Kulit dan Kecantikan

Cara Menggunakan Body Scrub yang Salah

Cara Menggunakan Body Scrub

Body scrub atau kita biasa mengenal dengan nama lainnya, lulur, merupakan salah satu produk kecantikan kulit yang amat populer. Salah satu fungsi yang digadang-gadang dari produk ini adalah mengeksfoliasi kulit atau mengangkat sel kulit-kulit mati. Namun, untuk mencapai itu, seseorang perlu melakukan cara menggunakan body scrub dengan benar.

Penggunaan yang tidak tepat bisa membuat upaya yang Anda lakukan sia-sia. Belum lagi kemungkinan efek samping yang dapat saja muncul. Memang, sih, efek samping dari penggunaan body scrub ini jarang sekali terjadi. Namun, bukan berarti risiko itu tidak ada sama sekali.

Setidaknya, jika kesalahan yang dilakukan berlangsung secara terus-menerus, Anda bisa mengalami kulit kemerahan, kulit menjadi semakin kering, terasa nyeri, hingga sensasi terbakar. Nah, dari pada ambil risiko, lebih maik simak beberapa kesalahan cara menggunakan body scrub di bawah ini:

  • Tidak peduli dengan kandungan scrub

Semua produk skincare, termasuk body scrub, harus diperhatikan betul cara pemakaiannya. Sebab, masing-masing produk tersebut diformulasikan khusus untuk mengakomodir beberapa masalah yang terjadi di kulit. Anda harus mengerti dengan saksama kebutuhan Anda sebelum membeli dan menggunakan suatu produk skincare.

Oleh karenanya cara menggunakan body scrub yang baik adalah menyesuaikan produk dengan kebutuhan kulit Anda. Jangan sampai salah pakai, apalagi jika Anda asal menggunakan produk. Alih-alih mendapat hasil maksimal, bukan tidak mungkin malah masalah yang didapat.

  • Mengaplikasikannya secara sembarangan

Memang benar jika body scrub diaplikasikan dengan cara menggosok. Namun, jangan samakan kulit tubuh Anda dengan pakaian yang bisa digosok dengan kasar. Anda tetap harus menggosok atau mengeksfoliasi kulit tubuh dengan perlahan dan hati-hati.

Cara menggunakan body scrub yang benar bukan berarti seberapa keras Anda menggosok, tetapi seberapa efisien Anda melakukannya. Sebab, semakin keras Anda menggosok scrub, semakin besar juga kemungkinan kulit Anda mengalami inflamasi dan iritasi.

  • Gerakan menggosok yang tidak sesuai

Kesalahan lainnya adalah gerakan menggosok lulur yang salah, sebab ada aturan khusus untuk membuat produk perawatan tubuh ini bekerja maksimal. Jika asal digosok maka efektivitasnya akan berkurang. Jadi, idealnya lulur dengan butiran scrub perlu digosok dengan gerakan memutar dan perlahan. jangan terlalu kencang karena butiran scrub di dalamnya bisa menyebabkan iritasi di kulit.

  • Langsung dibilas

Kesalahan yang juga paling sering dilakukan dalam serangkaian cara menggunakan body scrub adalah langsung membilasnya. Padahal idealnya lulur yang sudah didiamkan dan digosok dengan gerakan memutar perlu didiamkan kembali. Tidak perlu terlalu lama, kurang dari 5 menit dirasa sudah cukup. Baru setelah itu Anda bisa membilasnya dengan air.

  • Tidak melanjutkan tahap berikutnya

Berdasarkan beberapa sumber, tahapan penggunaan body scrub harus dilengkapi dengan penggunaan pelembap. Pasalnya, pengaplikasian body scrub barang tentu mengubah kondisi kulit Anda menjadi lebih kering karena kelembapannya berkurang drastis.

Nah, pelembap ini digunakan untuk mengembalikan kondisi kelembapan kulit Anda. Kembali lagi ke poin pertama, Anda juga harus memilih pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda sebelum mengoleskannya ke seluruh permukaan kulit.

Disarankan penggunaan pelembap tubuh dilakukan sesegera mungkin, paling lama 5 menit setelah mandi, agar kulit tetap sehat dan terhidrasi dengan baik.

***

Penting untuk mengetahui cara menggunakan produk skincare dengan benar agar upaya yang Anda lakukan dapat terlihat hasilnya. Ingat, ini termasuk untuk penggunaan body scrub. Jangan dikira body scrub bisa digunakan secara asal.

Yuk, mulai lakukan cara menggunakan body scrub secara benar, supaya dalam beberapa waktu pemakaian kulit Anda semakin bersih dan cerah, sesuai dengan kebutuhan dan harapan Anda.

Kulit dan Kecantikan

Kulit Kaki Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kulit kaki kering, terlebih jika kekeringan sudah menyebabkan kulit pecah-pecah dan terasa gatal. Meski umum terjadi, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kulit kaki Anda terasa kering. Beberapa faktor berasal dari dalam diri Anda, sementara beberapa faktor lainnya berasal dari luar. Cara utama untuk mengobatinya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan menggunakan lebih banyak pelembab.

Faktor penyebab kulit kaki kering

Pada dasarnya, kulit menjadi kering apabila tidak mampu menyimpang cukup banyak air dari minyak alami dalam tubuh. Ada beberapa faktor yang paling umum menyebabkan kulit kaki kering, yaitu:

  • Eksim

Eksim adalah kondisi kulit yang terjadi akibat faktor genetik dan dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan kering. Biasanya, eksim juga bisa muncul di area kaki dan menyebabkan kekeringan pada kulit kaki.

  • Perubahan cuaca

Perubahan cuaca merupakan salah satu faktor dari luar diri yang menimbulkan kekeringan kulit kaki. Saat udara menjadi dingin atau tingkat kelembaban udara rendah, kulit rentang mengalami kekeringan. Hal ini secara khusus terjadi di musim dingin.

  • Faktor usia

Faktor usia juga mempengaruhi kondisi kulit kaki yang kering. Seiring bertambahnya usia, kulit kaki menghasilkan lebih sedikit minyak alami, sehingga lebih mudah menjadi kering. Tidak hanya pada kaki, hal ini terjadi pada seluruh bagian tubuh secara keseluruhan.

  • Penyakit

Beberapa jenis penyakit juga bisa menyebabkan gejala berupa kulit kaki yang kering. Penyakit tersebut antara lain diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, HIV, penyakit tiroid, dan sindrom Sjogren.

  • Alergi

Kulit kaki kering juga bisa disebabkan karena faktor alergi pada kulit. Ketika kulit bersentuhan dengan zat tertentu, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan dan menimbulkan reaksi alergi berupa kekeringan kulit. Zat pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda.

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang terjadi pada kulit. Kondisi ini membuat kulit menghasilkan terlalu banyak sel kulit dalam satu waktu. Akibatnya, kulit kaki menjadi kering, gatal, bersisik, pecah-pecah, bahkan berdarah.

Cara mengatasi kulit kaki kering

Mengatasi kulit kaki kering bukanlah hal yang sulit. Anda bisa melakukan berbagai upaya penyembuhan tanpa harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Upaya tersebut antara lain:

  • Memakai krim khusus kaki

Krim yang dikhususkan untuk kaki umumnya memiliki kandungan pelembab yang bisa melembabkan kulit kaki. Hal ini membantu dalam mengatasi kekeringan. Gunakan krim kaki setiap hari secara berkala. Anda bisa memakainya setiap sehabis mandi.

  • Produk hipoalergenik

Bagi Anda yang mengalami kekeringan kulit kaki akibat alergi, produk hipoalergenik bisa mungkin bisa membantu. Produk ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif agar tidak mudah muncul reaksi alergi berupa kekeringan kulit saat terpapar oleh zat tertentu.

  • Lanolin

Lanolin bisa digunakan pada kulit kering yang pecah-pecah dan kasar. Kandungan ini berfungsi untuk menjaga kelembaban pada kulit, termasuk kulit kaki. Anda bisa membeli lanolin secara bebas di apotek tanpa harus menggunakan resep dari dokter. Umumnya, produk ini digunakan oleh ibu hamil atau ibu menyusui.

Itulah beberapa upaya pengobatan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit kaki kering. Anda tidak harus berkonsultasi pada dokter apabila kondisi kekeringan belum parah dan menganggu aktivitas sehari-hari Anda.