Obat

Teh dan Minyak Esensial Bisa Jadi Obat Asma?

Tidak ada perawatan rumahan atau “home remedies” untuk serangan asma. Penyakit ini hanya bisa diatasi menggunakan obat asma, menghindari pemicu serangan asma, dan membuat rencana tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang menderita serangan asma. Selalu bawa inhaler penyelamat untuk memberikan pertolongan segera apabila ada serangan asma tiba-tiba. Serangan asma berpotensi untuk mengancam nyawa. Dan carilah bantuan medis apabila gejala yang dirasakan tidak semakin membaik meskipun inhaler penyelamat telah digunakan.

Serangan asma dapat bersifat minor. Akan tetapi, kondisi ini dapat berubah menjadi berbahaya dengan cepat. Saat serangan asma terjadi, jalur udara menyempit akibat peradangan dan pembengkakan, dan otot di sekitarnya ikut mengencang. Tubuh juga memproduksi ekstra lendir, membatasi udara yang melewati tabung bronkial, membuat bernapas dengan baik menjadi sangat sulit. Tanda-tanda serangan asma di antaranya adalah batuk yang tidak berhenti, mengi, sesak napas, bernapas dengan cepat, dan wajah pucat dan berkeringat. Mengatasi gejala tersebut dengan cepat dapat membantu mencegah serangan asma menjadi lebih parah. Apabila gejala tersebut tidak semakin membaik meskipun telah mendapatkan penanganan dan obat asma, carilah bantuan medis kegawatdaruratan secepatnya.

Home remedies (perawatan rumahan)

Beberapa orang percaya bahwa perawatan komplementer dapat membantu mengatasi asma. Akan tetapi, tidak ada penelitian ilmiah bahwa obat asma alternatif dan alami ini dapat mengobati serangan asma. Beberapa “home remedies” tersebut di antaranya adalah:

  • Teh atau kopi berkafein

Kafein yang ada pada teh hijau atau hitam dan kopi dipercaya dapat membantu mengatasi serangan asma. Kafein bekerja dengan cara yang mirip obat asma populer, seperti theophylline, yang membuka saluran udara. Tinjauan penelitian tahun 2010 menemukan bahwa kafein dapat sedikit meningkatkan fungsi pernapasan pada orang-orang yang menderita asma selama 4 jam. Sayangnya, bukti yang menunjukkan bahwa kafein dapat meredakan gejala asma sangat sedikit. Dan penelitian lanjutan perlu dilakukan.

  • Minyak esensial eucalyptus

Menurut tinjaun penelitan tahun 2013, minyak esensial memiliki sifat anti peradangan yang dapat membantu merawat asma. Salah satu minyak esensial tersebut adalah minyak esensial eucalyptus. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa 1,8 cineole, elemen utama minyak eucalyptus, dapat mengurangi peradangan saluran udara pada tikus. Dipercaya menghirup uap minyak esensial eucalyptus dapat membantu mereka yang menderita asma.

Namun, penting untuk diketahui bahwa penelitian telah menemukan minyak esensial, termasuk minyak eucalyptus, juga melepaskan zat kimia yang berpotensi membahayakan. Bukti lebih dibutuhkan, namun zat yang terkandung dalam minyak esensial malah dapat mebuat gejala asma menjadi semakin buruk. Karena FDA tidak mengawasi minyak esensial, penting untuk berhati-hati dalam memilih merek minyak esensial, dan perhatikan keamanan, kemurnian, dan kualitas dari produk tersebut. Gunakan minyak esensial dengan sangat berhati-hati. Dan jangan menggunakannya ketika serangan asma terjadi.

  • Minyak esensial lavender

Lavender merupakan minyak esensial lain yang menujukkan adanya harapan. Studi tahun 2014 menemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender dari difusser dapat mengurangi peradangan akibat alergi, dan meringankan asma. Sama halnya dengan perawatan atau obat asma alternatif lainnya, minyak lavender tidak boleh digunakan saat kasus kegawatdaruratan.

Serangan asma dapat berubah menjadi serius dengan cepat, dan serangan tersebut dapat datang dengan tiba-tiba. Obat asma alternatif tersebut di atas belum terbukti secara ilmiah dapat mengatasi serangan asma. Gunakan inhaler penyelamat sebagai pertolongan pertama saat terjadi serangan asma dan carilah bantuan medis apabila gejala tidak membaik setelah inhaler penyelamat digunakan.