Penyakit

Cara Kerja Antidote Melawan Racun

Tanpa disengaja tubuh kita bisa saja terkontaminasi racun. Dalam prakteknya, racun masuk ke dalam tubuh bisa melalui berbagai cara, bisa dihirup, tertelan, atau terkena kulit. Salah satu cara mengatasi keracunan adalah menggunakan penawar racun atau biasa disebut sebagai antidote.

Jika mengacu pada definisi ilmiahnya, antidote disebut sebagai senyawa, obat, atau zat yang bisa menetralkan efek dari racun yang ada di tubuh kita. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai penawar dari obat lainnya.

Dalam banyak kasus, pemberian antidote pada korban yang keracunan menang tidak sepenuhnya efektif. Di sisi lain, bukan tidak mungkin korban juga masih memiliki potensi meregang nyawa atau mengalami komplikasi sekalipun sudah diberikan antidote.

Meski demikian, pemberian antidote kepada pasien memang diperlukan sebagai serangkaian usaha dalam mengobati korban keracunan. Di sisi lain, senyawa tersebut sebetulnya terdapat pada beberapa obat, tetapi tidak bisa digunakan pada setiap racun.

Oleh sebab itu, dalam prakteknya penggunaan antidote harus berdasarkan petunjuk dokter. Hal tersebut mengingat setiap jenis racun berbeda-beda penanganannya, termasuk pemberian obat yang mengandung senyawa penawar racun.

Lalu, bagaimana cara kerja antidote? Berkenaan dengan pertanyaan tersebut, artikel ini akan membahas lebih rinci bagaimana penawar racun itu bekerja pada tubuh korban yang keracunan.

  • Menangkal efek berbahaya

Saat seseorang keracunan, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana agar korban tidak mengalami efek yang lebih berbahaya, seperti kematian. Dalam hal ini, antidote bekerja untuk mengurangi efek racun pada tubuh korban. Misalnya, kita bisa memberikan penawar racun yang terkandung dalam atropine untuk seseorang yang mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga yang memiliki zat pestisida atau organofosfat.

  • Bersaing dengan racun

Cara kerja berikutnya obat penawar racun adalah dengan bersaing dengan racun itu sendiri. Metode ini, biasanya terjadi pada penggunaan etil alkohol pada korban yang keracunan senyawa kimia etilen glikol. Dalam prosesnya, antidote bersaing dengan racun tersebut dengan tujuan mengurangi efek dari racun. Hal tersebut, pada umumnya terjadi ketika seseorang baru saja keracunan dan metode ini berlangsung pada level enzim.

Selain pada level enzim, antidote juga bekerja pada level reseptor. Dalam kondisi tersebut, biasanya yang dipakai adalah flumazenil dan naloxone. Untuk flumazenil sendiri biasanya digunakan bagi seseorang yang keracunan obat penenang atau benzodiazepine yang bisa mengganggu sistem saraf. Sementara naloxone bisa dipakai untuk menawarkan racun akibat obat penghilang nyeri atau opioid.

  • Melawan racun pada metabolit

Jika lamban memberikan penawar racun saat pertama kali korban keracunan, biasanya racun akan berada pada metabolit atau hasil dari metabolisme yang ada di dalam tubuh. Meski demikian, antidote masih bisa digunakan sebagai penawar, di mana tujuannya untuk membersihkan hasil metabolisme dari racun.

Hal ini sebagaimana pemakaian N-Acetyl cysteine bagi korban yang keracunan paracetamol. Penawar racun tersebut berguna untuk mengembalikan simpanan zat tertentu pada hati untuk mencegah terjadinya penyakit hati karena racun.

Mengikat racun

Tentunya penawar racun diberikan kepada korban agar racun pada pasien dapat diturunkan tingkatnya dengan cara mengingat racun. Lebih spesifik, antidote bisa saja membentuk senyawa yang bernama inert yang selanjutnya bisa dibuang oleh tubuh korban. Contoh kasus pengikat spesifik adalah menggunakan DigiFab saat overdosis dioksin, hydroxocobalamin ketika keracunan sianida dan lain sebagainya.

Dari penjelasan yang sudah diuraikan, kita setidaknya tahu beberapa hal cara kerja antidote pada tubuh yang keracunan. Saat penggunaannya sendiri, disarankan tidak lama setelah kita atau seseorang mengalami keracunan. Khusus untuk melawan racun pada metabolit, bisa diberikan dalam jangka waktu bervariasi.

Meski demikian, dalam penggunaan antidote harus sesuai resep yang dokter berikan, mengingat setiap racun memiliki mekanisme berbeda dalam penanganannya. Namun, jika membutuhkan waktu ke rumah sakit, anda bisa memakai bahan alami sebagai penawar racun sebelum ditangani petugas medis.