutiara dapat mencegah pembelahan sel kanker sebesar 30% dibandingkan dengan tikus putih yang tidak mengkonsumsinya.

Meskipun penelitian yang dilakukan oleh tim UGM memberikan kabar baik bagi dunia medis, penelitian tersebut masih perlu dilakukan, untuk mengetahui dampaknya pada manusia. Penelitian tersebut juga dilakukan dengan memberikan ekstrak rumput mutiara yang telah dikeringkan di bawah matahari selama 5 hari.

Gagasan dari penelitian tersebut adalah mengkonsumsi rumput mutiara bisa dengan cara yang lebih efektif, bukan dengan cara konvensional dengan merebus dan meminum airnya saja.

Penelitian tersebut tidak hanya menyatakan secara ilmiah dengan membiarkan rumput mutiara kering di bawah matahari, namun juga dapat memperoleh 200 kapsul dari setiap 100 gram ekstrak rumput mutiara. Peneliti juga menyarankan untuk mengkonsumsi rumput mutiara tiga kali dalam sehari.

Penelitian Yang Perlu Dikembangkan

Sudah bertahun-tahun para peneliti mengembangkan pengobatan untuk mencegah kanker, salah satunya termasuk rumput mutiara. Meskipun rumput mutiara merupakan salah satu cara yang paling cocok untuk mencegah kanker, penelitian dalam jangka panjang juga terkadang belum cukup untuk menentukan apakah tanaman tertentu bersifat antikanker.

Contoh tanaman yang dilakukan adalah tanaman Madagaskar periwinkle. Tanaman tersebut sama seperti rumput mutiara, dan selama belasan tahun, dianggap sebagai salah satu tanaman yang secara efektif dapat mencegah kanker. Sampai saat ini, mekanisme yang terjadi pada tanaman tersebut belum dapat direplikasi.

Hidup Sehat

Beberapa Alternatif Susu untuk Diabetes

Di dalam susu terdapat nutrisi penting yang berguna untuk tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, sampai kalsium. Kendati demikian, tak sekonyong-konyong susu bisa dan boleh dikonsumsi oleh siapa saja. Penderita diabetes adalah satu dari sekian banyak kelompok orang yang tak boleh sembarangan mengonsumsi susu. Fakta itu memacu para produsen untuk membuat susu untuk diabetes.

Akan tetapi, di dalam produk susu yang beredar di pasar banyak terkandung zat lain yang tak berguna dan malah bisa menimbulkan efek negatif bagi para penderita diabetes. Namun, bukan berarti pengidap diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi susu, kok.

Ada semacam “cara aman” bagi para penderita diabetes dalam mengonsumsi susu. Beberapa metode alternatif di bawah ini merupakan satu titik terang agar mereka yang menderita diabetes tetap bisa mengonsumsi susu, di antaranya:

  • Susu Almond Tanpa Gula

Jika penderita diabetes sedang berusaha mengurangi asupan karbohidrat sebanyak mungkin, susu almond bisa menjadi pilihan. Sebab susu ini memiliki kandungan karbohidrat yang rendah, bahkan beberapa mengandung hampir nol karbohidrat. Kandungan lemaknya pun hanya sepertiga dari susu biasa yang umumnya memiliki minimal 8 gram kandungan lemak.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu almond:

Kalori: 39

Lemak: 2,88 g

Karbohidrat: 1,52 g

Serat: 0,5-1 g (tergantung merk)

Protein: 1,55 g

Kalsium: 516 mg

  • Susu Kedelai Tanpa Gula

Kandungan karbohidrat dalam segelas susu kedelai memang lebih tinggi ketimbang susu almond, akan tetapi jumlahnya hanya sepertiga dari susu full cream ataupun susu skim yang mencapai 12 gram.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu kedelai:

Kalori: 79

Lemak: 4,01 g

Karbohidrat: 4,01 g

Serat: 1

Protein: 7 g

Kalsium: 300 mg

  • Susu Rami Tanpa Gula

Susu yang terbuat dari biji rami ini mungkin belum populer di Indonesia. Namun, namanya sudah populer di negara barat karena khasiat sehatnya. Sama seperti susu almond, susu rami memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah. Justru sebaliknya, susu rami kaya akan omega 3, kalsium, zat besi, serta magnesium. Sehingga susu rami ini bisa menjadi pilihan susu diabetes terbaik yang bisa dikonsumsinya.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu rami:

Kalori: 24

Lemak: 2,5 g

Karbohidrat: 1,02 g

Serat: 0

Protein: 0

Kalsium: 300 mg

  • Susu Grass-Fed

Selain jumlah kadar lemaknya, sumber susu juga perlu diperhatikan. Susu dari sapi yang diberikan makanan alami berupa rumput, memiliki kadar asam alfa linoleat yang lebih tinggi. Asam alfa linoleat sendiri adalah sejenis asam lemak omega-3 yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Jadi, saat membeli susu di pasar swalayan, pilihlah produk yang di kemasannya tertera tulisan ‘grass-fed’.

  • String Cheese

Keju adalah makanan yang dihasilkan setelah mengubah bentuk susu. Keju ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk camilan, karena kaya protein dan rendah lemak. Keju ini juga memiliki kadar karbohidrat yang rendah (sekitar 1 gram per ons), sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

  • Yogurt Yunani

Produk susu fermentasi seperti yogurt merupakan pilihan yang baik untuk penderita diabetes, karena memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan bisa meningkatkan kadar insulin dan gula darah dalam tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan di European Medical Journal pada Oktober 2017, probiotik bisa menurunkan kadar insulin dan gula darah puasa.

Yogurt yunani juga menyediakan kombinasi karbohidrat dan protein yang ideal. Pada umumnya, yogurt yunani digunakan sebagai bahan makanan dan kue yang dipanggang.

***

Sebenarnya, ada fakta unik di balik hubungan susu dan diabetes ini. Beberapa penelitian mengungkap bahwa minum susu malah dapat mengurangi risiko diabetes 2. Namun, kita belum tahu apakah fakta ini bisa dipatahkan nantinya.

Di balik itu semua, jika para penderita diabetes ingin mengonsumsi susu, disarankan untuk mengecek kondisi kesehatan mereka sendiri dalam rangka menciptakan “batasan” dalam masalah ini. Segera hentikan minum susu untuk diabetes jika setelah mengonsumsi susu dan produk olahannya kadar gula darah Anda melonjak.

Obat

Peran Penting Vitamin K untuk Kesehatan yang Tidak Boleh Dilewatkan

Sudah tidak perlu diragukan bahwa vitamin memiliki peran penting bagi tubuh. Begitu banyak jenis vitamin, seperti vitamin A, C, D, E, bahkan vitamin B, masing-masing vitamin memiliki manfaatnya tersendiri untuk kesehatan tubuh.

Vitamin K memang tidak begitu populer dibanding dengan vitamin lain, seperti vitamin C atau A. Namun, kandungan vitamin ini memiliki peran vital yang berkaitan dengan pendarahan dalam tubuh manusia. Dalam kasus ini, pendarahan dapat disebabkan berbagai faktor, seperti cedera atau penyakit tertentu.

Vitamin K berperan dalam membantu untuk mencegah pendarahan agar tidak semakin bertambah parah, sehingga tubuh tidak kehilangan terlalu banyak darah. Ia juga berfungsi untuk mengendalikan pembekuan darah. Lalu, seperti apa manfaat vitamin K lebih jelasnya? Mari simak penjelasannya berikut!

Apa saja manfaat vitamin K untuk kesehatan tubuh?

Seperti yang telah disebutkan, bahwa vitamin K dapat mengontrol pembekuan darah. Jika seseorang tidak memiliki kandungan vitamin K yang cukup, maka ia berisiko mengalami pendarahan hebat yang sulit dikendalikan, seperti pendarahan di sekitar area telinga, hidung, atau mata.

Vitamin K memiliki sifat mudah larut dalam lemak. Hal tersebut menjelaskan bahwa, vitamin K dapat menjaga kandungan kalsium dan darah, sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya penggumpalan darah. Secara singkat, beberapa manfaat yang ditawarkan vitamin K untuk kesehatan tubuh, antara lain:

  • Mencegah terjadinya diabetes.
  • Mencegah terjadinya pendarahan pada organ hati.
  • Mencegah faktor pemicu kanker.
  • Mendukung pertumbuhan tulang.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Membantu proses pembekuan darah.

Lalu, dari manakah vitamin K didapatkan? Dalam upaya memenuhi kebutuhan vitamin K untuk tubuh, Anda dapat mengonsumsi makanan bergizi, khususnya sayuran jenis kacang-kacangan. Anda dapat mengonsumsi kacang polong atau kacang kedelai sebagai pilihan. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi olahan hati sapi sebagai alternatif.

Dengan tercukupinya kebutuhan vitamin K pada tubuh, maka risiko terjadinya gangguan pendarahan dapat dikurangi. Selain itu, jika Anda mengalami cedera yang dapat mengakibatkan luka, proses pembekuan darah dapat berlangsung lebih cepat, sehingga dapat mencegah pendarahan berlebih.

Obat

Penuhi Kebutuhan Vitamin B2 agar Tetap Produktif dan Berenergi

Jika terdapat pertanyaan apakah vitamin B dan B2 itu berbeda atau tidak, mungkin hanya sebagian kecil dari kita yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

Pada dasarnya, vitamin B memiliki banyak varian. Kekurangan vitamin B varian tertentu dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Sebagai contoh, jika tubuh kekurangan vitamin B1, maka akan meningkatkan risiko terkena penyakit beri-beri. Lalu, bagaimana dengan vitamin B2? Apa saja fungsi vitamin B2 untuk kesehatan tubuh dan efek samping apa yang mungkin terjadi jika kekurangan vitamin tersebut?

Fungsi vitamin B2

Salah satu fungsi penting dari vitamin B2 adalah membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi sel tubuh lain agar terus memberikan energi yang cukup selama satu hari penuh.

Ada pun fungsi lain dari vitamin B2 adalah membantu pemecahan lemak, protein, dan karbohidrat dalam tubuh yang kemudian akan diubah menjadi energi. Jika kita mengonsumsi vitamin B2, maka energi kita akan berangsur-angsur meningkat.

Khususnya bagi ibu hamil, vitamin B2 harus terus tercukupi kebutuhannya. Pasalnya, kekurangan vitamin B2 akan berisiko memicu terjadinya hipertensi ketika kehamilan atau preeklamsia dan dapat membahayakan pertumbuhan janin.

Apa yang terjadi jika tubuh memiliki vitamin B2 dalam jumlah yang terlalu banyak?

Mengonsumsi apa pun jika dilakukan dalam porsi yang terlalu berlebihan akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Hal tersebut juga berlaku jika kita mengonsumsi vitamin B2 dalam jumlah yang banyak.

Idealnya, jumlah vitamin yang dianjurkan untuk pria berusia lebih dari 19 tahun adalah sekitar 1,3 mg per hari dan 1,1 mg per hari bagi wanita dewasa. Kebutuhan vitamin B2 khusus untuk ibu hamil adalah sekitar 1,4 mg per hari dan 1,6 mg per hari bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui.

Vitamin B2 ini dapat Anda temukan pada kacang-kacangan, susu, daging, telur, dan sayuran hijau. Anda juga dapat mengonsumsi vitamin B2 khusus untuk memenuhi kebutuhan vitamin B2 dalam tubuh. Namun, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi ini.

Obat

Sudah Kenal Manfaat Vaksin BCG? Saatnya Cari Tahu Infonya di Sini

Jika mendengar tentang vaksin BCG, mungkin Anda akan langsung terpikirkan tentang penyakit tuberkulosis (TB). Vaksin BCG memang digunakan untuk membantu pencegahan penyakit tuberkulosis dan dapat diberikan kepada orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Pemberian vaksin ini direkomendasikan bagi orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan penderita TB. Pemberian vaksin ini sudah termasuk dalam imunisasi dasar bagi bayi usia 0-2 bulan di Indonesia.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin BCG?

Sebagai vaksin yang digunakan untuk infeksi TB, BCG akan diberikan secara intradermal. Pemberian dosis vaksin BCG berbeda-beda untuk tiap orangnya, maka dari itu akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Pemberian dosis vaksin BCG biasanya berkisar 0.1 mL bagi orang dewasa dan 0.05 mL bagi anak-anak yang berusia kurang dari 12 bulan. Pemberian vaksin ini menggunakan cara injeksi lambat pada bagian otot deltoid.

Vaksin BCG tidak hanya digunakan untuk pencegahan infeksi TB, namun dapat juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi keganasan pada kandung kemih. Dalam kasus ini, vaksin BCG akan diberikan secara intravesikal berbentuk larutan dengan aturan penggunaan sekali dalam seminggu selama enam minggu ke depan. Ketika pemberian vaksin BCG secara intravesikal selesai dilakukan, cairan tersebut harus dipertahankan di dalam kandung kemih selama 2 jam. Dalam jangka waktu tersebut, pasien diharuskan untuk mengubah posisi setiap 15 menit agar vaksin BCG dapat dengan rata disebarkan di dalam kandung kemih.

Apakah efek samping dari vaksin BCG?

Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian vaksin BCG, baik secara intradermal atau intravesikal:

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Cedera pada bagian dinding kandung kemih
  • Anemia
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih

Terdapat pula efek samping yang lebih serius, seperti demam tinggi, nyeri pada tulang, kelelahan ekstrem, pembengkakan kulit, dan juga perubahan pada kulit. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang dijabarkan di atas, maka segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

Walaupun penggunaan vaksin BCG memang diperbolehkan, namun beberapa orang dengan kondisi berikut tidak dibolehkan menerima vaksin BCG:

  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (HIV, leukemia, limfoma, dan terapi kanker)
  • Sedang menderita TBC aktif
  • Memiliki infeksi saluran kemih.
  • Sedang mengonsumsi antibiotik
  • Sedang menjalani terapi radiasi.
Parenting

Terapi Okupasi Apakah Efektif untuk Mengatasi Autisme pada Anak?

Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki beberapa kesulitan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan sehari-hari. terapi okupasi tidak jarang direkomendasikan oleh psikolog atau pun psikiater untuk anak dengan autisme. Kesulitan yang dialami oleh anak dengan gangguan spektrum autism antara lain kemampuan sosial yang terbatas, kurang mampu memahami dan patuh terhadap peraturan sosial, sulit menerima hal-hal baru, keterikatan pada hal-hal yang sudah dikenal saja, perilaku repetitif, dan gangguan aktivitas seperti hipo atau hiperaktif.

Hingga saat ini penyebab dari gangguan spektrum autism belum diketahui secara pasti sehingga dapat menyebabkan terapi yang efektif untuk gangguan spektrum autism juga belum tersedia. Namun, anak dengan gangguan spektrum autism juga memerlukan bantuan agar bisa beradaptasi dan dapat melangsungkan hidupnya dengan baik. Beberapa terapi seperti terapi okupasi dapat meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autism sehingga dapat mengatasi disabilitas yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat terapi okupasi

Terapi okupasi bukan terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, melainkan suatu terapi yang bertujuan untuk membantu orang dengan disabilitas fisik, sensorik, atau pun kognitif untuk dapat hidup mandiri. Terapi ini tidak terbatas untuk orang dewasa saja, tetapi juga bermanfaat untuk anak-anak dengan gangguan spektrum autism. Dengan melakukan terapi ini, harapannya anak dengan gangguan autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan hari secara mandiri sehingga memperbaiki kualitas hidup anak dengan gangguan spektrum autisme di rumah dan di sekolah. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi.
Penyakit

Waspada Gejala Sinusitis Akut yang Menyerupai Flu

Masyarakat di Indonesia sepertinya sudah familier dengan istilah penyakit sinusitis. Sinus adalah rongga yang terdapat pada tulang tengkorak manusia. Pada kenyataannya, manusia memiliki sinus di beberapa bagian, yaitu di belakang tulang pipi, di antara kedua mata, di kening, dan di belakang hidung. Keempat rongga ini saling berhubungan antarsatu dan lainnya.

Dalam kondisi normal, rongga sinus hanya akan terisi dengan udara atau sedikit cairan yang nantinya dapat dikeluarkan lewat hidung. Namun, dalam kasus tertentu, dapat terjadi peradangan pada sinus yang dikenal dengan sinusitis akut.

Peradangan sinusitis akut disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Kondisi ini menyebabkan bertambahnya produksi lendir (mukus) di dalam rongga, sehingga terjadi sumbatan. Rongga yang terkena radang dan dipenuhi dengan mukus dapat menyebabkan rasa nyeri. Peradangan sinus ini dapat berlangsung selama 2-4 minggu.

Sinusitis akut memiliki gejala awal yang menyerupai flu, seperti hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung dan nyeri pada sekitar area wajah. Tidak heran, banyak orang yang salah menyangka gejala sinusitis akut pada awalnya. Sumbatan pada sinus juga dapat disebabkan karena alergi (rinitis alergi), polip (pertumbuhan daging) pada hidung, atau tulang hidung yang miring.

Gejala sinusitis akut yang mungkin dapat terjadi selain yang telah disebutkan di atas, yaitu:

  • Terdapat lendir yang keluar dari hidung. Lendir ini memiliki tekstur yang cenderung kental dan berwarna kuning atau kehijauan. Cairan ini dapat mengalir ke belakang hidung kemudian turun ke bagian kerongkongan (post-nasal drip).
  • Mengalami kesulitan bernapas yang diakibatkan hidung tersumbat.
  • Rasa tidak nyaman pada telinga seperti rasa tersumbat.
  • Sakit kepala, terutama di sekitar area wajah.
  • Mengalami gangguan pada indra penciuman dan perasa.
  • Batuk di malam hari atau ketika udara dingin.
  • Bau mulut.
  • Demam.

Umumnya, gejala sinusitis dapat diatasi dengan perawatan secara mandiri yang dapat dilakukan di rumah. Namun, Anda tetap perlu waspada jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di bawah ini dan segera berkonsultasi dengan dokter:

  • Gejala berlangsung selama lebih dari satu minggu.
  • Demam terus menerus.
  • Riwayat sinusitis yang berulang.
  • Merasa nyeri, mengalami bengkak, dan kemerahan di sekitar mata.
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Penyakit

Mengenal Sindrom Patau yang Langka Terjadi Pada Bayi

Sindrom patau dikenal juga dengan sebutan trisomy 13 yang merupakan kelainan genetik langka. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tambahan salinan kromosom 13 pada beberapa atau seluruh sel tubuh. Normalnya setiap sel yang ada dalam tubuh manusia mengandung 23 pasang kromosom yang dapat membawa gen turunan dari orang tua. Tetapi pada bayi dengan sindrom patau ini, memiliki tiga salinan kromosom 13, padahal seharusnya hanya sepasang atau cukup dua salinan saja.

Kelainan ini sangat mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan. Alhasil, janin yang terkena sindrom patau ini akan tumbuh dengan sangat lambat di dalam kandungan. Sindrom patau dapat dikatakan langka terjadi karena hanya sekitar satu di setiap 5000 kelahiran. Tidak sedikit bayi yang akhirnya meninggal dalam kandungan setelah divonis terkena sindrom patah.

Sedangkan bayi yang bisa lahir dengan selamat biasanya memiliki berat badan rendah disertai dengan masalah kesehatan lainnya. Statistik pun menunjukkan bawah ada 9 dari 10 anak yang terlahir dengan sindrom patau akan meninggal di tahun pertama kelahirannya, seperti yang terjadi pada Adam Fabumi.

Apakah sindrom patau bisa dicegah?

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah terjadi sindrom patau di dalam janin. Sindrom patau ini dapat terjadi secara acak saat pembuahan, tepatnya ketika sperma dan telur bergabung serta janin mulai berkembang. Meski demikian, risiko ibu hamil melahirkan bayi dengan sindrom patau akan meningkat dengan usia ibu yang semakin tua. Untuk memastikan ada atau tidaknya pembelahan kromosom yang abnormal, dokter perlu melakukan pemeriksaan invasif, seperti dengan amniocentesis atau chroionic villus sampling atau bisa disebut dengan CVS.

Walaupun demikian, pemeriksaan ini hanya bertujuan untuk mengetahui secara pasti ada atau tidaknya trisomy 13 itu. Tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk janin yang menderita sindrom patau. Orang tua mungkin akan ditawarkan untuk mengikuti bimbingan dan bantuan agar siap mental saat melahirkan bayi dengan sindrom patau. Dokter akan menjelaskan penanganan yang bisa dilakukan ketika bayi lahir, yakni melakukan prosedur agar si bayi bisa mendapatkan asupan hingga menjelang ajal.

Kesehatan Wanita

Cara Mengatasi Gejala Polip Rahim

Saat mendengar kata polip, Anda tentu mengaitkannya dengan jaringan abnormal yang tumbuh di bagian tertentu pada tubuh. Bentuk polip seperti jamur, dengan tangkai dan berukuran kecil. Salah satu tempat tumbuhnya polip adalah di dinding Rahim atau biasanya disebut dengan polip rahim. Ketika tumbuh di rahim, polip bisa tumbuh tunggul atau lebih dari satu. Ukurannya pun berbeda-beda. Mulai dari beberapa milimeter saja, hingga lebih dari 6 cm. Namun tidak perlu khawatir, pasalnya sebagain besar polip rahim sifatnya jinak.

Gejala-gejala polip rahim

Anda tidak perlu panik, polip rahim tidak selalu seperti kanker. Keduanya adalah yang berbeda. Polip rahim biasanya rentan terjadi pada wanita yang berada di dalam periode pra-menopause atau telah mengalami masa menopause. Ada gejala-gejala yang dapat dirasakan oleh penderitanya, namun ada juga yang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Berikut gejala polip rahim:

  • Keluar bercak darah meski tidak sering menstruasi
  • Pendarahan hebat
  • Pendarahan pada wanita yang telah menopause
  • Infertilitas

Salah satu faktor yang menyebabkan tumbuhnya polip rahim adalah hormon. Hormone estrogen sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan polip. Biasanya, selain wanita yang berada di fase pra-menopause dan menopause, polip rahim juga bisa terjadi pada penderita obesitas dan hipertensi. Selain itu, wanita yang mengonsumsi obat kanker payudara seperti tamoxifen juga rentan mengalami polip rahim.

Apa yang harus dilakukan?

Wajar jika penderita polip rahim merasa bingung apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Sebenarnya, polip rahim bisa hilang dengan sendirinya, karena berasal dari hormon jadi bisa datang dan pergi, tergantung dengan kondisi hormon penderitanya. Namun, ada juga langkah yang perlu dilakukan jika polip rahim tetap ada. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  • USG panggul ketika ada gejala perdarahan hebat padahal tidak sedang dalam siklus menstruasi
  • Histeroskopi untuk menggambarkan kondisi dinding rahim
  • Operasi polipektomi untuk menghilangkan polip rahim
  • Histerektomi atau prosedur pengangkatan uterus untuk menghilangkan polip. Bisa melalui vagina atau dinding perut.

Sebelum melaksanakan prosedur di atas, penting juga untuk memastikan pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, hentikan obat juga yang akan memicu perdarahan seperti aspirin, clopidogrel, atau ibuprofen.