Sedot Ingus Bayi dengan Aman, Ini Caranya

Sedot Ingus Bayi dengan Aman, Ini Caranya

Sebagai orang tua baru, mungkin Anda khawatir melihat si kecil sulit bernapas karena hidung tersumbat. Lendir dalam hidung kecilnya cukup banyak dan membuatnya sulit bernapas. Lalu, bagaimana cara sedot ingus bayi dengan aman?

Masalah hidung tersumbat memang cukup sering terjadi pada bayi, bahkan termasuk penyakit wajar. Anda tidak perlu khawatir, tidak semua kasus hidung tersumbat berbahaya. 

Terkadang hidung tersumbat dapat disembuhkan dengan mudah karena tidak ada komplikasi penyakit lain. Namun, pada beberapa kasus Anda mungkin membutuhkan bantuan dokter.

Nah jika si kecil hanya pilek ringan, Anda sebenarnya bisa membantunya dengan menyedot ingus secara mandiri. Lalu, bagaimana cara melakukannya dengan aman?

Kapan sebaiknya sedot ingus bayi?

Menyedot ingus bayi adalah cara terbaik untuk membantu si kecil mengatasi masalah hidung tersumbat. Lalu kapan sebaiknya menyedot ingus bayi?

  • Ketika si kecil merasa kesulitan bernapas atau napas yang berisik karena ingus berlebihan.
  • Sebelum menyusui. Si kecil dapat menerima ASI dengan lebih baik jika hidungnya bersih. Anda juga tidak boleh menyedot ingus terlalu cepat setelah makan.
  • Jika si kecil tampak sulit bernapas setelah muntah. Coba kurangi frekuensi sedot ingus.

Sebaiknya Anda menyedot ingus bayi hanya dua sampai tiga kali sehari. Jika terlalu sering, lubang hidung si kecil bisa terlalu kering, sakit, bahkan sampai berdarah.

Sedot ingus dengan aman

Ada banyak alat yang bisa digunakan untuk menyedot ingus bayi, tapi yang paling aman adalah dengan menggunakan Bulb Syringe atau alat sedot ingus.

Si kecil tidak dapat membuang ingusnya sendiri. Karena itu, Anda membutuhkan alat bantu seperti bulb syringe untuk menyedot ingusnya.

Bulb syringe atau alat sedot ingus sudah cukup lama dikenal. Cara kerjanya sama seperti sedot mulut yang tidak dianjurkan di atas.

Alat sedot ingus bayi ini pun terbilang aman, penggunaannya mudah. Anda hanya perlu memasukkan pipet ke hidung si kecil dengan kedalaman yang terukur.

Jika mulut dan hidung si kecil sama-sama perlu disedot, sebaiknya Anda menyedot mulut terlebih dahulu. Nah ketika menyedot dari dalam mulut, posisikan pipet bulb syringe ke bagian dalam pipi si kecil.

Berikut cara menggunakan bulb syringe atau alat sedot ingus:

  • Cuci tangan Anda dengan bersih sebelum memulai perawatan
  • Pencet bagian balon untuk mengeluarkan udara dari alat sedot ingus
  • Pertahankan pencetan tersebut, masukkan pipet ke lubang hidung bayi dengan perlahan
  • Saat pipet sudah berada di posisi yang Anda mau, lepaskan pencetan Anda agar lendir pilek bayi tersedot ke dalam pipet dan bagian dalam balon
  • Keluarkan pipet dari lubang hidung bayi
  • Buang ingus dari dalam pipet dan balon, lalu bersihkan
  • Ulangi prosesnya beberapa kali dengan alat penyedot yang sudah dibersihkan

Jika Anda merasa kesulitan menyedot ingus dengan alat bantu, ada kemungkinan lendir di dalam hidung si kecil terlalu kental. Pada kasus ini, Anda harus mencairkan ingus terlebih dahulu dengan cairan saline.

Cairan saline berfungsi untuk melunakkan lendir ingus yang terlalu kental sehingga lebih mudah disedot.

Anda bisa mendapatkan cairan saline di apotek terdekat atau membuatnya sendiri dengan cara-cara di bawah ini.

Cara membuat cairan saline sendiri

Lendir ingus bisa jadi tebal dan mengganggu si kecil. Anda bisa membuat cairan saline (garam dan air) sendiri. Berikut langkah-langkah membuat cairan saline sendiri:

  • Campurkan 1/4 sendok teh garam dengan 1 cangkir air panas matang
  • Aduk dan biarkan mendingin ke suhu ruangan
  • Simpan di wadah bersih, botol atau bekas wadah selai
  • Cairan maksimal digunakan sampai tiga hari, buang dan buat lagi jika Anda membutuhkannya
  • Cara injeksi cairan saline ke lubang hidup bayi

Setelah mendapatkan cairan saline, Anda bisa menggunakannya untuk melunakkan ingus si kecil. Caranya mudah, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Baringkan bayi Anda
  • Masukkan 1-2 tetes di setiap lubang hidung,
  • Tahan kepala si kecil ke arah belakang selama sekitar satu menit
  • Tunggu cairan saline melunakkan ingus
  • Setelah itu, sedot dengan bulb syringe sesuai langkah di atas

Anda bisa menyedot ingus bayi sesuai dengan kondisi-kondisi di atas. Namun, coba perhatikan reaksi si kecil. Jika hidung tersumbat disertai penyakit lain, segera bawa ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *