Hidup Sehat

Seberapa Aman dan Efektifkah Hand Sanitizer di Enesis?

Hand sanitizer, gel beralkohol yang banyak dijumpai di mana saja saat ini, bertujuan untuk membunuh kuman dan bakteri serta mencegah penyebaran penyakit. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat ingin para produsen hand sanitizer untuk menyerahkan hasil penelitian tentang kemanjuran dan keamanan produk yang mereka buat. Mengapa? Hanya untuk memastikan hand sanitizer yang banyak beredar di pasaran dan dapat dibeli secara online misalnya di Enesis aman. 

Khususnya, FDA ingin lebih banyak data pada tiga bahan aktif pada 90 persen hand sanitizer yang beredar di pasaran seperti Enesis saat ini. TIga bahan aktif tersebut adalah ethyl alcohol (juga dikenal dengan istilah ethanol), isopropyl alcohol, dan benzalkonium chloride. Namun, penting untuk diingat bahwa FDA tidak menyatakan bahwa produk mengandung tiga bahan tersebut tidak boleh diperjualbelikan. Mereka hanya ingin para produsen dan pabrikan hand sanitizer untuk menyerahkan penelitian baru tentang keefektifan dan keamanan hand sanitizer yang mereka produksi. Pada dasarnya, FDA ingin bukti yang mendukung bahwa hand sanitizer berbahan alkohol dikenal aman secara umum (GRAS), yang mana merupakan sebuah sistem dari FDA dalam mengklasifikasikan zat-zat aman untuk digunakan sesuai dengan tujuan utama produk tersebut dibuat. 

Hand sanitizer dapat ditemukan di mana saja saat ini

Salah satu kekhawatiran utama adalah bagaiman hand sanitizer telah dapat ditemukan di mana-mana saat ini. Kebutuhan hand sanitizer terus meningkat sejak pertama kali masuk ke pasaran pada tahun 2009. Menurut Dr. Janet Woodcock selaku direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat di FDA, saat ini konsumen menggunakan hand sanitizer lebih sering di rumah, di kantor, dan di tempat-tempat lain di mana risiko infeksi terbilang rendah. Produk seperti hand sanitizer yang bisa Anda beli di Enesis menyediakan kepraktisan saat mencuci tangan menggunakan air dan sabun tidak memungkinkan. Namun, sudah menjadi tanggung jawab FDA dalam menentukan apakah produk-produk tersebut aman dan efektif, sehingga para konsumen dapat memiliki kepercayaan dalam menggunakan produk tersebut sendiri beberapa kali dalam sehari. Untuk melakukannya, FDA harus melengkapi data ilmiah pada beberapa bahan aktif tertentu. 

Yang dimaksud dengan bahan tertentu tersebut adalah ethyl alcohol. Pada 60 hingga 65 persen alkohol, hand sanitizer sangat efektif untuk tangan. Karena banyak orang menggunakan hand sanitizer beberapa kali dalam sehari, FDA menginginkan data tentang penggunaan jangka panjang, khususnya pada ibu hamil dan anak-anak. FDA menyatakan, sains yang muncul baru-baru ini mengindikasikan bahwa dalam beberapa bahan aktif, paparan sistemis, yaitu yang dapat dideteksi di darah atau urin, lebih tinggi dibandingkan dengan yang sebelumnya dipikirkan. Sehingga, FDA menginginkan informasi lebih jauh seputar hal ini dan bagaimana paparan teratur dan berulang kali akan memberi dampak pada kesehatan manusia. 

Banyak dari hand sanitizer yang dipasarkan saat ini dan dapat dibeli di Enesis mengklaim bahwa produk ini dapat membunuh 99,99 persen kuman. Klaim ini tentunya ingin dilihat bukti yang mendasarinya oleh FDA. Meskipun membunuh kuman merupakan hal penting dan tujuan dari semua produk hand sanitizer, bakteri sisa yang tidak terbunuh oleh produk meningkatkan kekhawatiran bahwa bakteri tersebut membawa penyakit menular dan ketakutan akan resistensi antibiotik. Namun, hand sanitizer yang dijual di pasaran seperti di Enesis tidak diharapkan dapat berkontribusi terhadap resistensi antibiotik karena produk tersebut tidak mengandung antibiotik.