Amankah Kayu Manis untuk Diabetes?
Penyakit

Amankah Kayu Manis untuk Diabetes?

Diabetes adalah penyakit yang diakibatkan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini yang membuat penderita diabetes harus mengontrol gaya hidup sehat dan melakukan pengobatan rutin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi bahan-bahan herbal yang dipercaya mampu menjaga kadar gula darah, seperti kayu manis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kayu manis untuk diabetes memberikan manfaat yang signifikan. 

Kandungan Nutrisi Kayu Manis

Sesuai dengan namanya, kayu manis memiliki wangi yang khas dan rasa yang manis. Ada beberapa jenis utama kayu manis. Kayu manis cassia berwarna lebih gelap dan yang sering tumbuh dan dikonsumsi di Asia Tenggara. Ada juga kayu manis Ceylon yang dikenal juga sebagai kayu manis sejati.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan dan penambah cita rasa, kayu manis juga baik untuk kesehatan Anda. Bahkan dalam pengobatan herbal kayu manis untuk diabetes aman dikonsumsi.

Sama seperti makanan lainnya, kayu manis mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kayu manis rendah protein dan lemak. Namun dalam satu sendok teh kayu manis bubuk mengandung 6 kalori dan sejumlah vitamin meliputi:

  • 0,1 gram protein
  • 0,03 gram lemak
  • 2 gram karbohidrat
  • 1 gram serat
  • 26 miligram kalsium
  • 11 miligram potasium
  • 3 mcg (mikrogram) beta karoten
  • 8 IU vitamin A.

Seluruh nutrisi dalam kayu manis tersebut bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, perlu diingat untuk mengonsumsi dalam batas yang wajar. Terlebih jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan dari dokter atau suplemen kesehatan. Supaya lebih aman untuk kesehatan Anda, konsultasikan dengan dokter.

Benarkah Kayu Manis Mampu Menurunkan Gula Darah?

Menurut dokter M. Regina Castro, M.D. masih belum jelas apakah kayu manis efektif membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Namun ada penelitian lainnya ada kemungkinan kayu manis dapat membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien. Namun perlu penelitian lebih lanjut mengenai cara kerja dan efektivitasnya. 

Berdasarkan penelitian Bolin Qin, dkk (2010), kayu manis memberikan efek baik pada penderita diabetes mellitus tipe 2, sindrom metabolik, kardiovaskular, dan PCOS. Hasilnya menunjukkan kadar gula yang terkontrol, sensitivitas insulin dan antioksidan meningkat, dan penurunan lemak. 

Penelitian lain yang dilakukan oleh Richard A Anderson (2008) menunjukkan bahwa kandungan kromium (Cr) and polifenol dalam kayu manis mampu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga mampu menekan gula darah. Konsumsi kayu manis pada pasien penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa glukosa, insulin, dan kadar kolesterol membaik.

Berdasarkan penelitian, kandungan antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri dalam kayu manis dapat meningkatkan kesehatan Anda, terutama bagi penderita:

  • penyakit jantung
  • penyakit Alzheimer
  • kanker
  • HIV 
  • infeksi
  • kerusakan gigi
  • alergi.

Apakah Kayu Manis Berinteraksi dengan Obat-Obatan Herbal dan Suplemen Lain? 

Berhati-hatilah jika Anda juga mengonsumsi suplemen lain yang menurunkan kadar gula darah, termasuk terapi obat diabetes dan obat yang mengandung:

  • asam alfa lipoat
  • melon pahit
  • kromium
  • cakar setan
  • fenugreek
  • bawang putih
  • kastanye kuda
  • panax
  • ginseng siberia
  • psyllium.

Catatan

Jika dokter memutuskan tidak apa-apa bagi Anda untuk mengonsumsi kayu manis, selalu perhatikan baik-baik kadar gula darah Anda. Segera beritahu dokter Anda jika level Anda turun terlalu rendah.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki gangguan pada hati, sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi kayu manis untuk diabetes. Konsumsi kayu manis berlebihan dapat mengganggu organ hati Anda.

Mengulik Segudang Manfaat Daun Pegagan
Hidup Sehat

Mengulik Segudang Manfaat Daun Pegagan

Sudah pernah mendengar atau mencicipi daun pegagan? Jenis daun yang satu ini juga kerap digolongkan sebagai obat herbal yang diklaim memiliki segudang manfaat. Pengklaiman tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, daun yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Gotu kola ini sudah lama dikenal sebagai obat panjang umur. 

Adalah bangsa China kuno dan Ayurveda, yang memperkenalkan daun ini dalam pengobatan tradisionalnya. Penggunaan daun pegagan sebagai obat tradisional ini pun menyebar ke Indonesia sejak lampau dan kerap disebut sebagai bahan utama dalam berbagai ramuan obat tradisional. 

Penggunaan daun pegagan sebagai obat herbal bukan tanpa alasan. Nyatanya dalam berbagai penelitian, daun ini terbukti memiliki banyak manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat daun pegagan yang dapat Anda rasakan ketika rutin mengonsumsinya. 

  1. Meredakan Kecemasan 

Daun pegagan terbukti mampu memberikan istirahat yang lebih berkualitas sehingga berpengaruh pada tingkat kecemasan seseorang. Di mana ketika seseorang tidak mampu tidur dengan baik, tingkat kecemasannya akan meningkat disertai dengan adanya peradangan saraf. 

Disarankan ketika Anda mau menggunakan daun ini untuk meredakan kecemasan ekstrem, konsumsilah secara rutin selama 14 hari berturut-turut. Dosis tiap kali minum berkisar 500 miligram ekstrak daun pegagan dengan frekuensi konsumsi dua kali sehari.

  1. Melancarkan Peredaran Darah 

Kalau Anda kerap mengalami kaki bengkak ataupun masalah sirkulasi darah lainnya, cobalah mengonsumsi ekstrak daun pegagan tiga kali sehari selama seminggu. Dosis tiap kali minum cukup sekitar 60—100 miligram. 

Berdasarkan sebuah penelitian di Malaysia, gotu kola terbukti mampu memperbaiki sirkulasi darah yang menimbulkan berbagai pembengkakan di tubuh. Ini karena adanya kandungan senyawa triterpene pada daun pegagan. Senyawa ini mampu meningkatkan daya pompa jantung sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

  1. Mengobati Alzheimer 

Dalam salah satu studi yang dilakukan pada tahun 2012, daun pegagan terbukti mampu meningkatkan fungsi memori otak dan saraf. Secara lebih detail, daun pegagan mampu melindungi sel-sel otak dari toksisitas sekaligus menghalangi pembentukan plak yang berkaitan dengan alzheimer di dalam otak. Kemampuan inilah yang membuat daun pegagan kemudian digadang-gadang dapat menjadi obat alzheimer. 

Anda bisa menjajal kemampuan daun pegagan untuk Alzheimer dengan mengonsumsi ekstrak daun ini sebanyak tiga kali sehari dengan dosis 30—60 tetes. Namun sebelumnya, konsultasikan dahulu penggunaan obat tradisional ini kepada tim medis yang menangani penyakit Anda.

  1. Menghambat Penuaan Dini

Dengan mengonsumsi daun pegagan, Anda dapat mengucapkan selama tinggi bagi masalah penuaan dini yang kerap terlihat di kulit wajah maupun leher Anda. Kemampuan pegagan untuk mempertahankan elastisitas dan kelembapan kulit sehingga menghambat penuaan dini pada seseorang pun menjadi alasan tanaman ini kerap dijadikan bahan produk perawatan kecantikan. 

Kemampuan daun pegagan menghambat penuaan dini karena tanaman ini mampu memproduksi kolagen alami. Kolagen inilah yang berperan penting menjaga elastisitas kulit Anda. 

  1. Mempercepat Penyembuhan Luka 

Manfaat yang satu ini sudah populer sejak berabad-abad lalu. Karena bisa memberikan manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, akhirnya daun pegagan diakui sebagai salah satu sumber obat herbal yang mujarab. 

Kemampuan daun pegagan menyembuhkan luka lebih cepat karena adanya senyawa triterpenoid dalam obat herbal ini. Senyawa ini meningkatkan kadar antioksidan sekaligus suplai darah ke area luka sehingga area tersebut cepat mengering. Tidak hanya itu, daun pegagan juga meminimalkan risiko infeksi yang kerap terjadi pada area luka pada umumnya. 

Meskipun daun pegagan sudah dikenal memiliki banyak manfaat dengan bukti-bukti ilmiah, Anda tetap tidak boleh menggunakannya secara sembarangan. Agar lebih aman, selalu konsultasikan penggunaan gotu kola ini kepada dokter untuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.