Hidup Sehat

Menggunakan Obat Herbal Diapil 100 Pil, Berbahaya atau Tidak?

Diapil 100 Pil adalah sejenis obat jamu herbal tradisional yang diproduksi oleh Dami Sariwana. Obat ini secara khusus digunakan oleh penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi.

Dibandingkan dengan obat farmasi pada umumnya, obat herbal cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau. Sayangnya, tidak semua orang yakin untuk menggunakan obat herbal karena bukan merupakan obat yang diresepkan oleh dokter. Lantas, apakah obat jamu herbal seperti Diapil 100 Pil aman untuk dikonsumsi?

Penggunaan bahan jamu herbal pada obat

Meskipun jarang direkomendasikan dalam resep dokter, bukan berarti obat herbal tidak cocok untuk penderita diabetes. Berbeda dengan obat farmasi, obat herbal menggunakan bahan alami dalam pembuatannya. Hal ini bisa membantu untuk mengobati gejala diabetes Anda secara natural.

Efektivitas penggunaan obat herbal pada dasarnya tergantung dengan kondisi masing-masing penderita. Anda tetap bisa berkonsultasi pada dokter mengenai pemakaian obat herbal. Dokter bisa membantu memberikan kesimpulan apakah obat itu cocok untuk Anda konsumsi atau tidak.

Jika diabetes yang Anda alami cenderung ringan, obat herbal mungkin bisa membantu untuk meringankan gejalanya. Akan tetapi, hal ini tidak selalu bisa terjadi pada penderita diabetes yang lebih parah dan serius.

Kondisi diabetes yang parah memerlukan pengobatan medis yang lebih komprehensif. Obat biasa tidak mampu mengatasinya dengan baik, demikian juga dengan obat herbal. 

Karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat herbal seperti Diapil 100 Pil untuk mengatasi diabetes, ketahui dulu seperti apa kondisi diabetes yang Anda derita. Pastikan juga bahwa Anda benar-benar telah didiagnosa diabetes oleh dokter untuk mulai meminum obat ini.

Menggunakan Diapil 100 Pil untuk atasi diabetes

Sebagai obat jamu herbal tradisional, Dami Sariwana Diapil 100 Pil mengandung komposisi dari bahan-bahan yang alami. Berikut ini komposisi utama dari obat ini:

  • Plucheae Folium (daun beluntas) 26 mg
  • Centellae Herba (pegagan) 52,5 mg
  • Lingustrinae Lignum (kayu bidara laut) 26 mg
  • Andrographidis Herba (daun sambiloto) 13 mg
  • Caricae Folium (daun pepaya) 13 mg

Campuran bahan-bahan alami di atas menghasilkan efek yang mampu mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Gejala diabetes atau kencing manis bisa dikurangi dengan pemakaian obat ini.

Dalam satu kemasan, terdapat 100 butir pil obat. Pengguna dianjurkan untuk meminum obat ini dengan dosis sebanyak 6 pil sekali makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Obat hanya dianjurkan untuk diminum setelah makan.

Sebelum meminum obat ini, ingatlah bahwa ada perhatian khusus yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini perhatian khusus tersebut:

1. Hanya boleh diminum oleh penderita diabetes

Obat ini bukanlah obat tradisional yang difungsikan sebagai upaya pencegahan diabetes. Oleh sebab itu, jangan meminumnya bila Anda belum didiagnos secara resmi oleh dokter menderita diabetes. 

2. Kemungkinan efek samping

Setiap jenis obat, baik itu obat herbal maupun obat farmasi, pasti memiliki efek samping. Penggunaan obat herbal bisa saja menghilangkan efektivitas obat farmasi. Karena itu, selama penggunaan Diapil 100 Pil, sebaiknya konsultasikan pada dokter Anda secara berkala.

Perhatikan kedua hal di atas ketika akan mengonsumsi obat herbal sebagai upaya penyembuhan diabetes. Hal ini penting untuk menghindari risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Anda bisa mendapatkan Dami Sariwana Diapil 100 pil dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp14.000. 

Hidup Sehat

Beberapa Alternatif Susu untuk Diabetes

Di dalam susu terdapat nutrisi penting yang berguna untuk tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, sampai kalsium. Kendati demikian, tak sekonyong-konyong susu bisa dan boleh dikonsumsi oleh siapa saja. Penderita diabetes adalah satu dari sekian banyak kelompok orang yang tak boleh sembarangan mengonsumsi susu. Fakta itu memacu para produsen untuk membuat susu untuk diabetes.

Akan tetapi, di dalam produk susu yang beredar di pasar banyak terkandung zat lain yang tak berguna dan malah bisa menimbulkan efek negatif bagi para penderita diabetes. Namun, bukan berarti pengidap diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi susu, kok.

Ada semacam “cara aman” bagi para penderita diabetes dalam mengonsumsi susu. Beberapa metode alternatif di bawah ini merupakan satu titik terang agar mereka yang menderita diabetes tetap bisa mengonsumsi susu, di antaranya:

  • Susu Almond Tanpa Gula

Jika penderita diabetes sedang berusaha mengurangi asupan karbohidrat sebanyak mungkin, susu almond bisa menjadi pilihan. Sebab susu ini memiliki kandungan karbohidrat yang rendah, bahkan beberapa mengandung hampir nol karbohidrat. Kandungan lemaknya pun hanya sepertiga dari susu biasa yang umumnya memiliki minimal 8 gram kandungan lemak.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu almond:

Kalori: 39

Lemak: 2,88 g

Karbohidrat: 1,52 g

Serat: 0,5-1 g (tergantung merk)

Protein: 1,55 g

Kalsium: 516 mg

  • Susu Kedelai Tanpa Gula

Kandungan karbohidrat dalam segelas susu kedelai memang lebih tinggi ketimbang susu almond, akan tetapi jumlahnya hanya sepertiga dari susu full cream ataupun susu skim yang mencapai 12 gram.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu kedelai:

Kalori: 79

Lemak: 4,01 g

Karbohidrat: 4,01 g

Serat: 1

Protein: 7 g

Kalsium: 300 mg

  • Susu Rami Tanpa Gula

Susu yang terbuat dari biji rami ini mungkin belum populer di Indonesia. Namun, namanya sudah populer di negara barat karena khasiat sehatnya. Sama seperti susu almond, susu rami memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah. Justru sebaliknya, susu rami kaya akan omega 3, kalsium, zat besi, serta magnesium. Sehingga susu rami ini bisa menjadi pilihan susu diabetes terbaik yang bisa dikonsumsinya.

Berikut kandungan nutrisi dalam 1 gelas susu rami:

Kalori: 24

Lemak: 2,5 g

Karbohidrat: 1,02 g

Serat: 0

Protein: 0

Kalsium: 300 mg

  • Susu Grass-Fed

Selain jumlah kadar lemaknya, sumber susu juga perlu diperhatikan. Susu dari sapi yang diberikan makanan alami berupa rumput, memiliki kadar asam alfa linoleat yang lebih tinggi. Asam alfa linoleat sendiri adalah sejenis asam lemak omega-3 yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Jadi, saat membeli susu di pasar swalayan, pilihlah produk yang di kemasannya tertera tulisan ‘grass-fed’.

  • String Cheese

Keju adalah makanan yang dihasilkan setelah mengubah bentuk susu. Keju ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk camilan, karena kaya protein dan rendah lemak. Keju ini juga memiliki kadar karbohidrat yang rendah (sekitar 1 gram per ons), sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

  • Yogurt Yunani

Produk susu fermentasi seperti yogurt merupakan pilihan yang baik untuk penderita diabetes, karena memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan bisa meningkatkan kadar insulin dan gula darah dalam tubuh. Menurut penelitian yang dipublikasikan di European Medical Journal pada Oktober 2017, probiotik bisa menurunkan kadar insulin dan gula darah puasa.

Yogurt yunani juga menyediakan kombinasi karbohidrat dan protein yang ideal. Pada umumnya, yogurt yunani digunakan sebagai bahan makanan dan kue yang dipanggang.

***

Sebenarnya, ada fakta unik di balik hubungan susu dan diabetes ini. Beberapa penelitian mengungkap bahwa minum susu malah dapat mengurangi risiko diabetes 2. Namun, kita belum tahu apakah fakta ini bisa dipatahkan nantinya.

Di balik itu semua, jika para penderita diabetes ingin mengonsumsi susu, disarankan untuk mengecek kondisi kesehatan mereka sendiri dalam rangka menciptakan “batasan” dalam masalah ini. Segera hentikan minum susu untuk diabetes jika setelah mengonsumsi susu dan produk olahannya kadar gula darah Anda melonjak.