Bayi & Menyusui

Kandungan Parfume Bayi yang Harus Diwaspadai

Bayi baru lahir biasanya memiliki aroma tubuh yang sangat khas. Menurut para ilmuwan, aroma tersebut berasal dari cairan amniotik atau ketuban. Namun, aroma tubuh bayi ini tidak akan bertahan lama karena dipengaruhi oleh proses metabolisme berdasarkan asupan makanannya. Oleh karena itu, agar aroma si kecil tetap harum biasanya ibu akan memberikan wewangian atau parfum bayi untuk menjaga kesegaran aroma tubuh si kecil. 

Bahan parfum bayi tidak sama seperti halnya minyak wangi orang dewasa

Parfum bayi adalah produk dengan kegunaan utama mengharumkan kulit bayi sepanjang hari. Parfum bayi biasanya memiliki persentase alkohol yang lebih rendah atau bahkan bebas alkohol. Namun, biasanya produk-produk tersebut masih mengandung minyak esensial, phthalates, dan gliserin, atau bahan yang diketahui menyebabkan reaksi alergi pada beberapa bayi.

Senyawa kimia yang kerap menjadi bahan parfum bayi adalah polysorbate 20, natrium benzoat, phenoxyethanol, asam sitrat, propylene glycol, dimethicone, dan tetrasodium EDTA. Sementara ekstrak bahan alami yang sering digunakan contohnya minyak jarak dan beberapa ekstrak bahan alami yang dipercaya bermanfaat bagi kulit bayi.

Parfum bayi mungkin bermanfaat untuk membuat tubuhnya tetap harum sepanjang hari. Namun perlu diingat tidak semua bahan dalam parfum bayi aman bagi kulit si kecil. Beberapa bahan justru bisa menimbulkan reaksi alergi, iritasi, hingga bersifat racun. Jangan lupa bahwa kondisi kulit bayi jauh lebih sensitif dan itu menjadikannya berbeda dari kulit orang dewasa.

Berikut beberapa bahan atau kandungan di parfum bayi yang perlu dihindari karena punya potensi menyebabkan masalah pada kulitnya:

  • Pengharum (fragrance)

Pengharum merupakan bahan yang amat sering ditemukan dalam produk bayi, termasuk parfum. Sayangnya, beberapa parfum bayi mengandung zat pengharum yang tidak aman. Zat ini biasanya merupakan produk turunan dari hasil pengolahan minyak bumi.

Zat pengharum dapat menimbulkan reaksi alergi, baik pada kulit, pernapasan, hingga mata. Efeknya pun bisa bertahan selama berjam-jam pada tubuh bayi. Segera hentikan pemakaian produk bila bayi menunjukkan tanda-tanda alergi zat pengharum.

  • Propylene glycol

Sebagian besar parfum bayi mengandung propylene glycol. Bahan ini sebenarnya tidak menimbulkan bahaya langsung, tapi paparan jangka panjang dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kanker.

Propylene glycol cepat menyerap ke dalam kulit yang mana berfungsi membuka pori-pori kulit sehingga senyawa kimia lain bisa masuk dengan lebih mudah. Selain parfum bayi, senyawa ini juga banyak terdapat pada tisu basah.

  • Ftalat

Ftalat terdapat dalam berbagai macam produk, mulai dari sabun; sampo; deterjen; pembersih kuku; losion cukur; hingga parfum bayi. Senyawa ini dinilai berbahaya karena sangat mudah terlepas ke udara dan terhirup ke dalam saluran pernapasan bayi.

Ftalat juga bisa memasuki tubuh bayi melalui produk-produk yang bersentuhan dengan kulit. Paparan jangka panjang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan pada hati, paru-paru, ginjal, dan sistem reproduksi.

Masalahnya, komposisi atau bahan parfum bayi ini jumlahnya seringkali tidak dituliskan pada kemasan. Tentu kita jadi sulit memperhitungkan dampak atau efeknya bagi kondisi bayi, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. 

Sebagai orang tua, baiknya kita selalu jeli dan cermat sebelum membeli produk parfum bayi agar kondisi-kondisi di bawah ini bisa dihindari:

  • Menyebabkan alergi

Sama seperti kandungan yang terdapat dalam sebotol parfum orang dewasa, pewangi dalam produk bayi juga memiliki kandungan yang bisa membuat bayi mengalami alergi. Gejala alergi yang dikeluarkan bisa bervariasi dari yang ringan hingga berat seperti pusing, bersin, dan asma.

Namun, bukan tidak mungkin juga bayi mengalami gejala yang parah berupa batuk, muntah, hingga iritasi kulit. Pusing dan batuk merupakan tanda bahwa saraf dalam tubuh si kecil tidak bisa menerima keberadaan senyawa kimia di sekitarnya.

  • Merusak sistem saraf

Bayi memiliki saraf yang cenderung sensitif. Bila kamu terus melanjutkan penggunaan produk bayi berpewangi yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut, maka lama kelamaan bisa menyebabkan sistem saraf bayi menjadi rusak. Segera hentikan pemakaian produk bila bayi menunjukkan gejala seperti depresi, hiperaktif, mudah mengalami iritasi kulit, mudah sakit, dan kondisi fisik dan perilakunya berubah.

  • Menyebabkan masalah pernapasan

Produk bayi dengan parfum biasanya memberikan wangi yang tahan lama pada kulit dan bisa bertahan sampai berjam-jam. Hal inilah yang bisa menyebabkan masalah pernapasan pada bayi, seperti asma.

Sebenarnya, parfum bayi merupakan produk perawatan bayi yang cukup bermanfaat. Produk ini juga terbilang aman selama menggunakan bahan-bahan yang ramah terhadap bayi. Kita hanya perlu lebih selektif dalam memilih produk, sebab tidak semua bahan dalam parfum bayi aman bagi kesehatannya secara keseluruhan.