Sudah Kenal Manfaat Vaksin BCG? Saatnya Cari Tahu Infonya di Sini

Sudah Kenal Manfaat Vaksin BCG? Saatnya Cari Tahu Infonya di Sini

Jika mendengar tentang vaksin BCG, mungkin Anda akan langsung terpikirkan tentang penyakit tuberkulosis (TB). Vaksin BCG memang digunakan untuk membantu pencegahan penyakit tuberkulosis dan dapat diberikan kepada orang dewasa maupun anak-anak yang belum pernah terinfeksi TB. Pemberian vaksin ini direkomendasikan bagi orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan penderita TB. Pemberian vaksin ini sudah termasuk dalam imunisasi dasar bagi bayi usia 0-2 bulan di Indonesia.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin BCG?

Sebagai vaksin yang digunakan untuk infeksi TB, BCG akan diberikan secara intradermal. Pemberian dosis vaksin BCG berbeda-beda untuk tiap orangnya, maka dari itu akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Pemberian dosis vaksin BCG biasanya berkisar 0.1 mL bagi orang dewasa dan 0.05 mL bagi anak-anak yang berusia kurang dari 12 bulan. Pemberian vaksin ini menggunakan cara injeksi lambat pada bagian otot deltoid.

Vaksin BCG tidak hanya digunakan untuk pencegahan infeksi TB, namun dapat juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi keganasan pada kandung kemih. Dalam kasus ini, vaksin BCG akan diberikan secara intravesikal berbentuk larutan dengan aturan penggunaan sekali dalam seminggu selama enam minggu ke depan. Ketika pemberian vaksin BCG secara intravesikal selesai dilakukan, cairan tersebut harus dipertahankan di dalam kandung kemih selama 2 jam. Dalam jangka waktu tersebut, pasien diharuskan untuk mengubah posisi setiap 15 menit agar vaksin BCG dapat dengan rata disebarkan di dalam kandung kemih.

Apakah efek samping dari vaksin BCG?

Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian vaksin BCG, baik secara intradermal atau intravesikal:

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Cedera pada bagian dinding kandung kemih
  • Anemia
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih

Terdapat pula efek samping yang lebih serius, seperti demam tinggi, nyeri pada tulang, kelelahan ekstrem, pembengkakan kulit, dan juga perubahan pada kulit. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang dijabarkan di atas, maka segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

Walaupun penggunaan vaksin BCG memang diperbolehkan, namun beberapa orang dengan kondisi berikut tidak dibolehkan menerima vaksin BCG:

  • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (HIV, leukemia, limfoma, dan terapi kanker)
  • Sedang menderita TBC aktif
  • Memiliki infeksi saluran kemih.
  • Sedang mengonsumsi antibiotik
  • Sedang menjalani terapi radiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *