Penanganan dan Pencegahan Malformasi Chiari

Merupakan kelainan dalam pembentukan struktur tengkorak yang terjadi pada masa perkembangan janin disebut dengan chiari malformation atau dikenal dengan malformasi chiari. Dampak munculnya kelainan ini adalah adanya tekanan pada otak kecil dan batak otak, normalnya otak kecil dan batang otak terletak di atas libuang yang menghubungkan otak dengan saraf tulang belakang.

Dalam kasus ini munculnya gangguan pada struktur tulang tengkorak menyebabkan sebagian jaringan otak kecil melewati foramen magnum yang kemudian turun ke saluran tulang belakang. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi dari otak kecil, aliran cairan otak dan tulang belakang yang juga terdampak akibat kelainan yang muncul pada otak ini.

Penanganan Malformasi Chiari

Pengobatan kondisi ini tergantung dari gejala dan tingkat keparahan pasien, bagi yang tidak mengalami gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun dokter tetap akan memantau perkembangan pasien, salah satunya dengan pemeriksaan MRI secara berkala. Sementara itu pada pasien dengan gejala sakit kepala akan diberikan pengobatan sesuai gejala yang muncul.

Apabila gejala yang muncul tergolong berat, dokter akan melakukan operasi untuk mengurangi tekanan pada otak dan tulang belakang hingga memperbaiki aliran cairan serebrospinal. Terdapat beberapa metode operasi yang dapat dilakukan pada pasien dengan kondisi ini, berikut ini beberapa di antaranya.

  • Posterior fossa decompression, tujuannya untuk mengurangi tekanan yang terjadi di otak.
  • Electrocautery, digunakan untuk menyusutkan bagian bawah otak kecil.
  • Third ventriculostomy, dipakai untuk memperbaiki aliran cairan serebrospinal.
  • Spinal laminectomy, fungsinya untuk mengurangi tekanan pada sumsum tulang belakang dan akar saraf tulang belakang.

Tindakan operasi disebut dapat meredakan gejala yang timbul, namun tak mampu memperbaiki kerusakan saraf yang telah terjadi karena kelainan ini. Pasien yang mengalami kerusakan saraf akan menjalani rehabilitasi medis atau fisioterapi setelah proses operasi selesai dilakukan. Lama proses penyembuhan setelah operasi biasanya berlangsung selama 4 sampai 6 minggu.

Perlu diketahui dan diingat bahwa penderita kondisi ini tidak boleh melakukan aktivitas fisik berat, seperti mengangkat beban selama 2 sampai 3 minggu setelah operasi berhasil; dijalankan. Pasien juga masih harus melakukan kontrol secara rutin guna mengantisipasi komplikasi yang kemungkinan muncul dan memantau perkembangannya.

Khusus untuk pasien yang di saat bersamaan menderita mielomeningokel atau hidrosefalus akan mendapat penanganan lanjutan dari dokter,agar kedua kondisi tersebut bisa teratasi. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin yang dikandung tidak mengalami kondisi ini dalam masa perkembangan janin, seperti berikut.

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan ibu dan janin selama masa kehamilan.
  • Memperbanyak asupan asam folat, bisa dari sayur dan buah.
  • Menghindari paparan zat berbahaya, termasuk alkohol dan narkotika.
  • Melakukan kontrol rutin ke dokter setiap bulan.

Gejala Malformasi Chiari

Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri pada bagian belakang kepala, biasanya disebabkan karena aktivitas seperti olahraga, peregangan, membungkuk dan yang lainnya. Sementara itu gejala yang muncul lainnya seperti berikut ini.

  • Muncul rasa pusing.
  • Nyeri pada leher.
  • Kesemutan pada tangan dan kaki.
  • Kesulitan menelan.
  • Lemah pada bagian tubuh atas.
  • Sulit dalam mendengar.
  • Kehilangan sensasi nyeri dan suhu pada tubuh bagian atas.
  • Gangguan keseimbangan atau kesulitan berjalan.

Terdapat juga gejala yang lebih sering terjadi seperti kelemahan umum, telinga berdenging, perubahan kurvatura tulang belakang, penurunan frekuensi denyut jantung dan pernapasan yang tidak normal. Sementara itu, berikut ini beberapa gejala yang paling umum dialami oleh bayi dengan kondisi ini.

  • Kesulitan untuk menelan.
  • Rewel ketika makan.
  • Produksi air liur yang berlebih.
  • Pernapasan yang tak normal.
  • Kaku pada leher.
  • Gangguan perkembangan.
  • Kesulitan meningkatkan berat badan.
  • Hilangnya kekuatan pada lengan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *