Payudara Bengkak dan Tidak Nyaman, Bagaimana Mengatasinya?

Pernahkah Anda mengalami pembengkakan di payudara? Sebenarnya, payudara bengkak adalah kondisi yang sangat umum dan wajar terjadi pada wanita. Biasanya ini terjadi ketika sedang berada di masa menstruasi. 

Akan tetapi, terkadang pembengkakan juga bisa terjadi karena faktor-faktor lain. Contohnya seperti adanya kondisi medis khusus yang mendasari pembengkakan. Untuk mengatasinya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui apa penyebab pembengkakan tersebut. 

Benjolan di payudara yang terasa sakit dapat disebabkan oleh kelenjar susu mengeras akibat mastitis

Faktor penyebab payudara bengkak

Faktor penyebab pembengkakan payudara bisa dikategorikan menjadi beberapa bagian. Ada penyebab yang umum dan ada juga penyebab yang lebih serius. Berikut ini pembagian kategori faktor-faktor tersebut: 

  • Penyebab umum

Penyebab umum merupakan kategori penyebab yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penyebab ini cenderung normal dan tidak membahayakan. 

Faktor penyebab yang termasuk ke dalam kategori ini meliputi siklus menstruasi, kehamilan, serta penggunaan obat kontrasepsi dengan kandungan hormon estrogen.

  • Penyebab jinak

Dalam beberapa kasus, pembengkakan juga bisa terjadi karena adanya pertumbuhan sel jinak di payudara Anda. Sel ini tidak bersifat kanker dan tidak berbahaya.

Penyebab yang termasuk ke dalam penyebab jinak adalah infeksi astitis dan abses, tumor jinak, pelebaran saluran susu, serta kerusakan jaringan lemak payudara. 

  • Penyebab berbahaya

Kategori penyebab payudara bengkak yang terakhir adalah penyebab yang berbahaya. Biasanya, penyebab ini meliputi kondisi medis yang berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak diobati.

Untuk kategori ini, penyebabnya meliputi kanker payudara dan penyebaran infeksi yang sangat parah. Anda mungkin akan mengalami gejala yang sangat mengganggu dan perlu segera mendapatkan perawatan medis. 

Proses konsultasi payudara bengkak ke dokter

Apabila pembengkakan terjadi karena siklus menstruasi, maka pembengkakan tersebut cenderung aman. Anda tidak perlu berobat ke dokter untuk hal ini.

Akan tetapi, apabila pembengkakan disertai dengan gejala lain yang sangat mengganggu, misalnya nyeri dan demam, maka Anda mungkin perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kunjungi dokter untuk membuat konsultasi. 

Secara khusus, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila pembengkakan disertai dengan tanda-tanda berikut: 

  • Puting pecah-pecah dan retak
  • Perubahan warna puting dan kulit payudara
  • Benjolan yang mengeras di jaringan payudara
  • Keluar cairan yang tidak terduga dari puting
  • Pembengkakan payudara berlebih yang membuat ASI tidak bisa keluar

Segera hubungi dokter Anda jika mengalami tanda-tanda di atas. Tanda-tanda tersebut bisa mengindikasikan adanya kondisi yang lebih berbahaya.

Ketika berkonsultasi ke dokter, dokter akan melakukan diagnosa. Tapi sebelumnya, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan. Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi benjolan payudara.

Terkadang, pemeriksaan tambahan berupa tes pencitraan perlu dilakukan. Tes pencitraan untuk pemeriksaan payudara bengkak meliputi ultrasonografi atau mammogram. 

Cara mengobati pembengkakan payudara

Berdasarkan hasil tes, dokter bisa mendiagnosa dan menyebutkan penyebab pembengkakan yang Anda alami. Setelah itu, dokter bisa menentukan apa metode pengobatan yang paling tepat. Berikut ini jenis pengobatan yang dilakukan berdasarkan penyebabnya: 

  • Infeksi

Jika pembengkakan disebabkan oleh infeksi, maka pengobatannya menggunakan obat antibiotik.

  • Masalah hormonal

Apabila pembengkakan terjadi karena masalah hormonal, seperti kehamilan atau menstruasi, pengobatan bisa menggunakan obat kontrasepsi. 

  • Kanker payudara

Jika pembengkakan disebabkan oleh kanker payudara, maka pengobatan yang paling tepat adalah menjalani terapi.

Perubahan gaya hidup juga bisa berkontribusi dalam meredakan payudara bengkak. Cobalah untuk mengurangi asupan makanan yang berlemak setidaknya seminggu sebelum menstruasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *