Rumput Mutiara

Rumput mutiara dipecara dapat menjadi obat kanker

Para peneliti terus mengembangkan penelitian mengenai tanaman atau jenis makanan yang memiliki khasiat untuk mencegah penyakit kanker. Salah satu penelitian yang dilakukan melibatkan rumput mutiara, atau yang disebut sebagai Hedyotis corymbosa. Rumput mutiara diklaim sebagai jenis tanaman yang dapat mengatasi kanker paru-paru.

Di Indonesia juga terdapat berbagai pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit seperti ini, salah satunya termasuk rumput mutiara. Meskipun jenis tanaman tersebut belum terbukti secara ilmiah, rumput mutiara dapat melindungi manusia dari penyakit kanker. Rumput mutiara merupakan salah satu jenis obat yang tidak hanya digunakan di Indonesia, namun juga digunakan di beberapa negara di Asia Tenggara, Tiongkok, dan India.

Mengenal Rumput Mutiara

Rumput mutiara biasanya tumbuh dalam ukuran antara 15 hingga 50 cm, dan mampu tumbuh subur di tanah dengan kondisi yang lembab. Selain itu, rumput mutiara memiliki daun yang berbulu di bagian ujung. Bunga dari rumput tersebut muncul dari aksila, sudut antara batang dan tangkai daun.

Jika Anda melihat sekilas, rumput mutiara tidak berbeda dengan sebagian besar rumput semak-semak. Banyak rumput mutiara yang tumbuh di pinggir jalan.

Rumput mutiara memiliki karakteristik yang sedikit pahit, lembut, dan netral. Sejak dulu, para peneliti menyebut rumput mutiara dapat dikonsumsi untuk mengatasi gejala demam. Pada saat ini, rumput mutiara bisa Anda gunakan untuk mengatasi penyakit kanker.

Penelitian Tentang Rumput Mutiara

Pada tahun 2009, tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, meraih juara dalam menciptakan karya ilmiah yang berjudul “Potensi Kemopreventif Ekstrak Etanolik Rumput Mutiara.” Dalam penelitiannya, tim yang meliputi tiga mahasiswa mencari hubungan antara rumput mutiara dengan penyakit kanker.

Tim UGM melakukan uji coba laboratorium yang melibatkan tikus putih. Sebelumnya, tim tersebut mengetahui kandungan senyawa aktif dalam rumput mutiara berupa asam ursolat dan asam uleanolat.

Kedua senyawa aktif tersebut merupakan jenis senyawa yang dapat mencegah pembelahan sel kanker menjadi lebih ganas. Ketika melakukan uji coba, tikus putih juga diberi induksi oral senyawa karsinogen yang merangsang pertumbuhan kanker.

Penelitian tersebut berlangsung selama 10 minggu. Tikus putih diberi ekstrak rumput mutiara untuk mengetahui dampaknya pada tubuh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mengkonsumsi ekstrak rumput mutiara dapat mencegah pembelahan sel kanker sebesar 30% dibandingkan dengan tikus putih yang tidak mengkonsumsinya.

Meskipun penelitian yang dilakukan oleh tim UGM memberikan kabar baik bagi dunia medis, penelitian tersebut masih perlu dilakukan, untuk mengetahui dampaknya pada manusia. Penelitian tersebut juga dilakukan dengan memberikan ekstrak rumput mutiara yang telah dikeringkan di bawah matahari selama 5 hari.

Gagasan dari penelitian tersebut adalah mengkonsumsi rumput mutiara bisa dengan cara yang lebih efektif, bukan dengan cara konvensional dengan merebus dan meminum airnya saja.

Penelitian tersebut tidak hanya menyatakan secara ilmiah dengan membiarkan rumput mutiara kering di bawah matahari, namun juga dapat memperoleh 200 kapsul dari setiap 100 gram ekstrak rumput mutiara. Peneliti juga menyarankan untuk mengkonsumsi rumput mutiara tiga kali dalam sehari.

Penelitian Yang Perlu Dikembangkan

Sudah bertahun-tahun para peneliti mengembangkan pengobatan untuk mencegah kanker, salah satunya termasuk rumput mutiara. Meskipun rumput mutiara merupakan salah satu cara yang paling cocok untuk mencegah kanker, penelitian dalam jangka panjang juga terkadang belum cukup untuk menentukan apakah tanaman tertentu bersifat antikanker.

Contoh tanaman yang dilakukan adalah tanaman Madagaskar periwinkle. Tanaman tersebut sama seperti rumput mutiara, dan selama belasan tahun, dianggap sebagai salah satu tanaman yang secara efektif dapat mencegah kanker. Sampai saat ini, mekanisme yang terjadi pada tanaman tersebut belum dapat direplikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *