Selesai Menyapih, Ini Cara Menghentikan ASI yang benar

Selesai Menyapih, Ini Cara Menghentikan ASI yang benar

Masa menyapih menjadi masa paling sulit dalam proses menyusui. Tak hanya menghadapi tangisan si kecil, saat menyapih ibu juga harus berjuang untuk menghentikan suplai ASI yang terus mengalir. 

Sebab, setelah ibu berhasil menyapih si Kecil, bukan berarti lantas produksi ASI langsung akan berhenti begitu saja.

Malah jika tidak dihentikan, yang terjadi justru suplai ASI membludak dan membuat payudara ibu rentan mengalami peradangan yang dikenal sebagai mastitis. 

Akibat radang, payudara ibu pun bisa menjadi bengkak, nyeri, dan bahkan juga bisa sampai demam dan meriang gara-gara mastitis tersebut.

Untuk itu, ibu pun mencari dan mencoba banyak cara menghentikan ASI. Semua harus dilakukan secara sabar dan bertahap, ya! 

Berikut ini cara menghentikan ASI yang masih keluar setelah anak disapih. 

1. Mengurangi frekuensi menyusu

Sebenarnya ASI secara alami bisa berkurang sendiri produksinya saat sang ibu tidak lagi menyusui atau merangsang payudara. Namun pengurangan produksi ini tidak berlangsung secara instan. Semua akan sangat bergantung pada berapa lama ibu menyusui.

Ketika ibu hendak mengurangi frekuensi menyusu, pastikan mengenakan bra yang ukurannya pas (supportive bra) sehingga tidak menekan payudara. 

Selain itu, apabila terjadi nyeri, Ibu bisa mengompres payudara dengan es untuk mengurangi peradangan. Bisa juga meminum obat penahan rasa nyeri untuk mengatasi rasa sakit dan peradangan pada payudara selama tidak menyusui 

Ketika mulai terasa sakit dan bengkak, Anda bisa memerahnya sedikit demi sedikit ASI menggunakan tangan. Hal ini dapat membuat payudara tidak akan terangsang untuk kembali memproduksi ASI dalam jumlah banyak.

2. Pengobatan herbal

Cara menghentikan ASI berikutnya dengan pengobatan herbal. Nah, salah satu obat herbal yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menghentikan produksi ASI adalah daun sage.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal PubMed Central, daun sage dapat membantu para ibu yang sedang dalam masa menyapih.

Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya dari daun sage sebagai cara menghentikan ASI secara alami, ikuti petunjuknya berikut ini: 

  • Daun sage yang dipakai adalah yang sudah dibentuk menjadi bubuk. 
  • Gunakan satu sendok makan bubuk daun sage sebagai teh, kemudian diminum setidaknya 1-2 kali sehari.

Namun, Anda hanya bisa meminum ramuan daun sage ini jika sudah benar-benar tidak menyusui si kecil.  Sebab, senyawa ramuan herbal bisa mengundang efek samping negatif pada ibu dan bayinya. 

Ibu juga harus menghentikan mengonsumsi ini jika merasa detak jantung meningkat, ya. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter laktasi sebelum mengonsumsi herbal ini.

3. Menggunakan kubis 

Tahukah Anda jika kubis atau kol juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi payudara bengkak? Menurut sebuah penelitian, daun kubis dapat menekan laktasi saat digunakan dalam jangka panjang.

Selain mengurangi payudara bengkak, kol dingin juga dapat membuat payudara terasa nyaman.

Adapun cara menghentikan ASI dengan bantuan kubis atau kol yaitu sebagai berikut:

  • Cuci daun kol dan keringkan.
  • Lalu masukkan ke dalam wadah bersih dan masukkan ke dalam lemari es untuk didinginkan. 
  • Letakkan satu daun kol menutupi payudara sebelum menggunakan bra.
  • Ganti daun kol setiap 2 jam sekali atau ketika terasa sudah layu. 

4. Minum teh peppermint

Selain ekstrak daun sage, tanaman herbal lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menghentikan produksi ASI saat menyapih adalah daun peppermint.

Peppermint menghasilkan kadar estrogen yang tinggi, yang pada sebagian besar perempuan dapat membantu mengurangi suplai ASI. Bukan cuma dari teh, namun semua jenis makanan yang mengandung peppermint pun diyakini memiliki manfaat ini.

5. Minum pil kontrasepsi

Hormon estrogen yang dikandung oleh pil KB kombinasi bisa digunakan sebagai cara menghentikan ASI berikutnya. Namun, cara ini harus dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Apalagi, tidak semua perempuan cocok mengonsumsi pil KB. Hal ini karena adanya risiko pembekuan darah.

6. Konsumsi obat lain sesuai resep dokter

Selain pil KB, ada beberapa jenis obat oral lain yang diketahui turut memengaruhi produksi ASI. Salah satunya yakni cabergoline atau cabergolin.

Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi prolaktin tubuh. Prolaktin sendiri sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi ASI.

Namun sebelum mengkonsumsinya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui manfaat dan efek sampingnya dari dokter laktasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *