enzim pasta gigi
Gigi dan Mulut

Mengenal 4 Kandungan yang Biasa Digunakan Enzim Pasta Gigi

Enzim pasta gigi menjadi pelopor dalam bidang pembuatan pasta gigi dengan mengedepankan bioteknologi. Pasta gigi dari PT. Enzym Bioteknologi Internusa ini terkenal dengan kandungan tiga enzim aktifnya, yaitu Amyloglucosidase (AMG), Gluco-oksidase (GO), dan Lactoperoxidase (LPO) yang berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kekuatan gigi.

Selain mengandung ketiga unsur enzim tersebut, Enzim pasta gigi juga menyediakan pasta gigi tanpa busa karena tidak mengandung deterjen sehingga aman untuk digunakan bagi Anda yang sensitif dan rentan terkena masalah mulut dan gigi, seperti sariawan dan mulut kering.

Dilansir dari penelitian di Media Kesehatan Gigi, pasta gigi yang tidak mengandung detergen memiliki kemampuan menghambat plak gigi lebih tinggi dibandingkan dengan pasta gigi yang mengandung deterjen sehingga disarankan untuk menggunakan pasta gigi tanpa detergen dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi, terutama pada anak-anak.

Tersedia dalam berbagai varian, kandungan pada enzim pasta gigi sudah disesuaikan dengan tujuan dan manfaat dari masing-masing varian tersebut. Jika Anda penasaran apa saja kandungan yang menjadi unggulan dan biasa ditambahkan dalam enzim pasta gigi, berikut ulasannya.

  1. Amyloglucosidase (AMG), Gluco-oksidase (GO), dan Lactoperoxidase (LPO)

Ketiga enzim ini menjadi bahan unggulan dalam enzim pasta gigi dimana ketiganya bekerjasama dan bercampur dengan air liur untuk membentuk hipotiosianat. Hipotiosianat inilah yang berperan menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri di dalam rongga mulut karena bersifat anti-bakteri.

Adapun bakteri yang dihambat perkembangbiakannya adalah Streptococcus alpha atau disebut Streptococcus viridans beserta turunannya yang menyebabkan munculnya plak, gigi berlubang, karies gigi, abses, dan masalah mulut dan gigi lainnya.

Enzim amyloglucosidase (AMG), gluco-oksidase (GO), dan lactoperoxidase (LPO) ini bisa Anda temukan di semua produk enzim pasta gigi dan mouthwash.

  1. Enzim Lisozim dan Protein Laktoferin

Tidak hanya mengandung enzim amyloglucosidase  (AMG),  gluco-oksidase (GO), dan lactoperoxidase (LPO), enzim pasta gigi juga mengandung enzim lisozim, yaitu enzim alami yang berperan sebagai antimikroba.

Terdapat dalam sekresi tubuh, seperti air mata, air liur, dan susu, enzim ini dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang menyebabkan bakteri kehilangan cairan sel dan akhirnya mati.

Sementara itu, protein laktoferin pada air liur berfungsi untuk mengikat zat besi dan sehingga bakteri tidak dapat bermetabolisme di rongga mulut.

  1. Kolostrum

Kolostrum adalah air susu ibu yang pertama kali keluar setelah proses persalinan. Pada air susu ibu, kolostrum kaya akan nutrisi dan bermanfaat untuk melindungi saluran pencernaan bayi dari virus dan bakteri. 

Mengingat bagusnya manfaat dari kolostrum ini, maka Enzim pasta gigi menambahkannya sebagai salah satu bahan dalam pasta gigi, khususnya yang varian Enzim 40 plus dan Enzim Orthodontic.

Enzim 40 plus adalah pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk pengguna yang berusia 40 tahun lebih yang mana pada usia tersebut produksi air liur sudah mulai berkurang. Sementara itu, Enzim Orthodontic adalah pasta gigi yang dikhususkan untuk pengguna behel atau kawat gigi. Penggunaan kawat gigi ini juga bisa menyebabkan mulut kering. 

Berkurangnya air liur ini menyebabkan fungsi perlindungan di dalam rongga mulut menjadi lemah sehingga mudah terkena masalah mulut dan gigi serta mulut pun menjadi kering. 

Dengan ditambahkannya kolostrum pada kedua varian Enzim pasta gigi ini dapat meningkatkan kembali kualitas air liur sekaligus memberikan kelembapan pada mulut kering. 

  1. Xylitol

Pasta gigi untuk anak-anak biasanya memiliki rasa yang sedikit manis. Rasa manis ini bukanlah berasal dari gula, melainkan Xylitol. 

Xylitol adalah pemanis alami non kariogenik yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mencegah kerusakan gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans penyebab munculnya plak pada gigi. 

Rasa manis pada pasta gigi ini mungkin disukai anak-anak, namun tidak untuk bakteri yang ada di rongga mulut karena bakteri-bakteri tersebut tidak mendapatkan energi dari Xylitol. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi terhambat dan akhirnya mati.

Kandungan Xylitol ini dapat Anda temukan pada Enzim pasta gigi varian Enzim Anak dan Enzim Mixdent. 

aloclair kumur
Uncategorized

Aloclair Kumur, Obat Ampuh Atasi Efek Kawat Gigi

Apakah Anda sedang atau pernah menggunakan kawat gigi? Kalau iya, Anda tentu tahu bahwa pemakaian kawat gigi bisa menimbulkan berbagai efek samping, salah satunya luka di dinding mulut. Luka ini bisa Anda atasi menggunakan obat Aloclair kumur. 

Obat ini diproduksi secara khusus untuk mengatasi masalah pada mulut yang terjadi akibat penggunaan kawat gigi. Sesuai namanya, Aloclair hadir dalam bentuk obat kumur. 

Kapan perlu menggunakan Aloclair kumur? 

Setiap orang bisa saja merasakan efek dari pemakaian kawat gigi yang berbeda-beda. Ada yang merasakan nyeri karena tekanan pada gigi. Ada juga yang mengalami luka di dinding mulut serta gusi akibat gesekan dengan kawat.

Luka ini bisa memicu iritasi atau peradangan. Ketika meradang, luka akan menimbulkan rasa sakit, nyeri, serta sensasi panas seperti sariawan. 

Hal ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan. Gejala-gejala inilah yang menjadi penanda bahwa Anda perlu menggunakan obat untuk mengatasinya, seperti obat Aloclair kumur. 

Obat ini dirancang dengan bahan-bahan dasar yang bekerja efektif mengatasi luka di mulut. Campuran kandungan di dalamnya akan mengatasi rasa nyeri dari luka ringan yang Anda alami, serta mempercepat proses penyembuhan luka. 

Untuk bisa merasakan efek dari obat ini, Anda perlu menggunakannya sesuai dengan cara yang dianjurkan. Gunakan obat ini dengan dosis 10 ml setiap 3-4 kali dalam sehari, atau bisa juga disesuaikan dengan kebutuhan.

Anda tidak memerlukan resep dari dokter untuk bisa mendapatkan obat ini. Konsultasikan pada apoteker untuk mengetahui apa efek dari penggunaan obat ini terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. 

Memaksimalkan pengobatan luka akibat kawat gigi

Selain menggunakan obat seperti Aloclair kumur, Anda juga bisa memaksimalkan penyembuhan dengan melakukan upaya perawatan mandiri. Hal tersebut dapat Anda terapkan dengan melakukan hal-hal berikut: 

  • Menjaga kebersihan gigi

Meskipun gigi terasa nyeri selama pemakaian kawat, jangan sampai Anda mengabaikan kebersihan mulut dan gigi Anda. Anda tetap perlu membersihkannya secara teratur. Tapi, pastikan untuk menyikat gigi dengan sikat gigi yang halus secara perlahan.

Usahakan untuk menggunakan pasta gigi berfluorida. Sikatlah gigi Anda setiap sesudah makan. Setelah itu, bilas mulut sampai bersih dengan air. 

  • Menjaga makanan yang dikonsumsi

Selama menggunakan kawat, Anda harus berhati-hati dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Jika tidak, luka akan semakin sulit untuk sembuh meski Anda sudah menggunakan obat sekalipun. 

Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis yang bertepung. Ini akan berkontribusi dalam menyebabkan pembentukan plak dan kerusakan gigi. 

Hindari juga konsumsi makanan yang bertekstur lengket seperti permen karet, karamel, dan lain sebagainya. Ini bisa merusak, bahkan melepas karet pada kawat gigi Anda. 

  • Kunjungi dokter secara rutin

Selain menggunakan Aloclair kumur, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin. Kawat Anda perlu dibersihkan dan diganti secara teratur agar kesehatan gigi dan mulut Anda tetap terjaga. 

Jangan abaikan pentingnya mengunjungi dokter gigi selama Anda menggunakan kawat gigi. Ikuti arahan dari dokter mengenai hal-hal yang perlu Anda lakukan guna mengurangi nyeri pada luka akibat kawat gigi. 

Dengan melakukan upaya perawatan mandiri seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa mempercepat penyembuhan luka pada mulut Anda. Ini akan semakin maksimal bila diterapkan bersamaan dengan penggunaan obat Aloclair kumur.

Cara Merawat Gigi Palsu: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Hidup Sehat

Cara Merawat Gigi Palsu: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Bagi pemilik gigi palsu, menjaga kebersihan gigi palsu sangatlah penting karena benda tersebut merupakan gigi pengganti Anda. Gigi palsu yang bersih dan terawat membawa efek yang bagus terhadap kesehatan mulut. 

Jika Anda baru memulai menggunakan gigi palsu, artikel berikut akan menjelaskan cara merawat gigi palsu agar awet dan tahan lama. 

Mengapa gigi palsu harus dibersihkan?

Gigi palsu berperan sebagai pengganti gigi Anda yang membantu mengunyah makanan. Sama seperti gigi asli, gigi palsu dapat ditempeli sisa makanan yang kemudian berubah menjadi plak. Proses penumpukan plak pada gigi palsu sama seperti pada gigi asli.

Jika gigi tiruan tidak dibersihkan dengan benar, plak, bakteri, dan jamur akan menumpuk di gigi tiruan. Ini menyebabkan masalah mulut seperti stomatitis akibat gigi palsu, atau masalah kesehatan mulut lainnya.

Cara merawat gigi palsu

Berikut cara merawat gigi palsu agar tidak mudah rusak:

  • Bersihkan gigi palsu dengan hati-hati

Jangan membengkokkan atau merusak penjepit atau plastik saat membersihkan gigi tiruan.

  • Bilas gigi palsu sebelum digunakan

Sebelum menggunakannya, bilas gigi palsu secara menyeluruh untuk menghilangkan cairan sisa larutan perendam gigi palsu. Larutan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya sehingga dapat menyebabkan nyeri, muntah, dan luka bakar bila tertelan.

  • Lepas dan bilas gigi palsu setelah makan

Lepas gigi tiruan setelah makan dan bilas menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa makanan. Balut dengan handuk atau kain lembut untuk mengeringkan gigi palsu.

  • Lepas gigi palsu sebelum tidur dan rendam semalaman

Mengistirahatkan mulut dari pemakaian gigi palsu penting agar jaringan mulut pulih dan tidak terlalu lelah.

Disarankan untuk mengistirahatkan mulut dan melepas gigi palsu sesering mungkin, minimal enam jam sehari. Ketika tidak digunakan, rendam gigi tiruan dengan air hangat atau pembersih gigi palsu khusus untuk membunuh bakteri yang menempel. 

  • Sikat gigi palsu setiap hari

Sikat gigi palsu secara menyeluruh setiap hari dengan sikat berbulu lembut dan pembersih yang direkomendasikan dokter gigi Anda. Sikat dengan sedikit campuran air hangat dan secara perlahan dalam gerakan melingkar. Letakkan gigi tiruan di atas meja atau dengan handuk di bawahnya untuk mencegahnya dari tergelincir.

  • Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur

Mengunjungi dokter gigi harus dilakukan secara rutin meski tidak ada masalah dengan gigi tiruan Anda.  

Adapun hal-hal berikut tidak boleh dilakukan karena mempercepat kerusakan pada gigi palsu:

  • Menggunakan benda tajam untuk membersihkan gigi palsu, misalnya tusuk gigi
  • Sikat gigi berbulu kasar dan pasta gigi pemutih
  • Menggunakan produk yang mengandung pemutih
  • Menggunakan air panas atau mendidih
  • Menarik barang dengan gigi, termasuk makanan atau pembungkus plastik, dan menggigit benda keras dengan gigi tiruan

Kapan gigi palsu harus diganti?

Gigi palsu tidak bersifat permanen. Meski Anda telah menjalani beragam cara merawat gigi palsu sehingga gigi tiruan awet dan tetap terjaga, gigi palsu memiliki umur masa pemakaian. 

American College of Prosthodontists (ACP) menjelaskan kapan waktu yang tepat mengganti gigi palsu yaitu sebagai berikut:

  • Jika terjadi iritasi kronis (peradangan) di bawah area penempatan atau basis gisi tiruan
  • Jika perekat gigi palsu tidak menempel dengan kuat, atau perekat harus digunakan lebih dari dua kali sehari
  • Jika gigi tiruan terdegradasi sehingga tidak pas dengan gigi yang lain
  • Gigi palsu berubah warna, retak, atau patah
  • Jika gigi palsu sudah lebih dari 5 tahun sejak dibuat

Tanyakan segala hal terkait gigi palsu dan cara merawat gigi palsu kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.